alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
4.71 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af82ce2dc06bd6e168b4568/diakah-bidadariku

Diakah Bidadariku?

Dalam dinginnya malam kurasakan dekapan hangat darinya, kupeluk dia dengan penuh cinta dan sayang, kukecup keningnya lembut seraya kuelus rambutnya yang halus dan harum..

Ya sekarang kutemukan dia, yang mampu mengisi hari hariku, menghiasi hati serta dalam relung jiwa ini dengan segenap cinta dan sayangnya, dia yang akan terus menghiasi hari hariku kedepan dengan segala cita cita dan tujuan kamis bersama..

Ya dialah bidadariku ( aku berkata demikian karena menurutku dia seperti bidadari ) yang entah secara ajaib dikirim kepadaku oleh Sang Maha Pencipta, kini dan seterusnya akan kusayang dia dengan segala upayaku..

Pertemuan aneh yang membawaku bertemu dengan dia, mungkin sudah takdir yang digariskan sehingga kami bertemu tanpa kesengajaan, atau mungkin sudah ditakdirkan jika aku memang harua menuntunnya dan membimbing dia ke jalan yang lebih baik sebelum dia bertemu denganku..

Sekali lagi kudekap lembut dia dan kukecup kembali keningnya, kubisikkan kata "aku sayang kamu" , "semoga takdir memang menggariskan kita berdua untuk tetap bersama dalam keadaan apapun "..

Dia lepas dekapanku dan memandangku seraya tersenyum dan berucap, "aku akan tetap bersamamu, tak peduli apapun yang terjadi, kau yang telah membimbingku dan memberiku semangat dalam hidup"..

Sungguh indah kurasakan senyum tulus darinya, senyum yang akan menghiasi hari hariku kedepan, senyum yang akan kurindukan ketika aku jauh dari dia, senyum yang mampu memberiku semangat dan meruntuhkan amarah dan emosiku, senyum yang akan selalu membuatku bahagia..

I just want to say " I love you my angel " now and forever emoticon-Smilie









SMS an

Awal Masalah Besar

Gelut Dulu !!

Surprise B'day for?

Puncak Masalah Selanjutnya?

Ruang Tegang 1 dan Pengakuan Rasa

Wet Dream Shit! but ahhh

Meet CaMer and Problem Solve

Alasan Perjodohan

Poison?

Little Hate




Diubah oleh salakkentut
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 9
perkenalkan agan sista sekalian, newbie selama ini jadi silent reader sejati dan setia, beberapa hari belakangan sempat galau karena bingung, yah bingung karena ingin berbagi cerita yang menurut saya menarik, karena ini berhubungan dengan kisah pribadi.

semoga agan sista bisa menikmati cerita saya, jujur saja setelah beberapa kali menamatkan riwayat cerita sfth, saya tergelitik untuk sekedar menuliskan apa yang ada dibenak saya saat itu. intinya disini saya hanya ingin berbagi cerita, karena ada kebahagiaan tersendiri buat saya.

sedianya cerita ini akan kupersembahkan teruntuk bidadariku tercinta, bertepatan dengan hari jadi pernikahan kami, tapi niat itu kuurungkan saja, toh sepandai pandai bangkai disimpan kelak akan tercium juga haha emoticon-Big Grin nanti jika sudah bertepatan dengan tanggalnya akan aku beri tahu.

ya intinya saya merasa bahagia karena mau menulis dan berbagi, udah gitu aja sih bingung dan grogi karena sejujurnya baru pertama kali ini berani menulis di forum sfth..


Update Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Agan apa sista nih ceritanya yang punya?
~ Agan saja, kalo sista dalam cerita ini salah satunya sekarang udah jadi bini ane.

2. Agan, ini cerita fiktif atau real sebenernya?
~ Real story, dengan sedikit bumbu humor biar ngga monoton.

3. Kira kira tahun berapa gan kejadian dalam cerita ini?
~ Kapan yah? Kira kira kalau agan sista ngerti jaman nokia 6600 jadi handphone mewah ya kira kira tahun segitu.

4. Dalam cerita agan, nama nama tokoh disini real kah?
~ Untuk nama tokoh dan nama tempat, mohon maaf agan sista, ane ngga bisa nunjukin nama real ke agan sista, dikarenakan ada beberapa tokoh cerita yang tidak memperkenankan cerita ini dipublish dengan nama asli, jadi ane ngga berani menyebut nama asli dalam cerita, baik tempat maupun nama tokoh terpaksa ( atau dipaksa ) memakai nama lain, ane pribadi mohon maaf jika nama dalam cerita ane mungkin ada kesamaan dengan nama agan atau sista, tapi demi menjaga privasi mohon maaf ye..

5. Gan, ini cerita ada bb+ kah?
~ Ada dan agak absurd, jadi mohon untuk pembaca yang 17- agar didampingi orang dewasa, kalau tegang nantinya ane ngga tanggung jawab.

6. Gan kok bahasanya ngga enak yah?
~ Sory basic ane bukan jurusan sastra atau jurnalistik, jadi sebisa ane nulis ya ane tulis.

7. Gan kenapa pake " mblo " nyebutnya?
~ Soale dulu ane jonesnya jones gan sis, jadi untuk mengenang ane jones ane pakai istilah " mblo " dalam penyebutannya.

8. Gan, bakalan kentang ngga?
~ Bakalan tetep update, ane ngga demen kentang, selama ini jadi SR ngga enak dikentangin.

9. Gan ada lagi boleh?
~ Nanti dulu deh, bakalan ane update lagi perkara FAQ biar ngga penasaran, tapi sambil jalan ye agan sista sekalian.
Diubah oleh salakkentut

Tiba tiba kurasakan guncangan yang sangat dahsyat, sejenak diam namun lagi lagi guncangan itu kurasakan, tapi toh tidak aku pedulikan, terus saja aku lari secepat mungkin, namun naas aku terjatuh, tersungkur, dan terjerembab.


“ Kakak, bangun “


Kupicingkan sebelah mataku, buram yang nampak, lamat lamat kudengar lagi suara yang menurutku berisik seperti radio rusak.

 
“ kakak, ish bangun atuh kak”

 
Kembali kurasakan goncangan itu aku rasakan, namun tiba tiba saja, cekiiiiit (kira kira begitu).

 
“ aduhh, sakit sih dek “ 


Cubitan dipinggangku kali ini benar benar memaksaku untuk membuka kedua mata yang sedari tadi terlena dengan mimpi indah, ya mimpi indah yang berakhir tragis.

 
“ ngapain coba jam segini bangunin kakak ”

“ ish bangun dulu kak, lihat deh ini dede dapat sms aneh “

“ la terus kakak harus kenapa? ”

“ bangun dulu kak, jangan molor lagi nih dengerin kak smsnya “

 
Re, jemput gue dong sekarang, gue takut re sendirian, gue di atm deket taman pasar. “


Begitu kira kira bunyi sms yang kudengar dari bibir adekku, ya adekku memang sangat peka dan peduli bahkan terhadap orang yang belum pernah dikenalnya.

 
“ ayo dong kak, temenin dede yah, siapa tau beneran disana ada orang dan butuh pertolongan ”

“ aduh dek, jam segini mana ada sih orang di atm, yang ada juga paling cuman orang iseng doang ”

“ ga bisa gitu dong kak, ayo sih temenin dede bentar, sekalian kita nanti belanja ke pasar “

“ ogah deh dek, kakak lanjut tidur lagi, ke pasar nanti aja sehabis sholat subuh yah? Kalau sekarang dingin dek “

 
Sambil kutarik kembali selimut yang tadi di ujung kaki, lagian jam dua malam begini siapa yang iseng  coba, batinku.

 
“ sekarang kakak “


Ditariknya kembali selimut yang baru saja aku tarik, terpaksa aku bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. Sejujurnya aku tidak bisa menolak ajakan dan desakkan adekku.


“ kenapa sih dek, kok kamu peduli banget sama sms nyasar gitu ? “

“ firasat cewek kak, udah sih udah jam segini juga, sekalian nanti pulang mampir pasar yah, nanti dede yang masak sop sapi kesukaan kakak “

“ iya iya deh, bentar kakak mau cuci muka dulu “


Ya begitulah adekku, jika sudah berkata harus ya mau tidak mau sebagai kakak yang baik mesti menurut sama adek, lagi juga itu pesan orang tuaku untuk menjaga adek.

Adekku memang mempunyai sifat yang sangat berbeda jauh denganku, selain pandai dalam bidang akademik, dia juga aktif di bidang organisasi, dan mempunyai sifat yang enerjik kalau menurutku. Sangat mudah bergaul dengan lingkungan baru dimana dia berada, rasa peduli yang tinggi terhadap orang lain, selain fakta dia cantik ( secara cewek ) kulitnya putih kekuningan, tinggi 158 cm ( kebanyakan orang indonesia ) rambut panjang sepinggul yang selalu ditutup dengan kerudung, hidung yang tidak terlalu mancung, dan mata belo ( bukan belo, mungkin lebih ke arah bulat dan besar) dengan warna kecoklatan yang bening.

Berbeda dengan aku yang tinggi 168 cm, dengan bobot sedang ( lebih banyak dibilang kurus ) rambut ikal, dan warna kulit cenderung coklat ke arah gelap (bukan sawo mateng, apalagi sawo bosok ), bidang akademik boleh dibilang tidak terlalu menonjol dan cenderung flat namun tidak terlalu di bawah rata rata, begitupun sifat yang tidak terlalu menonjol, mungkin kebanyakan orang bilang aku cenderung pemalu dan tertutup, namun ( kebanyakan yang sudah mengenal ) asyik jika sudah ngobrol denganku.

