alexa-tracking

Love, Lust, Faith and Dreams

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af6b63096bde6f4398b4568/love-lust-faith-and-dreams
Love, Lust, Faith and Dreams
Love, Lust, Faith and Dreams
Hai agan agan semua. Di sini ane akan menulis cerita untuk pertama kali. Ane juga baru baru ini sering nongkrong di subforum ini. Maaf kalau cerita ane kurang rapih dan kurang bagus,maklumin masih newbie. Mohon Kritik dan Saran nya yah gan. Ane bakal cepat update dan boleh di subcribe ya thread nya. Jangan lupa comment untuk mendapat notifikasi update.
Love, Lust, Faith and Dreams
Quote:

Love, Lust, Faith and Dreams
Spoiler for FAQ:
RESERVED

emoticon-Takutemoticon-Sundulemoticon-Toastemoticon-Rate 5 Staremoticon-excited
haha menarik banget cerita agan, harusnya si dono aja yang nikah sama rina biar lara gak kesepian krn si budinya meninggal
Part 1 : Dunia Baru

2014,Akhirnya aku melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.Sekarang aku menjadi siswa SMA.Sebenarnya aku tidak begitu senang pada hari pertama ini karena aku tidak berhasil masuk SMA idaman ku.Tapi aku harus menghadapi kenyataan dan menjalani apa yang ada.Aku pun harus menjalani masa orientasi yang biasa disebut MPLS.Aku pun dibagi beberapa kelas untuk pengenalan.

Perkenalkan nama ku Evander,aku berusia 15 tahun.Aku adalah lulusan salah satu SMP negeri di Bandung.Aku memiliki kulit kuning langsat.Badan ku tinggi besar,tetapi gaya ku sedikit Nerd.Aku adalah orang yang termasuk pendiam,Introvert,susah bergaul apalagi mendekati perempuan.

“Hai,Kamu yang kemarin daftar hari sabtu kan?’ tanya Tristan

Ya Tristan adalah orang yang mendaftar bersamaan dengan ku untuk masuk SMA ini.Ia mengajak ku berkenalan duluan dan ia menjadi teman pertama ku di SMA ini.

“Hai,iya” jawabku singkat.

“Nama aku Tristan,dan nama kamu siapa? Tanya nya

“Nama aku Evander,panggil aja Evan”

Kami pun bertukar ID Line dan kami berteman sejak saat itu.Kami pun berjalan pulang bersama setelah MPLS hari pertama berakhir.
MPLS berlangsung selama tiga hari dan jujur aku tidak suka MPLS karena sangat membosankan.Akhirnya kami dibagi kelas yang sesungguhnya dan langsung penjurusan.

Aku sangat beruntung karena aku ternyata sekelas lagi dengan Tristan dan juga teman lama ku saat les,Arifin.Kami ditempatkan di kelas 10 IPA 9

“Yes sekelas euy,asik” ucap ku kepada mereka

Kami bertiga pun berjalan ke kelas tersebut dan aku duduk bersama Tristan.Arifin duduk bersama teman SMP nya bernama Krisna.Aku pun berkenalan dengan beberapa orang itu yaitu Ardi,Krisna,Fadhil,Galdas,dan juga Fanda.Hari pertama dikelas itu sangat menyenangkan bagi ku.

Untuk ku yang seorang Introvert pertama kalinya bisa langsung bersenang senang dikelas pada hari pertama.Biasanya aku sangat pendiam dan malas bergaul.Oh iya aku lupa,kami juga berteman dengan beberapa gadis yaitu Tasya,Rissere, Karina,dan Amanda.

Tasya dan Rissere berteman dekat dan mungkin sepasang sahabat.Mereka berdua sama sama cuek tapi asik.Sementara Karina adalah gadis yang selalu ceria dan periang.Terkadang ia beberapa kali menyapaku dengan ramah namun ku hanya menjawab dengan seadanya.

Hari demi hari aku jalani dengan sangat senang.Memiliki teman teman yang asik dan baik.Tristan dan Ardi pun menjadi teman terdekatku dan juga sahabatku.Mereka berdua ternyata juga mendaftar di bimbel yang sama dengan ku dan aku sangat senang bisa lebih sering bersama mereka,sahabatku.

