alexa-tracking

Prabowo (setahun yl ingatkan): Terorisme Menyangkut Soal Kemakmuran dan Keadilan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af7dd699a0951bd6b8b456c/prabowo-setahun-yl-ingatkan-terorisme-menyangkut-soal-kemakmuran-dan-keadilan
Prabowo (setahun yl ingatkan): Terorisme Menyangkut Soal Kemakmuran dan Keadilan
Prabowo:
Terorisme Menyangkut Soal Kemakmuran dan Keadilan
Minggu, 17/01/2016 06:30 WIB

Prabowo (setahun yl ingatkan): Terorisme Menyangkut Soal Kemakmuran dan Keadilan
Prabowo: Terorisme Menyangkut Soal Kemakmuran dan Keadilan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap membantu penuh apapun yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam memerangi terorisme. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengingatkan munculnya terorisme tidak bisa dilepaskan dari masalah soal kemakmuran dan keadilan sosial.

“Pak Prabowo bilang apabila negara makmur dan adil maka rayuan atau bujukan ajaran fundamentalisme atau sesat tak mudah bisa mempengaruhi masyarakatnya, generasi mudanya,” kata politikus Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo kepada CNN Indonesia.com, Sabtu (16/1).

Keponakan Prabowo itu mengatakan bahwa Prabowo saat ditanya masalah terorisme juga menegaskan persoalan terorisme bisa tumbuh subur di tengah keputusasaan dan kemiskinan. Kalaupun ada kelompok kelas menengah atau kalangan terpelajar terjerat ajaran terorisme hal itu disebabkan oleh adanya masalah ketidakadilan dalam sosial.

“Orang terpelajar atau orang yang secara ekonomi berkecukupan bisa saja terpengaruh paham terorisme karena kekecewaan atas ketidakadilan sosial,” ujar Aryo mengutip pernyataan Prabowo yang saat ini sedang berada di Belanda.

Aryo menambahkan bahwa Prabowo sejauh ini mempercayai penuh aparat keamanan dalam menindak tegas pelaku-pelaku teror sampai tuntas melalui proses hukum.

Siap bantu penuh

Prabowo siap memberi dukungan total kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam upaya memerangi terorisme di Tanah Air.

“Pak Prabowo sejak dulu sampai sekarang konsisten memberi dukungan penuh ke pemerintah. Apapun yang dibutuhkan pemerintah untuk memberantas dan memerangi terorisme Pak Prabowo siap membantu,” tutur Aryo.

Bantuan dan dukungan yang diberikan, kata Aryo, termasuk soal pendanaan yang dibutuhkan pemerintah. “Dukungan Pak Prabowo dalam bentuk nyata,” ucap Aryo yang duduk di Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Aryo menyatakan Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra yang fraksinya ketiga terbesar di DPR mendukung peningkatan anggaran untuk pemerintah dalam memerangi terorisme. “Berbagai hal yang dibutuhkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas intelijen Gerindra akan membantu memenuhinya,” kata dia.

Gerindra, ujar Aryo, juga merespons positif keinginan pemerintah yang mendorong DPR untuk merevisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. “Hari Senin nanti kami di DPR akan membicarakan soal itu,” ucapnya.
https://www.cnnindonesia.com/nasiona...n-dan-keadilan

Wapres JK:
ISIS Muncul Saat Ideologi Keliru ada di Negara Lemah
26/03/2015, 18:38 WIB

Prabowo (setahun yl ingatkan): Terorisme Menyangkut Soal Kemakmuran dan Keadilan
Serangan kimia oleh kaum teroris merupakan ciri khas ISIS.(BBC Indonesia)

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terbentuk karena perpaduan ideologi yang keliru, masalah politik, dan masalah ketidakadilan ekonomi. Untuk itu, Kalla menekankan pentingnya menjaga kondisi negara agar stabil dan kuat secara politik, ekonomi, dan keamanan guna menangkal masuknya ISIS.