Setelah cuci muka dan gosok gigi, minum segelas air putih, kunyalakan sebatang rokok, sembari menunggu adekku selesai berkemas, setengah rokok hampir habis adekku muncul denngan membawa tas belanjaan berwarna biru.

Bergegas aku menuju depan rumah dan membuka pagar, kubuka pintu kanan toyota corolla 86 dan masuk, kunyalakan dan kubiarkan mesinnya panas sebentar, lalu mundur kearah jalan, segera adekku menutup pintu dan pagar rumah lalu masuk kedalam lewat pintu depan kiri.

“ pintu rumah sudah dikunci dek? ”

“ sudah kak, ayok jalan sekarang, nanti keburu pagi ”

“ ya sudah dek ayok “

Kuinjak kopling dan berpindah masuk gigi satu dari gigi r ( rewind ), perlahan lahan pedal gas kuinjak dan lepas kopling, mobilpun melaju pelan dan kuinjak pedal gas lebih dalam lalu masuk gigi dua sehingga mobil kini melaju lebih cepat, kulirik konsol speedometer menunjukan angka 60 km,

“ dek, emang kamu tahu dimana orangnya? ”

“ atm yang deket taman kak, searah sama jalan pasar kan ada taman disana “

“ hadeh dek, kalo nanti orang mau berbuat jahat gimana? ”

“ yah, makanya aku ajak kakak kesana, kalo dia berbuat jahat kan ada kakak yang jadi tameng, hehehe ”

“ dasar adek, kalo kakak kenapa kenapa gimana? lagian kakak masih jomblo belom pernah kimpoi dek “

“ huhu salah sendiri jelek, ga mau usaha buat nyari pacar sih “

“ susah dek, kakak mau nyari yang kayak kamu tapi belum dapat dapat “

“ haha iya dong, barang langka nih kak “

“ pantes dimuseumin noh kamu dek, hahaha “

“ ih jahat deh kak, adek kan bukan mammoth kali, masa dimuseumin “

“ iya iya, kakak bercanda kali dek, serius amat “

 
Kucubit hidung yang tidak mancung itu, saking gemesnya sama adekku sendiri.


“ ihhh jahat ih, nanti tambah pesek gimana? ”

“ udah dari sononya pesek kali dek? “

“ isshh ga lucu deh “


( ngambek lagi adekku ) aku hanya tertawa sepenjang jalan ke arah taman, sampai akhirnya kami sudah tiba di depan taman yang dimaksud adekku.

 
“ dek, ini tamannya kan?, deket sini emang ada atm dek? ”

“ iya kak, noh kak diujung taman barat deket tiang lampu taman kan ada atm baru “

“ ya udah coba yuk kesana “


Sambil kutepikan dan parkir mobil deket taman itu, kami lalu turun dari mobil dan jalan melewati jalan paving yang sengaja dicat berwarna warni, dengan tanaman berwarna ungu berbunga putih yang menghiasi sepanjang kanan kiri pinggir jalan paving itu.

Sepi, ya jam dua malam siapa sih yang di taman? banci saja sudah pulang kan? hanya beberapa tempat duduk dan pohon flamboyan serta pucuk merah yang berjejer sepanjang jalan dipinggir taman itu.


“ sepi dek, ga ada orang kayaknya deh “

“ iya lah kak, jam dua malam siapa sih yang mau klayapan di taman ? “

“ nah tuh adek tau, ga takut nanti kalo kenapa kenapa? ”

“ kan ada kakak, hehe. Lagian kan emang niatnya baik kan ka? ga macam macam juga kali kak? “

“ iya iya deh, terserah adek aja “

“ itu kak, atmnya sebelah sana “

“ ya udah yuk kesana coba diliyat dulu “


Kira kira lima atau tujuh meter di depan atm tersebut, terlihat bayangan samar samar ada sesosok orang ( atau mahluk ) berada di depan mesin atm tersebut. Aku pikir perempuan, setengah berlari adekku menghampirinya. Kemudian berdiri depan pintu atm.


“ kak, sini cepet deh!“

Diubah oleh salakkentut

Kupercepat langkahku kesana, dan kuhampiri adekku yang sedari tadi berdiri diam.


“ siapa dek?”

“ ga tahu kak siapa, tapi kayaknya cewek deh “

“ bener dugaan kakak dek, cewek! beneran itu dek yang tadi sms kamu?”

“ ga tahu kak, coba di cek dulu kak “


Kuraih ponsel yang sedari tadi di digenggang adekku, kubuka menu message dan buka inbox pesan, ada nomor baru di sana, +62812******** segera kutekan tombol dial.

Kriiiiiiing.. kriiiiiiiiing.. kriiiiiiiiing..

Kutekan tombol reject, dan sekali lagi kutekan tombol dial.

Kriiiiiiing.. kriiiiiiiiing.. kriiiiiiiiing..

Segera kembali kureject lalu berpaling kepada adekku yang sedari tadi diam disebelahku, ya mungkin kagum dengan wanita yang kini ada di depan mesin atm tersebut.

Ya, dia bersender di pojokan mesin penarik uang tersebut, sekilas gambaran perempuan tersebut, kulitnya putih, sangat kontras dengan rambutnya yang hitam dan disemir kecoklatan, wajah yang oriental kalau menurutku sih, dia memakai baju yang menurutku itu adalah baju adeknya yang masih sd kelas lima, sehingga menonjolkan (maaf) bentuk payudaranya yang cukup besar kurasa, berwarna merah marun (maroon) dengan lengan yang hampir tidak terlihat, tampak depan kaos tersebut ada gambar strawberry dengan titik titik hitam, melirik kebawah ada rok berbahan denim biru gelap yang aku pikir terlalu pendek ukurannya, sehingga hanya menutupi setengah bagian pahanya yang padat dan putih.

Tanpa pikir panjang segera kubuka jaket yang sedari tadi kupakai dan kugunakan untuk menutupi bagian rok yang hanya setengah itu.

Sambil kututupkan jaket, aku mencium bau alkohol yang cukup menyengat, mungkin dia mabok dan tanpa sadar tertidur disini pikirku.


“ dek sepertinya dia mabok “

“ ya terus gimana kak?, eh kak, itu uang dan atm siapa disana ”


Benar dan aku baru menyadari jika dimulut atm itu masih ada uang yang mungkin belum sempat dia ambil.

 
“ gini aja deh dek, kita bawa dulu orang ini ke mobil, oh iya itu duit diambil aja dek, sekalian nanti kartunya diambil yah? ”

“ iya kak ”


Dengan sedikit rasa canggung kuangkat tubuh cewek itu dengan kedua tangan ( tau kan kalau lagi bopong orang pingsan sendirian gimana? ), gleekk, hufffth ternyata berat juga nih cewek, pikirku.

 
“ berat dek ternyata “

“ hihihi, ya dinikmatin aja kak, kapan lagi coba bisa bopong bopong cewek cakep seperti itu? “

“ ye maunya sih, tapi ga begini juga kali dek? Dia aja lagi mabok “


Sambil jalan sesekali kudengar dia bergumam entah meracau atau malah ngelindur mungkin.


“ hhhhhhhhh, re itu lo bukan, jahhhhat lo re tinggalin gue! “


Grrrooookk, ajaib bener deh, langsung merem lagi dia.


“ kenapa kak? ”

“ ngelindur kali dek dia “

“ haha, emang orang mabok gitu ya kak? ”

“ hussssshh, sembarangan kamu dek, belom tentu kan dia mabok? “


Ya walaupun aku tahu bau dari mulutnya sangat kentara, setidaknya satu atau dua gelas pasti tadi malam dia habis minum.


“ dek, bukain pintu belakang yah, kuncinya diambil ini disaku kanan “

“ iya kak “


Dengan cekatan dibukanya pintu mobil belakang oleh adekku, segera aku masuk dan kurebahkan dia di bangku belakang mobil.


“ dek, mending didudukin apa ditidurin nih cewek? ”

“ issh kakak, apa apaan coba masa ditidurin sih? Cabul ah kakak! ”

“ heeeeeh cumi! yang mau nidurin dia siapa? Kakak juga masih normal kali dek, maksud kakak tuh dia dibiarin kayak orang duduk apa mending ditidurin gitu, bukan ditidurin kakak juga kali dek? “

“ oh iya yah, heheh. Mendingan ditidurin aja deh kak ”

 
Setelah aku rebahkan tubuhnya dan membetulkan penutup roknya, lalu aku tutup pintu belakang dan dan kembali ke kursi depan, kulanjutkan tujuanku yang dari tadi belum terlaksana, yup ke pasar, memang itu rencana dari awal yang sudah jadi rutinitas kami berdua.


