alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kapolri: 5 Ledakan Bom di Surabaya Dilakukan oleh 3 Keluarga
1 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af94fcd9e74044b2f8b4567/kapolri-5-ledakan-bom-di-surabaya-dilakukan-oleh-3-keluarga

Kapolri: 5 Ledakan Bom di Surabaya Dilakukan oleh 3 Keluarga

Kapolri: 5 Ledakan Bom di Surabaya Dilakukan oleh 3 Keluarga
14 Mei 2018

Kapolri: 5 Ledakan Bom di Surabaya Dilakukan oleh 3 Keluarga
Sejumlah anggota Polisi melakukan identifikasi terhadap rumah terduga teroris pengeboman gereja di kawasan Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Tito menyebut serangan bom ini tak ada kaitannya dengan agama apa pun, tapi menyalahgunakan ajaran.
tirto.id - Kota Surabaya dan sekitarnya diguncang bom sebanyak lima kali dalam waktu 24 jam. Insiden terakhir terjadi Senin pagi, 14 Mei 2018, dan menewaskan empat dari lima pelaku.

Ledakan bom Senin pagi di Mapolrestabes Surabaya ini berselang 10 jam dari ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, dan hampir 24 jam dari tiga ledakan bom di tiga gereja, Minggu pagi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan pelaku bom di Mapolrestabes Surabaya diduga satu keluarga. Aksi ini dilakukan dua motor dengan lima pelaku.

“Mereka satu keluarga. Sudah teridentifikasi sama kami,” kata Tito di Mapolda Jawa Timur, Senin siang.

Tito tak menjelaskan lebih rinci identitas pelaku. Ia mengatakan, empat dari lima pelaku percobaan pemboman di Mapolrestabes Surabaya, meninggal. Hanya seorang pelaku yang merupakan anak-anak yang selamat dari insiden tersebut.

“Anak tadi terlempar dan masih selamat. Korban dari polisi yang jaga belum ada,” ucap Tito.

Saat menjelaskan soal insiden ledakan kelima, Tito tampak didampingi sejumlah petinggi polri. Ia bersama petinggi Polri lainnya mengenakan peci hitam. Menurut Tito, insiden ini tak ada hubungan dengan agama, hanya terkait jaringan teroris.

“Sekali lagi, kelompok ini tak terkait masalah keagamaan, namun pemikiran yang salah gunakan ajaran. Ini tak terkait agama apa pun,” kata Tito.

Soal keterlibatan keluarga dalam insiden ini, Tito lebih lanjut menjelaskan jika lima insiden yang terjadi di Surabaya dan sekitarnya dilakukan tiga keluarga berbeda. Ia merujuk aksi pertama yang dilakukan keluarga Dita Oeprianto di tiga gereja pada Minggu pagi dan kecelakaan di rusunawa yang melibatkan keluarga Anton Febriantono.

Ledakan di rumah Anton, dikatakan Tito, merupakan kecelakaan lantaran terduga pelaku yang bernama Anton Febriantono sedang menyiapkan bom pipa dengan bahan TATP atau triacetone triperoxide (TATP) yang merupakan jenis high explosive.

Tito pun menyebut Anton Febriantono merupakan teman dekat Dita Oeprianto. Keduanya aktif berkomunikasi dan pernah berkunjung ke Lapas Terorisme di Tulung Agung tahun 2016.

“Di rusunawa tersebut, bom meledak mengakibatkan 3 orang meninggal dunia. Satu keluarga. Saudara Anton, istrinya, dan seorang anaknya. Anaknya lagi ada 3, selamat dan terluka dan dirawat di rumah sakit Bhayangkara, Polda,” ucap Tito.

Kapolri: 5 Ledakan Bom di Surabaya Dilakukan oleh 3 Keluarga

Masih Ditelusuri Polisi

Soal keterlibatan tiga keluarga ini, Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran. Meski begitu, Machfud mengaku, Polri sudah memiliki data terkait ketiga keluarga yang menjadi pelaku bom,

“Semuanya satu keluarga. Satu KK [kartu keluarga]. Di Rusunawa Sidoarjo, pelakunya bapak, ibu, dan anak. Tiga TKP [gereja], satu KK. Kejadian di Polrestabes Surabaya, korbannya ada empat, dalam satu KK,” kata Machfud.

Meski begitu, Tito yang duduk di samping Machfud mengatakan, Polri akan mengkroscek seluruh data yang ada dengan melakukan tes DNA kepada keluarga pelaku.

“Nanti kami kroscek dulu dengan keluarganya dan saksi yang ada di kediamannya. Nanti disampaikan ke publik,” kata Tito.

