alexa-tracking

NasDem Desak Percepat Revisi UU Terorisme

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af7d8879e7404d8028b4576/nasdem-desak-percepat-revisi-uu-terorisme
NasDem Desak Percepat Revisi UU Terorisme
Jakarta: Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Ia mendesak DPR segera mengesahkan revisi Undang-undang terorisme yang saat ini masih dibahas.

“Kita meminta anggota Fraksi NasDem DPR RI segera mendesak dan mengajak fraksi partai lainnya untuk menyelesaikan RUU Anti Terorisme,” kata Willy kepada Medcom.id, Minggu, 13 Mei 2018

Hingga kini, pembahasan RUU belum menemui titik temu antara DPR dan pemerintah. Padahal, kata dua, UU terorisme acuan aparat dalam melakukan penindakan.

“RUU tersebut sekarang masih dibahas Pansus semoga bisa segera selesai. UU anti terorisme akan menjadi pedoman bagi aparat keamanan dalam bertindak,” ucap Willy.

Terkait teror bom di Surabaya, Willy menyerukan, seluruh masyarakat Indonesia tak gentar terhadap setiap ancaman teror. Ia meminta masyarakat bersatu melawan segala bentuk aksi terorisme.

“Sebagai bangsa yang besar, kita tidak boleh kalah dan takut menghadapi kejadian seperti di Surabaya karena memang itu yang dikehendaki oleh para pelaku beserta jaringannya. Semua elemen harus bergandengan tangan saling menjaga dan menguatkan,” tutur Willy.

Dia menilai tindakan terorisme muncul karena rasa fanatisme yang membabi buta. Ditambah, penyebaran ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu.

“Kebencian yang secara terus menerus disebar dan ditanamkan akan membuat orang mencari jalan pintas dengan tindakan fatalis. Sudah waktunya semua warga saling berbagi rasa optimis dan berhenti menyebarkan kebencian,” kata Willy.

Dia menekankan terorisme tak lebih dari tindakan orang-orang pengecut yang menggunakan kedok agama.

http://news.metrotvnews.com/peristiw...i-uu-terorisme

Ayo NasDem, percepat Revisi UU Terorisme. emoticon-I Love Indonesia (S)
ane dukung emoticon-shakehand
emang ini RUU terorisme isinya apa sih kok sampe berat gt buat ngesahin nya
bkn nya semua org sepakat kalo terorisme itu kejahatan
emoticon-Bingungbingung
UU terorisme bakal activated Sesuai permintaan nasbungshit katanya aparat terlalu lembek. Gimana bung? setuju ora?


coba menengok ke belakang sedikit........emoticon-Smilie








Charles Honoris: Syafi'i Tak Pantas Pimpin Pansus RUU Terorisme
http://www.beritasatu.com/nasional/4...terorisme.html

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakayat (DPR) Charles Honoris mengatakan pembahasan Revisi Undang-Undang Anti-Terorisme sangat lambat prosesnya karena dihambat oleh ideologi Ketua panitia khusus (Pansus) RUU Terorisme Muhammad Syafi'i dari Fraksi Partai Gerindra.

pansus itu dipimpin oleh orang yang menurutnya tidak layak menjadi Ketua Pansus RUU Tindak Pidana Terorisme. Buktinya, kerja-kerja pansus hingga hari ini masih tahap pembahasan dan jauh dari selesai.

"Kita lihat‎ Syafi'i yang menjadi Ketua Pansus statemen-statemennya kontraproduktif. Saya ingat dalam kunjungan pansus terorisme ke Poso, Ketua Pansusnya menyampaikan bahwa sebetulnya yang teroris di sini bukan Santoso, tapi polisi yang teroris," jelas dia.

Bahkan, kata Charles, Syafi'i mengglorifikasi Santoso sehingga dikhawatirkan Ketua Pansus itu punya ideologi lebih dekat kepada pelaku teror dibanding ideologi sebagai Ketua Pansus yang membahas Undang-undang Tindak Pidana Terorisme.







Pernyataan 'Polisi Teroris' Sebenarnya Melukai Perasaan Personel di Poso
http://nasional.republika.co.id/beri...rsonel-di-poso

Muhammad Syafii seperti dikutip sebuah koran harian di Kota Palu yang juga mengambil berita itu dari ROL, Selasa (26/7), antara lain menyebutkan bahwa setelah meninggalnya Amir Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, suasana di Poso, sangat aman, tenteram dan tidak ada persoalan. Itu karena polisi tak lagi di sana dan masyarakat di Poso tidak menganggap kelompok Santoso sebagai teroris.

Bagi masyarakat Poso, kata Syafii, teror sebenarnya datang dari aparat kepolisian sebab masyarakat di sana menyimpan dendam yang luar biasa kepada polisi akibat banyaknya aparat yang melakukan pelanggaran HAM berat. Syafii juga menyebut bahwa jenazah Santoso disambut oleh ribuan orang dari berbagai kalangan di Poso bahkan mereka membawa tulisan selamat datang syuhada sementara di sisi lain, mereka menginginkan agar aparat kepolisian angkat kaki dari kota mereka.

Hari Suprapto membantah pernyataan-pernyataan Muhammad Syafii bahwa warga Poso tidak menginginkan polisi hadir di sana dan masyarakat menyimpan dendam pada polisi, padahal sebaliknya, masyarakat sangat senang dengan kehadiran polisi karena mereka merasa lebih aman dan tenteram untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia juga membantah ada ribuan warga orang menyambut jenazah Santoso di Poso Pesisir dan membawa spanduk bertuliskan "selamat datang syuhada. Yang benar adalah warga yang menyambut itu hanya sekitar 150-an orang. Itupun kebanyakan mereka yang penasaran ingin melihat Santoso dan mereka yang merasa terancam bila tidak hadir di penguburan serta sebagian lagi petugas yang berpakaian preman.