“ dek nanti jangan lupa pesenan kakak kentang sama telor seledri dan muncang ( daun bawang ) diambil yah, hari ini kakak mau buat perkedel ayam kentang “

“ iya kak, emang kakak bisa masak gitu “

“ yeee, enak aja masa ga bisa masak, bisa dong “

“ ya udah nanti adek minta yah kak,heheh “

“ ya bantuin atuh neng, masa cuman kakak yang repot sih “

“ lagian kak, hari ini dede kan sibuk “

“ sibuk ngapain emangnya dek? “

“ nonton doraemon sama spongebob squarepants kak hehehe “

“ issh dasar, itu namanya bukan sibuk kali dek, males tah itu namanya “

“ iya deh nanti dede bantuin kak, bantuin do’a maksudnya hahaha “

“ lah kok, pokoknya nanti bantuin kakak, ga mau tahu dek! “

“ iya bawel “

 
Kutepikan mobil yang kami tumpangi di dekat jalan yang mulai ramai, ya jam 02.45 pasar pagi mulai menggeliat, memaksa orang orang yang bekerja sebagai tukang sayur untuk menyudahi kehangatan bersama selimut dan istri istri mereka ( yang jones sorry ya mblo ) untuk berpacu dengan waktu dan pedagang lain agar mendapatkan sayuran segar dan terbaik  untuk pelanggan pelanggan setia mereka.

 
“ kak, tunggu sebentar ya adek mau masuk pasar dulu, kakak disini aja tungguin itu ( melirik ke bangku belakang ), awas jangan diapa apain loh kak! ( galaknya kayak mama kalau lagi marah beneran) “

“ iya sana cepet, jangan lama lama ya dek? “

“ iya kakak cerewet yang jelek! ”


Huuuuufffthh, kuhembuskan nafas sekali, kuambil rokok di dashboard mobil dan keluar mobil, sengaja tidak kumatikan mesin mobil agar ac tetep menyala.

Kutuju tukang kopi diseberang jalan yang hanya nampak beberapa tukang ojek dan tukang sayur yang sedang menikmati kopi dan rokok.


“ bang, kopi susu yah satu! “

“ siap mas ! ”


Dengan cekatan diguntingnya bungkus kopi dan dituang isinya ke gelas, dituang air dari termos berwarna hijau pupus.

 
“ jangan panas panas ya bang? “

“ oh, iya dek sip! “

“ ini dek, (sambil mengaduk aduk kopi )”

“ terimakasih bang! “


Ku ambil gelas itu, dan tanpa kutiup kusruput kopi yang tidak terlalu panas. Aku memang tidak terlalu suka kopi yang terlalu panas, lidahku sensitif dan jika sedang terburu buru jadi bisa cepet habis, tidak mubazir hehe.

 
Ditemani sebatang rokok, dengan santai duduk sambil sesekali kulihat ke arah gerbang pasar, berkisar 15 menit kemudian kulihat adekku muncul dengan tas belanja birunya, kulambaikan tanganku kearahnya  agar dia tahu kalau aku sedang di seberang jalan.

 
“ berapa bang kopi susunya? ”

“ tiga ribu aja mas, belum naik kok “

“ oh, iya ini bang uangnya, terimakasih bang saya jalan dulu “

“ sama sama mas “

Diubah oleh salakkentut

Kulangkahkan kembali kakiku menuju mobil yang sedari tadi aku parkir dipinggir jalan, segera aku masuk ke dalam mobil dan mobil mulai jalan meninggalkan pasar.


“ udah semua dek? sama pesenan kakak udah kan? ”

“ oh iya udah kak, sama tadi dede pesen paha kanan kambing buat minggu depan “

“ emang adek mau buat masak apa sih? Pesen segala paha kambing? ”

“ mau disemur aja sih kak, udah lama ga masak semur nih “

“ oh tapi udah nitip duit kan tadi? ”

“ udah dong kak, tadi pake duit di dompet kakak ,heheh ”

“ halah dasar kamu dek, emang paling pinter kalau disuruh belanja! “

“ eh iya kak, nanti gimana tuh cewek yang lagi tidur dibelakang? ”

“ eh nanti aja lah gimana dek, biar dia tidur di kamar depan aja kali yah? “

“ emang kenapa kak? ga di kamarmu aja tidurnya? ”

“ hushh ngaco kamu dek, ga lah biarin aja dikamar depan, lagian juga kamar depan ada kamar mandinya juga, jadi kalau mau mandi kan ga sungkan? “

“ iya deh terserah kakak ajah, kakak sadar ga sih dia cantik tuh kak? kali aja dia juga jones kayak kakak? “

“ hahaha ngarep bener kamu dek? udah deh dek, biarin aja sih! “

“ ciee mukanya merah nih kakak? “

“ apa sih , ga lah! “

“ hahaha mukanya kakak udah kayak kepiting rebus tuh! “

 
Kulirik spion tengah dimobil dan ya dia masih terlelap tidur dia, cantik? Ya jika diperhatikan lebih dekat memang cantik sih, wajahnya yang oriental dengan bibir merah mungil, tidak terlalu merekah tapi. Dengan alis yang tebal dan bulu mata yang lentik, ya memang cantik dan manis.

Beberapa kali aku menghela nafas, pertemuan yang aneh, dia siapa? orang mana? anak siapa? kenapa ada disana?, berbagai pertanyaan yang muncul saat ini ada dibenakku yang belum terjawab yang semakin membuat aku sendiri penasaran, pertemuan yang aneh, batinku.

Sejenak tanpa kami sadari sudah di depan rumah, dan adekku segera turun untuk membuka pagar rumah, sejurus kemudian kuarahkan mobil kedalam dan berhenti. Dengan cekatan adekku membukakan pintu dan segera aku angkat dia ke kamar depan.

Kuletakan dia di kasur, sengaja agak aku taruh ditengah kasur, takut jatuh soalnya ( aku pernah jatuh gara gara mimpi dikejar tokek raksasa, dan rasanya sakit beneran! dua hari baru sembuh ) maklum barang langka, hehe.


“ dek, ambilin air anget sama handuk kecil ya? “

“ iya kak, sebentar dede ambilin “

 
Lima menit berselang adekku muncul dengan baskom ( waskom atau apalah namanya ) dan handuk kecil.

 
“ nih kak, buat apa sih? “

“ buat miara ikan cupang dek, ya buat nyeka ini orang kali dek, tuh liyat kotor banget mulutnya “

“ hihi kirain beneran buat miara ikan cupang kak “

“ aduh dek, pinter pinter kok ya oon sih kamu? “

“ dari pada kakak sih, udah ga pinter plus oon plus jones abadi lagi “

“ terserah kamu dek ( sebenernya dongkol sih dibilang jones, hehe ) “


Kumasukkan handuk kecil kedalam waskom yang berisi air hangat ( pikirku saat itu ), baru nyelup eh buset ini sih bukan air anget, air mendidih mah ini.

 
“ dek, tega banget kayak mau nyabutin bulu ayam, airnya panas banget ini dek! “

“ ah masa sih kak? Adek kira ga panas koh? “

“ buruan gih ambilin air satu gayung di kamar mandi “

“ sek sebentar ya kak, ”

“ nah sekarang kan sudah ga terlalu panas lagi dek jadinya, ( sambil menuang air gayung ke waskom ) ”

 
Kuperas handuk yang tadi dan aku usapkan ke wajah dia yang bau minuman, nampak ada bekas muntahan yang telah mengering di sela sela bibirnya. Dengan telaten aku bersihkan mukanya agar terlihat lebih bersih, kuperhatikan wajahnya memang cantik dan manis. Dia cuma mengerang dan meracau tidak jelas ketika beberapa kali aku membersihkan sesuatu diujung bibirnya. Setelah selesai dengan seka menyeka lalu aku beranjak ke kamarku sendiri, kubuka lemari baju dan kupilihkan beberapa baju yang setidaknya pas untuk dia.

Kuambil baju kaos bertuliskan famous warna biru laut dan celana training hitam selutut.


“ nih dek, kamu gantiin baju dia pake baju kakak dulu nih, baju dia sudah ga enak baunya “

“ lah kak? kok ga sekalian aja kakak yang gantiin bajunya? ”

“ halah kamu dek, udah nih diganti bajunya, nanti kalau sudah selese tuh bajunya  ditaruh keranjang dipojokan “

“ iya kak, tapi kakak keluar dulu sana, masa masih disini? Mau ngintip yah? kan ga lucu kak “

“ tau lah ( ngeloyor keluar kamar ) “


Sambil keluar kamar aku tutup pintunya, kemudian aku berbaring di sofa depan tv, tapi ngomong omong mulutku asem nih, jadi ke dapur dulu nyeduh kopi dan lanjut kedepan tv, kunyalakan tv dan mencari cari film kegemaran sejak kecil, yup film kartun hehe biarpun udah hampir seperempat abad tapi aku tetap menyukai film kartun, apapun genrenya, apalagi kartun jepang ( anime sebutannya, bukan hentai loh ) one piece dan serial lain yang ditayangkan, asalkan bersubtittle indonesia sih lebih enak di dengar, ketimbang di dubbing jadi kedengeran aneh, tapi ya sudahlah dinikmati saja kan? Toh gratis pula.

Aku sulut rokok dan mulai menikmati suasana pagi ini, ditemani segelas kopi dan jajanan pasar yang tadi sempat adekku beli, aku menonton kartun yang saat itu ditayangkan, entah apa namanya lupa.


Cekreeek.

 
“ kak, udah semua tadi adek ganti, tapi ga sekalian dalemannya sih, kayaknya ga ada yang muat kak “

“ eh, maksudnya gimana dek? “

“ segini kak deh kak ukurannya, tangan dede ga muat kak! “


Adekku meregangkan telapak tangannya didepanku seperti sedang memegang bola ( ngerti kan maksudnya? ).


