alexa-tracking

Pendekatan lunak dalam ketegasan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af587aa529a4578028b4575/pendekatan-lunak-dalam-ketegasan
Pendekatan lunak dalam ketegasan
Pendekatan lunak dalam ketegasan
Ilustrasi: Tetap menggunakan pendekatan lunak, sekalipun 5 polisi gugur.
Teror oleh penghuni Rumah Tahanan Cabang Salemba di Mako Brimob, yang disertai perampasan senjata, penyanderaan, dan pembunuhan, akhirnya berakhir setelah 36 jam berlangsung. Insiden itu meninggalkan duka mendalam sekaligus pekerjaan rumah agar peristiwa serupa tak terulang.

Kamis pagi 10 Mei 2018, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto memberikan pernyataan: Sebanyak 155 napiter (narapidana teroris) akhirnya menyerah meski sempat ada yang melawan. Sebelumnya satu sandera dari pihak kepolisian, yakni Bripka Iwan Sarjana, telah dibebaskan meski dalam kondisi terluka. Drama di rumah tahanan ini, sempat menjadi perhatian internasional. Sejumlah media asing secara intensif memberitakan peristiwa ini. Spekulasi tentang kekuatan terosris di Indonesia pun muncul. Banyak yang tidak percaya peristiwa tersebut bisa terjadi.

"Enam Orang Tewas pada Kerusuhan di Penjara Paling Aman di Indonesia" ("Riot at Indonesia's Most Secure Jail Leaves 6 Dead"). Itulah judul media Jepang, Nikkei Asia Review, menggambarkan kemasygulannya.

Bisa dimaklumi, kemasygulan itu. Rutan Cabang Salemba ini terletak di Markas Komando Brigade Mobil, Depok, Jawa Barat--salah satu unit elite di kepolisian. Meski diklaim berada di bawah pengelolaan Kemenkum HAM, rutan ini dijaga polisi, bukan sipir biasa.

Awalnya diperuntukkan tahanan yang berasal dari penegak hukum (polisi, jaksa dan hakim), rutan tersebut diisi 156 tahanan pidana teroris. Namun apakah 156 orang tersebut statusnya sudah terpidana semua, belum jelas. Sebab pemicu kerusuhan itu, ternyata statusnya adalah tersangka kasus terorisme.

Adalah Wawan Kurniawan alias Abu Afif alias Muhammad Rofiq bin Sainam (42), ia memprotes SOP penjaga rutan yang melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dikirim keluarganya.

Protes tersebut, sebenarnya sudah ia sampaikan pada Selasa (8/5) saat ia menjalani persidangan pidana terorisme di PN Jakarta Barat. Rupanya sepulang dari pengadilan, pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah di Pekanbaru ini berhasil memprovokasi teman-temannya di rutan.

Mereka menjebol sel, menganiaya 4 orang penjaga, masing-masing: Iptu Sulastri, Brigadir Haris, Briptu Hadi Nata, dan Bripda Rahmadan. Selain itu mereka juga merebut dan menguasai 30 pucuk senjata lengkap dengan 300 amunisi, serta menyandera seorang polisi.

Paling parah, mereka membunuh lima orang polisi penjaga, yaitu: Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny dan Bripda Wahyu Catur Pamungkas. Kelimanya kemudian oleh pemerintah dinaikkan pangkatnya setingkat.

Dari pihak perusuh, jatuh satu korban meninggal, yaitu: Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru.

Menurut penjelasan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam rilisnya, perbuatan para pelaku kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia. Komnas HAM mengutuk perbuatan mereka.

Sesungguhnya yang patut dikutuk tidak hanya tindakan para perusuh. Sebagian kelompok masyarakat yang menuliskan status di media sosial bahwa kerusuhan di Rutan Cabang Salemba di Mako Brimob sebagai pengalihan isu pemilihan presiden, juga patut dikutuk.

Mereka adalah orang-orang tanpa empati. Mereka tega menunggangi peristiwa apa pun untuk kepentingan politik sesaat.

Semua pihak memang layak marah dan mengutuk perbuatan para perusuh dan masyarakat yang nir-empati terebut. Namun dalam operasi pembebasan sandera, polisi dituntut tetap berkepala dingin. Tidak boleh terpancing emosi, sekalipun 5 orang koleganya gugur di tempat itu.

Soft approach dijalankan tim pembebasan sandera dan melucuti senjata yang dikuasai perusuh. Sebenarnya dengan personel dan persenjataan yang tersedia, polisi sangat bisa melumpuhkan paksa 155 perusuh yang ada di rutan. Namun polisi tak melakukan itu. Doktrin pendekatan lunak secara persuasif sukses membuat mereka menyerah.

Hasilnya, sebanyak 145 napiter menyerah, keluar dari rutan tanpa senjata di tangan. Mereka ini akhirnya dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Sebanyak 10 napiter tersisa pun akhirnya menyerah setelah polisi melakukan sterilisasi dengan melontarkan bom gas air mata. Informasi terkini menyatakan, kesepuluh orang ini masih ditahan di rutan milik Mako Brimob itu.

Pendekatan yang dilakukan polisi patut diapresiasi. Dengan pendekatan tersebut, polisi bisa membebaskan sandera, mengendalikan keadaan, tanpa menambah jumlah korban. Simpati masyarakat pun tampak pada percakapan di media sosial dengan tagar #KamiBersamaPOLRI.

Namun, polisi tidak boleh kehilangan ketegasan untuk memproses hukum perbuatan perusuh tersebut. Pemerintah pun sebaiknya menepati janjinya dalam mengevaluasi insiden ini, dan memperbaiki celah yang memungkinkan hal tersebut terjadi.

Beberapa masalah masih perlu dijawab dengan perbaikan. Misalnya soal peletakan barang bukti berupa bahan peledak, beragam senjata plus amunisinya, yang sempat dikuasai para perusuh. Pertanyaan yang juga dilontarkan publik lewat lini masa Twitter.

Persoalan lainnya, tentang status rutan yang membingungkan. Bahwa rutan itu kini menjadi Rutan Cabang Salemba--yang diklaim pihak Kepolisian seharusnya di bawah pengelolaan Kemenkumham--pihak Ditjen Pemasyarakatan justru menyatakan tak ada staf mereka di sana.

Belum lagi soal kepadatan lapas, yang merupakan persoalan lama. Pemisahan narapidana teroris dengan narapidana lain, atau mengisolasi napiter kategori tertentu, sangat penting dilakukan tetapi pasti membutuhkan jumlah sel lapas yang kian banyak.

Perlu komitmen dan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan perbaikan-perbaikan tersebut, agar insiden yang menelan korban jiwa ini tak lagi terjadi. Jangan sampai gugurnya lima anggota polisi dalam tragedi ini, jadi sia-sia belaka.
Pendekatan lunak dalam ketegasan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...alam-ketegasan

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Pendekatan lunak dalam ketegasan Hentikan kerugian negara akibat administrasi buruk

- Pendekatan lunak dalam ketegasan Menggaungkan Asian Games 2018

- Pendekatan lunak dalam ketegasan Meneropong orbit 123 derajat bujur timur

×