alexa-tracking

OJK Komit Dukung Penerapan Teknologi Sistem Finansial

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af8895a1cbfaae26a8b456c/ojk-komit-dukung-penerapan-teknologi-sistem-finansial
OJK Komit Dukung Penerapan Teknologi Sistem Finansial
OJK Komit Dukung Penerapan Teknologi Sistem Finansial

JPP, NUSA DUA - Saat ini, Indonesia memiliki 50 juta pelaku Usaha Menengah dan Kecil Mikro (UMKM). Namun, semua usaha itu belum memliki akses ke layanan sistem pembayaran perbankan.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso sebanyak 70% sektor UMKM yang belum terlayani dengan sistem pembayaran perbankan. Oleh karena itu, OJK mendukung penerapan teknologi dalam sistem pembayaran.

"Padahal kehadiran teknologi telah menjadi solusi bagi masyarakat yang secara geografis masih belum terjangkau dengan layanan tersebut. Kemampuan teknologi membuat semuanya menjadi mudah tanpa harus bertatap muka langsung,” ujar Wimboh dalam Sesi “Excellencies Panel” pada hari ke-2 The 1st NextICorn International Summit di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/5/2018).

Menurut Wimboh, Pemerintah dalam hal ini OJK memiliki komitmen untuk membantu 6 juta UMKM yang belum memanfaatkan teknologi, sehingga dapat membantu mereka mendapatkan pelayanan finansial.

“Bagaimana para pemangku kepentingan ini bisa bergerak cepat ke depan. Tujuannya membuat kebijakan yang harus jelas dan bagaimana bisa memanfaatkan teknologi khususnya memberikan keuntungan untuk konsumennya,” jelasnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK meyakini Indonesia dapat memanfaatkan teknologi digital secara maksimal terutama pada sektor keuangan. Selain menghadirkan layanan keuangan secara virtual, Wimboh mengatakan teknologi dapat memangkas biaya layanan dengan lebih murah dan dapat terjangkau dengan cepat dan mudah.

Wimboh menegaskan penerapan teknologi di sektor finansial harus memperhatikan persoalan akuntabilitas, tanggung jawab dan transparansi.

"Kerangka kerja yang perlu dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah membuat suatu referensi umum. Prinsipnya semua harus berdasarkan regulasi, setiap jenis isu harus ada regulasinya. Siapa yang tanggung jawab bagaimana keterbukaannya. Kan sekarang juga hanya tinggal daftar,” jelasnya.

Wimboh juga menilai arti penting identifikasi risiko pelayanan finansial. Fintech memang memiliki banyak manfaat, namun yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mengidentifikasi risikonya.

“Bagaimana kita bisa membuat publik paham akan risikonya, seperti gangguan teknologi dan cyber crime. Terutama pelanggan dan stakeholdernya, harus paham,” jelas Wimboh.

Dalam sesi panel tersebut turut hadir Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong dan perwakilan Bank Indonesia yang mengupas kebijakan dan regulasi sektor keuangan. (kom/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/320948...stem-finansial

---

Kumpulan Berita Terkait :

- OJK Komit Dukung Penerapan Teknologi Sistem Finansial Inovasi Teknologi, Mensesneg: Automasi Tidak Akan Menggantikan Manusia

- OJK Komit Dukung Penerapan Teknologi Sistem Finansial Dukung Asian Games, PT INKA Luncurkan LRT

- OJK Komit Dukung Penerapan Teknologi Sistem Finansial Hadapi Industri 4.0, Kemenperin-Fraunhofer IPK Sepakati 4 Poin

×