“ haha dasar kamu dek, iseng iseng aja sih kerjanya? ya ga bakalan muat atuh dek, punya adek kan kayak bapao kemarin sore? tifiiss “

“ ih, kakak mah gitu, jahat ih kakak, nanti adek bilangin mama loh biar dimarahin sekalian! “

“ lah kamu dek, lagian iseng banget begitu, ngapain coba pake di ukur segala? ”

“ heheh iya sih kak, iseng iseng aja ternyata gede loh kak “

“ terserah kamu lah dek “


Kulanjutkan tontonan tadi sampai menjelang subuh, lalu mandi dan segera sholat di mushola deket rumah, lalu pulang dan lanjut ke dapur.

Di dapur adekku sudah mulai memotong motong daging yang tadi pagi di beli, dengan segera aku ambil sayuran yang masih segar itu, lalu aku cuci dan segera aku potong potong.


“ dek, perkedel ayamnya mau dibuat sekarang aja apa nanti? “

“ enakan sekarang aja deh kak, nanti dede buatin sambal terasi buat temen nyocol, mumpung masih pagi juga nih “

“ iya udah kakak masak nasi dulu ya “

“ halah masak nasi tinggal colokin aja, gaya banget kamu kak “

“ biarin aja atuh, kalo cuman dicolokin ga diceklekin juga sampai lumuten ga bakalan mateng juga kali? ”

“ iya sana, nanti sekalian kentangnya dede rebusin dulu “


Setelah bunyi ceklek di rice cooker dengan indikator lampu berubah merah, barulah aku mulai menyiapkan dan memotong bahan yang akan di buat perkedel ayam kentang.

 
“ kak ini kentangnya udah lunak deh kayaknya? “

“ ya udah dek, dede bisa numis ayamnya dulu kan? Tumisnya sebentar aja, tadi sudah kakak potongin kecil kecil ayamnya “

“ iya kak nih kentangnya tinggal dikupas nanti adek bantuin tumbuk “

 
Dari kami berdua masih sekolah lanjutan ( adekku sltp dan aku slta ) kami memang sudah dibiasakan hidup mandiri oleh kedua orang tua kami di rumah, bangun pagi buat sarapan pagi berdua, mandi ( tidak berdua loh ), nyuci sendiri, bersih bersih rumah dan berbelanja sendiri sudah biasa kami lakukakan, sehingga tidak heran sampai sekarang kami sudah terbiasa mandiri. Kedua orang tua kami sudah sejak lama pindah Ke Jogjakarta, mengurus bisnis dan merawat kakek nenek disana, sedangkan kami disini karena selain dekat dengan nenek dari ibu juga sudah nyaman dan kerasan dengan lingkungan disini, ya karena kami lahir di sini mungkin jadi lebih terasa nyaman.

Begitupun untuk masalah kasih sayang, banyak yang beranggapan bahwa kami kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua kami, mungkin karena yang mereka tahu kami jauh dari orang tua. Tapi menurutku kedua orang tua kami lebih dari cukup untuk menyayangi kami berdua, kebutuhan kami berdua selalu tercukupi, setidaknya itu yang aku rasakan sampai sekarang, hampir tiap sebulan sekali entah bapak atau mama selalu menjenguk kami di rumah, dan setiap kali pulang kami selalu dimasakin makanan kesukaan kami berdua, yap nasi liwet bakar, sambal tempe, perkedel kentang, dan sop ayam bening. Berbeda dengan masakan bapak yang cenderung sambal tempenya pedas, perkedel kentang yang kadang keasinan dan sop ayam bening yang terkadang terlalu manis ( bayangin aja sendiri rasanya ) masakan mama lebih mantap, segalanya pas, asin manis gurihnya pas, pokoknya dua jempol buat masakan mama.

Namun biarpun begitu kami tetap senang dan bahagia jika bapak atau mama sedang di rumah, terlebih segala kebutuhan kami berdua selalu tercukupi ( terutama dompet pasti sampai tidak bisa ditekuk hehe ), segalanya tecukupi, bahkan terakhir kami dibelikan motuba toyota 86 oleh bapak, yah meskipun jadul dan terlihat kuno, namun karena kebetulan kami berdua suka maka dengan senang hati kami terima pemberian bapak sama mama. Mereka beralasan akhir akhir ini sering hujan dan panas, sehingga kasihan jika hanya menggunakan motor.

Seminggu setelah kami dibelikan 86 maka bapak menyuruhku membuat SIM A, begitu juga dulu ketika kami dibelikan motor yamaha untuk pulang pergi sekolah, seminggu kemudian bapak juga menyuruhku untuk membuat SIM C.

Ya kedua orang tuaku memang membiasakan kami untuk selalu disiplin dan taat, dalam hal apapun, kami jarang melanggar aturan ( jika tidak terpaksa hehe ) dan jarang berkelahi ( meskipun kami ikut tae kwon do ) dan selalu tepat waktu, bahkan bapak sudah terbiasa menyuruhku untuk membayar pajak kendaraan sendiri di samsat.

Kedua orang tuaku sadar betul bahwa kami saat itu masih remaja dan kebanyakan remaja masih mencari jati diri, maka diharapkan kami agar tidak salah bergaul, kami bersyukur orang tua kami selalu mendukung kami dan menasihati kami berdua, sehingga kami selalu berjalan di jalan yang benar.


“ dek, bulan depan mama jadi pulang kan? ”

“ iya kak pulang, mau buat surprise buat mama boleh ga kak? ”

“ surprise apa dek? Memang mama ulang tahun yah? kan masih lama dek dua bulan lagi? “

“ bukan atuh kak, kan anniversary nikahnya bapak sama mama kak yang ke 27? ”

“ oh iya yah sampai lupa nih kakak dek, heheh “

“ ya udah besok kita ke toko yah kak cari kado buat bapak sama mama gimana? “

“ iya dek, buat kue sendiri gimana? dedek kan pernah belajar tuh buatnya? ”

“ mmmmmm, nanti deh kak liyat ya, kalo gagal apa bantet ya mendingan beli ajah di toko roti “

“ haha bantet kaya hidungmu dek tuh! “

“ isshh kakak loh bete ih dedek “

“ heheh bercanda kali dek, itu cewek dari tadi belum bangun dek? ”

“ ga tahu kak, belom kali kak “

“ ohya nanti kalo udah bangun disuruh mandi dulu aja, itu tadi kakak udah beli sikat gigi, sama sabun dek, kakak taruh di meja deket ruang tamu “

“ iya kak, jam berapa sih sekarang emang? “

“ Jam sembilan kurang dek, sana diliyat dulu aja, kali aja mbok udah bangun “

“ iya deh, kalau udah bangun kan jadi asik punya temen ngobrol, hehe “

“ terserah kamu dek “

Diubah oleh salakkentut

Kulanjutkan menggoreng adonan perkedel terakhir, wih sudah matang semua nih, sop sudah mateang, nasi sudah matang, perkedel sudah, tempe goreng sama sambal terasi juga sudah jadi.

Selanjutnya satu persatu kubawa ke meja depan dekat ruang tamu ( yang ada tvnya jadi sambil makan sambil liyatin tv hehe ), biasanya masing masing dua, sendok dua garpu dua piring dua gelas dua, sekarang serba tiga karena ada mahluk cantik yang nyasar kesini.


“ dek, udah bangun apa belum dia? ”

 
Aku beranjak dari kursi dan mendatangi kamar depan, baru sampai kedepan adekku sudah keluar, dan sambil berbisik dia bilang.

 
“ naked, privacy! “

“ haaah? Apa sih dek kamu ngomong apaan barusan? ”

“ naked kak, udah deh ayok makan dulu, adek udah laper ini kak “

“ haha dasar, gerah mungkin dek di kamar, jadi take off deh bajunya “

“ mungkin ya juga kak, biasa tidur pakai ac kali “

 
Selesai makan kamipun kompak membereskan meja, mencuci piring gelas sendok garpu dan menutup makanan agar tidak di serbu lalat. Sepuluh menit kemudian kami sudah duduk di depan tv sembari menonton acara tv kesukaan kami berdua, apalagi kalau bukan kartun hehe.

Dengan segelas susu coklat dan sebatang rokok ( saya yang pegang rokok, adekku ga ngerokok kok ) kami berdua tertawa ketika ada adegan yang lucu, tak terasa hampir jam sebelas ketika serial kartun lain sudah mulai, pintu kamar depan terbuka, dia mahluk cantik keluar, mungkin sempat bingung dengan apa yang terjadi.

 
“ eh, sudah bangun kamu? “

“ dimana gue sekarang? ”

“ dirumahku, kalo masih bingung mending mandi dulu sana aja sana, nanti baru cerita ”

“ boleh pinjem handuk ga? ”

 
(duh senyumnya manis banget yakin )

 
“ dek sana diambilin handuk dulu, nanti kakak ambilin baju ganti, kamu yang nganterin yah “

 
Tanpa menjawab adekku segera mengambil handuk serta sikat gigi dan sabun lalu dikasih ke dia, yang sepertinya  masih nampak bingung.


“ sudah sana mandi dulu, nanti aja aku jelasin kalo sudah mandi “


Lima belas menit berselang dia keluar dari kamar depan, harum sabun dan samponya sungguh menggoda ( iman ) heheh padahal setiap hari aku pakai sabun yang sama dengan yang dia pakai sekarang, namun entah kenapa dia yang pakai kok wanginya beda yah? Apa cuman perasaanku saja?


