alexa-tracking

Upaya Pemerintah Mengurangi Ketimpangan Wilayah Timur Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af6e6d398e31bb37f8b457b/upaya-pemerintah-mengurangi-ketimpangan-wilayah-timur-indonesia
Upaya Pemerintah Mengurangi Ketimpangan Wilayah Timur Indonesia
Upaya Pemerintah Mengurangi Ketimpangan Wilayah Timur Indonesia
Jakarta - Saat ini ketimpangan antar wilayah masih merupakan pekerjaan rumah yang butuh perhatian bangsa ini. Indikasi tersebut setidaknya tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang selama dua dekade terakhir masih terkonsentrasi di kawasan bagian barat Indonesia. Karena itulah, sesuai agenda Nawa Cita Presiden Joko Widodo sangat intensif mengedepankan pembangunan Indonesia dari timur.
Strategi ini mencakup investasi besar di bidang infrastruktur untuk memperbaiki transportasi dan konektivitas, mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan di luar pulau Jawa, serta upaya untuk mempercepat pengembangan kawasan perbatasan, kepulauan terluar, dan daerah tertinggal agar pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan mampu menghasilkan pengentasan kemiskinan yang signifikan dan terdistribusi secara lebih merata, terutama untuk kawasan timur Indonesia yang kaya sumber daya alam.
"Sekitar 80 persen kontribusi wilayah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari Kawasan Barat Indonesia, khususnya pulau Jawa dan Sumatera. Sementara itu, Kawasan Timur Indonesia masih belum berkontribusi secara optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro dalam keterangannya, Kamis (10/5/2018).
Sebagai upaya konkret mengatasi disparitas regional tersebut, Kementerian PPN/Bappenas mengundang masyarakat luas, baik mahasiswa, peneliti, akademisi, pakar pembangunan, pengambil kebijakan, sektor swasta, maupun masyarakat sipil untuk ikut serta dalam ajang Call for Papers untuk Indonesia Development Forum (IDF) 2018.
Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata, mengatakan call for papers diharapkan berisi masukan solusi dan inovasi pembangunan untuk mengatasi berbagai permasalahan ketimpangan wilayah.
Secara lebih rinci, tambah Rudy, pengajuan makalah call for papers, dibuka mulai tanggal 22 Maret 2018 dan ditutup tanggal 19 Mei 2018 (23:59 WIB).
Sedangkan pemberitahuan hasil seleksi akan dilakukan pada tanggal 6 Juni 2018, dan pengajuan makalah lengkap dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2018. Makalah yang terpilih akan dipresentasikan pada Forum IDF 2018 tanggal 10-11 Juli 2018 serta akan dipublikasikan dalam jurnal yang terdaftar di ISBN/ISSN.
Semua makalah yang dipresentasikan di IDF 2018 juga akan dipublikasikan dalam Jurnal Perencanaan Pembangunan Indonesia.
"Kami percaya, banyak sekali gagasan inovatif dan membangun untuk mengatasi masalah disparitas di
Indonesia. Maka dari itu, kami ingin mengundang para ahli, akademisi dan masyarakat sipil untuk
memberikan gagasan dan terobosan baru yang nantinya dapat menjadi masukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024," ujar Deputi Rudy.

IDF 2018 merupakan upaya bersama yang digagas Kementerian PPN/Bappenas dan didukung oleh
Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kesinambungan kebijakan pembangunan yang berbasiskan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan fakta, untuk mengurangi disparitas regional.

Baca juga: Ini Rencana Pemerintah Bangun Papua
IDF 2018 yang akan dilaksanakan pada 10-11 Juli 2018 akan dihadiri para pimpinan lembaga pemerintahan, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta.
"IDF 2018 bertujuan untuk mendorong dialog terbuka mengenai penelitian dan bukti terkait berbagai permasalahan pembangunan prioritas dan pilihan kebijakan untuk mengatasinya, menggali pendapat dan wawasan para ahli dan praktisi, menyoroti praktik-praktik pembangunan yang berhasil dari Indonesia dan dunia internasional, serta menampilkan pendekatan baru dan inovatif untuk mengatasi tantangan pembangunan," ujar Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata.

Sumber Berita :
https://finance.detik.com/berita-eko...an-pembangunan

good job
Untung bagian timur ga kenal khilafah emoticon-Big Grin
gw cuma mua bilang BULLSHIT