alexa-tracking

5 Pelaku Ledakan Bom Mapolrestabes Surabaya adalah Satu Keluarga

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af925699a09513e1d8b456f/5-pelaku-ledakan-bom-mapolrestabes-surabaya-adalah-satu-keluarga
5 Pelaku Ledakan Bom Mapolrestabes Surabaya adalah Satu Keluarga
5 Pelaku Ledakan Bom Mapolrestabes Surabaya adalah Satu Keluarga

SURABAYA, KOMPAS.com - Lima pelaku peledakan bom di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018), adalah satu keluarga. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan bahwa pelaku yang berjumlah lima orang terdiri dari bapak, ibu dan ketiga anaknya menggunakan dua motor memaksa masuk ke Mapolrestabes Surabaya.

 "Pelaku ledakan hari ini satu keluarga juga, 1 kartu keluarga, isinya 5 orang. Semuanya berangkat dengan dua motor. Satu yang kecil terlempar, selamat dan sekarang dirawat di RS Bhayangkara," tutur Machfud dalam keterangan pers bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Mapolda Jawa Timur, Senin siang. 

Sebelumnya diberitakan, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, empat terduga pelaku peledakan bom di Mapolrestabes Surabaya sekitar pukul 08.50 WIB tewas di tempat. 

Namun, anak berusia delapan tahun berinisial Ais yang diboncengkan pelaku ditemukan terluka dan dibawa ke rumah sakit. "Anak yang dibawa oleh mereka atas nama Ais. Kita doakan selamat, kita rujuk ke RS PHJ," tutur Barung dalam keterangan pers di Mapolda Jawa Timur, Senin siang.  

Barung mengatakan, empat pelaku yang tewas sebelumnya memaksa masuk ke Mapolrestabes Surabaya dengan dua motor masing-masing bermerek Honda Beat dan Supra. Identifikasi akan kami lakukan secepatnya," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Pelaku Ledakan Bom Mapolrestabes Surabaya adalah Satu Keluarga", https://regional.kompas.com/read/2018/05/14/12421961/5-pelaku-ledakan-bom-mapolrestabes-surabaya-adalah-satu-keluarga

Editor : Caroline Damanik

Komen TS : yg kaya begini bangkenya di solatin gak ?

satu keluarga lagi bro diliat dari motornya ledakanya 2 kali, anak perempuanya gak ikut mati

image-url-apps
Keluarga kwontol emoticon-Blue Guy Bata (L)
KASKUS Ads
image-url-apps
keluarga sakinah dan mawadah part 2
nanti pas poto mayat keluar juga medsos langsung rame komentar "bercahaya,harum,tersenyum,syorga,orgy bidadari,dll"
emoticon-Turut Berduka emoticon-Turut Berduka
image-url-apps
Mereka berpikir buruk (suudzon) atas rencana Allah... Padahal berpikir buruk sama manusia saja sudah dosa
kasian anaknya
pertanyaannya, anak itu udah kena doktrin blm?
lah berarti anak perempuan yg berhasil diselamatkan polisi itu salah satu pelaku nya? emoticon-Mewek
image-url-apps
bagaimana anak kecil bisa selamat dr situ
benar2 tidak masuk akal
image-url-apps
kasian anaknya emoticon-sad:
image-url-apps
keparat emoticon-Blue Guy Bata (L)
image-url-apps
bapaknya gak ada otak
itu anaknya yg selamat bibit teroris dan mau di besarkan juga yah nanti
tetoris jaman now gak berani meledak sendiri
bawa keluarga syarat nya emoticon-Betty
image-url-apps
Iran’s Child Soldiers in Syria
No Excuse for Sending a 13-Year-Old to War

“How old are you?” the interviewer asks.

“Thirteen,” replies the boy, in uniform.

“Thirteen years – thirteen years old!” the interviewer repeats, proudly, as the camera pans upward to the grinning, bearded faces of uniformed men, apparently Iranian soldiers, who pat their young recruit on the back.

On November 25, a video with the logo of the Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) agency circulated on Iranian websites and social media showing the boy in the Syrian border city of Abu Kamal. He said he was a “defender of the shrine,” the euphemism the Iranian government uses for fighters it sends to Syria and Iraq.

The boy, who says he is from Iran’s Mazandran province, speaks in Persian about his motivation to join forces in Syria and his message to Iranians. The interview does not clarify his military role.

If authentic, this video suggests that despite recent denials from the Iranian Embassy in Kabul, Iran is violating the laws of war in its government’s recruitment of child soldiers, an abuse Human Rights Watch and media outlets have previously documented with the use of Afghan child soldiers as young as 15 by Iranian-backed Fatemiyoun forces in Syria. During the Iran-Iraq war in 1980s, Iran also used thousands of child soldiers as volunteer forces, fighting in the most dangerous combat situations with limited training.

Under customary international law, recruiting children under 15 is a war crime. The Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child sets 18 as the minimum age for recruitment or participation in hostilities. Iran has signed the Optional Protocol, but the parliament has yet to ratify it.

When confronted with evidence of child recruitment, officials and others fall back on a few unlawful justifications: they lack the capacity to screen out children who “volunteer,” or military necessity forces them to use children. And Iran can hardly claim that it must rely on children to fight, when it has maintained that its presence in Syria is limited, and advisory.

Iran is not the only participant in the Syrian conflict using child soldiers, but that is no excuse. Instead of glorifying their participation, Iran should immediately end this practice, ratify the Optional Protocol, and ensure children are protected against recruitment. No country should be proud if its children leave schools to hold weapons.

https://www.hrw.org/news/2017/11/30/irans-child-soldiers-syria
yang selamat kudu di sembunyiin dan di hilangin jejaknya.. kalau nggak di cariin terus tuh sama lingkarannya . udah agak besar ntar di brainwash ..malah bisa berbahaya
Quote:


itulah namanya kekuasaan Allah SWT
Apalagi kalau liat ngeledaknya itu pas di tengah
image-url-apps
Itu anak yg hidup ganti identitas nya .taruh dilokasi yg tersembunyi .kalo ampe berinteraksi dgn anggota jad .dan dibrainwash bisa mudah jadi pion bom bunuh diri .
image-url-apps
polisinya gmn nasibnya?
×