Sejauh ini, informasi di atas terkait serangan bom baru disampaikan Polri. Belum ada sumber informasi lain di luar kepolisian yang mau memberikan keterangan soal kejadian di Surabaya ini.
https://tirto.id/kapolri-5-ledakan-b...-keluarga-cKo6


Kapolri: 5 Jaringan JAD Ditangkap Hari Ini Beserta Bukti Bom Pipa
14 Mei 2018

Kapolri: 5 Ledakan Bom di Surabaya Dilakukan oleh 3 Keluarga
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan saat menangkap lima orang tersebut ditemukan bom yang sama berjenis bom pipa.
tirto.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jaringan pelaku teror bom di Surabaya dan Sidoarjo adalah Jemaah Anshorut Daulah (JAD). Polisi telah menangkap 5 orang yang diduga pelaku teror bom tersebut, termasuk Budi Satrio, pimpinan nomor dua serangan ini selain Dita Oeprianto, yang melakukan aksi bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya.

"Ada bom pipa yang meledak, kemudian tim melakukan sisa pengejaran, sampai subuh tadi, ada 5 orang ditangkap, termasuk Budi Satrio, tokoh nomor dua setelah Dita, ditembak mati," ujar Kapolri Tito melalui rilis pers, Senin (14/5/2018).

Tito mengatakan saat menangkap lima orang tersebut ditemukan bom yang sama berjenis bom pipa. Bom jenis ini juga ditemukan di TKP tiga gereja di Surabaya yang menjadi lokasi peledakan bom pada Minggu pagi.

"Bom pipa ini kecil dan termasuk bahan peledak yang menghasilkan triacetone triperoxide (TATP) yang sudah dikenal kelompok-kelompok ISIS di Suriah, saking berbahayanya hingga dikenal dengan The Mother of Satan, karena daya ledaknya tinggi tapi sangat sensitif," jelasnya.

Menurut Tito, aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo ini merupakan reaksi balasan dari kelompok JAD karena beberapa pimpinannya ditangkap pihak kepolisian. Salah satunya Aman Abdurahman dan Zainal Ansori.

"[Penahanan] ini membuat kelompok-kelompok jaringan JAD di Jatim memanas dan ingin melakukan pembalasan," kata Kapolri.

Polisi melakukan penyelidikan atas kasus bom bunuh diri dengan terduga pelaku Dita Oeprianto yang menggunakan mobil Avanza di Jalan Arjuno. Setelah itu ada peristiwa bom yang meledak di Rusunawa di daerah Taman, Sidoarjo, setelah polisi mendatangi TKP, pelaku Anton adalah teman dekat Dita. Bom yang meledak di Rusunawa tersebut terjadi karena kecelakaan pelaku, Anton. Dari penyelidikan lanjutan, polisi melakukan penggerebekan untuk menangkap lima anggota jaringan JAD.

"Untuk dinamika di Jatim sendiri, yang paling bereaksi adalah JAD cabang Surabaya, kelompok ini melakukan langkah-langkah secara tertutup dan mempersiapkan bom. Bom yang digunakan memang bermacam-macam meski bentuknya hampir sama, seperti pada kasus di gereja jalan Arjuno," jelas Kapolri.

Kapolri menjelaskan, bom jenis pipa ini sangat sensitif, kalau bom lain harus pakai detonator, sedangkan bom pipa ini dengan goncangan atau panas bisa meledak sendiri.

"Contohnya yang di Rusunawa juga demikian, akhirnya meledak sendiri, ini senjata makan tuan," pungkasnya.

Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggerebekan di dua lokasi berbeda, yaitu di Perumahan Puri Maharani, Sukodono dan Desa Urangagung, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/5/2018), seperti diberitakan Antara.

Penggerebekan ini dilakukan oleh Densus 88 Antiteror Polri terkait dengan dugaan ledakan bom yang terjadi di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Sempat terjadi aksi baku tembak antara tim Densus 88 dan juga dari pelaku terkait dengan peristiwa penggerebekan ini.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, untuk wilayah Urangagung petugas berhasil menangkap beberapa orang pelaku, termasuk juga menyita beberapa barang bukti bom yang belum sempat meledak.

Bahkan, untuk menjaga keamanan, petugas memasang garis polisi sejauh 300 meter dari lokasi kejadian demi keamanan masyarakat sekitar.
https://tirto.id/kapolri-5-jaringan-...-bom-pipa-cKo8

-------------------------------------

Sabar sajalah!
Kebenaran pasti menang atas semua kebathilan di atas Bumi ini



emoticon-Sorry
Diubah oleh: shahrah018
Urutan Terlama
bikin film dong the power of family bomber
BAGI SAYA, BIKIN B0M JAUH LEBIH MUDAH DARIPADA LAYANG-LAYANG


HARIAN SURYA
REPORTASE M TAUFIK & AFLAHUL ABIDIN
Dipublikasikan tanggal 17 Jul 2017

SURYA | LAMONGAN – “Bukannya bermaksud sombong, tapi bagi orang yang pernah belajar merakit b0m seperti saya, membuat b0m itu jauh lebih mudah ketimbang membuat layang-layang,.

