alexa-tracking

Siluet Senja

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af99ebadbd770397b8b456e/siluet-senja
Siluet Senja
Assalamualaikum gansis,
ane lagi belajar nulis nih dan kebetulan cerita tentang pengalaman ane pribadi. Mohon maaf jika ada kasalahan dari segi penulisan yang masih berantakan. emoticon-Smilie
Mungkin lebih enak kalo baca sambil dengerin lagu galau. hehe. Ane juga butuh kritik dan saran gansis disini. Semoga cerita yang ane tulis berkenan dihati para agan sista sekalian. Selamat membaca. Terimakasih.


Mei 2018, 10.35 pm

SILUET SENJA


Siluet Senja


Heningnya malam membuat sebagaian orang merasa damai, hiruk pikuk dunia senyap sementara. Lewat jam 11 malam, ku mulai memanjakan telinga dengan alunan lagu sendu. Hanya hal itu dapat merilekskan tubuh dan fikiran dari aktivitas sehari hari.

Kebisaan burukku bermain social media hingga larut. Seperti biasa, kusuka membuka instagram, twitter, kaskus dan fanpage komedi difacebook yang mampu membuatku tersenyum. Semua itu hiburan kecilku semata.

Jaman sekarang manusia hidup di 2 dunia. Dunia Nyata dan Dunia Maya . Siapapun dapat memasuki keduanya. Yang membedakan hanya penampakannya saja. Menariknya, dunia maya merupakan dunia yang tak kasat mata. Dan yang lebih menarik lagi, dunia maya dibuat oleh manusia.

"Dunia maya mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat".
Pepatah ini tidak asing lagi untuk didengar. Percaya atau tidak, hal ini benar adanya. Banyak orang menggunakan sosmed untuk menambah pertemanan, promosi bisnis, bahkan ajang menemukan pasangan. Ya, menemukan pasangan. Sungguh menarik sosial media ini.

Sebelum terlelap, ku sering berinteraksi dengan saudara, teman-teman dan terkadang orang yang baru kukenal di sosmed. Entah membahas tugas kuliah, sekedar menyapa atau hanya bercanda. Sungguh menyenangkan berinteraksi disosmed, apalagi disertai emoticon yang lucu. Hal ini membuat percakapan serasa lebih asyik.

Akhir akhir ini aku berkenalan dengan seorang lawan jenis di sosial media. Aku sama sekali tidak mengenalnya. Aku hanya mengenal di sosmed saja. Itupun kami bertemu di sebuah forum. Beberapa kali chatting dengannya, aku dapat menyimpulkan bahwa orang tersebut sungguh friendly, humble, dan humoris. Hal itulah membuatku senang chatting , telpon bahkan videocall dengannya. Setiap obrolan, selalu membahas hal yang berbeda entah tentang film, politik, bahkan kehidupan pribadi. Ya, aku sangat nyambung dengannya. Semua hal yang kami bahas selalu asyik karna dibumbui dengan canda dan tawa.

Hari demi hari berlalu, makin hari kami berkomunikasi dengan baik. Setiap percakapan, terkadang membahas hal yang sudah pernah dibahas. Meskipun begitu, percakapan kami tetap seru. Entah mengapa, aku merasa memiliki banyak kesamaan dengannya. Dari selera film, humor, dan selera makanan. Walaupun dari segi politik kami memang memiliki pandangan yang berbeda. Hehe.

Dari segi umur, dia lebih tua 3 tahun dariku, menurutku masih bisa dibilang sepantaran. Kuakui, terkadang aku tipe orang yang susah diakrabkan oleh orang lain apalagi di sosial media. Tetapi saat mengobrol dengannya, kami langsung akrab dan waktu selalu cepat berlalu tanpa kami sadari. Bahkan kami pernah bercakap ditelepon hingga 5,5 jam. Kami baru sadar saat ayam melakukan tugasnya menjelang pagi, untungnya saat itu hari libur. Sungguh tidak ada kerjaan bagi orang yang menelpon selama itu.

Saat itu aku sempat kaget dan tidak menyangka dia mengungkapkan rasa . Kupikir ini terlalu cepat, ya terlalu cepat. Tetapi, ku tidak bisa memungkiri perasaanku juga. Jujur saja, akupun memiliki rasa dengannya. Entah apa yang kurasakan. Sungguhlah aneh, aku tidak pernah bertemu dengannya, hanya bercengkrama lewat sosial media bisa membuatku menyukainya bahkan ada rasa nyaman. Aku bingung, ada apa denganku? Mungkin ini kali pertama seperti ini.

