alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pelaku bom diduga sekeluarga, korban tewas 13 orang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af84a85620881c01b8b457f/pelaku-bom-diduga-sekeluarga-korban-tewas-13-orang

Pelaku bom diduga sekeluarga, korban tewas 13 orang

Pelaku bom diduga sekeluarga, korban tewas 13 orang
Anggota pemadam kebakaran Kota Surabaya tampak berupaya memadamkan api akibat ledakan bom di tiga gereja di Ibu Kota Jawa Timur itu, Minggu (13/5/2018).
Sebuah fakta mencengangkan diungkap Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Pol. Tito Karnavian terkait pemboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018)--teror itu dipastikan merupakan bom bunuh diri yang diduga kuat dilakukan oleh para anggota sebuah keluarga.

Jumlah korban tewas, hingga Minggu (13/5) pukul 20.00 WIB, dikabarkan mencapai 13 orang--termasuk para pelaku--dan 41 orang mengalami cedera.

Dalam jumpa pers di depan RS Bhayangkara, Surabaya, Tito mengungkapkan bahwa ayah, ibu, dan empat orang anak mereka diduga berbagi tugas untuk menjadi pembom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sawahan.

DU, si kepala keluarga, tutur Tito seperti dikabarkan BBC Indonesia dan Tempo.co, meledakkan bom di mobil Toyota Avanza yang dibawanya ke halaman GPPS Sawahan di Jl Arjuno. Istrinya, PK, membawa dua anak perempuannya FS (12) dan VR (9) untuk meledakkan bom di GKI.

Sementara pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela adalah dua anak lelaki DU dan PK, yakni YF (18) dan FH (16). Keduanya meledakkan bom yang disembunyikan dalam tas pinggang mereka.

"Semuanya serangan bom bunuh diri, cuma jenis bom yang mungkin berbeda," kata Tito.

Seluruh terduga pelaku bom bunuh diri tersebut tewas di tempat kejadian perkara. Keluarga itu mengontrak rumah di Perumahan Wonorejo Asri, Rungkut, Surabaya.

Tito menyatakan sekeluarga itu merupakan bagian dari 500 warga Indonesia yang sempat ikut berperang membantu kelompok teroris Negara Islam (IS/ISIS) di Suriah dan pulang kembali ke Indonesia.

Selama di Suriah, menurut Tito, mereka belajar strategi teror, kemiliteran dan membuat bom dari para anggota ISIS. Sama seperti peristiwa di Mako Brimob, kali ini ISIS juga menyatakan bertanggung jawab atas pemboman di Surabaya.

Keluarga tersebut tergabung dalam kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD), sel dari ISIS di Indonesia. Si bapak, D, menurut Kapolri, adalah ketua sel JAD Surabaya.

JAD, kelompok yang diduga diketuai Aman Abdurrahman tersebut juga menjadi pemicu kerusuhan di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada awal pekan lalu dan menyebabkan lima polisi gugur dan satu tahanan tewas.

Dua peristiwa tersebut, termasuk bom di Surabaya, menurut Tito adalah aksi pembalasan akibat semakin sempitnya ruang gerak JAD setelah para pemimpin mereka ditangkap.

Kapolri menjelaskan bahwa polisi sebenarnya terus mengawasi gerak-gerik para terduga teroris tersebut. Akan tetapi, karena belum selesainya pembahasan revisi UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Rancangan revisi Undang-undang pemberantasan tindak pidana terorisme telah disepakati pemerintah bersama parlemen sejak awal 2016, pasca-penyerangan bom Thamrin yang terjadi pada 14 Januari 2016.

Pemerintah mengajukan revisi, salah satu tujuannya untuk memudahkan aparat penegak hukum melakukan upaya preventif pencegahan terorisme. Beberapa sorotan di antaranya pelibatan TNI.

Namun pembahasannya, terutama soal upaya preventif dan definisi kata "terorisme", masih terus diperdebatkan, sehingga pengesahannya terus molor.

Tito pun meminta agar UU tersebut segera diselesaikan. Selain itu, ia juga meminta kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) antiterorisme agar polisi lebih leluasa bergerak.

"Kami tahu sel mereka, tapi kami tidak bisa menindak. Kami bisa bertindak kalau sudah jelas barang buktinya," kata Kapolri, dikutip CNN Indonesia. "Seperti yang kembali dari Suriah 500 orang, kami tak bisa lakukan apa apa, kami kesulitan. Hanya tujuh hari kami periksa, kemudian kami lepas."
Usut tuntas aksi teror Pelaku bom diduga sekeluarga, korban tewas 13 orang
Presiden Joko Widodo (tengah, baju putih) melihat lokasi ledakan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).
Presiden Jokowi datang ke Surabaya untuk memantau lokasi peledakan dan membesuk para korban di RS Bhayangkara. Dalam kesempatan itu Jokowi meminta polisi untuk mengusut tuntas aksi teror tersebut.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk waspada dan tetap tenang, serta menjaga persatuan.

"Ini adalah kejahatan dan tidak ada kaitannya kepada agama manapun. Tak ada kata yang dapat mewakili rasa duka yang mendalam saya," ucap Jokowi.

"Saya mengajak masyarakat memerangi radikalisme dan menjaga nilai-nilai leluhur kita. Kita harus bersatu melawan terorisme."

Pada kesempatan itu Presiden juga menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan para korban ledakan di tiga gereja di Surabaya tersebut akan ditanggung oleh pemerintah.

Sementara itu, Paus Fransiskus dalam ceramahnya di Regina Coeli, St Peter's Square, Vatican, menyatakan bahwa dirinya akan selalu bersama para korban dan berdoa bagi mereka serta keluarganya.

"Bersama, mari kita pinta kedamaian pada Tuhan, bahwa Dia akan menghentikan aksi-aksi kekerasan. Lalu pada hati semua manusia akan ditemukan tempat untuk perasaan, bukan kebencian dan kejahatan, tetapi rekonsiliasi dan persaudaraan," kata Paus dikutip Vatican News.
Pelaku bom diduga sekeluarga, korban tewas 13 orang


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...tewas-13-orang

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pelaku bom diduga sekeluarga, korban tewas 13 orang 4 Terduga teroris tewas ditembak di Cianjur

- Pelaku bom diduga sekeluarga, korban tewas 13 orang Polisi tangkap dua perempuan di dekat Mako Brimob

- Pelaku bom diduga sekeluarga, korban tewas 13 orang Revisi UU Antiterorisme dan kompensasi korban pasca-teror di Surabaya

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di