"Hanya dihindari oleh dua hal, menjaga masing-masing negara tetap stabil dan kuat secara politik, keamanan, dan keadilan ekonomi. Banyak negara hancur karena ketidakadilan, baik ketidakadilan di politik maupun ekonomi. Itulah sumber masalah dari banyak negara dan diri manusia," kata Kalla dalam acara Musabaqah Hafalan Al Quran dan Hadis di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Menurut dia, ideologi yang keliru kerap menyebar dari negara-negara yang lemah. Negara-negara itu telah dilemahkan pihak luar maupun permasalahan internal negara itu sendiri. Kalla mencontohkan Afganistan, Irak, serta Suriah. Menurut Kalla, negara-negara itu melemah karena para pemimpinnya yang berbuat tidak benar pada masa lalu. Pelemahan itu, kata dia, diperparah oleh serangan dari negara-negara Barat.

"Kemudian, negara itu dihancurkan oleh kekuatan lebih besar, dari luar, negara-negara Barat banyak menghancurkan negeri itu, kemudian melemahkannya," ucap Kalla. Pada saat kondisi negara yang lemah seperti itu, ajaran radikal mulai masuk dan menjalar. Kalla mengibaratkan ajaran radikal ini bagaikan virus yang menyerang tubuh ketika lemah. "Di negara-negara itu dilemahkan, maka virus ajaran radikal itu gampang masuk ke masyarakat," kata dia.

Karena itulah, lanjut Kalla, keadilan perlu ditegakkan. Ia juga meminta para pemuka agama untuk mengajarkan ajaran yang benar. Wapres kembali mengingatkan akan konflik Poso dan Ambon yang terjadi beberapa tahun lalu. Ketika itu, menurut dia, banyak pemimpin agama yang justru mengajarkan ajaran keliru.

"Banyak pemimpin umat dengan ajaran yang salah, menjual murah surga karena membunuh dan dibunuh akan syahid, dan dijanjikan masuk surga," ucap dia.
https://nasional.kompas.com/read/201...i.Negara.Lemah


Megawati:
Pemimpin Harus Paham Geopolitik
KAMIS, 25 MEI 2017 , 06:43:00 WIB

Prabowo (setahun yl ingatkan): Terorisme Menyangkut Soal Kemakmuran dan Keadilan
Megawati:

RMOL. Pelajaran tentang geopolitik sangatlah penting ditanamkan kepada putra dan putri Indonesia, khususnya bagi para calon pemimpin bangsa. Ilmu tentang geopolitik inilah yang ditanamkan oleh Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Soekarno ketika kemerdekaan Indonesia telah diproklamasikan.

"Kumpulkan calon pemimpin bangsa dari seluruh Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke untuk dapat saling mengenal dan mempererat persaudaraan dengan diberikan penceramah geopolitik," kata Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri saat meresmikan Monumen Proklamator Kemeredekaan RI, Ir. Soekarno di halaman Gedung Lemhanas, Jakarta, Rabu (24/5).

Peresmian patung monumen Proklamator Kemerdekaan RI di Lemhanas merupakan rangkaian dari peringatan acara HUT Lemhanas ke-52 yang bertepatan dengan Hari Kebangkutan Nasional (Harkitnas) 20 Mei.

Pada acara yang dibuka dengan tarian Bali Sri Kamewali itu, hadir sejumlah tokoh diantaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo, Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Guruh Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Mantan Mentero ESDM Purnomo Yusgiantoro, serta sejumlah tokoh lainnya.

Megawati mengatakan, geopolitik itu adalah ilmu yang harus diketahui anak bangsa agar faham dan sangat menyadari di mana kita berada sebagai manusia Indonesia.

"Sebab kalau kita tidak tau di mana posisi kita, maka kita akan berpikir bahwa bangsa Indonesia bukan apa-apa. Badan kita menyebut orang Indonesia tapi cara berpikir kita ikut orang luar," jelasnya.

Dijelaskan Megawati, keberadaan monumen Proklamator Bung Karno di Lemhanas ini sangat tepat karena Bung Karno saat menjadi Presiden, untuk pertama kalinya ia membuat tempat pendidikan yang sekaligus juga tempat pengkajian ilmu. Karena itu, hakikat dari Lemhanas ini untuk dikembalikan kepada rohnya sebagai tempat menimba pengetahuan dan mengkaji kebangsaan yang kuat. Sehingga yang ada di Papua tak akan merasa sentris Papua tapi Indonesia. Begitu juga yang di Aceh dan lainnya.