Aku tidak berani mengungkapkan rasa, karna gengsi dan masih bingung dengan apa yang kurasakan. Setiap hari kami terus berinteraksi dengan chatting atau menelpon. Dan setiap hari pula dia menanyakan apakah aku memiliki rasa yang sama dengannya. Ku tidak tau mengapa, bisa bisanya diriku memberanikan diri untuk jujur bahwa akupun memiliki rasa untuknya tapi aku tidak tahu rasa apa. Entah itu rasa sayang, cinta atau sekedar kekaguman. Sejak saat itu, percakapan kami sedikit berbeda serta lebih menarik karena kami membahas mengapa ada rasa diantara kita. Ya, memang kelihatannya agak berlebihan. Tapi begitulah adanya.

Siluet Senja

Perasaan setiap orang memang susah ditebak. Apalagi perasaan orang yang kita sukai "disosmed". Kuakui, aku menjadi salah satu dari ratusan bahkan ribuan orang yang menaruh hati pada "stranger" di sosial media tanpa pernah bertatap muka sekalipun. Sejak aku mulai mengungkapkan rasa yang sama, hubungan kami berlanjut lebih dari sekedar pertemanan dan menjadi spesial. Akupun masih heran mengapa bisa memiliki rasa dengan orang tidak pernah kutemui sebelumnya. Bahkan perkenalan kami belum genap 1 bulan tetapi sudah saling mengungkapkan rasa.

Minggu demi minggu berlalu. Tidak ada yang aneh, perasaan kami semakin kuat. Ketika rindu menerpa, kami melakukan videocall lewat platform di smartphone. Setiap melihatnya, entah kenapa rasa ini semakin menjadi jadi. Ya, aku masih bingung tentang rasa ini. aku simpulkan saja bahwa aku sayang padanya. Hampir tiap hari kami saling menyatakan rasa. Saat itu serasa dunia milik berdua. Lucunya, kami benar-benar merasakan hal yang sama padahal tidak pernah bertemu. Itulah uniknya perasaan. Aku nyaman dibuatnya, karena dia seperti tipeku. Pendengar yang baik, humoris, dan apapun yang aku obrolkan selalu nyambung dengannya.

Diriku memang sejak lama tidak merasakan rasa ini. Ada saja yang mendekatiku, tapi aku nyaman dengan kesendirianku mengingat kenangan lalu betapa sakitnya disakiti oleh lelaki sehingga membuatku malas menjalin suatu hubungan. Selain itu, aku juga fokus dengan kuliahku.

Mungkin karna ku di tahap semester kuliah yang kritis dan lelah oleh tugas-tugas yang membuatku jenuh, aku ingin ada seseorang yang bisa menyemangatiku, menjadi sandaranku saat mengeluh tentang lelahnya dunia perkuliahan, seseorang yang bercanda denganku sehingga kubisa tertawa lepas, dan seseorang yang membuatku nyaman jika didekatnya.

Dia

Siluet Senja


Ya, aku menemukannya. "Dia", dia yang menyemangatiku, dia yang kujadikan sandaran saat ku lelah, dia yang suka bercanda denganku, dia yang membuatku nyaman meskipun hanya mendengar suaranya. Jika sehari saja tidak mendengar suaranya, aku merasakan ada yang berbeda. Haha sungguh berlebihan. Bagaimanapun juga, aku nyaman dengannnya, walau kutahu ini bersifat sementara.

Menjalani hari-hari dengan kisah cinta seperti ini terkadang membuatku senang sekaligus bimbang. Apakah hubungan ini akan benar benar berhasil ? apakah dia benar menyayangi dan mencintaiku seperti apa yang dikatakannya ? Dan apakah dia benar benar menjaga rasanya hanya untukku ? Semua ini membuat tanda tanya besar dihatiku. Karena sampai detik ini aku tidak pernah secara langsung melihat tatapan matanya. Aku berterima kasih dengan platform yang menyediakan videocall karena berkontribusi besar terhadap orang-orang yang memiliki hubungan jarak jauh sepertiku. Hanya dengan itu, aku bisa menatap matanya walaupun sekedar melihatnya lewat layar smartphone.

Senang, sedih, kesal yang kudapatkan dihubungan ini. Meskipun begitu, aku tetap senang dia selalu ada saat aku lelah, butuh sandaran, dan penyemangat. Melewati hari hari seperti itu membuatku merasa spesial sebagai seorang wanita. Dialah moodboosterku, dialah pendengar bait risauku , dialah yang menghiburku dengan candaan yang khas. Dan banyak lagi keistimewaan darinya. Aku bersyukur bisa memilikinya, karena mungkin "dia"lah yang kucari selama ini.

Sebulan menjalin hubungan, rasa kasmaran masih melekat dihati. Dalam pembicaraan kami, Selalu ada topik yang membuatku tidak bosan karna diselingi canda tawa. Saat itu aku tidak terlalu sibuk dikampus, sehingga waktu luangku lumayan ada. Ya, aku menyayanginya. Tetapi untuk rasa cinta, aku masih bingung apa yang kurasakan. Sekali lagi kukatakan, perasaan itu susah ditebak.