"Warga yang betul-betul simpatisan Santoso yang hadir saat pemakaman paling-paling sekitar 50-an orang," ujarnya. "Spanduk bertuliskan selamat datang syuhada juga hanya ada satu yang diletakkan di kuburan," kata Hari Suprapto.






Bahas Revisi UU Antiterorisme, DPR Ogah Didikte Pemerintah
https://nasional.sindonews.com/read/...tah-1496206086

Ketua Panitia Khusus DPR yang membahas Revisi Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Muhammad Syafi'i mengatakan, hingga kini pihaknya terus membahas revisi UU tersebut secara maraton.

"Enggak pernah melalaikan. Kita juga enggak mau didikte. Jangan gara-gara kita didikte, sehingga pembahasan menjadi amburadul," ujar Syafi'i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5/2017).




Revisi UU Antiterorisme, DPR: Definisi Teroris Jadi Perdebatan
https://nasional.tempo.co/read/88029...adi-perdebatan

Syafi'i berujar dari 112 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang masuk, Pansus sudah membahas 61 DIM. "Sisanya, tinggal soal redaksional saja," kata Syafi'i.

Syafi'i mengungkapkan yang masih menjadi persoalan adalah soal definisi apa itu tindak pidana terorisme. Pansus menginginkan agar ada penetapan yang obyektif dan proporsional siapa yang disebut teroris.

Pansus ingin definisi teroris tidak menyasar kepada kelompok dan agama tertentu, padahal banyak yang melakukan tindakan dengan klausal sama. "Tapi karena berbeda agama ditetapkan secara berbeda," ujar dia.

Untuk itu politikus Partai Gerindra tersebut ingin ada kejelasan definisi tindak pidana teroris sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda.



Revisi UU Anti-Terorisme, Fadli Zon: Ini Isu Sensitif
https://nasional.tempo.co/read/87923...i-isu-sensitif

Fadli mengatakan dia merasa optimistis RUUA ini dapat segera rampung. Ia mengatakan pembahasan RUU ini wajar berjalan dengan berbagai pro dan kontra. Apalagi isunya sangat sensitif, yakni terorisme.

"Tentu saja kami harus berhati-hati (dalam pembahasan), apalagi isunya sensitif. Jangan sampai ini over ataupun under. Pokomya yang terbaik lah," kata Fadli.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar Revisi Undang-Undang Anti-Terorisme bisa segera dirampungkan. Hal ini diucapkan Jokowi usai meninjau lokasi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 25 Mei 2017 lalu.

Jokowi mengatakan RUU ini sangat dibutuhkan sebagai dasar pencegahan dan penindakan terhadap aksi teror di Indonesia.






Denny Siregar: Dear Fadli Zon, Harus Berapa Polisi Lagi Mati Supaya Selesai Revisi UU Terorisme?
http://www.tribunnews.com/nasional/2...i-uu-terorisme

Diberitakan sebelumnya, DPR memutuskan untuk memperpanjang pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Anti-terorisme).

Keputusan ini disepakatai saat rapat paripurna ke-22 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2017-2018 pada 10 April 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Perpanjangan masa pembahasan RUU pemberantasan tindak pidana terorisme dapat kita setujui," kata Fadli Zon saat memimpin rapat paripurna yang dihadiri oleh 289 anggota perwakilan fraksi, dikutip Kompas.com.

Anggota Pansus RUU Anti-terorisme dari Fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan jika pembahasan revisi undang-undang itu tinggal perdebatan mengenai definisi terorisme.

"Urusan peran TNI selesai, tinggal yang jadi perdebatan adalah definisi terorisme," tutur Arsul.






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)








atau mau nunggu korban meninggal berapa banyak lagi sebelum disahkan?
udah saatnya buat UU menguburkan teroris dgn darah babi!

tapi habisi dulu PKS krn nanti bisa buat excuse bahwa Islam dizalimi, akhirnya PKS dpt dukungan orang2 radikal malah kek suriah nanti
tergantung partai Allah kalo ini
Undang2 manusia ngefek apa sih buat calon pelaku yang udah niat dan ada kesempatan?
tinggal di list aja fraksi yang menghambat RUU ini di media massa.
biar buat pertimbangan buat pemilu juga.
PKS ya yg nolak RUU ini atau bahasa halusny butuh kajian lebih dalam... emoticon-Embarrassment
Quote:


sebab tidak ada undang2 di dunia yg bisa mencegah orang berbuat bodoh emoticon-Big Grin
Nasbung laknat mana setuju uu anti teroris disahkan.
perlu dipertanyakan kenapa gerindra, PKS dkk masih belum mensahkan UU terorisme
Quote:


Kesempatan itu yg bs diperkecil jika uu nya rampung.
Quote:


Tau deh.
Udah bingung mau pake langkah preventif dan opresif apa.
Panci aja bisa dirakit jadi bom.
Paling bener ajaran yg lurus dari keluarga masing2.
Kowi tolong keluarkan perppu untuk membenarkan polisi dan tni menangkap “calon” pelaku teroris tanpa perlu bukti dan mengeksekusi jika melawan. Dijamin orang2 pendukung teroris bakal berkoar2 dan pastikan mereka ini tidak akan perrnah bersuara lg. Indonesia dijamin aman damai sejahtera dan gw dukung kowi jadi presiden seumur hidup
Quote:


Ya. Tugas negara hanya mentok di pembuatan dan penegakan hukum. Urusan nilai dlm keluarga, wah itu idealis bgt. Pesimis gw.
PAN PKS GERINDRA
siap2 garis depan
emoticon-Traveller