“ nih makan dulu, kalau nasinya kurang ambil sendiri di rice cooker tuh, kamu suka susu coklat, putih atau kopi? ”

“ eh tapi? “

“ sudah, makan dulu aja ga usah sungkan sungkan dan anggap aja lagi dirumah sendiri, kopi apa susu nih? ”

“ susu, yang coklat aja deh “


Semenit kemudian.


“ nih susu coklatnya, maaf cuman adanya lauk itu, sorry kalau ga enak ya “

“ mmmmh wenakk kok, siapa yang masak nih? ”

“ aku sama adekku tadi, udah kamu terusin dulu makannya, kalo kurang tuh nambah lagi aja, jangan sungkan “

“ ok deh makan dulu ya “

 
Dua puluh menit aku dan adekku menghabiskan waktu di depan tv sambil tertawa sebelum dia mahluk misterius yang cantik menghampiri kami.

 
“ eh, boleh duduk disini ga gue? ”
” oh iya sini ajah duduk bareng “

“ makasih yah, gue bener bener bingung tadi kenapa bangun bangun udah ada di kamar, setau gue semalem lagi di atm bareng sama temen “

“ eh iya kenalin nama gue Friksa, “

“ aku erga, dan ini adekku desta “

 
Kamipun saling berjabat dan memperkenalkan diri masing masing, dari perkenalan singkat itu aku tahu bahwa namanya Friska Mulia Utami, umurnya terpaut satu tahun dibawahku dan sekarang mahasiswi di salah satu kampus di kotaku.

Setelah kronologis kami ceritakan mulai dari sms nyasar hingga membawanya dari atm ke rumah, maka segalanya jelas kini, semalam dia bersama kawan kawan (mungkin geng) sehabis berpesta di sebuah club malam, mungkin karena terlalu mabuk, saat hendak pulang dia tertidur di atm.

 
“ dasar ren, brengsek lo main tinggal aja gue “ (menggerutu atau sumpah serapah)

 
Sepertinya dia jengkel dan mengumpat ke seseorang, namun entah siapa yang dia maksudkan.

 
“ sorry bukannya aku mau ikut campur urusan kalian, tapi kalau bisa jangan berkata kotor yah di rumahku? “

“ eh iya maaf maaf, masih emosi gue gara gara semalem “

“ dek, kamu ambilin tasnya friska yah, disimpen kan sama kamu dek? ”

“ eh iya kak, bentar aku ambilin kak “

“ oh iya tadi pagi waktu kamu di atm ada duit sama tas kamu yang belum sempat kamu ambil mungkin “

“ nih kak, uangnya ga aku hitung tadi pagi, langsung aku masukin tas sama kartunya juga, maaf yah kak tasnya aku buka ga minta ijin dulu. Coba uangnya dihitung lagi atau dicek lagi mbok ada barang yang ilang atau gimana? “

“ kamu ga usah curiga, aku ga ambil satu sen pun atau satu barangpun dari kamu, coba di cek lagi “

“ iya makasih, gue ga curigain kalian kok, malah gue yang seharusnya bersyukur, kalau bukan kalian yang pertama kesana mungkin sekarang gue ga tau lagi dimana, makasih yah udah ngrepotin kalian “

Tiba tiba..

Diubah oleh salakkentut
tiba tiba klo muncul index nya, lbh enak ganemoticon-2 Jempol
Cerita bagus nih, ijin pantau nunggu update an..
emoticon-Keep Posting Gan mau view dikit ato comment dikit lama2 pasti banyak yang mampir Gan.

Ceritanya menarik rate full + subs done

Satu lagi kalo bisa no kentang di antara kita meskipun lama tolong ceritanya sampe tamat ya meskipun updatenya ke ganggu sama RL ahaha emoticon-Big Grin

emoticon-raining

A.d.i.o.s emoticon-Ngacir
Diubah oleh kkaze22
ceritanya menarik ... pake indeks aja Gan, enak mantaunya
kayak jaman dulu ya, salah nomer emoticon-Big Grin
Tapi kalo dulu salah nya di sengaja
Quote:


indek di pekiwan ye gan, makasih udah mampir gan
Quote:


thanks gan, ane juga demen kentang kok gan, kata nenek kebanyaken kentang bisa buat darah tinggi, semoga bisa terus update, pelan pelan tapi ye ganemoticon-Big Grin
Quote:


ok gan, cek pekiwan yeemoticon-Big Grin
Quote:


Haha namanya jodoh gan ngga ada yang tahu sih gimana yah?emoticon-Embarrassmentemoticon-Big Grin
“ Astaghfirulloh.. “

“ apaan sih dek brisik banget di belakang? “


Segera aku lari ke belakang, lebih tepatnya ke arah dapur, mungkin saja ada sesuatu yang terlupa atau apalah pikirku saat itu.

Dan benar saja..

“ haduh kucing sialan nih ( umpatku ) siang siang ngajakin ribut “


Benar saja, ada kucing lagi nongkrong di dapur, mengacak acak isi dapur dan aku lihat sedang makan dengan asik, makan daging mentah ( mungkin tadi pagi aku atau adekku lupa menyimpan sisa daging untuk membuat sop ).
 

“ duh kan jadi mubazir gini, udah kepalang dimakan juga “

“ cing, lain kali kalau mau minta jatah bilang bilang yah, jangan asal ambil dong “

“ yah, kakak sih teledor, kan dede udah beresin tadi ? “

“ beresin gimana coba dek? Kan tadi yang masak sop sama motongin daging kamu kali? “

“ heheh lupa atuh kak, dede kira tadi udah masuk freezer dagingnya? “

“ ya udah atuh beresin dulu, kak mau nenenin, eh nemenin kak friska heheh “

“ huhu yang mau berdua, awas loh jangan nenen, nanti dede bilangin mama loh “

“ haha ngaco, ya ga lah dek ( dalam hati sih mau ajah nenen hehe ) “


Kembali ke ruang depan dimana friska sedang duduk, sepertinya masih bingung apa yang terjadi barusan.


“ eh ga (erga maksudnya mungkin ) tadi kenapa dibelakang ? “

“ oh tadi cuman kucing iseng, biasa minta jatah mungkin lapar dia “

“ kirain ada apaan tadi? “

“ ga, boleh ngga gue nginep sini lagi? “

“ hmmm gimana yah fris? Kalau aku sih ngga keberatan, coba nanti kamu tanya sama adekku dulu yah? Kok ngga pulang aja kenapa? Emang ngga dicariin sama bapak sama ibumu? “

“ bosen gue ga, di kost sendirian juga, lagian besok juga ngga ada kuliah gue “

“ oh kirain kamu ngga kost gitu? “

“ gue kost kok, oh iya makasih ya ga gue udah lo bantuin semalem “

“ iya ngga apa nyantai aja kali fri? Kalau boleh tau emang kenapa tadi malam bisa nyampe teler gitu? Sory yah bukane aku mau ikut campur urusanmu ( spik spik modus mblo mulai hehe ) “

“ baru aja putus gue ga sama pacar gue, padahal udah hampir setahun gue pacaran sama dia “

“ loh kok bisa kenapa? ( dalam hati bersorak, ah yes dapat lowongan nih mblo ) “

“ gila aja dia main serong ( bukan terong ) di depan gue, pake acara kiss lagi, mana gue terima? Emang gue cewek apaan coba? Kurang apalagi coba gue ga? Gue udah coba setia sama dia, walaupun jujur banyak banget cowok yang deketin gue, tapi gue selalu bisa jaga diri “

“ oh sory yah kok malah jadi curhat gini gue sama lo yah? “

“ eh iya gpp kok fri, ya kamu tinggal cerita aja, kali kali dengan kamu cerita kan bisa lebih plong lagi ( modus modus mblo )”

“ ngga apa apa kok ga, gue emang konyol ( awas typo ) dan bisa aja percaya sama dia, bukan pertama kali ini gue mergokin dia sama cewek, hampir tiap minggu ada aja cewek yang dia deketin “

 
Hening, kulihat matanya mulai merah lagi, eh malah nangis beneran deh, bingung karena baru pertama kali liyat cewek nangis dan jaraknya deket banget sama aku.

Sejujurnya yang aku lihat dari raut mukanya dan cara pembawaan dia, dia tipe cewek yang tegas dan bukan cewek yang gampang nangis, tapi namanya juga cewek, sehebat apapun menyimpan perasaan tetep sebenarnya hati cewek rapuh, maka sebaiknya jika kamu adalah cowok yang baik, sabar, dan pengertian, yang sayang sama cewek kamu, tunjukin sama dia kalau kamu bisa jaga dia, jaga kepribadiannya, jaga sifatnya, jaga perasaannya, jaga kehormatannya dengan segenap hatimu.

Cewek akan merasa nyaman jika kamu bisa mengerti dia, sebaliknya pun cewek harus bisa mengerti cowokmu, jangan asal kamu diperhatiin terus kamu bisa seenaknya memberi aturan aturan yang memberatkan, jangan sampai kebebasan cowokmu merasa direbut dari kamu, inget cowok juga punya hak buat dia pribadi, disana ada kebebasan yang dia pengin rasain.

Ibaratnya sebuah pisau, disitulah perasaan, disitu ada sisi yang tajam, tapi ada saatnya baliklah pisau, maka ada sisi yang tumpul, berbicaralah dengan sisi yang tumpul jika kamu merasa perasaan dia sedang menggunakan sisi yang tajam, sebaliknya jika kamu sedang menggunakan sisi yang tajam, ada baiknya gunakan sisi tumpulmu.

