alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Promosi wisata latah abdi negara daerah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af5d2a6c1d7704b178b4568/promosi-wisata-latah-abdi-negara-daerah

Promosi wisata latah abdi negara daerah

Promosi wisata latah abdi negara daerah
Sejumlah wisatawan tiba di Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (23/4/2018)
Pariwisata selalu mendatangkan kabar baik sepanjang tujuh tahun terakhir. Jumlah wisatawan naik tiap tahun. Dari 8 juta wisatawan mancanegara pada 2011 menjadi 14,4 juta pada 2017. Tahun lalu, devisa dari sektor ini pun menempati urutan kedua setelah minyak mentah.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dengan percaya diri menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2018 ini, dan mengincar 20 juta kunjungan pada 2019.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun mengucurkan dana besar-besaran untuk promosi luar negeri. Demi belasan juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Kemenpar menggelontorkan 1,44 triliun tahun lalu. Tahun ini dana yang lebih besar dicadangkan untuk promosi luar negeri ini, yaitu Rp1,56 triliun.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, menyatakan sepanjang Januari sampai Desember 2017, Kemenpar melakukan 54 kegiatan penjualan langsung paket pariwisata di luar negeri.

Promosi wisata besar-besaran ke luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah pusat juga diikuti oleh pemerintah daerah. Namun, promosi pemerintah daerah ini terkesan latah--asal ikut gelaran pariwisata yang ada di negara lain.

Lokadata Beritagar.id mengolah dokumen rekapitulasi perjalanan dinas luar negeri (PDLN) Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah pada 2017. Data yang dilansir Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri, itu menunjukkan sepanjang Januari-Desember 2017 terdapat 143 perjalanan promosi pariwisata dalam 112 acara.

Jumlah delegasi perjalanan dinas, baik dari ASN, tim kesenian maupun tim pembantu mencapai 577 orang. Hampir 90 persen perjalanan memanfaatkan biaya APBD. Lainnya menggunakan APBN, kombinasi APBD dan APBN, atau biaya dari pihak ketiga. Mei dan September 2017 adalah dua bulan dengan perjalanan dinas terpadat--26 perjalanan pada Mei, dan 25 perjalanan pada September.

Perjalanan dinas luar negeri ini secara spesifik diatur oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29/2016. Regulasi ini memang memberikan izin dinas untuk promosi potensi daerah, dengan syarat dilakukan secara selektif dan untuk kepentingan yang sangat tinggi prioritasnya, terkait peningkatan hubungan kerja sama luar negeri.
Promosi wisata latah abdi negara daerah

Promosi pariwisata memang menjadi kesempatan bagi pemerintah pusat dan provinsi untuk memamerkan potensi wisata daerah ke luar negeri. Namun, menurut peneliti pariwisata Popi Irawan, promosi besar-besaran bukan segalanya.

Promosi semestinya mensyaratkan perbaikan infrastruktur dan sumberdaya manusia secara maksimal. Menurut dia, secara umum hanya Jawa dan Bali yang memiliki infrastruktur memadai bagi wisatawan mancanegara.

"Saya khawatir para wisatawan asing akan kecewa setelah jauh-jauh berkunjung ke Indonesia, kalau infrastruktur dan SDM-nya tidak dibenahi dulu," ujar Popi saat dihubungi Beritagar.id.

Popi pun menyayangkan lokasi wisata yang tenar karena promosi gila-gilaan, tetapi redup karena tak siap menghadapinya.

"Lihat contoh kecilnya objek wisata Kalibiru, Kulon Progo. Angka kunjungannya 400 ribuan pada 2016, tapi berkurang hampir separuhnya pada 2017," imbuh Popi.

Siap atau tidak, sepanjang 2017 promosi wisata telah menyasar 29 negara. Belanda, Malaysia, dan Singapura adalah tiga negara terpopuler perjalanan dinas luar negeri dengan misi promosi pariwisata.

