alexa-tracking

Bom Gereja Surabaya, Syafi'i Maarif: Kecolongan kok Berkali-kali

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af8da1c1854f70e328b4567/bom-gereja-surabaya-syafii-maarif-kecolongan-kok-berkali-kali
Bom Gereja Surabaya, Syafi'i Maarif: Kecolongan kok Berkali-kali
TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi'i Maarif mengutuk aksi peledakan bom di 3 gereja di Surabaya yang terjadi Ahad pagi, 13 Mei 2018.

Peristiwa ledakan aksi teror bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur, mengejutkan banyak pihak. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi'i Maarif mengutuk aksi peledakan bom di 3 gereja di Surabaya tersebut. "Sangat bidadab," ujar Syafi'i Maarif di kediamannya di Yogyakarta.

Buya Safi'i Maarif juga mengatakan, aksi teror tersebut tidak ada kaitannya dengan narapidana terorisme di Surabaya, melainkan pemain-pemain tunggal, namun kali ini dilakukan tidak hanya oleh satu orang.

Terkait hal tersebut, Buya menambahkan aparat keamanan dalam hal ini kepolisian harus lebih serius menangani kasus-kasus terorisme di Indonesia. Jika dibiarkan hal tersebut terjadi berulang kali, dikhawatirkan legitimasi pemerintah bisa saja berkurang. Aparat kepolisian pun bisa dianggap tidak mampu mengendalikan keamanan.

sumber

Jadi gini, ane rasa harus ada reposisi petinggi polri
biar korps bhayangkara dapat penyegaran..
Pak Tito tampaknya sudah lelah.
Jembut, itu kaum radikal sebagai cikal bakal teroris kalau ga dibabat habis bakal ada terus dan terus.
image-url-apps
Gimana gak kecolongan banyak islam moderat yang denial
KASKUS Ads
Revisi UU Terorisme aja ga rampung2 lalu dimana polisi bisa tangkap teroris kalau harus ikut aturan kriminal biasa ?
nunggu bukti permulaan lengkap mah keburu meledak terorisnya

Partai dan kelompok yang menolak revisi UU terorisme ini juga kelompok siapa sudah pada tahu kan ?
image-url-apps
yang ngomong ini Muhammadiyah kan ? coba cek dulu, anggotanya yang mana yang getol bela teroris emoticon-Mad
image-url-apps
Yang disalahkan polisi padahal yang NGEBOMB masyarakat.

Yang disalahkan itu tukang cuci otak woy bukan polisi!
Quote:


cara cuci otaknya dengan apa?
pasti ideologi KHILAFUCK

padahal menurut mahfud itu bukan dari al`quran


Bom Gereja Surabaya, Syafi'i Maarif: Kecolongan kok Berkali-kali


bahkan mahfud saja bilang KHILAFAH bukan dari al`quran
berarti jelas
terrorist menggunakan KHILAFUCK buat mencuci otak dan MENJATUHKAN NAMA ISLAM



TERRORIST dengan tujuan KHILAFUCK sekali lagi menjatuhkan nama ISLAM yang "tidak begitu" di apresiasikan di dunia
sampai terbentuk kata "ISLAMPHOBIA"

jika kalian yang masih WARAS
HTI wajib di BASMI
kelompok pengusung KHILAFUCK wajib di tolak

jika masih mau memulihkan nama ISLAM maka semua wajib
#saynotoKHILAFUCK

jangan sampai semua NEGARA DIDUNIA merasakan
bahwa memelihara ISLAM hanya akan berakhir dengan pemberontakan dalam negeri dengan tujuan KHILAFUCK
mau hancurkan ISLAMPHOBIA maka pertama yang harus di hancurkan adalah KHILAFUCK


jangan sampai semua PENDUDUK DUNIA
merasakan kalian

Bom Gereja Surabaya, Syafi'i Maarif: Kecolongan kok Berkali-kali



semoga ada nasbung2 bisa tobat dari KELAKUANNYA yang membuat nama ISLAM makin BURUK
karena disaat semua lagi bersedih akan kematian yang disebabkan oleh TERRORIST dengan tujuan KHILAFUCK
mereka sibuk menyalahkan pemerintah maupun polri
sebagai pengalihan ISU
sehingga TERRORIST tujuan KHILAFUCK ini keliatan BERSIH nan SUCI tanpa DOSA


#saynotoKHILAFUCK

emoticon-fuck emoticon-fuck2 emoticon-fuck3
Bom Gereja Surabaya, Syafi'i Maarif: Kecolongan kok Berkali-kali
Zon pekok, ketawa2 karena aksi teroris

