alexa-tracking

3 Bom meledak di Surabaya, 9 tewas dan 40 terluka

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af7ccece05227e6188b4576/3-bom-meledak-di-surabaya-9-tewas-dan-40-terluka
3 Bom meledak di Surabaya, 9 tewas dan 40 terluka
3 Bom meledak di Surabaya, 9 tewas dan 40 terluka
Seorang petugas Penjinak Bom (Jibom) melakukan identifikasi di lokasi ledakan yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Pada Minggu pagi itu juga terjadi ledakan bom di dua gereja lainnya di Surabaya.
Terorisme kembali merampas nyawa dan menerbitkan ketakutan di Indonesia. Pada Minggu (13/5/2018) pagi, bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sawahan.

Ledakan pertama, terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jl. Ngagel Madya, Gubeng, pada sekitar pukul 7.30 WIB. Sekitar lima menit kemudian bom di GKI Surabaya di Jl. Diponegoro dan GPPS di Jl. Arjuno meledak hampir bersamaan.

Demikian dipaparkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kepolisian Daerah Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat memberi keterangan pers kepada media di kawasan Gereja Santa Maria Tak Bercela, disiarkan langsung Breaking News TVOne.

Beberapa media, termasuk detikcom dan Tempo.co, mengabarkan bahwa ledakan tersebut adalah bom bunuh diri, tetapi pihak kepolisian menyatakan belum mau berspekulasi hingga penyelidikan selesai dilakukan.

Polisi juga menemukan satu bom yang masih aktif di GPPS, yang kemudian diledakkan oleh tim Gegana Polda Jatim.

Ketika memberikan informasi terbaru kepada media pada pukul 11.05, Kombes Frans memaparkan ada sembilan korban tewas dan 40 lainnya luka-luka, termasuk dua anggota Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Surabaya. Korban luka saat ini tengah dirawat di beberapa rumah sakit di kota tersebut, termasuk RSUD Dr. Soetomo.

Dari sembilan korban tewas tersebut, empat orang meninggal dunia di Gereja Santa Maria Tak Bercela, dan masing-masing dua orang di GKI dan GPPS. Seorang korban lagi meregang nyawa di RSUD Dr. Soetomo dan polisi belum mengidentifikasi berasal dari gereja mana korban tersebut.

Sementara itu Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian dikabarkan langsung beranjak menuju Surabaya untuk memimpin langsung penyelidikan terhadap teror bom tersebut.

Peristiwa ini menjadi pukulan kedua dalam jarak kurang dari sepekan bagi masyarakat Indonesia, terutama kepolisian, setelah kerusuhan di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang berlangsung Selasa (8/5) malam hingga Kamis (10/5) pagi.

Insiden yang dimotori oleh para tahanan dan narapidana kasus terorisme tersebut menewaskan lima orang polisi dan seorang tahanan. Sebanyak 155 tahanan dan narapidana kasus terorisme tersebut kemudian dipindahkan ke tiga lembaga pemasyarakatan yang berlokasi di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah.

Kemudian pada Kamis (10/5) tengah malam, seorang anggota polisi, Bripka Mahrum Prencje, diserang oleh sesorang yang kedapatan tengah mengamati Mako Brimob. Pelaku yang kemudian diketahui bernama Tendi Sumarno itu ditembak mati, sementara Bripka Mahrum gugur setelah sempat dirawat di RS Bhayangkara.

Tak hanya itu, pada Sabtu (12/5), CNN Indonesia mengabarkan dua perempuan yang diduga pendukung kelompok ekstrem Negara Islam (IS/ISIS) ditangkap di Kelapa Dua. Mereka kemudian diketahui berencana untuk menusuk anggota polisi.

Belum diketahui apakah tiga bom yang meledak di Surabaya tersebut terkait dengan peristiwa-peristiwa tersebut.
3 Bom meledak di Surabaya, 9 tewas dan 40 terluka
Petugas pemadam kebakaran melakukan pembasahan di lokasi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).
Ucapan belasungkawa kepada para korban dan kecaman terhadap aksi kejam pemboman tersebut kemudian berdatangan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Mahsun Jayadi, dikutip Tempo.co, menegaskan pihaknya mengecam pemboman tersebut dan meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas pelaku pemboman.

Nahdlatul Ulama (NU) juga melontarkan pernyataan serupa.

"Kami mengecam keras aksi tersebut, dari kelompok atau pihak manapun pelakunya. Karena ini adalah kebiadaban dan jelas anti kemanusiaan," ujar Ketua Pengurus Cabang NU Kota Surabaya, Achmad Muhibin Zuhri, kepada CNN Indonesia.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, melalui detikInet meminta kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan foto dan video terkait kasus ledakan bom tersebut.

"Penyebaran foto seperti memberikan oksigen bagi tujuan memberikan ketakutan kepada masyarakat," kata Rudiantara.

Seruan yang sama juga disampaikan oleh Komite Penyiaran Indonesia (KPI), khususnya kepada media.

Ketua KPI Yuliandre Darwis, dikutip Liputan6 mengatakan, Pasal 23 Standar Program Siaran (SPS) KPI menyebutkan, larangan munculnya adegan kekerasan, termasuk menampilkan manusia atau potongan tubuh yang berdarah-darah, terpotong-potong dan atau kondisi yang mengenaskan akibat dari peristiwa kekerasan, termasuk ledakan bom.

"KPI juga mengimbau lembaga penyiaran, televisi dan radio, untuk mengutip informasi dari narasumber yang terpercaya dan institusi yang berwenang," kata Yuliandre. "Jangan sampai masyarakat menerima teror berulang, karena munculnya informasi dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya."
3 Bom meledak di Surabaya, 9 tewas dan 40 terluka


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...dan-40-terluka

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- 3 Bom meledak di Surabaya, 9 tewas dan 40 terluka Gen Y dalam 20 tahun reformasi

- 3 Bom meledak di Surabaya, 9 tewas dan 40 terluka Jokowi ingin semua pesantren punya minimarket

- 3 Bom meledak di Surabaya, 9 tewas dan 40 terluka Eks PM Malaysia rehat di tengah kabar burung