Tiongkok sebagai penyumbang wisatawan terbesar pada 2016 dan 2017, dikunjungi delegasi promosi sebanyak 11 kali pada 2017. Wisatawan Belanda yang "hanya" sekitar 20 ribu orang pada 2016 di Indonesia, justru dikunjungi tim promosi 21 kali.

Adapun perhelatan yang paling banyak dihadiri delegasi Indonesia sepanjang 2017 adalah Festival Indonesia di Rusia. Sejumlah 56 orang dari Aceh, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta meluncur ke Moskow untuk festival yang berlangsung pada Agustus tahun lalu.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah wisatawan Rusia "hanya" 88.520 orang pada 2016. Angka itu terlewati jumlah pengunjung acara Festival Indonesia di Rusia, yang menurut Kementerian Luar Negeri mencapai 91.600 orang.

Frekuensi promosi ke mancanegara itu, tampak bertolak belakang dengan tren kunjungan turis dari negara tersebut. Bisa jadi karena pada 2015, Indonesia mengincar 16 negara, termasuk Tiongkok, Prancis, Jerman, Belanda, Australia, dan Rusia.
Promosi wisata latah abdi negara daerah

Di level provinsi, polanya hampir sama. Aparatur sipil dari Sumatra Barat paling rajin melakukan promosi wisata ke luar negeri. Tahun lalu, 88 orang melakukan promosi di 9 negara, antara lain ke Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Inggris, Jerman, sampai Kanada.

Di antara 88 delegasi promosi wisata itu, 35 delegasi menuju Jerman dan 25 delegasi mengikuti gelaran di Belanda. Empat orang melakukan perjalanan dinas promosi wisata ke Malaysia. Namun, tidak ada delegasi yang dikirim ke Australia.

Anuga Food Fair di Cologne, Jerman, adalah salah satu gelaran terfavorit. Sebanyak 25 orang delegasi Sumbar hadir dalam pameran dagang makanan dan minuman yang berlangsung pada 7-11 Oktober 2017 itu.

Sementara, wisman terbanyak ke Sumbar pada 2016 berasal dari Malaysia (38.427 kunjungan), Australia (2.461), Prancis (475), dan Amerika Serikat (383).

Kejanggalan lain bisa ditemukan dalam dokumen bertajuk "Rekapitulasi Surat Ijin Perjalanan Dinas Luar Negeri Promosi Seni Budaya dan Pariwisata" tersebut. Misalnya data biaya perjalanan, yang berkisar antara nol sampai Rp16 miliar.

Biaya yang dikeluarkan Pemda Kabupaten Bali untuk perjalanan dua kepala dinas-nya ke acara pameran kerajinan tangan di Korea Selatan selama 19-25 Juli 2017, hanya tercatat sebesar Rp300 ribu.

Padahal, merujuk Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 33/2016, aparatur sipil negara yang melakukan dinas ke Korea estimasi biaya pesawat pulang pergi saja memerlukan US $1.737 atau sekitar Rp23 juta.

Tiga pejabat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah yang dihubungi Beritagar.id untuk dimintai klarifikasi, tidak merespons hingga artikel ini diterbitkan. Pun soal data tentang laporan hasil kunjungan dinas tersebut.

Hanya ada 35 delegasi yang telah melaporkan hasilnya kepada Kemendagri. Lebih dari separuh (326 delegasi) berstatus "tidak ada laporan". Lalu 191 delegasi tercatat "belum memberikan laporan".

Satu laporan ditolak, dan 24 lainnya datanya kosong. Tidak ada satu pun laporan dari 88 delegasi Sumatra Barat yang berdinas luar negeri untuk promosi wisata tahun lalu.
Promosi wisata latah abdi negara daerah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-negara-daerah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Promosi wisata latah abdi negara daerah Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob

- Promosi wisata latah abdi negara daerah Mako Brimob diserang lagi, 1 polisi gugur

- Promosi wisata latah abdi negara daerah Letusan freatik Gunung Merapi picu hujan abu

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di