"Dari sini Bhinneka Tunggal Ika benar-benar dihayati sebagai keberagaman. Tak mungkin Indonesia diseragamkan, dan dalil apa pun kalau itu berlawanan dengan kebhinnekaan akan gampang diruntuhkan. Kita sudah ditakdirkan oleh Allah SWT sebagai bangsa yang keberagamannnya luar biasa. Bukan hanya manusianya saja tapi juga resourcesnya juga luar biasa," tegas Megawati.

Megawati menambahkan, sosok dan pemikiran Bung Karno sebagai Proklamator kemerdekaan haruslah diketahui. Dari sisi keilmuan, Bung Karno mendapatkan predikat honoris causa yang jumlahnya sebanyak 23 buah dalam segala ilmu. Bukan hanya politik tapi juga hukum, sosial, budaya dan sebagainya. Predikat honoris causa itu ada dari negara di Eropa, Asia, Afrika dan Benua lainnya.

"Jadi alangkah sayang kalau Indonesia malah ingin menenggelamkan nama Bung Karno. Semestinyalah kita secara objektif rasional mengetahui siapa sebenarnya sosok Bung Karno ini. Mengapa dapat memerdekakan suatu bangsa yang kemudian disebut Indonesia," ungkapnya.

Ditambahkan Ibu Megawati, ada perkataan Bung Karno yang perlu diingat bahwa bangsa ini lemah bila mudah dipecah belah dan diadudomba. Itulah hal yang membuat kita dijajah hingga 350.

"Karena itulah maka penting sekali dikaji dan dipelajari tentang bagaimana kebhinnekaan dan peraatuan itu dibangun dan diperkuat," jelasnya
http://politik.rmol.co/read/2017/05/...am-Geopolitik-

----------------------------

Arahan dan petunjuk bapak Prabowo, bapak JK dan Ibu Megawati sungguh sangat jelas sekali bagi para elit yang sedang berkuasa saat ini. Tinggal dilakoni tetunnya!

emoticon-No Hope
calon PENGKHIANAT NEGARA semua berusaha mengkritik kinerja polri maupun pemerintah
untuk mengalihkan perhatian kesalahan TERRORIST
atau bahkan mau cap TERRORIST tidak salah
Quote:
suruh itu kader2 lo selesain RUU anti teroris,wo
jgn jualan kecap nya aja
emoticon-Entahlah
Nggak salah. Teroris itu ibarat kanker kan.

Penyebab kanker itu nggak satu, tapi akibat kombinasi banyak sisi. Kita sudah ada banyak, dari lemahnya pendidikan, kesenjangan sosial dan kurangnya kemakmuran, dan masalah dalam pemerintahan. Koruptor dan orang yang haus kekuasaan pun ada andilnya, tetapi bukan satu2nya akar.

Pendidikan dan kesejahteraan adalah dua dari banyak faktor pencegah virus sableng teroris.
mca hontol
Quote:


Prabowo (setahun yl ingatkan): Terorisme Menyangkut Soal Kemakmuran dan Keadilan
oh yeah keadilan prettt
hal kaya gini masih aja ngambil kesempatan, bukan saat yang tepat pak
Quote:


serem bngt klo dah kena yg namanya racun agama .......
Di jerman, swedia, inggris, perancis, kanada yg pengangguran digaji teroris tetep ada kok

Noordin m top dan ashari itu pendidikan tinggi
Osama anak konglomerat
ya wo...mulai bersih2 dari yg deket deket...kader kadermu...dan partai pendukungmu
jaman SBY pertumbuhan ekonomi tinggi...masyarakat msh enak di jamannya,toh terorisme jg ada tuh emoticon-Leh Uga


coba menengok ke belakang sedikit........

siapa2 di balik lambatnya disahkan UU anti terorisme.....emoticon-Smilie







Charles Honoris: Syafi'i Tak Pantas Pimpin Pansus RUU Terorisme
http://www.beritasatu.com/nasional/4...terorisme.html

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakayat (DPR) Charles Honoris mengatakan pembahasan Revisi Undang-Undang Anti-Terorisme sangat lambat prosesnya karena dihambat oleh ideologi Ketua panitia khusus (Pansus) RUU Terorisme Muhammad Syafi'i dari Fraksi Partai Gerindra.

pansus itu dipimpin oleh orang yang menurutnya tidak layak menjadi Ketua Pansus RUU Tindak Pidana Terorisme. Buktinya, kerja-kerja pansus hingga hari ini masih tahap pembahasan dan jauh dari selesai.