Dua minggu telah berlalu dengan sangat menyenangkan.Tiba tiba kabar buruk sampai ke telinga kami.Dikarenakan banyak siswa yang ingin pindah ke kelas IPS,kemungkinan besar kelas kami akan dipecah dan siswa kelas kami akan disebar ke kelas IPA yang lainnya.

“Jir kelas bakal dipecah nih.” Ucap salah satu temanku

“Kenapa jir mau dipecah?” Tanya ku dengan kaget

“Iya karena banyak murid yang mau pindah ke IPS terus kelas kita kelas IPA yang terakhir jadi otomatis kelas kita yang dipecah.” Jawab seorang temanku

“Yah padahal dah nyaman kok dipecah.” Teman temanku mengeluh

Aku pun sangat kecewa dan berharap hal itu tidak terjadi.

“Ya Tuhan,baru saja sekali aku bisa menjadi orang yang mudah bergaul tetapi kenapa kelas ku malah dipecah.” Ucap ku dalam hati

Hari senin pun tiba dan kami melaksanakan Upacara.Di akhir upacara disampaikan sesuatu,ya kelas kami di pecah dan hanya kelas kami.Beberapa temanku ada yang menangis karena kami baru dua minggu bersama tapi sudah sangat dekat dan akrab.Aku pun menangis di dalam hati.Tapi tak apa lah aku masih akan bertemu Tristan dan Ardi di bimbel.

Sumpah saat itu aku benar benar kecewa,aku akhirnya mendapat teman terbaik tetapi akhirnya aku harus bergabung ke kelas dengan orang orang yang sangat asing.

Kelas pun di bagi dan benar,aku dan teman teman ku dipencar ke beberapa kelas.

“Tan,kamu masuk kelas apa?” tanyaku pada Tristan

“Aku masuk IPA 8 Van,kalau kamu?” Balas nya bertanya

“IPA 5 tan,si Ardi masuk kelas IPA 4,kelas sebelah ku.” Jawabku

Kami pun akhirnya menjalani kehidupan di kelas baru.Aku pun sekelas lagi dengan Fadhil.Jujur kelas ini benar benar terasa asing.Aku sangat tidak nyaman karena tidak ada yang mengajak ku berbicara.Tapi inilah diriku yang sebenarnya,orang yang sealu berdiam diri dan menyendiri di kelas.

Aku benar benar menjadi orang yang pendiam.Hati ku saat itu benar benar masih sangat kesal.Kelas ini sangat berbeda dengan kelas ku yang sebleumnya.Orangnya jauh berbeda ramah nya dengan kelas lamaku,tapi apa boleh buat?Kelas kami sudah tiada.
Meskipun kelas kami sudah dipecah kami masih sangat akrab.Kami selalu berkumpul di satu sudut sekolah untuk mengobrol bersama di waktu istirahat.Ya kami saling bertanya keadaan di kelas masing masing.

Gadis itu,gadis yang ceria itu juga rajin ikut berkumpul dengan kami,Ya Karina.

“Hai rin,gimana keaadan di kelas baru.Anak akan IPS gimana”? tanya ku karena ia sekarang di kelas IPS

“Ya gitulah ribut banget anak anaknya,namanya kelas IPS,kalau kelas kamu gimana? Tanyanya balik

“Sunyi senyap.” Jawabku singkat
Part 2 : Love Affair

Dua minggu sudah ku jalani di kelas baru ku.Aku sangat tidak merasa nyaman.Aku sama sekali tidak mengobrol dengan murid kelas itu selama dua minggu. Dan akhirnya ada yang mengajak ku berkenalan.Mereka adalah Ferdi dan Putra.Mereka adalah orang pertama yang mengajak ku berkenalan dan menurutku mereka cukup ramah.Tapi tetap saja aku merasa seperti orang asing dikelas itu.Jarang diajak bermain bersama dan masih dianggap seperti “Anak Baru.”

Kami pun masih sering berkumpul saat istirahat,aku juga selalu berjalan bersama dengan Tristan dan Ardi.

“Eh van gimana di kelas,udah ada perubahan belum?” tanya Tristan kepada ku

“Yah gitu,akhirnya selama dua minggu ada yang ngajak aku ngobrol,kalau kalian gimana?” jawab ku

“Masih sama sih,aku sering diem sekarang jawab Trsitan dan Ardi.”