Teroris ditangkap sebelum bom meledak, di bilang Presiden otoriter, asal tangkap, mendzolimi umat, TPM muncul untuk membela tersangka
Teroris berhasil meledakan bom , dibilang polisi kecolongan, TPM muncul untuk membela pelaku

Bom Gereja Surabaya, Syafi'i Maarif: Kecolongan kok Berkali-kali
Bom Gereja Surabaya, Syafi'i Maarif: Kecolongan kok Berkali-kali



Ini Pemicu Rusuh Mako Brimob Versi Tim Pengacara Muslim


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bentrokan antara anggota Polisi dengan narapidana teroris atau napiter di Mako Brimob telah memakan enam korban tewas, lima di antaranya anggota Polisi. Terkait hal itu Tim Pengacara Muslim (TPM) angkat bicara perihal pemicu bentrokan berdarah di Maka Brimob pada Selasa (10/5) malam WIB.

Menurut TPM, salah satu pemicu kerusuhan adalah karena hak-hak kemanusian. "Mulai dari penangkapan, penahanan sampai mereka disidangkan dan ditahan itu banyak hal yang dirasakan sebagai pelanggaran hak-hak asasi mereka," jelas anggota TPM Ahmad Michdan, dalam jumpa pers di Kantor Mer C, Jakarta Pusat, Kamis (10/5).

Menurut Michdan, selama ini penangkapan terhadap mereka tidak manusiawi, karena seharusnya mereka ditangkap secara baik-baik tidak perlu diculik dan perlakuan kasar. Padahal, saat penangkapan mereka tidak sedang melakukan hal-hal yang membahayakan.

Misalnya mereka sedang berjualan tiba-tiba diculik, kecuali memang sedang melakukan aksi terorisme. Apalagi, sambungnya, para teroris itu sebenarnya orang baik-baik.

"Kalau kekerasan itu sudah dari awal sampai mereka jadi napi itu mereka terima, saya sudah adukan ke Komnas dari dulu," tambahnya.

Kemudian juga soal pemeriksaan super ketat terhadap keluarga mereka. Seperti istri para narapidana yang ingin membesuk harus digeledah untuk diperiksa. Padahal, kata Michdan, kalau selama ini mereka dipandang baik selama membesuk suaminya tidak perlu seperti itu. Hal ini juga yang membuat mereka (narapidana) tidak terima dengan prosedur pemeriksaan super ketat seperti itu.

"Nah istrinya mengadu (ditelanjangin) dan suaminya yang memiliki pemahaman Islam seperti itu, kan ini ranah privat," ungkap Michdan.

Selanjutnya, masih kata Michdan, adalah soal jatah makanan selama mereka di dalam tahanan. Para napi merasa makanan yang didapat jauh dari kata layak.

Tidak hanya porsi makanan yang sedikit, tapi gizi yang ada dalam makanan itu juga tidak memadai. Selain itu, akhir-akhir ini mereka juga tidak boleh menerima makanan dari luar yang dibawa oleh pembesuk.

Apalagi, lanjut Michdan, biasanya menjelang bulan Ramadhan mereka akan memperoleh makanan tambahan dengan gizi yang lebih baik, seperti kurma dan lainnya. Namun, kali ini tidak diperkenankan sementara mereka butuh itu untuk menghadapi bulan Ramadhan satu bulan penuh. Sedangkan menurut protapnya kalau tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar, maka gizi itu disediakan dari Lapas.

Puncaknya pada Selasa (8/5) kemarin adalah jadwal mereka untuk pembesukan, tapi itu dibatalkan oleh pihak Rutan. Kemudian juga mereka tidak boleh didampingi oleh penasihat hukum, kecuali mereka yang kenal dengan TPM.

"Saya kira itu akumulasi dari permasalahan-permasalahan yang ada. Kita bisa ambil hikmah dari tragedi ini," ucap Michdan.

Michdan berharap kasus ini tidak merembet ke lapas-lapas lain, seperti di Nusakambangan. Dia berharap pihak independen yang melakukan penelitian agar hal ini tidak terulang kembali. Bagaimanapun juga meski TPM untuk membela mereka, tapi dia berharap tidak ada lagi teroris di Tanah Air ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbal membantah beragam spekulasi terkait pemicu kerusuhan di Mako Brimob. Iqbal berkeras, penyebab kerusuhan berbuntut penyanderaan itu masih soal makanan.

"Sudah sering saya sampaikan bahwa kejadian ini dipicu oleh permasalahan makan tahanan harus diverifikasi petugas, terjadi miskomunimasi di situ terjadi keributan," kata Iqbal di Kompleks Polisi Direktorat Polisi Satwa, Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).