"Kita lihat‎ Syafi'i yang menjadi Ketua Pansus statemen-statemennya kontraproduktif. Saya ingat dalam kunjungan pansus terorisme ke Poso, Ketua Pansusnya menyampaikan bahwa sebetulnya yang teroris di sini bukan Santoso, tapi polisi yang teroris," jelas dia.

Bahkan, kata Charles, Syafi'i mengglorifikasi Santoso sehingga dikhawatirkan Ketua Pansus itu punya ideologi lebih dekat kepada pelaku teror dibanding ideologi sebagai Ketua Pansus yang membahas Undang-undang Tindak Pidana Terorisme.







Pernyataan 'Polisi Teroris' Sebenarnya Melukai Perasaan Personel di Poso
http://nasional.republika.co.id/beri...rsonel-di-poso

Muhammad Syafii seperti dikutip sebuah koran harian di Kota Palu yang juga mengambil berita itu dari ROL, Selasa (26/7), antara lain menyebutkan bahwa setelah meninggalnya Amir Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, suasana di Poso, sangat aman, tenteram dan tidak ada persoalan. Itu karena polisi tak lagi di sana dan masyarakat di Poso tidak menganggap kelompok Santoso sebagai teroris.

Bagi masyarakat Poso, kata Syafii, teror sebenarnya datang dari aparat kepolisian sebab masyarakat di sana menyimpan dendam yang luar biasa kepada polisi akibat banyaknya aparat yang melakukan pelanggaran HAM berat. Syafii juga menyebut bahwa jenazah Santoso disambut oleh ribuan orang dari berbagai kalangan di Poso bahkan mereka membawa tulisan selamat datang syuhada sementara di sisi lain, mereka menginginkan agar aparat kepolisian angkat kaki dari kota mereka.

Hari Suprapto membantah pernyataan-pernyataan Muhammad Syafii bahwa warga Poso tidak menginginkan polisi hadir di sana dan masyarakat menyimpan dendam pada polisi, padahal sebaliknya, masyarakat sangat senang dengan kehadiran polisi karena mereka merasa lebih aman dan tenteram untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia juga membantah ada ribuan warga orang menyambut jenazah Santoso di Poso Pesisir dan membawa spanduk bertuliskan "selamat datang syuhada. Yang benar adalah warga yang menyambut itu hanya sekitar 150-an orang. Itupun kebanyakan mereka yang penasaran ingin melihat Santoso dan mereka yang merasa terancam bila tidak hadir di penguburan serta sebagian lagi petugas yang berpakaian preman.

"Warga yang betul-betul simpatisan Santoso yang hadir saat pemakaman paling-paling sekitar 50-an orang," ujarnya. "Spanduk bertuliskan selamat datang syuhada juga hanya ada satu yang diletakkan di kuburan," kata Hari Suprapto.






Bahas Revisi UU Antiterorisme, DPR Ogah Didikte Pemerintah
https://nasional.sindonews.com/read/...tah-1496206086

Ketua Panitia Khusus DPR yang membahas Revisi Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Muhammad Syafi'i mengatakan, hingga kini pihaknya terus membahas revisi UU tersebut secara maraton.

"Enggak pernah melalaikan. Kita juga enggak mau didikte. Jangan gara-gara kita didikte, sehingga pembahasan menjadi amburadul," ujar Syafi'i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5/2017).




Revisi UU Antiterorisme, DPR: Definisi Teroris Jadi Perdebatan
https://nasional.tempo.co/read/88029...adi-perdebatan

Syafi'i berujar dari 112 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang masuk, Pansus sudah membahas 61 DIM. "Sisanya, tinggal soal redaksional saja," kata Syafi'i.

