alexa-tracking

Gatot Capres Potensial ‘Tumbangkan’ Jokowi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af62e2f1a997563338b4567/gatot-capres-potensial-tumbangkan-jokowi
Gatot Capres Potensial ‘Tumbangkan’ Jokowi
Gatot Capres Potensial ‘Tumbangkan’ JokowiMantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dinilai sosok paling potensial bisa menumbangkan calon presiden incumbent, Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA), Toto Izul Fatah mengatakan Gatot merupakan figur yang tingkat resistensinya paling minimal di bidang figur capres lain yang beredar saat ini.

Hanya, ‘PR’ besar Gatot lebih pada persoalan tiket dukungan parpol yang belum jelas.

"Dari sekian banyak calon, mulai dari Anies Baswedan, Tuang Guru Bajang (TGB), Rizal Ramli, Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin Iskandar dan lain-lain, hanya Gatot yang punya potensi lebih dibanding figur yang disebutkan tadi," ungkap Toto, Jumat (11/5/218).

Menurut Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA ini, ada tiga alasan mengapa Gatot yang paling potensial.

Pertama, dari segi karakter personal figur, Gatot adalah sosok yang merepresentasikan dua karakter sekaligus dari Prabowo Subianto yang tegas dan punya potensi menjadi strong leader dengan Joko Widodo yang sederhana dan merakyat.

"Sehingga, alasan dan keinginan rakyat yang memilih Prabowo karena sikap tegas dan nasionalisnya dan memilih Joko Widodo karena kesederhanaan dan sikap merakyatnya sudah cukup terwakili oleh sosok Gatot yang memiliki kedua karakter tersebut," katanya.

Karena itu, lanjut Toto, jika Gatot berhasil mendapat tiket dari Poros Ketiga dengan mengantongi minimal 20 persen kursi DPR RI, maka yang akan tergerus suaranya bukan saja Prabowo melainkan juga Joko Widodo.

Dengan kata lain, Gatot akan menjadi ‘ancaman’ berat buat Joko Widodo dan Prabowo pada 2019 nanti.

"Apalagi, jika Gerindra dan PKS akhirnya bergabung mendukung Gatot bersama PAN, PKB dan Demokrat, peluang Jokowi untuk menang semakin berat. Terlebih, jika Jokowi salah memilih calon wakil presidennya," katanya.

Alasan kedua, menurut Toto, selain karena faktor record personal sebagai mantan panglima TNI yang getol menyuarakan semangat kedaulatan bangsa dan jaga NKRI, Gatot juga termasuk figur yang tingkat resistensinya paling minimal.

Kecuali, isu dirinya yang dikaitkan dengan pengusaha ternama, Tommy Winata karena kedekatannya sejak lama.

"Jika pun itu dijadikan senjata oleh lawan politiknya, dari potret hasil survei kita kecil pengaruhnya. Isu itu bukan public interest yang bisa menggoyahkan dia karena semua tokoh, politisi, calon presiden pasti punya kedekatan dengan pengusaha. Dan hebatnya, Gatot tak mengelak dari isu itu. Bahkan, dia mengakuinya dengan jujur," tuturnya.

Alasan ketiga, Gatot dinilai sebagai figur yang punya kedekatan atau relatif diterima dengan baik oleh segmen pemilih mayoritas, yakni kalangan Islam, khususnya Islam konservatif yang jumlahnya cukup besar.

Respon positif kalangan mayoritas ini kepada Gatot dimulai sejak dirinya menjabat panglima TNI yang mengambil sikap moderat pada saat mencuatnya aksi protes terhadap kasus penistaan agama oleh mantan gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama.

Hanya saja, kata Toto, nasib Gatot saat ini masih tergantung sejumlah parpol di luar parpol pendukung pemerintah, khusus Demokrat, PKS dan Gerindra.

Termasuk, PKB dan PAN yang terkesan masih mengintip dinamika politik kedepan jelang pendaftaraan capres dan cawapres pada Agustus mendatang.

"Tugas berat Gatot lainnya, tentu terkait dengan elektabilitasnya yang masih rendah, dibawah 5 persn. Angka ini dinilai wajar karena Gatot belum mengantongi syarat hukum besi untuk menang, yaitu tingkat pengenalannya yang kurang lebih antara 45-50 persen. Jika saja dalam waktu dekat ini dia bisa mendongkrak pengenalannya hingga 70 persen, apalagi 80 persen, dugaan saya elektabilitasnya sangat potensial meroket, ungkapnya.

Toto menegaskan, keyakinan dirinya terhadap potensi kenaikan Gatot itu diperkuat oleh munculnya fenomena gerakan yang sudah mulai tidak nyaman dengan keadaan sosial, politik dan ekonomi saat ini.

Termasuk, massifnya gerakan tagar #2019Ganti Presiden yang tak boleh dianggap enteng.

Namun, kekecewaan sebagian publik terhadap keadaan saat ini tidak otomatis pilihannya kepada Prabowo Subianto.

"Makanya, kalau sampai muncul figur baru di luar Prabowo dan Jokowi, dugaan saya figur itu potensial menjadi magnet yang ditunggu. Dan figur yang punya potensi menjadi magnet itu adalah Gatot Nurmantyo," kata dia.
image-url-apps
mantap pak gatot... emoticon-thumbsup

ane dan teman2 KNCI.. mah.. ABJ saja...!


Sdh cukup jokowi merugikan kami... emoticon-Angkat Beer
5 taon kemudian.. ABG, gitu seterusnya ampe kiamat emoticon-Big Grin
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


tipikal orang indon , dulu nurunin soeharto trus muji2 soeharto pas dah mati, dulu nurunin habibie trus nyanjung2 sbg bapak bangsa pas sepuh , dulu nurunin gusdur trus muji2 sbg bapak toleransi pas udh gak ada.....


image-url-apps
wani piro ne emoticon-Big Grin
sales nya harus aktif emoticon-Ngakak jangan makan gaji buta

emoticon-Leh Uga:
image-url-apps
Siapa aja pun capres nya berpeluang untuk menumbangkan si jokowow,tapi sesudah diumumkan resmi oleh KPU.
Ini negara demokrasi, pembuktian nanti di akhir rekapitulasi suara, bukan di media atau survei.
Dan yg pasti, yg terpilih adalah org yg disukai rakyat.
Waktu 2014, wowok vs wiwik, yg disukai rakyat itu si wiwik,terserah krn pencitraan atau bukan.
Yg pasti si wiwik lebih disukai rakyat Indonesia drpd si wowok makanya dia yg jd presiden.

Jd penasaran 2019 siapa yg lebih disukai rakyat emoticon-Leh Uga
Quote:


kasian om gatot ini, melawan dg sisa2 kekuatan yg ada emoticon-Smilie
sayang2 duitnya om emoticon-Embarrassment
image-url-apps
Ya gitu .....fokuskan pada 1 orang buat lawan jokowi. Sewa media, iklan kan. Sales juga harus kerja keras. Kl dak gitu bakalan keok lqwan jokowi
image-url-apps
Saatnya tentara mulai memimpin kembali utk mengembalikan kejayaan ri seperti dahulu emoticon-Shakehand2
image-url-apps
Quote:


Uda tradisi bre
Dolo nyànjung jokowi merakyat sekarang menghina dia
Orang bijak jangan berpolitik di indo bre
×