Kenalilah nalurimu sendir dan pasanganmu, ingat jika terus menerus menggunakan sisi yang tajam di kedua pihak, lama lama pisaumu akan rompal, mungkin suatu saat bisa saja patah. Menjaga perasaan itu gampang gampang susah, sebaliknya komunikasikan dengan pasanganmu seniri, jangan korbankan perasaanmu sendiri, nikmati perasaan kalian berdua, aku yakin itu lebih terasa indah.

 
“ ga, gue pinjem bahu lo bentar boleh ngga? “

“ eh, maksudnya ? ( gugup banget ) “


Belum sempat aku menyanggah kepalanya sudah berada di bahu sebelah kananku, wah kok jadi grogi gini sih aku yah? ( maklum seumur umur jomblo baru pertama kali ada cewek yang hinggap dibahuku hahaha ) sepertinya dia emang butuh tempat buat nyender, padahal kalau dipikir pikir nyender di sofa kan lebih enak ya mblo? Empuk pula, kok bisa sih malah bahuku yang jarang dagingnya malah disenderin?


“ ngga di sofa aja fri? Kan lebih empuk dari pada bahu aku? “

“ udah deh, ngga usah gombal yah? Buat gue lebih nyaman aja sih “

“ eh bukan gitu tapi kan emang lebih empuk di sofa? Malah bisa ngantuk nanti hehe “

“ aduh duh duh duh ( dicubit aku mblo, sakit banget cubitannya tapi ngangenin sih hehe ) sakit kali fri, main cubit aja kamu, lagian pinggang ngga ada lemaknya juga “

“ biarin sih, lagi gue cuman pinjem bahu lo, nyaman juga bahu cowo ternyata? “

“ heh, emang seumur umur kamu pacaran ngga pernah nyender di bahu cowok kamu gitu? “

“ ngga pernah ga, hiks sedih gue “

“ ealah kasian banget hidupmu fri ? “

“ lah emang kenapa coba? Ngga lama kok, nanti cewek lo marah kalau ketahuan gini gue nyender? “

“ haha jomblo ngenes mana ada yang marah kali fri? “

“ serius lo jomblo? Jones pula? Haha kasian banget hidup lo? Kemana aja lo hidup? “

“ buset dah, ya ngga kemana mana juga, cuman belum nemu yang sreg aja sama hati fri “

“ hahaha kasian kasian ( sumpah mblo, cewek aneh banget, barusan beberapa menit dia nangis, sekarang malah ketawa tawa coba? Tanya kenapa? Ada yang tahu ngga kenapa? Bingung aku ) “


“ dooooooorrr, hayo ngapain kak sama mba friska? Udah dempet aja nih? Cie cieee “


Kaget banget aku beneran, tiba tiba aja adekku udah dibelakang kami berdua, huuuuuufth padahal kan lagi asik asik berdua, menikmati momen momen langka, jarang jarang mblo dideketin cewek.

 

“ ngga kok de, gue pinjem bahu kakak lo yah, sedih gue kalau inget tadi malem ribut sama cowo gue sampe putus “

“ oh iya mba, seneng tuh kakak aku kan jomblo mbak haha “

“ haha iyah iyah deh, de nanti malam mbak boleh nginep sini lagi ngga? “

“ wih boleh boleh mbak, seneng jadi dede ada temennya, bosen bosen liat jones merana ( melirik ) “

“ heh cumi, biar jones gini juga kakakmu juga kali? “

“ haha dasar, udah deh gue seneng malah, lo berdua asik sih, erga sama desta nanti temenin gue yah ke mall atau toko baju gitu “

“ emang mau ngapain mbak ke mall? “

“ mau beli baju sama daleman de, mbak kan ngga bawa baju atau daleman, risih sih dari kemarin belom ganti “

“ oh sekarang aja gimana mbak? Mumpung belom terlalu siang kan? Sekalian mau beli daleman juga hehe “

“ boleh tau de ukuranmu berapa? ( buset dah, tanya tanya ukuran lagi ) “

“ hehe kecil mbak, malu aku bilangnya “

“ haha biasa aja kali de, ukurannya masih cup A yah? Kalau mba udah mau ganti cup D, soale yang cup C udah sesek banget hihi ( ngga perlu dijelasin yah ) “

“ ealah, ngga usah bahas gituan juga kali disini? Mentang mentang aku ga punya malah pada bahas ukuran segala ( sambil ngeloyor pergi, bete sih walaupun dari situ aku tau ukurannya buat aku amazing, hehe ngga muna lah mblo, pengin yang seger seger kan boleh yah? ) “

“ haha ngambek lo ga? Biasa aja kali? Nanti temenin gue ya? Biar lo jadi obat nyamuk lumuten maksudnya “

“ terserah lah “

“ ih kakak ngga boleh marah loh, nanti dede aduin mama biar dimarahin “

“ sapa yang marah, kak mau ngrokok di depan, ya udah sanah nanti kakak temenin, kakak tau kalau cewek dandan ngga cukup 10 menit “

“ haha tau aja lo ga, yuk de mbak boleh pinjem make up nya kan? Mba lupa ngga bawa bedak sama lain lain soalnya “

“ ada sih mba, cuman bukan merek mahal loh, merek biasa lokal “

“ haha biasa aja ngga apa apa, kulit mba ngga bakalan alergi kok “

 

Sambil kunikmati hisapan demi hisapan asap bercampur nikotin dan bahan bahan lain ( katanya ada bahan bakar pesawat juga dalam rokok haha ) sembari menunggu aku berpikir kembali.

Aneh,  ya memang aneh aku rasa. Bukan aneh yang bagaimana sih, aku masih merasa aneh melihat dia mabok semalam, buat aku pribadi aneh karena sejujurnya aku dibesarkan di keluarga yang menurutku baik baik, jauh dari kesan yang menurut orang jelek, yah aku sudah di didik untuk tidak menyentuh miras, apalagi narkoba, sangat sangat anti terhadap barang barang tersebut.

Ya walaupun sebenarnya aku tahu rokok yang sedang aku hisap ini juga membuat kecanduan, tapi bagiku masih lebih baik ketimbang mengonsumsi narkoba atau minum miras. Dulu mamaku sempat marah sekali ketika pertama kali aku ketahuan merokok, ya walaupun bapak juga sebenernya perokok juga sih. Bahkan sebelum bertemu mama dulu dengan kelompoknya bapak selalu kompak jika urusan minum minum, dulu kata bapak yang sering diminum adalah topi miring sama anggur putih, kalau topi miring sekarang kebanyakan botolnya diisi bensin atau pertamak buat dijual haha ( pom darurat jika sedang terpaksa ). Namun semenjak bertemu dengan mama dan ingin serius dengan mama, bapak mulai meninggalkan kebiasaan minumnya, meskipun kebiasaan merokoknya belum bisa hilang dari semenjak bapak remaja, mama bisa maklum hal tersebut.

Bahkan dulu sempat tidak dikasih uang jajan sama mama hampir tiga bulan gara gara ketahuan aku merokok, dan hampir tiga bulan itu cuman dibawain bekal kalau berangkat sekolah ( bayangin mblo, bawa bekal tiga bulan ) ya terpaksa menurut, dari pada mama lebih marah lagi ya mending menurut, toh aku juga ngga mau dibilang sebagai anaka yang durhaka, ih ngeri mblo. Sampai sekarang mama kasih dispensasi buat aku, boleh ngerokok, asalkan tidak lebih dari satu bungkus sehari, dan mama ngga mau tahu jika kami berdua sedang berkunjung ke Jogjakarta ataupun sebaliknya mama dan bapak sedang berkunjung kemari maka tidak ada rokok hari itu, satu minggu ya satu minggu ngga ada rokok, hehe tapi terkadang karena mulut asem ( kecut ) tahu sendiri bagi yang perokok pasti bakalan paham, ya terkadang secara sembunyi sembunyi pergi ke warung kopi sekedar untuk beli kopi dan dua batang rokok.

Aku masih penasaran ingin tahu kenapa dia sampai mabok begitu, tapi aku pikir pikir lagi buat apa juga ngurusin urusan orang yah? Aku pikir aku terlalu dalam ikut campur urusan orang lain,jadi kuurungkan saja niatku hari itu, biarlah suatu saat nanti saja, kalau sekarang tidak terlalu etis menurutku.
Sudahlah, akhirnya aku nikmati mili demi mili asap tembakau terbakar tersebut.

 
“ kak udah yuk, apa ngga ganti baju dulu kakak? Tuh bajunya basah kan? Abis ngiler yah tadi ? “

“ huh enak ajah, noh si friska tadi yang buat sungai banjir dadakan ( nangis maksude ) “

“ oh iya kak, hihihi sana ganti baju dulu “

“ dek, ketawanya jangan kayak gitu lah, didengerin ngga enak loh, kaya neng kuntai “

“ lah biarin aja sih kenapa? Sanah ganti dulu, nanti keburu panas “

“ gayamu panas? Emang mau naik motor bertiga gitu? “

“ oh iya ding, kan pakai motor roda empat hehe “

“ ealah “


Sepuluh menit kemudian sudah rapi, dengan kaos berwarna abu abu, dan celana denim warna senada, jangan lupa parfum, kan mau bareng cewek cakep hehe, dengan tambahan sandal gunung merek sebelah aku keluar dari kamar.