Sejumlah situs di internet mengatasnamakan ISIS, termasuk kantor berita Al-Amaw mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Namun, Iqbal membantah hal tersebut.

"Sampai saat ini kami membantah itu. Sampai saat ini insiden itu hanya dipicu permasalahan makan," kata Iqbal menegaskan.

Kejadian bermula saat Selasa (8/5) petang, terjadi keributan antara napi teroris dan petugas. Polisi menyebut hal ini karena miskomunikasi soal makanan napi yang dikirim pengunjung.

Namun, kerusuhan justru kemudian terjadi di mana sembilan petugas menjadi korban. Lima petugas tewas, tiga terluka, satu disandera. Satu korban sandera bebas pada Rabu (9/5) tengah malam.

Pengacara pembela teroris, bawa2 nama muslim


Tim Pengacara Muslim serukan khilafah
SURABAYA (Arrahmah.com) – “Bubarkan Densus 88 karena banyak melakukan ekstra judicial killing (pembunuhan tanpa melalui mekanisme pengadilan) dan bela korban terduga terorisme yang terdhalimi,” itulah kesimpulan Halaqah Islam dan Peradaban yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia DPD Jawa Timur itu disampaikan oleh Achmad Michdan dari Tim Pengacara Muslim (TPM).

Talk Show dengan tema “Demokrasi biang Terorisme, Khilafah Solusinya” di hall Mina Pondok Asrama Haji Surabaya (Ahad, 27 Jan 2013/09.00-12.00 wib) dihadiri kurang lebih 600 peserta dari berbagai kalangan dan tokoh se Jawa Timur. Antusiasme peserta talk show direpresentasikan banyaknya pertanyaan yang muncul, menanyakan kejanggalan-kejanggalan di setiap kejadian-kejadian terorisme. Baik di level dunia semisal kejanggalan tragedi WTC 9/11 yang digunakan sebagai legitimasi AS untuk menginvasi Irak dan Afghanistan.

“Termasuk di Indonesia yang jelas-jelas menunjukkan bahwa banyaknya peristiwa terorisme seperti ‘by design’ dan sarat intervensi kepentingan asing. GWOT (Global War On Terrorism) pada hakekatnya Global War On Islam,” kata Michdan.

Barat yang direpresentasikan oleh AS dan sekutu-kutunya menyeret Indonesia melalui Pemerintah RI dengan Densus 88 dan BNPT ke dalam WOT (War On Terrorism)yang hakikatnya “War On Islam” dan menjadikan rakyatnya sendiri (mayoritas muslim) sebagai sasaran proyek.

Forum sepakat untuk memberikan advokasi terhadap saudara muslim yang menjadi korban dugaan terorisme terutama keluarga korban di tengah upaya perjuangan penegakkan syariah khilafah sebagai pengganti dari Demokrasi yang telah melahirkan banyak tindakan state terorrism dan diperkuat oleh undang-undang produk legislatif yang berpihak pada asing. Selain Achmad Michdan dari TPM hadir juga Mohammad Ismail Yusanto selaku Jubir Hizbut Tahrir Indonesia dan Harun Musa Ketua HTI- DPD Jawa Timur. (Bilal/HAU/arrahmah.com)
image-url-apps
Abis gmn lagi pak, serba salah, kalo teroris ditangkepin yg belain teroris banyak.
image-url-apps
1. betul salahkan intel dan tolong dipotong anggarannya. tolong diaudit efektifitas anggaran emoticon-Cool

2. tolong kaum teroris jelek ini dipecat pecat aja kalo mrk punya job jgn dikasih hati. buang aja ke pinggir jalan. trims emoticon-Cool
image-url-apps
tolong babu delusi kaga sekolah dipetruskan dan diciduk densus. trims emoticon-Cool
iye ye mirip wisuda tiap taon ada aja..emoticon-Takut
Quote:


Jgn lupa, yg ngedoktrin mereka itu kan statusnya "ulama", klo polisi keras dikit, langsung jadi "kriminalisasi ulama"
image-url-apps
semua karena hadiah surga berisi bidadari
selama hadiahnya tidak bisa membohongi , teroris pasti akan selalu ada emoticon-Big Grin
image-url-apps
presidennya lemah, ga berani nyopot kabin dan kapolri.
image-url-apps
teroris bakal tetep ada selama kaum radikal masih hidup .....
image-url-apps
Perlu evaluasi Bray...
kenapa kcolongan brkali kali ?
karena presiden nya nganu
image-url-apps
Quote:


banteng jg nolak tuh
emoticon-Traveller
image-url-apps


Quote:

Iya benar. Ini seharusnya prioritas..
×