alexa-tracking

Terorisme Menjarah, Kapan RUU Anti-Terorisme di Sah kan?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af7d7df12e257756b8b456f/terorisme-menjarah-kapan-ruu-anti-terorisme-di-sah-kan
Poll: Desak Wakil Rakyat dan Tokoh Masyarakat?
Iya 94.12% (16 votes)
Tidak 5.88% (1 votes)
Terorisme Menjarah, Kapan RUU Anti-Terorisme di Sah kan?


Fadli Zon adalah otak dari semua ini. sengaja ulur RUU anti teroris dan dukung terbentuknya HTI, alhasil rasikalisme semakin merajalela, dan berimbas gugurnya 6 anggota Polri yang dibunuh secara keji dan tidak berperikemanusiaan.
Menunggu realisasi Revisi UU anti terorisme di DPR, masyarakat dibuat cemas. Bukan tanpa alasan Fadli Zon terkesan melindungi Radikalisme, terbukti dengan pernyataannya yang menyayangkan vonis PTUN yang mengesahkan pembubaran HTI.
Secara tidak langsung Fadli Zon dan beberapa koleganya mendukung Ormas Radikal yang dilarang dibeberapa Negara di dunia, Wakil Ketua DPR bidang Hukum dan Keamanan ini juga terkesan memanfaatkan moment ini untuk memperoleh dukungan dari gerakan Radikal untuk meraup suara di Pilpres nanti.
Berapa banyak lagi korban yang harus berjatuhan, lihatlah duka keluarga korban yang tewas dibantai oteh napi teroris yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan.
Masyarakat ingin Revisi UU anti terorisme segara dikeluarkan. Agar tidak terjadi lagi korban jiwa yang memakan 6 Putra terbaik Bangsa.
Terorisme Menjarah, Kapan RUU Anti-Terorisme di Sah kan?
pasang bom di tubuh padli zon bray emoticon-Mad (S)
KASKUS Ads
image-url-apps
SAHKAN HUKMUMAN SODOKAN AMPE MAMPUS OLEH PARA GAY DAN BENCONG BUAT PARA TERORISME

MAYITNYA JANGAN DISOLATKAN,
PROSESI PEMAKAMAN JANGAN SECARA ISLAM, KALO PERLU KREMASI ATAU KUBUR BERSAMA BANGKE BABI


image-url-apps
udah saatnya buat UU menguburkan teroris dgn darah babi!


coba menengok ke belakang sedikit........emoticon-Smilie








Charles Honoris: Syafi'i Tak Pantas Pimpin Pansus RUU Terorisme
http://www.beritasatu.com/nasional/4...terorisme.html

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakayat (DPR) Charles Honoris mengatakan pembahasan Revisi Undang-Undang Anti-Terorisme sangat lambat prosesnya karena dihambat oleh ideologi Ketua panitia khusus (Pansus) RUU Terorisme Muhammad Syafi'i dari Fraksi Partai Gerindra.

pansus itu dipimpin oleh orang yang menurutnya tidak layak menjadi Ketua Pansus RUU Tindak Pidana Terorisme. Buktinya, kerja-kerja pansus hingga hari ini masih tahap pembahasan dan jauh dari selesai.

"Kita lihat‎ Syafi'i yang menjadi Ketua Pansus statemen-statemennya kontraproduktif. Saya ingat dalam kunjungan pansus terorisme ke Poso, Ketua Pansusnya menyampaikan bahwa sebetulnya yang teroris di sini bukan Santoso, tapi polisi yang teroris," jelas dia.

Bahkan, kata Charles, Syafi'i mengglorifikasi Santoso sehingga dikhawatirkan Ketua Pansus itu punya ideologi lebih dekat kepada pelaku teror dibanding ideologi sebagai Ketua Pansus yang membahas Undang-undang Tindak Pidana Terorisme.