Hampir bersamaan dengan aku keluar kamar, dia ( friska ) juga keluar kamar dan jujur saja, aku ngga banyak komentar banyak ( bahasanya apa sih, speechless kali yah? ) dia memakai ( bajuku lagi sih yang dia pakai ) kaos polo berwarna hitam pekat dipadu dengan celana denim biru yang menurutku jadi terkesan lucu karena ukurannya dibawah lutut namun hanya beberapa centi, dengan sepatu berwarna senada yang dia kenakan tadi malam.


Polesan bedak yang tidak terlalu tebal menurutku, dengan sedikit lipstik berwarna matte merah ( yang aku tahu pasti bukan milik adekku ) serta parfum yang cukup soft, sedikit aroma citrus, rambutnya dikuncir memperlihatkan lehernya yang jenjang dan memperlihatkan sedikit bulu bulu halus disekitar lehernya, putih banget mblo yang bikin deg degan kalau lihat itu buahaha ( sensor ) buat nelen ludah aja susah hehe.


Kalau aku bilang sih simpel dan cakep deh pokoknya, biarpun yang dikenakan baju cowok haha.


“ eh ga, biasa aja dong liatin gue? “

“ haha kamu cantik, simpel tapi cantik deh ( gila aja tiba tiba aku bilang gitu mblo tanpa sadar ) “

“ bener aku cantik ga? Perasaan biasa aja sih, ah gombal pasti loh ya? “

“ heheh gitu deh, yuk berangkat sekarang? “

“ ayok dah “


Sumpah grogi gini aku, ga sadar tadi bilang cantik, efek jomblo kali yah mblo? Atau efek yang lain lain mungkin jadi bisa dibilang cantik gitu? Tanya mblo kenapa?


“ kak ayo sih cepetan, malah bengong gitu? Biasa aja dong liyat cewek kenapa? “

“ apa sih dek, ayo berangkat, jangan lupa kunci pintu “


Akhirnya kami bertiga berangkat ke mall di kota kami, sepanjang perjalanan kami bertiga saling bercanda dan tertawa, ternyata friska orangnya asik dan dia sangat bersemangat sekali, guyonannya intelektual kalau menurutku sih, kullihat wajahnya lebih ceria dan tambah manis saja ( ceile mblo, efek jones nih haha ) atau mungkin karena efek dia yang merasa nyaman dan dekat dengan kami berdua, entahlah hanya Tuhan dan dia yang tahu dia kenapa.


Akhirnya setengah jam kemudian mobil kami sudah parkir di basement mall tersebut, dengan santai kami berjalan dan sesekali tertawa, duh renyah banget dia tertawa deh. Aku terpaksa berjalan di belakangnya, soalnya yang digandeng malah tangan adekku mblo ( sedih euy, kenapa bukan tanganku saja yang digandeng yah? Aku kapan mblo digandeng? ) yah dikacangin deh, ngga apa sih dari pada dikentangin yah?hehe..
emoticon-Mewek emoticon-Big Grin
Diubah oleh salakkentut
Quote:


Betul gan, jodoh kadang unik,lucu dan di luar logika.
Gwja gak nyangka bisa kimpoi sama bini yg sekarang
Quote:


nah tuh gan, sama kek ane berarti bener bener ngga nyangka sih bisa ketemu jodoh walaupun kesan ane absurd ketemunya emoticon-Big Grin thanks gan,
Dan sadar ga sadar ternyata sedari tadi banyak cowok sedari tadi merhatiin kami ( lebih tepatnya merhatiin friska sih ) mulai dari anak anak abg labil, om om berdasi sampai yang berewokan juga kompak merhatiin dia, dan ternyata aku juga baru sadar.

Ternyata pinggulnya kebawah memang sip kalau menurutku sih, nilai 9,8 deh dari nilai 10 ( yang 0,2 nanti aku kasih kalau udah dilamar, haha ) tidak terlalu lebar tapi bulat dan nunggingnya itu loh mblo ( bayangin aja sendiri deh ) hmmmm lagi lagi susah banget buat nelen ludah sendiri, seret dan belum lagi dual ss airbag depan ( kamu tahu mblo maksudnya ) yang ah sudahlah jangan dibayangin lagi, nanti banyak pasukan sabun tempur berandai andai.


“ fri, mau kemana dulu kita sekarang ? “

“ ke tempat yang jualan underwear dulu yah ga? Lo mau nemenin kita
atau gimana? “

“ ya udah terserah sih, ( lumuten deh lumuten ) “

“ awas loh kak biasa aja ntar, jangan sok jaim yah? “

“ heeeeeeeeeeemm “


Akhirnya kita sampai di tempat yang dituju, weh pertama kalinya aku masuk ditempat ginian, lagian seru juga sih, warnanya lucu lucu mblo, ada yang cerah ada yang gelap, ada yang berenda ada yang transparan, ada yang pelit banget bahannya ( sekarang aku baru tahu itu sebutannya g-string haha ) tapi harganya ngga kira kira. Lebih lebih mba mba yang jagain lebih lucu lagi, hehe itung itung cuci mata lah, lagian ga diliyatin kan juga rugi, modis dan rapih banget plus wangi lagi mba mbanya.


“ eh ga, lo suka yang mana nih ? “

“ lah yang mau pakai kan kamu fri? Kok malah jadi tanyain aku sih? “


Heran mblo, aku mana pakai yang begituan? alus dan tipis tipis gitu, kalau aku sih pakainya kalau ngga gt-man ya rider atau crocodile ( haha jadi curhat nih ).


“ tanya pendapat doang si kenapa? Sensi banget lo “

“ asem lah, kamu tanyain adekku aja deh mau gimana, aku keluar dulu, aku tunggu didepan aja yah, lumuten ntar disini “

 
Mba mba penjaganya cuman senyum senyum lagi, asem mba kayak ada yang lucu aja apa yah?

Dua puluh menit berselang mereka berdua keluar dari underwear store tersebut, dengan wajah yang berseri seri dan sambil tertawa cekikikan mereka berdua menghampiriku.


“ udah yuk ga, nyari baju dulu deh, abis itu ke food court laper gue, ya ngga de? Lo mau kan? “

“ iyah nih kak, nanti kalau kelamaan kasian kakak, masa udah jones, lumuten pula hihihi “

“ tau lah, ayok deh cepetan “

“ iya kali, nih kak bawain dong belanjaanya yah? Dari pada ngga gandeng sesuatu kan mubazir tuh, mending gandeng belanjaan aja nih “

“ sialan dek, kirain kak apa bukan ajudan kamu? “

“ nih sekalian punya gue juga bawain yah ga, lo baik deh, tambah ganteng kalau mau bawain nih? “

“ halah bilang aja biar ngga rempong, ( sebenernya ge er sih dibilang ganteng, kaca mana kaca? ) “

“ nih yah bawain hehe “

 
Akhirnya lengkap sudah penderitaanku, jones sruh jadi pembantu dadakan pula, ya walaupun yang nyuruh cantik sih, ehem keselek deh.


Setelah beberapa kali naik eskalator, dan muter muter ngga jelas akhirnya kami tiba di salah satu store yang menurutku terbilang cukup lengkap dan besar, karena disitu lengkap tidak hanya satu macam jenis, namun ada berbagai macam jenis pakaian mulai dari pakaian anak anak, remaja, dewasa pokoknya komplit, kecuali mungkin waria dan maho karena tidak tertera disitu.

Jadilah kali ini aku juga milih milih baju, mumpung tanggal muda mblo, hehe kan lumayan juga ada stok di dompet.

 
Sedang asik memilih milih tiba tiba bahuku ditepuk oleh seseorang, reflek saja langsung pegang tangan yang menepuk ( tangannya alus mblo ) dan langsung berbalik arah.

 
“ eh, erga bukan? Lama nih ngga ketemu yah? “

“ siapa yah? Kok tau namaku? ( bingung mblo, aku ngga tahu dia siapa ) “

“ ih sombong banget masa ngga tahu aku ga kamu? “

“ siapa sih? Beneran ngga tahu aku, kenal dimana yah? “

“ ini aku sani ga, temen smp kamu dulu, masih inget ngga? “

“ sani? Bentar bentar deh, bukannya sani dulu kulitnya coklat yah? Kok sekarang putih yah? “

“ haha biasa aja sih, jahat banget dibilang coklat loh “

“ serius san, dulu kan kamu coklat, sekarang putih gini tambah cakep deh ( tiba tiba aja mblo aku bilang begitu, reflek lagi ini mulut ) “

“ huhu dasar ga, kamu juga sekarang tambah tinggi yah, tambah hmmm apa yah ( ge er aku ) dekil dekil gitu ( sialan dah dekil kirain ganteng ) haha ngga kok ga cakep kok sekarang “

“ waduh jarang jarang cewek bilang aku cakep san, haha maklum jones ( promosi mblo ) “

“ cielah jones nih ceritanya? Kok ngga beda yah? Haha “

“ eh, maksudnya apa nih? Bukannya dulu kamu sama irfan yah? Kemana mana juga dulu kayak perangko, lengket bener dah “

“ ngga sama dia lagi aku ga, semenjak dia sama luna, sedih aku ga “

“ haha udah deh, sory yah malah jadi bahas yang ngga ngga “

“ iya ngga apa kok ga, lagian aku juga udah ngga mikirin dia lagi sekarang “
 

Sekilas tentang sani, dia temen akrabku dulu waktu smp, akrab pun sebenernya ngga sengaja. Ceritanya dulu waktu kelas satu smp lagi pelajaran matematika, salah satu pelajaran yang ngga banget kalau menurutku sih tahu lah bikin pusing mblo.