Siluet Senja


Setiap hari, aku sangat berharap hubungan ini akan menjadi nyata dengan kata lain kita sudah tidak menjalin ldr. Ada suatu dan lain hal mengapa tahun ini kami belum bisa bertemu. Dari hubungan ini, aku sangat bisa merasakan betapa sengsaranya hubungan jarak jauh. Ya, memang anggapan orang berbeda-beda. Menurutku pasangan yang berhasil melakukan long distance relationship hingga jenjang pernikahan merupakan pasangan yang sangat hebat. Kau tau , long distance relationship adalah hubungan yang sangat menguras pikiran dan perasaan. Karna sama-sama butuh perjuangan untuk saling percaya dan menjaga rasa. Ldr itu berat, hanya orang tangguh yang bisa menghadapinya.

Tak terasa sudah berbulan-bulan hubungan kami berlalu. Aku mulai merasakan titik jenuh dimana memadu kasih tanpa pernah bertemu sekalipun. Aku mulai berpikir betapa anehnya diriku mengapa bisa menjalin hubungan yang tidak pasti. Aku mulai cuek padanya, dan terlintas dibenakku untuk mengakhiri hubungan ini. Satu sisi aku jenuh , satu sisi aku tidak ingin lepas darinya. Humoris, pendengar yang baik, penyabar nan asyik, ya itulah kepribadian yang kurasa jarang sekali kutemui pada lelaki lain yang kukenal. Jujur saja aku bingung dengan yang kurasakan saat ini.

Diumurku yang sekarang, sudah seharusnya aku menjalin hubungan serius yang kedepannya bisa benar-benar terikat janji suci. Tetapi sampai saat ini, masih saja bermain main dalam hal menjalin cinta kasih dan sungguh sia-sia membuang-buang waktu untuk menjalin hubungan yang tidak pasti. Sepertinya harus kusudahi hubungan ini. Sejujurnya aku belum siap menerima betapa pedihnya putus cinta. Tapi mau bagaimana lagi, sudah saatnya aku menjalani hubungan yang nyata bukan yang maya. Itu semua pendapatku.

Sebelum rasa ini tenggelam semakin dalam, aku memutuskan hubungan ini. Ku jujur padanya bahwa banyak hal yang mengganjal dihatiku. Kujelaskan perlahan alasanku mengakhiri semua ini. Jujur, aku sangat menyayanginya begitupun perasaanya kepadaku. Tapi mau bagaimana lagi, hubungan seperti ini tidak pasti kedepannya bagaimana. Kupikir daripada menjalankan yang tidak pasti, lebih baik diakhiri saja. Hatiku sakit saat mengatakan ini padanya. Mungkin aku terlalu egois dan masih seperti anak kecil. C'mon.. kita sama-sama sudah dewasa, sudah seharusnya ada planning untuk kedepannya bagaimana. Jadi lebih baik disudahi dan jadikan ini kenangan yang berharga.


Siluet Senja


Untukmu yang membaca ini, aku sangat bahagia bisa mengenalmu. Terimakasih sudah memberiku waktu yang indah selama ini. Walau hanya sebentar, tapi banyak kenangan yang berkesan dan pengalaman yang bermakna. Bagi orang lain, mungkin kedengarannya terlalu berlebihan. Tetapi yang menjalankan adalah kita. Dan untuk saat ini, kita sudah ambil jalan masing-masing. But, we never know about our future. Jodoh itu rahasia , mungkin saja kita berjodoh or something happen with us. Aku senang dengan responmu yang memulai hubungan ini baik-baik dan mengakhirinya dengan baik-baik pula. Sekarang kau menjadi temanku, maafkan aku jika banyak memiliki kesalahan denganmu teman. Sehat-sehat ya disana, jaga kondisi tubuh, jangan telat makan, tetap rajin ya ibadahnya dan jangan pantang menyerah untuk menggapai impian dan cita-cita . I just wanna say, I hope you can find a girl who better than me as you wish.


With love


D
Keren endingnya emoticon-Matabelo
Quote:


hehe. ini berdasarkan pengalaman pribadi gan. emoticon-Malu
Quote:


Ending With Love nya maksud ane emoticon-Malu (S)
Quote:


oh gitu ya. wkwkkw iya gan.. emoticon-Hammer2
Quote:


Barusan baca isinya emoticon-Ngakak (S)
Hm oke lah, namanya jg anak muda & segala lika liku kehidupan percintaannya emoticon-Big Grin
Quote:


wkwkkw emoticon-Hammer2
Quote:


Tukeran cendol dong emoticon-Cendol (S)
Jangan lama2 galaunya ya emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


oke om. ga galau kok. emoticon-Ngacir2
ya beginilah kalau berhubungan lewat dumay 😐
Quote:


hehe.. nambah pengalaman emoticon-Frown