Pernyataan 'Polisi Teroris' Sebenarnya Melukai Perasaan Personel di Poso
http://nasional.republika.co.id/beri...rsonel-di-poso

Muhammad Syafii seperti dikutip sebuah koran harian di Kota Palu yang juga mengambil berita itu dari ROL, Selasa (26/7), antara lain menyebutkan bahwa setelah meninggalnya Amir Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, suasana di Poso, sangat aman, tenteram dan tidak ada persoalan. Itu karena polisi tak lagi di sana dan masyarakat di Poso tidak menganggap kelompok Santoso sebagai teroris.

Bagi masyarakat Poso, kata Syafii, teror sebenarnya datang dari aparat kepolisian sebab masyarakat di sana menyimpan dendam yang luar biasa kepada polisi akibat banyaknya aparat yang melakukan pelanggaran HAM berat. Syafii juga menyebut bahwa jenazah Santoso disambut oleh ribuan orang dari berbagai kalangan di Poso bahkan mereka membawa tulisan selamat datang syuhada sementara di sisi lain, mereka menginginkan agar aparat kepolisian angkat kaki dari kota mereka.

Hari Suprapto membantah pernyataan-pernyataan Muhammad Syafii bahwa warga Poso tidak menginginkan polisi hadir di sana dan masyarakat menyimpan dendam pada polisi, padahal sebaliknya, masyarakat sangat senang dengan kehadiran polisi karena mereka merasa lebih aman dan tenteram untuk beraktivitas sehari-hari.

Ia juga membantah ada ribuan warga orang menyambut jenazah Santoso di Poso Pesisir dan membawa spanduk bertuliskan "selamat datang syuhada. Yang benar adalah warga yang menyambut itu hanya sekitar 150-an orang. Itupun kebanyakan mereka yang penasaran ingin melihat Santoso dan mereka yang merasa terancam bila tidak hadir di penguburan serta sebagian lagi petugas yang berpakaian preman.

"Warga yang betul-betul simpatisan Santoso yang hadir saat pemakaman paling-paling sekitar 50-an orang," ujarnya. "Spanduk bertuliskan selamat datang syuhada juga hanya ada satu yang diletakkan di kuburan," kata Hari Suprapto.






Bahas Revisi UU Antiterorisme, DPR Ogah Didikte Pemerintah
https://nasional.sindonews.com/read/...tah-1496206086

Ketua Panitia Khusus DPR yang membahas Revisi Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Muhammad Syafi'i mengatakan, hingga kini pihaknya terus membahas revisi UU tersebut secara maraton.

"Enggak pernah melalaikan. Kita juga enggak mau didikte. Jangan gara-gara kita didikte, sehingga pembahasan menjadi amburadul," ujar Syafi'i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (31/5/2017).




Revisi UU Antiterorisme, DPR: Definisi Teroris Jadi Perdebatan
https://nasional.tempo.co/read/88029...adi-perdebatan

Syafi'i berujar dari 112 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang masuk, Pansus sudah membahas 61 DIM. "Sisanya, tinggal soal redaksional saja," kata Syafi'i.

Syafi'i mengungkapkan yang masih menjadi persoalan adalah soal definisi apa itu tindak pidana terorisme. Pansus menginginkan agar ada penetapan yang obyektif dan proporsional siapa yang disebut teroris.

Pansus ingin definisi teroris tidak menyasar kepada kelompok dan agama tertentu, padahal banyak yang melakukan tindakan dengan klausal sama. "Tapi karena berbeda agama ditetapkan secara berbeda," ujar dia.

Untuk itu politikus Partai Gerindra tersebut ingin ada kejelasan definisi tindak pidana teroris sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda.



Revisi UU Anti-Terorisme, Fadli Zon: Ini Isu Sensitif
https://nasional.tempo.co/read/87923...i-isu-sensitif

Fadli mengatakan dia merasa optimistis RUUA ini dapat segera rampung. Ia mengatakan pembahasan RUU ini wajar berjalan dengan berbagai pro dan kontra. Apalagi isunya sangat sensitif, yakni terorisme.

