alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ambang Batas Dapat 'Bunuh' Parpol yang Kini Punya Kursi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af6e6df582b2e98748b456c/ambang-batas-dapat-bunuh-parpol-yang-kini-punya-kursi

Ambang Batas Dapat 'Bunuh' Parpol yang Kini Punya Kursi

Pemilihan umum (Pemilu) 2019 dinilai akan menjadi pertarungan luar biasa bagi partai politik (parpol) karena berlakunya ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar empat persen. Angka ambang batas itu dapat "membunuh" partai yang sekarang masih memiliki kursi di parlemen atau pejawat.

“Ambang batas (parlemen) kita naik jadi empat persen," ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5).

Pada Pemilu 2019, Titi menerangkan, bukan hanya persentase ambang batas parlemennya saja yang naik, tetapi jumlah parpol peserta pemilu yang menjadi 16 partai. Dengan demikian, dia menilai, suara akan terdistribusi ke sejumlah partai.

Dengan terdistribusinya suara, ia berpendapat, akan sulit bagi parpol peserta Pemilu 2019 untuk mencapai ambang batas parlemen empat persen. “Peluangnya jadi kecil. Suara dari partai lama akan mengalir ke partai baru," kata Titi.

Apalagi, dia menerangkan, pemilih cenderung memilih partai yang mengusung calon presiden idola mereka masing-masing. "Ambang batas empat persen ini menjadi bunuh diri bagi partai yang awalnya sudah masuk ke parlemen sebelumnya," kata dia.

Terkait kenaikan ambang batas, ia menjelaskan, pada Pemilu 2009, ambang batas parlemen masih sebesar 2,5 persen dengan jumlah parpol sebanyak 38 parpol. Pemilu tersebut akhirnya melahirkan sembilan parpol di parlemen.

Pada Pemilu 2014, ada ketidakpuasan dengan angka ambang batas itu lantaran parpol yang ada di parlemen dianggap terlalu gaduh. Dia menerangkan kegaduhan karena terlalu banyak fraksi dalam pengambilan keputusan.

"Pada 2014 ambang batas (parlemen) jadi 3,5 persen untuk DPR RI. Dengan hanya 12 parpol, malah naik jumlahnya di parlemen menjadi 10 parpol," katanya.

Berdasarkan penyelenggaraan pemilu pada empat tahun lalu, Titi pun menilai, penyederhanaan parpol di parlemen bukan sekadar mengatur persentase ambang batas parlemen. Ia menilai, faktor yang turut berkontribusi dalam penyederhanaan parpol, yakni besaran daerah pemilihan (dapil), alokasi kursi di dapil, atau konversi suara menjadi kursi.

"Ambang batas efektif mengurangi jumlah partai dan berkontribusi membuat suara terbuang. Pemilih sudah capek-capek memilih, tetapi parpol yang tidak lolos ke ambang batas parlemen, suaranya terbuang dan tidak terhitung," tuturnya.

sumber
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
"Ambang batas efektif mengurangi jumlah partai dan berkontribusi membuat suara terbuang. Pemilih sudah capek-capek memilih, tetapi parpol yang tidak lolos ke ambang batas parlemen, suaranya terbuang dan tidak terhitung,"


dilema
yg penting kita punya presiden yg dipilih rakyat atau parpol gurem mempertahankan kursinya?
Quote:


dilema kenapa bor?
Harusnya yang digunakan itu ambang batas perseorangan dari calon Legislatif

Sayang kan suaranya satu calon disuatu daerah tinggi tapi partainya tidak masuk ke Legislatif..

Gugur semua tuh suaranya

Perlu pembenahan sih emoticon-Traveller
lah bukanya bagus, biar partai kecil kecil itu gabung biar jadi dikit kagak terlalu banyak seperti sekarang

kecil kecil tapi maunya pada banyak
Quote:


kasian aja rakyat pemilih anggota legislatif yg parpolnya kena eliminasi.

ada anggota leg.yg masuk senayan dg suara sisa (belasan ribu)

ada anggota leg yg terpilih jadi krn dpt suara puluhan ribu tp hrs gugur krn parpolnya tdk.memenuhi.



Quote:


yaaa namanya jg demokrasi...
the best democracy money can buyemoticon-Big Grin
Quote:



tau arti demokrasi?
ini justru bertentangan total dg nilai demokrasi.

Pileg itu adalah pemilihan legislatif bkn pemilihan parpol.
Yg dipilih adalah org bukan lembaga. Dibuktikan dg adanya foto org yg bersangkutan.
Pemenangnya hrs mempunya suara lebih banyak sesuai aturan batas minimum terpilih.
Kalau sdh memenuhi ini maka segala syarat demokrasi sdh dipenuhi. Tidak ada parpol disini.

Soal yg terpilih bag dr parpol itu hal yg berbeda.
Pileg adalah pemilihan legisllatif (orang) bkn pemilihan parpol (lembaga).

Lembaganya biar saja tereliminasi tapi orgnya tdk boleh. Biar saja yg terpilih duduk disitu sbg non parpol (spt fahri) utk memperjuang daerah dan kostituennya daripada memberikan kursi ke yg tdk terpilih jd terpilih utk mengisi kuota

Quote:


Quote:


jawab dgn quote ini aja..

Quote:
Quote:


sangat setuju emoticon-2 Jempol
Insya Allah fekaes punah emoticon-Big Grin
Tidak pakai ambang batas sopir angkot jg bisa jadi capres.
Mau nya ada 1000 capres.
Ya milih o sendiri aja. Males gw nyoblos.


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di