Demikian ungkap Ali Fauzi, mantan instruktur perakitan b0m Jamaah Islamiyah (JI) saat ditemui SURYA di sekretariat yayasan Lingkar Perdamaian, Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, pekan lalu.

Mantan kombatan ahli perakitan b0m yang sempat mengenyam pendidikan militer di Afganistan, Filiphina, Poso dan sejumlah tempat lain ini menceritakan betapa mudahnya membuat b0m.

“Termasuk handphone ini, juga bisa menjadi b0m yang daya ledaknya luar biasa dan sangat mematikan,” ujar adik terpidana ter0ris, Ali Gufron, Ali Imron dan Amrozi tersebut sambil memegang songkok hitam yang dikenakan dan smartphone miliknya.

Bagaimana caranya? Ali Fauzi bersedia membeber secuil rahasia itu agar tidak sampai ditiru dan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
source


emoticon-Sorry
Diubah oleh shahrah018
boleh di buat sinetrno keluarga sakinah buat bulan puasa,
atau sinetron keluarga cemara remake emoticon-thumbsup
Kapolri: 5 Ledakan Bom di Surabaya Dilakukan oleh 3 Keluarga
SOURCE:
http://surabaya.tribunnews.com/2017/...-membongkarnya

emoticon-Sorry


mudah-mudahan WNI yang pernah jadi "älumni" ISIS dan kini sudah dideportasi dari Suriah .serta sudah kembali ke tanah air .. bisa memperoleh pekerjaan yang layak sehingga tak berfikir untuk menjual skill mereka yang bisa membuat bom untuk tujuan teror.

Pemerintah bila mengetahui keberadaan mereka, kayaknya wajib dibina dan diberi pekerjaan layak (bukan sekedar di awasi dan di curigai semata).Siapa tahu dengan pekerjaan yang normal, mereka segera kembali ke pangkuan NKRI secara utuh seperti sebelum ke Siria itu.

emoticon-Takut
Diubah oleh shahrah018
hasil dari masuknya ustad radikal di era akhir 90 pasca suharto jatuh
ada yang ingat pks dulu waktu namanya masih pk kaya apa?

kepala keluarga ini menghabiskan masa sma dan kuliah di era akhir 90 dimana rohis, masjid, kampus udah kemasukan paham timteng
hari ini mereka jd orang tua, jadi dosen, jadi pns dll

dan mereka ini rata2 punya anak diatas 3anak, bahkan bisa 5-7anak
anggap aja anak pertama lahir di tahun 2000, anak kedua lahir 2002,
2019 ini anak pertama dan keduanya udah bisa ikut nyoblos
2024 ada 4 anaknya yg bisa ikut nyoblos

itu kalo mau lewat pemilu
kalo yg milih jalur kekerasan ky yg kmrn dan hari ini?

keluarga yg isinya 6 anggota bisa ngebom 3 lokasi
apalagi kalo masing2 1 lokasi, lebih banyak lg yg tewas

skg masih pake bom, nanti bisa aja pake pisau dapur, golok, palu seperti ajakan isis
Mendingan itu keluarga bentuk club swinger aja, drpd mabuk agama jd taik anjink gitu.
Terbukti ajaran yg koar2 moral malah bunuhin orang.
3 keluarga yg masih hidup 4 anak2. Semoga tidak mengikuti jalan orang tuanya tu anak2.
sampe bocah kecil diikutsertakan, parah mereka itu emoticon-Cape d...
Quote:


emoticon-Wakaka
Sudah masuk kesurga bersama keluarga emoticon-Leh Uga
udahlah, teroris yang ketangkep lgsg tembak mati aja, bilang aja melawan petugas..
atau dilempar keluar dr mobil pas ngebut, dgn alasan melarikan diri..
watch out bomberhood emoticon-Cool
Diubah oleh nicopm
Bang sat tuh keluarga teroris
Quote:


dan di bilang tdk terkait salah 1 agama? wkwkwkkw bullshit...jelas anggota jad. dan jat.....jemaah
..jemaaah....
fuxk....
Quote:


Serem bray.
Hitungannya perkalian.
Quote:


keluarga cemara=cepat masuk nerakaemoticon-Ngakak


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di