alexa-tracking

Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af5890dd89b09324b8b4577/fakta-dan-misteri-kerusuhan-di-mako-brimob
Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob
Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob
Rombongan tahanan kasus terorisme dari Rutan Cabang Salemba Mako Brimob, Jakarta, diseberangkan ke Pulau Nusakambangan melalui dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018).
Teror penyanderaan dan pembunuhan di Rumah Tahanan Cabang Salemba yang terletak dalam kompleks Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kepolisian Republik Indonesia di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, telah berakhir pada Kamis (10/5/2018).

Selama lebih dari 35 jam, para tahanan yang terkait kasus terorisme di rutan tersebut mengambil alih dan menguasai Blok C dan D, serta membunuh lima orang anggota polisi yang berada di rutan tersebut.

Dari 156 tahanan yang melakukan kerusuhan, seorang tewas, 145 menyerahkan diri, sementara 10 lainnya harus diserbu lebih dulu sebelum akhirnya kembali ditahan. Mereka kemudian dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pasir Putih, Batu, dan Besi, yang ketiganya terletak di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Beberapa fakta dalam kasus tersebut memang telah terungkap, akan tetapi masih ada misteri yang menggantung dalam insiden itu.
Korban tewas
Seperti telah diumumkan Polri, ada lima anggota yang gugur dalam insiden tersebut. Dari lima korban tersebut, empat adalah anggota Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, yaitu (dengan pangkat baru yang telah dinaikkan):
Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto,Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho,Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli,Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.
Seorang lagi, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, adalah petugas Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota yang tengah tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Densus 88.

Korban keenam adalah narapidana kasus terorisme (napiter) Benny Syamsu Tresno alias Abu Ibrahim, yang ditangkap di Riau pada 24 Oktober 2017 bersama tiga rekannya--Wawan Kurniawan alias Abu Afif, Yoyok Handoko alias Abu Zaid, dan Handoko alias Abu Buchori.

Mereka disebut sebagai anggota kelompok teroris Jemaah Anshar Daulah (JAD), bagian dari kelompok ekstrem Islamic State/Negara Islam (IS/ISIS).
Motif kerusuhan
Polisi memang telah mengumumkan bahwa kerusuhan tersebut diawali oleh adu mulut antara tahanan dengan polisi yang menjaga. Perkaranya terdengar sepele, soal makanan titipan dari pengunjung untuk salah seorang tahanan bernama Wawan Kurniawan, pemimpin JAD Riau.

Ia marah karena makanan dari keluarganya itu belum juga diterimanya dan kemarahan itu lantas menggerakkan tahanan lain untuk menyulut kerusuhan.

Pemimpin Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan, yang menjadi penasihat hukum beberapa tersangka teroris, kepada Tempo.co bercerita bahwa soal makanan kerap menjadi sumber keributan di Rutan Mako Brimob.

Para tahanan belakangan ini tidak diizinkan menerima makanan yang dibawa pengunjungnya, sementara makanan yang disediakan di rutan dianggap tidak mencukupi, baik jumlah maupun nutrisinya.

Rekaman percakapan antara Aman Abdurrahman--tahanan polisi yang diduga sebagai pemimpin JAD dan dituduh terlibat pemboman di Sarinah, Jakarta--dengan kelompok tahanan yang diwakili Ruri Alexander Rumatarai alias Iskandar alias Abu Qutaibah yang diperoleh Tirto.id, juga mengindikasikan hal serupa.

Para tahanan terkait terorisme tersebut merasa diperlakukan tidak layak oleh para penjaga rutan. Kerusuhan tersebut merupakan luapan akumulasi kekesalan mereka selama ini.

Akan tetapi hal itu belum menjelaskan bagaimana soal makanan bisa membuat mereka menjebol jeruji dan tembok rutan, merebut senjata, melukai 10 polisi, bahkan membunuh lima orang di antara mereka.

Pengamat militer dan pertahanan dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi, dikutip Tribun Jabar, menduga kerusuhan tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari, sementara soal makanan itu hanya pemantiknya saja.

Indikatornya, jelas Muradi, adalah kemampuan para tahanan menguasai medan dan membunuh para polisi.

Jumlah tahanan dan narapidana di Mako Brimob
Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob
Pekerja mengangkut karangan bunga pascainsiden kerusuhan antara petugas kepolisian dan tahanan terkait terorisme di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). Karangan bunga duka cita itu dikirim sebagai bentuk belasungkawa atas gugurnya lima anggota Densus 88 pada insiden tersebut.
Dalam istilah hukum pidana, tahanan dan narapidana, memiliki arti yang berbeda.

