alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Petani Myanmar Beralih dari Budidaya Bunga Poppy ke Ternak Ulat Sutra
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af70127a09a39161f8b4567/petani-myanmar-beralih-dari-budidaya-bunga-poppy-ke-ternak-ulat-sutra

Petani Myanmar Beralih dari Budidaya Bunga Poppy ke Ternak Ulat Sutra

Petani Myanmar Beralih dari Budidaya Bunga Poppy ke Ternak Ulat Sutra

Selama turun temurun keluarga Zhou Xing yang tinggal di pedalaman Myanmar, membudidayakan bunga poppy, bahan baku utama pembuatan opium. Namun sejak beberapa tahun belakangan, tradisi tersebut beralih ke ternak ulat sutra. Selain resikonya lebih kecil, beternak ulat sutra menjanjikan keuntungan jauh lebih besar.

Wilayah perbukitan di Myanmar timur, yang juga dikenal sebagai salah satu kawasan segitiga emas, selama ini merupakan produsen opium terbesar kedua di dunia setelah Afganistan. Mengingat nilai ekonomisnya yang sangat tinggi, banyak petani di daerah tersebut yang mengandalkan penghidupannya dari budidaya bunga poppy.

Namun karena seringnya terjadi operasi pemberantasan narkoba, yang kadang melibatkan gabungan aparat keamanan beberapa negara, bertanam bunga poppy tak lagi seleluasa sebelumnya.

Dilansir dari Reuters, salah seorang petani, Zhou, 42, mengatakan tradisi membudidayakan bunga poppy di kalangan keluarganya sudah tak diteruskan lagi.

“(Tradisi) itu sudah berakhir di saya,” ujar Zhou yang tinggal di kota Tangyan, di utara Negara Bagian Shan.

Baca Juga : Jepang Tawarkan Sensasi Wisata Tinggal di Desa

Zhou menuturkan, tahun ini menginjak tahun ketiganya meninggalkan kebiasaan bertani bunga poppy. Ia kini beralih ke ternak ulat sutra yang memberi hasil lebih baik sehingga berimbas pada kesejahteraan keluarganya. Dengan enam anak, Zhou saat ini tak lagi tinggal di gubuk bambu reyot. Melainkan di rumah berdinding beton hasil keuntungan beternak ulat sutra.

Bekerja sama dengan sebuah perusahaan China yang membutuhkan banyak pasokan larva penghasil sutra, Zhou berharap para petani seperti dirinya dan juga negaranya dapat keluar dari jeratan bisnis obat-obatan terlarang.

“Memproduksi opium (menanam bunga poppy), tidaklah gampang. Panennya hanya sekali setiap tahun. Itu pun bisa sekejap dihancurkan oleh hujan,” jelasnya.

Zhou menambahkan, harga opium saat ini terpuruk akibat munculnya macam-macam narkoba sintetis seperti methamphetamine. Selain itu, bertani bunga poppy juga tak bisa tenang karena secara terus menerus terancam oleh upaya pemberantasan narkoba oleh pemerintah Myanmar. Keadaan makin parah dengan bercokolnya gang-gang bersenjata di perbatasan negara itu dengan China yang melakukan bisnis haram obat-obatan terlarang.

“Tak ada apa pun selain ladang bunga poppy saat pertama kali kami dating ke daerah ini di tahun 2014,” kata Wang Bing, 63, General Manager DH Silco Enterprise, perusahaan asal China yang menampung produksi ulat sutra petani.

Perusahaan tersebut bekerja sama dengan lebih dari 1.800 keluarga untuk menanam semak murbei, makanan utama ulat sutra, di lahan seluas 2 ribu hektar. Setiap tahunnya, kurang lebih 288 ton kokon ulat sutra diekspor ke China.

Sekitar 50 serikulturalis (ahli tentang sutra) dari China didatangkan untuk membantu para petani memanen sutra setiap dua minggu sekali selama periode April hingga November. Demikian penjelasan Wang, warga propinsi Zhejiang yang lebih dari 40 tahun menggeluti perdagangan sutra di China.

Baca Juga : Menikah di Ladang Pertanian, Konsep Baru Agro Wisata

Karena prospeknya yang menjanjikan, tak sedikit penduduk desa yang pindah ke daerah yang lebih rendah untuk turut beramai-ramai ternak ulat sutra. Sebagai tambahan penghasilan, mereka juga menanam semangka tak jauh dari peternakan ulat sutra.

Sayangnya, kebiasaan menanam bunga poppy tak sepenuhnya bisa dihilangkan. Di bulan April lalu, masih ditemui anak-anak bermain dengan peralatan yang dibuat khusus untuk memanen bunga tersebut. Salah seorang tetangga Zhou bahkan menyisipkan tanaman poppy di antara semak-semak murbei untuk pakan ulat sutra. Ia berdalih tanaman itu tidak untuk dijual, tapi sekedar untuk memenuhi kebutuhan kakeknya yang sudah lama kecanduan opium.

(sumber)

Spoiler for spoiler:


Mustinya ini bisa jd inspirasi petani ganja di Aceh. Drpd terus diobok2 aparat keamanan, mending ternak ulat sutra.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ternak keong sawah aja
ternak unta saja, buat di peras air kencing unta nya, terus di jual kefada nazbungemoticon-Wkwkwk emoticon-Wakaka
lebih baik beralih ke ternak unta saja karna kencing nya ada yg mau beli...


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di