Waktu itu sebenarnya mau ujian semester, jadi hari terakhir pelajaran matematika, karena kurang ulangan harian sekali lagi dan minggu depannya sudah ujian, maka langsung saja hari itu diumumin bakalan ada ulangan, sontak saja koor anak anaka hahuhahu teriaka teriak, tapi dari pada ngga dapat nilai juga kan?

Lucunya ulangan harian itu cuman ngerjain tiga soal, tapi sebelum ulangan dimulai, kami diberi kuis sebanyak lima soal ( heran mblo, sempet sempetnya coba ada kuis ), karena waktunya sudah jam terakhir dan anak anak kelas lain sudah pada bubar, maka dengan terpaksa kami kerjain tuh kuis.

Sambil otak bekerja dan tangan menulis, guru tersebut bilang, intinya ulangan kali ini siapa yang sudah menjawab kuis selesai, harus mencari pasangan buat ngerjain ulangan harian, pasangannya harus bukan kawan sebangku, wah kocar kacir dah tuh mblo waktu itu, lima belas menit kemudian sudah banyak yang selesai dan langsung ngerjain tuh soal, nyari pasangan masing masing ( sumpah yang cowok sama cowok kek maho mblo, haha gandeng sana sini konyol deh ada yang mau ada yang sambil merengut haha ), semenit kemudian aku serahin kertas yang berisi kuis tersebut, sambil celingak celinguk kali aja ada pasangan yang bisa di gandeng mblo.


Tiba tiba aja ( dibuat percakapan biar enak ).

 
“ erga kamu sama aku ajah yah ngerjainnya? ( tanganku langsung digandeng mblo sama dia/sani ) “

“ eh tapi tapi san ? “

“ udah ayok keburu ntar habis waktunya deh “

 
Kayak kerbau dicucuk hidung mblo, akhirnya aku nurut tuh, kami duduk dipojokan dan ngerjain ulangan harian ( soalnya cuman tiga dan asiknya boleh kerja sama dengan temen gandengannya ) yah walaupun sejujurnya saat digandeng sama sani jantung deg degan lebih keras dan saat itu juga keringet dingin sukses tumbuh mblo, maklum soalnya baru pertama kali ada cewek gandeng tanganku dan mungkin karena baru puber haha.

Waktu itu bisa dibilang sani ngga seperti cewek kebanyakan, karena kebanyakan cewek temen sekelasku waktu itu langsing langsing ( atas depan, bawah belakang IYKWIM ) dan yang gendut gendut banget, berbeda dengan sani yang mungkin sudah keturunan dadanya boleh dibilang di atas ukuran rata rata teman sebayanya, dan yang paling menonjol yakin bumper belakang, bulet dan nungging banget mblo yakin. Makanya biarpun dulu kulitnya termasuk eksotis ( coklat ) tapi bersih dan tonjolannya sukses buat dia jadi bahan perhatian satu sekolah haha.

Tapi sani yang dulu berbeda dengan yang sekarang, yah sekarang dia lebih putih dan lebih menonjol dalam segala aspek, sayangnya dulu ketika dia mau naik kelas tiga smp, bapak sama ibunya pindah ke bandung, jadi ditinggal deh. Mungkin faktor cuaca di kota kembang tersebut juga yang perlahan merubah warna kulit eksotisnya menjadi putih seperti sekarang.

 
“ udah lama san disini? “

“ baru ga disini aku, belum genap sebulan deh kayaknya, baru pindah kesini “

“ loh pindah kesini tah? Sama bapak ibu juga? “

“ iya ga, lagian disini ada nenek, kasihan kalau sendiri “

“ owwhhh gitu yah, emang tinggal dimana sekarang kamu? “

“ di jalan cinta, gang sayang satu, rt untukmu rw untukku “

“ oh, deket dong dari rumahku yah? Paling dua ribu meter lebih dikit dari rumah hehe “

“ oh iya kapan kapan main ga kerumah, nanti aku masakin nasi bakar “

“ wuih sedap tuh, masih inget aja makanan kesukaan aku kamu? Padahal aku aja udah hampir lupa sama kamu tadi haha “

“ haha apa sih yang ngga aku inget dari kamu ga? Oya boleh minta nomor hape kamu ga? “

“ eh, hape? Buat apa san? Cuman punya satu nih, masa mau ganti lagi? “

“ haha bercanda aja kamu, berapa nomornya? “

“ hesh, masih tetep kok, dulu juga kamu punya san “

“ eh iya po? udah lama hapenya ilang ga hehe “

“ oh iya udah nih nomorku +628123456789 “

“ ok, aku misscall yah? “

“ iya ini aku save san, telfon aja apa sms kalau ada apa apa “

“ sip deh ga, oya aku lanjut dulu yah ga, udah ditungguin ibu “

“ iya hati hati san, kalau ada belokan jangan lurus yah? “

“ haha bisa aja kamu, ok duluan yah? “

“ ok bye.. “


Selagi dia pergi tanpa sadar aku liyatin dari belakang, gleeekk weh beneran kan tambah bikin susah nelen ludah nih orang. Ah sudahlah, sani sani kenapa kamu manis sekali sih? Tanpa sadar pikiranku kemana mana, heh heh sudah sudah akhirnya lamunanku buyar ketika aku lihat friska dan adekku melambaikan tangan sambil mendekat.
 

“ siapa kak tadi? Ceile baru sehari udah banyak aja yang nemplok nih? “

“ haha apaan sih dek, itu temen smp kakak yang dulu sempat pindah dek “

“ cakep loh kak orangnya tuh? “

“ udah deh udah, cuman temen kok dek dia ngga ngarep apa apa “

“ eheem, segitunya liyatin dia, siapa sih ga? “

“ temen smp fri, udah deh ngga usah dipikirin, cuman temen kok “

“ ya udah cari makan yuk? Laper nih gue, lo mau makan apa de? “

“ apa aja deh mba, ayam aja gimana? “

“ ya udah ayok, mba juga udah lama ngga makan ayam nih “

“ ealah, cuman adekku nih yang ditawarin ceritanya? Ok fine ( dijelek jelekin mblo mukanya haha ) “

“ ngambek ngambek, ngga kok.. ya sama lo juga kali pak supir? “

“ ayok dah kak, ngomong terus malah ngga jadi makan ntar “

 
Akhirnya kita bertiga ke food court dilantai bawah, kita mampir ke salah satu gerai ayam yang punya cabang lebih dari 16.000 gerai di seluruh dunia, ya ke ef ci maksudnya haha.

Tanpa banyak komentar lagi friska memilih menu paket yang menurutku serba jumbo dan itu dobel pula, bayangin aja mblo 4 ayam ukuran big, 4 nasi, dua french fries sama dua pepsi jumbo cuman buat dia, gleeek sumpah.

 
“ eh fri, abis emang segitu kamu? “

“ ye nyantai aja kali, biasanya gue pesen tuh tiga paket ga, kalau ini sih sedikit malah “

“ buset dah, ngga bisa bayangin tuh kalau habisin segitu aku “

“ beneran abis mba segitu? ( adekku melongo dari tadi ) “
” iya abis kok, kalau kurang pesen lagi ajah, nanti gue bayarin deh “

“ wah asik nih dibayarin loh kak, mbak aku pesen french fries lagi yah satu? Sama itu deh sundae yang coklat satu hehe “

“ duh adek, jangan malu maluin kakak deh dek “

“ haha udah biasa aja ga, gue seneng ada temennya yang ga jaim kalau makan. Udah pesen aja de, ini duitnya “

“ eh iya makasih loh mba hehe “

“ sory ya fri, malah ngrepotin kamu nih, adekku emang kayak gitu dia kalau makan, malu maluin deh “

“ santai aja kali ga, gue malah mau ngucapin makasih karena lo sama adek lo udah bantuin gue, dan ngebolehin gue nginep lagi, jujur aja gue ga ada temen ga di kostan sendirian“

“ yah nyantai aja sih kalau sama aku, lagian asalkan adekku ngebolehin buat nginep ya aku sih nyantai malah, dia tau mana yang boleh mana yang ngga “

“ wih segitunya yah adek lo ga? “

“ haha biasa aja sih fri “

“ hayo lagi ngomongin dede yah kak sama mbak? “
” ngga kok dek hihi “

 
Ya sudah akhirnya kami lanjutin ngobrol sambil makan, bener kata friska makan itu biasa aja dan ngga usah dibuat buat, ngga usah jaim jaiman, kesiksa sendiri deh nanti haha.

Dari situ aku tahu gimana porsi makan friska, makanya boleh dibilang badan friska itu bagus, tidak terlalu kurus namun juga tidak gendut banget, apa yah istilahnya ( semok gitu aja kok repot ya mblo? ).

Wah lengkap deh sudah, perut kenyang hati senang hehe setelah puas makan dan bercanda kami pun segera berkemas dan pulang. Buat aku hari ini jadi hari yang menyenangkan, setidaknya dua teman baru bertambah hari ini.
Diubah oleh salakkentut
rahasia tuhan ya mblo lu ngak pernah dekat ama cewe.

Lu nolongin cewek dan tiba-tiba orang dari masa lalu muncul kembali.

emoticon-raining
gembok
Quote:


Kaya sinetron ya bang...
Halaman 1 dari 9


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di