Suatu saat aku mendengar kabar bahwa Karina dan sahabatku Ardi memiliki hubungan Khusus.

“Eh Jul,maneh lagi deket sama Karina yah?” Tanya ku
Aku memanggil Ardi dengan Jul karena itu adalah nama bapaknya dan itu memang ledekan kami satu sama lain.

“Ya begitulah,hehe.” Jawabnya

“Eh bukannya maneh geus boga kabogoh nya?” Tanya Tristan dalam bahasa sunda yang artinya “Bukannya kamu sudah punya pacar ya?”

“Udah sih tapi urang bosen aja,makanya urang deket sama Karina”

Aku pun sering melihat Ardi dan Karina berdua dan berdekatan,jujur saja aku tidak memiliki perasaan khusus saat itu dan aku bersikap biasa saja.Terkadang mereka bersikap cukup mesra layaknya sepasang kekasih,tetapi mereka tidak berpacaran karena Ardi masih memiliki kekasih yang berbeda sekolah.Jadi hubungan mereka seperti Hubungan Tanpa Status.

“Eh Jul,maneh beneran suka sama di Karina?” Tanya ku iseng pada Ardi di Jalan Pulang

“Sebenernya sih suka engga tapi urang sayang sama sieta.” Jawabnya

“Maksudnya?Ga suka tapi sayang?” Tanyaku Balik

“Jadi urang sayang sama si eta seperti adik kakak,dan urang gak mau pacaran sama si eta karena urang masih punya pacar.” Jawabnya lagi

Setelah itu kami sampai ke tempat les,belajar,lalu akhirnya pulang ke rumah masing masing.
Sudah sebulan di kelas baru ku,keadaan tetap seperti awal.Aku adalah orang yang sangat Introvert dan cukup pendiam.Aku lebih sering menyendiri di sudut kelas sambil mendengarkan lagu lagu metalcore bersama teman sebangku ku,alhasil aku tidak punya begitu banyak teman.Karena aku susah bergaul aku pun membenci kerja kelompok,aku sangat benci untuk terlalu banyak berinteraksi dengan orang.Aku hanya bisa akrab ke orang orang yang sudah dekat dengan ku,seperti teman baikku di kelas lama.

Sudah sebulan juga Karina dan Ardi berhubungan dekat aku pun penasaran dan mengirim pesan teks pada Karina,itu adalah dimana pertama kali aku mengajakanya chat.

“Hai Rin ! “ aku memulai chat

“Eh hai juga Van.” Ia segera membalas

“Lagi apa nih?” tanyaku basa basi

“Ouhh abis Sholat akumah,kalau kamu?”

“Lagi chatan sama kamu aja hehe”

“Ouhh iya hehe”

“Btw kamu lagi deket sama Ardi ya rin?”

“Mmm iya nih hehehe.”

“Wihh Karina sama Ardi nih..”

“Sebenernya aku sama dia seperti HTS gitu sih.”

“HTS,Masksudnya?”

“Iya,hubungan tanpa status jadi kita sama sama sayang tapi sayangnya di udah punya pacar.”

Jirr itumah sama aja kek selingkuhan kasarnya,gerutu ku dalam hati

“Ouhh iya,emangnya kalian gakan mau jadian?” tanyaku kembali

“Aku sih gatau tapi dia belum putus jadi kita gabisa.”

Saat itu jujur aja aku berpikir,mau aja dia dianggap sebagai pacar kedua alias selingkuhan oleh sahabat ku.Dan ternyata Ardi juga cukup playboy.Namun karena itu bukan urusanku,aku memilih untuk bodo amat.
Sejak saat itu aku dan Karina sering saling chat dan saling bercerita.Aku juga masih sering berkumpul di koridor sekolah bersama teman teman kelas lama.Sudah dua bulan kelas kami terpisah dan aku jauh lebih akrab dengan kelas lamaku,begitu juga teman temanku di kelas yang lama,sama seperti aku.
Disitu juga Karina dan Ardi juga sering terlihat berduaan mereka berdua seperti orang yang berpacaran,Terkadang Karina juga sering bersandar ke pundak Ardi,Ardi juga sering curi curi kesempatan,sedangkan aku...bodo amat aku masih Jomblo
Part 3 : Hari Spesial Bersama Kawan Kawanku

Aku,Ardi,dan Tristan sedang berjalan menuju tempat bimbel kami yang dekat dengan sekolah,saat itu adalah 1 hari sebelum Kemerdekaan Indonesia,dan seperti biasa sekolah merayakan Hari kemerdekaan dengan lomba lomba pada tanggal 18 agustus yaitu 1 hari setelah kemerdekaan.