Tahanan, menurut Pasal 19 PP No. 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, adalah orang yang masih dalam proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan negeri, tinggi, atau Mahkamah Agung. Mereka ditempatkan di rumah tahanan (rutan).

Sementara narapidana, berdasarkan Pasal 1 angka 7 Undang-Undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan adalah seseorang yang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Oleh karena itu, selama perkara tersebut masih menempuh proses peradilan dan berbagai upaya hukum selanjutnya, orang tersebut belum dikatakan sebagai narapidana.

Sebagai rutan, seharusnya bangunan di kompleks Mako Brimob tersebut hanya dihuni oleh tahanan yang proses hukumnya belum inkrah. Namun pada kenyataannya ada narapidana yang menghuni sel-sel di sana.

Hingga berita ini ditulis, belum didapat kejelasan ada berapa jumlah total tahanan dan narapidana. Pun apakah 156 orang yang terkait kasus terorisme itu seluruhnya telah berstatus narapidana atau masih tahanan.

Dalam laporan Sistem Database Pemasyarakatan, Ditjen Pemasyarakatan, jumlah narapidana teroris di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia per April 2018, tercatat sebanyak 216 orang. Tidak ada catatan tentang Rutan Cabang Salemba Mako Brimob dalam data tersebut.
Penanggung jawab rutan di Mako Brimob
Rumah tahanan di Mako Brimob pada awalnya diperuntukkan para anggota Kepolisian RI yang melanggar aturan atau melakukan tindak kejahatan. Namun, mengutip Gatra.com, pada 2007, Menteri Kehakiman--saat itu dijabat Hamid Awaludin--menetapkan rutan tersebut sebagai cabang Rutan Salemba, Jakarta.

Penetapan dilakukan berdasarkan pasal 18 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 23/1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, yang menyatakan: "Apabila dipandang perlu Menteri dapat membentuk atau menunjuk RUTAN di luar tempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang merupakan cabang dari RUTAN".

Bila berstatus rutan cabang, maka tanggung jawab pengelolaan tempat tersebut seharusnya berada pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM RI.

Namun, ketika kasus "kaburnya" Gayus Tambunan mencuat pada 2010, Menkumham saat itu, Patrialis Akbar, dikutip Republika.co.id menyatakan rutan cabang di kepolisian masih menjadi tanggung jawab polisi.

Pada Kamis (10/5) dalam jumpa pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Pol Syafruddin, menegaskan tanggung jawab rutan di Mako Brimob tersebut ada di tangan Kemenkumham, bukan Polri.

Rutan itu, menurut Syafruddin, layaknya rutan biasa. Hanya saja, karena berada di lingkungan Brimob maka Brimob membantu pengamanannya.

Keterangan agak berbeda disampaikan oleh Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Ade Kusmanto.

"Secara administrasi, Cabang Rutan Mako Brimob bertanggung jawab kepada Rutan Salemba. Tapi secara organisasi, tanggung jawabnya ke Polri," kata Ade kepada CNN Indonesia. Tak dijelaskan apa perbedaan antara dua jenis tanggung jawab itu.

Sedangkan pengakuan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, dalam wawancara dengan Kompas TV pada Jumat (10/5) pagi, tidak ada SDM (staf) Kemenkumham yang ditempatkan di Rutan Cabang Salemba Mako Brimob.
Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...di-mako-brimob

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob Mako Brimob diserang lagi, 1 polisi gugur

- Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob Letusan freatik Gunung Merapi picu hujan abu

- Fakta dan misteri kerusuhan di Mako Brimob Indonesia kecam Amerika pindahkan kedutaan ke Yerusalem

PARA OTAKERS KENCING ONTA NGAK JADI NGENJOT DI SORGA KEMARIN, KALO PADA DI KIRIM KE SORGA KENCING ONTA YG DEMO HARI INI 11/5 BISA ADA ALASAN BUAT RUSUH TERUS MAKAR, SEBUT AJA KUDETA GAGALemoticon-Wakaka
image-url-apps
misteri ... emoticon-Cool
KASKUS Ads
image-url-apps
perwiranya wajib diusut kok bisa kecolongan emoticon-Smilie
Quote:


harus panggil conan nih bre emoticon-Wink
emoticon-Wink emoticon-Wink emoticon-Wink
×