"Tentu saja kami harus berhati-hati (dalam pembahasan), apalagi isunya sensitif. Jangan sampai ini over ataupun under. Pokomya yang terbaik lah," kata Fadli.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar Revisi Undang-Undang Anti-Terorisme bisa segera dirampungkan. Hal ini diucapkan Jokowi usai meninjau lokasi bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 25 Mei 2017 lalu.

Jokowi mengatakan RUU ini sangat dibutuhkan sebagai dasar pencegahan dan penindakan terhadap aksi teror di Indonesia.






Denny Siregar: Dear Fadli Zon, Harus Berapa Polisi Lagi Mati Supaya Selesai Revisi UU Terorisme?
http://www.tribunnews.com/nasional/2...i-uu-terorisme

Diberitakan sebelumnya, DPR memutuskan untuk memperpanjang pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Anti-terorisme).

Keputusan ini disepakatai saat rapat paripurna ke-22 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2017-2018 pada 10 April 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

"Perpanjangan masa pembahasan RUU pemberantasan tindak pidana terorisme dapat kita setujui," kata Fadli Zon saat memimpin rapat paripurna yang dihadiri oleh 289 anggota perwakilan fraksi, dikutip Kompas.com.

Anggota Pansus RUU Anti-terorisme dari Fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan jika pembahasan revisi undang-undang itu tinggal perdebatan mengenai definisi terorisme.

"Urusan peran TNI selesai, tinggal yang jadi perdebatan adalah definisi terorisme," tutur Arsul.






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)








Teroris itu rata-rata ada di kubu oposisi, makanya mereka menolak.
image-url-apps
hanya karena ambisi politik mereka tidak perduli teroris merenggut kedamaian di negara ini.
image-url-apps
bakal cepat kalau salah satu korban bom teroris adalah anggot/sanak saudara dari anggota d'hewan
Quote:


emoticon-Leh Uga
Quote:


Lebih Cepet Lagi Kalau Sank Saudara Anggota 9 Naga
Giliran RUU anti bokep cepet bener rampungnya emoticon-Leh Uga

Negara dagelan emoticon-Leh Uga

Bubar ae dah biar bisa cari suaka ke ausie apa europe emoticon-Traveller
Quote:


bener banget...
Terorisme Menjarah, Kapan RUU Anti-Terorisme di Sah kan?
Terorisme Menjarah, Kapan RUU Anti-Terorisme di Sah kan?
Terorisme Menjarah, Kapan RUU Anti-Terorisme di Sah kan?
image-url-apps
ingat ingat partai yg menolaknya

.

gerindra pan pks
image-url-apps
Perppu aja. Anggota dpr partai keparat ga perlu ditanggepin
image-url-apps
Quote:


orang2 model fadli zone dan amin rais kl neriakin pemerintah kenceng....giliran ada bom kayak gini diam.....biasa nya kl urusan nyinyir ke pemerintah cepet banget mencuit kayak bensin kesamber api.....si fuckri juga sama aja.....

merek ibarat teroris kerah putih di depan umum.....tukang provokasi....sebenar nya bisa jadi mendukung diam2...
image-url-apps
Quote:


Perppu mana perppu. Seperti perppu ormas anti pancasila. Gak pake lama udah. Perppu anti terorisme ini lebih urgent. Biar bisa segera dicyduk sebelum meleduk.
image-url-apps
Kalo ad ap2 mereka ga bisa menyalahkan pemerintah makanya dihambat dlu
image-url-apps
Spoiler for Berita Teloris:


bikin trit baru aja gan, dikaitkan sama berita sekarang, biar ga dibredel momod
image-url-apps
Quote:


Viralin aja gan, biar gerandong ama partai kumpulan sundal baca emoticon-Ngakak
×