Syafi'i mengungkapkan yang masih menjadi persoalan adalah soal definisi apa itu tindak pidana terorisme. Pansus menginginkan agar ada penetapan yang obyektif dan proporsional siapa yang disebut teroris.

Pansus ingin definisi teroris tidak menyasar kepada kelompok dan agama tertentu, padahal banyak yang melakukan tindakan dengan klausal sama. "Tapi karena berbeda agama ditetapkan secara berbeda," ujar dia.

Untuk itu politikus Partai Gerindra tersebut ingin ada kejelasan definisi tindak pidana teroris sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda.



Revisi UU Anti-Terorisme, Fadli Zon: Ini Isu Sensitif
https://nasional.tempo.co/read/87923...i-isu-sensitif

Fadli mengatakan dia merasa optimistis RUUA ini dapat segera rampung. Ia mengatakan pembahasan RUU ini wajar berjalan dengan berbagai pro dan kontra. Apalagi isunya sangat sensitif, yakni terorisme.

"Tentu saja kami harus berhati-hati (dalam pembahasan), apalagi isunya sensitif. Jangan sampai ini over ataupun under. Pokomya yang terbaik lah," kata Fadli.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar Revisi Undang-Undang Anti-Terorisme bisa segera dirampungkan. Hal ini diucapkan Jokowi usai meninjau lokasi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 25 Mei 2017 lalu.

Jokowi mengatakan RUU ini sangat dibutuhkan sebagai dasar pencegahan dan penindakan terhadap aksi teror di Indonesia.






Denny Siregar: Dear Fadli Zon, Harus Berapa Polisi Lagi Mati Supaya Selesai Revisi UU Terorisme?
http://www.tribunnews.com/nasional/2...i-uu-terorisme

Diberitakan sebelumnya, DPR memutuskan untuk memperpanjang pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Anti-terorisme).

Keputusan ini disepakatai saat rapat paripurna ke-22 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2017-2018 pada 10 April 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Perpanjangan masa pembahasan RUU pemberantasan tindak pidana terorisme dapat kita setujui," kata Fadli Zon saat memimpin rapat paripurna yang dihadiri oleh 289 anggota perwakilan fraksi, dikutip Kompas.com.

Anggota Pansus RUU Anti-terorisme dari Fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan jika pembahasan revisi undang-undang itu tinggal perdebatan mengenai definisi terorisme.

"Urusan peran TNI selesai, tinggal yang jadi perdebatan adalah definisi terorisme," tutur Arsul.
















emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)








Quote:


bukan masalah kesejahteraan semata, tapi indoktrinasi yg terus menerus.
Dan banyak yg gak sadar
Salah pemahaman klo wa bilang sih, trus yg salah kaprah ini gak ada yg mau benerin, malah banyak hasutan, anjuran dan kabar2 hoaks yg bikin mereka terperosok tambah dalam...

emoticon-Berduka (S)

Harus ada sosok yg bisa menyadarkan mereka2 ini, klo nggak ada, selamanya mereka akan tetap seenaknya menafsirkan apa yg dianggapnya benar, padahal menjadi ancaman dan penderitaan bagi yg lain..
Berpolitik ditengah duka...
Mantab banget pak...
emoticon-Angel
Quote:


benar gan... emoticon-shakehand

kalau dipikir kasihan jg pelaku bom bunuh diri... emoticon-Berduka (S)

mereka hanya korban propaganda (cuci otak)

sedangkan dalang sebenarnya.. Kita tdk pernah tau... emoticon-Berduka (S)


MIRIS emoticon-Sorry
Pribumi cipit
Huehuehue
Quote:


Dalang sebenarnya, petunjuk dari Allah SWT, melalui ayat di Al-Qur'an atau hadits nabi atau ijtihad ulama, atau hasil tafsir

Hanya non muslim yang sadar akan hal ini, sementara muslim masih sibuk dengan berbagai alasan..

Hilangkan dalil yang mendukung kekerasan terhadap kafir, maka selesai sudah masalahnya.. tapi apa berani melawan agama?