alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af79c2ad9d770533a8b456d/menghitung-dampak-ekonomi-asian-games-2018

Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018

Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018

JPP, JAKARTA - Waktu pelaksanaan Asian Games 2018, yang akan digelar sejak 18 Agustus 2018, di Jakarta dan Palembang, dan beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung seperti Propinsi Banten dan Jawa Barat, sudah di depan mata.

Bagi bangsa ini, sejatinya momentum itu bukanlah sekadar dimaknai sebagai event olahraga paling bergengsi di Asia yang dihelat di Tanah Air. Melainkan, harus dianggap sebagai ajang pesta anak bangsa.

Alhasil, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi itu bukan hanya menghadirkan kebanggaan tersendiri. Namun juga, diharapkan bisa mendatangkan beragam manfaat bagi segenap masyarakat di Indonesia.

Selain mempromosikan potret capaian kemajuan pembangunan Indonesia kotemporer di mata dunia, aspek prestisius perhelatan internasional ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Yang utama adalah membuka peluang untuk menggerakan ekonomi domestik dan sektor riil yang berdampak secara multisektoral. Apalagi, event olahraga itu setidaknya bakal diikuti 45.000 atlet dan ofisial dari 45 negara.

Itulah sebabnya, sinergi lintas kementerian/lembaga pun secara intens dilakukan. Khususnya, terkait aktivitas yang berhubungan dengan promosi Asian Games.

Sebagaimana diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, hal itu dilakukan tak lain dengan harapan gaung Asian Games 2018 kian terdengar nyaring. Sehingga, jumlah kunjungan para pendukung dari kontingen mancanegara pun menjadi semakin besar. Dan demi menguatkan branding, program khusus disiapkan penyelenggara Asian Games 2018.

"Asian Games sangat penting bagi Indonesia. Sebab, ada banyak keuntungan yang didapat. Untuk itu, promosi gencar menjadi sebuah keharusan," tutur Menpar.

Mengacu data dari Bappenas, kemampuan belanja delegasi asing diperkirakan mencapai angka Rp3,6 triliun. Menjadi venue utama, perputaran kas di Jakarta mencapai 70 persen dari jumlah tersebut. Sisanya, berputar di Palembang.

Jadi memang, tak bisa dipungkiri, momentum akbar seperti Asian Games memiliki dampak positif luar yang biasa. Karena, bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung, dengan potensi angka perputaran uangnya juga besar.

Terkait itu, destinasi pariwisata, terutama di Jakarta dan Palembang, harus bersiap memberikan atraksi terbaik. Sebab, porsi spending delegasi asing terbesar berasal dari wisatawan atau supporter mancanegara negara peserta.

Jumlah pembiayaan mereka diperkirakan mencapai 88 persen. Di mana Atlet diprediksi menyumbang inkam 4,6 persen, media sebanyak 3,96, lalu 2,34 persen dikeluarkan untuk official.

Dari spending peserta tersebut, amenitas diperkirakan akan mendapatkan porsi terbesar. Akomodasi berpotensi mendulang pendapatan Rp1,3 triliun, sedangkan transportasi mencapai Rp640 miliar.

Untuk industri makanan-minuman, secara khusus diperkirakan bakal mendulang pendapatan sebesar Rp628 miliar. Sementara itu, sektor wisata belanja pun diprediksi akan meraup Rp560 miliar, lalu hiburan Rp280 miliar.

Ekonomi Palembang Ikut Naik

Sedangkan khusus untuk Palembang sendiri, di mana diperkirakan ada sebanyak 5.000 atlet, ofisial, termasuk supporter (wisatawan), adalah menjadi keharusan untuk dimanfaatkan secara maksimal oleh pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM).

Para UKM yang bergerak di sektor usaha kuliner, kerajinan tangan (souvenir), termasuk para perajin Songket di Sumatra Selatan, diprediksi bakal diuntungkan dari gebyar perhelatan tersebut.

Itulah sebabnya, pemerintah dengan gencar mendorong agar perajin cenderung menyiapkan souvenir-souvenir, bukan hasil mesin. Sebab, keunggulan dan kekhasan produk UKM Indonesia adalah pada produk handmade.

Seberapa besar kajian nilai ekonomi yang bisa tercipta melalui perhelatan akbar itu? Bagaimana sejatinya pola koordinasi secara detil antarkementerian dan lembaga demi upaya mewujudkan asa agar dapat manfaat ekonomi domestik dan sektor riil yang berdampak secara multisektoral melalui Asian Games? Dan apa saja yang menjadi faktor penentu keberhasilan upaya tersebut?

Pemerintah akan menjawab itu semua dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang akan diselenggarakan di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Minggu (13/5/2018), pukul 09.00 WIB, dengan narasumber, antara lain, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro,Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Ketua Komite Penyelenggaraan Asean Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di: www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube). (jpp)


Sumber : https://jpp.go.id/olahraga/320898-me...ian-games-2018

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018 Belajar dari 2017 Lalu, Pemerintah Kembali Tahan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

- Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018 Stabilitas Harga Pangan 2017 Bukti Kenaikan Jelang Puasa Bisa Dihindari

- Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018 Kementan: Stok Pangan pada Ramadan dan Idul Fitri Aman

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di