“Van,urang mau cerita dan urang punya ide ! “ ucapnya padaku

“Apan tuh tan,ceritain.” Jawabku meminta ia menceritakannya

“Jadi kan tanggal 18 Agustus pasti ada lomba,pasti gak ada Belajar kan.”

“Iya,terus.”

“Nah nanti kita bakal kumpul biasa di koridor sekolah dan aku mau kasih kejutan.”

“Hah kejutan,buat siapa?”

“Buat Tasya,aku mau nembak dia tanggal 18 juga...dan Arifin juga mau nembak si Amanda.”

“Wihh mantap mantap urang dukung bre.”

Aku mendukung tindakan Tristan karena ia memang sangat cocok dengan Tasya dan mereka sudah saling memberi Kode.Amanda juga adalah teman kelas lamaku dan juga teman dekatku,ia juga sangat cocok dengan Arifin.

Tanggal 18 pun tiba,Tristan sudah membawa coklat besar dan juga rencananya.Saat itu kami berkumpul di tempat biasa dan orang lain pada menonton lomba.Kami berkumpul sebanyak 20 Orang disana.Tentu saja ada Aku,Tristan,Ardi,Arifin,Krisna, Galdas,Amanda, Tasya,Riserre,Karina,dan 10 teman ku yang lain.Tristan pun mulai beraksi.Ia langsung duduk disebelah Tasya.

“Van,doain urang yah.” Ucapnya sebelum memulai aksinya

“Siap tan,sukses ! “ balas ku

Ia memegang tangan Tasya sambil menyodorkan coklatnya.Tasya langsung berdiri dan Tristan berlutut didepannya.

“Tasya,jujur aja aku udah suka kamu dari pertama kali masuk kelas IPA 7.Aku udah persiapin ini dari jauh hari dan Kamu mau gak jadi pacar aku?”

Tasya pun menutup mulut seperti kaget dan akhirnya ia menjawab

“Iya tristan,aku mau.”

Tristan pun memberi coklat itu dan mereka resmi berpacaran.Peristiwa itu dilihat oleh banyak orang disekitar situ dan mereka pada bertepuk tangan.Aku pun turut bahagia atas kebahagiaan sahabatku.

“Selamat ya tas,tan.Semoga langgeng selalu ! “ ucap ku dan teman teman ku

“Iyaa makasih yaa ! “ balas Tristan dan Tasya

Kini giliran Arifin,tetapi ia memakai cara yang berbeda.Ia mengajak amanda berjalan si sekitar sekolah lalu menyatakan perasaanya,dan tiba tiba pas balik mereka sudah jadian.Sungguh hari yang sangat unik

“Eh itu kok udah gandengan tangan aja hey kwkwk.” Ucap ku kepada arifin

“Baru jadian dong hehe.” Jawab Arifin

“Wihh mantap mantap,PJ PJ ! Hahaha “ ucap Ardi

“Hahaha nanti kalo inget yaa.” Balas Amanda

Menurut ku hari itu adalah salah satu hari yang paling menyenangkan karena terjadi dua peristiwa romantis dan kami berjalan jalan dan bermain bersama saat itu,kami juga tertawa bersama dan karena waktu sudah menunnjukkan pukul 15:00 kami pun berpisah karena Aku,Tristan,dan Ardi harus pergi ke tempat les
Keren ceritanya gan emoticon-Wow emoticon-Wow
Quote:


makasih gan...pantengin terus yaa...ane cepet update nanti
ane ninggalin jejak disini yak emoticon-Embarrassment
Quote:


iyaa gan
urang nunggu updetannya gan...
Quote:


siap bree
keep update gan.. kentang dikit boleh kok..
Quote:


iyaaa gan...ane udah tulis sampe beres gan jadi tinggal copas sama edit hehe
Quote:


Mangstap
ijin pasang patok di marih

emoticon-raining
Quote:


welcome gan
lanjutskan bre...ane pantengin
Quote:


Quote:


siap bre..
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Hari ini mending 1 part atau 2 part nih agan agan