alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Hendropriyono: Kekuatan Terorisme Seperti Puncak Krakatau
3 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af57719de2cf26b368b4572/hendropriyono-kekuatan-terorisme-seperti-puncak-krakatau

Hendropriyono: Kekuatan Terorisme Seperti Puncak Krakatau

Jakarta - Anggota Intel Brimob Bripka Marhum Frence tewas ditikam Tendi Sumarno. Mantan Kepala BIN Jenderal TNI AM Hendropriyono mengibaratkan kekuatan terorisme seperti puncak Gunung Krakatau. Apa maksudnya?

"Terjadinya lagi penikaman terhadap anggota intel Brimob Bripka Frence oleh Tendi Sumarno menunjukkan bahwa kekuatan terorisme di Indonesia berbentuk seperti puncak Gunung Krakatau di permukaan air laut. Berarti yang belum terlihat adalah badan sampai kaki gunung. Yang pasti lebih besar daripada puncaknya," kata Hendropriyono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/5/2018).,


Menurut Hendropriyono, kondisi keamanan negara dan bangsa Indonesia sudah pada satu titik kritis, yang sewaktu-waktu dalam keadaan yang rawan, seperti pemilu, dapat meluluhlantakkan segenap bangunan infrastruktur kenegaraan. 


"Keadaan sekarang ini sudah harus menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum yang tertinggi, di atas semua aturan, termasuk perlindungan HAM individu bagi para teroris," ujarnya. 

Dia menekankan, cara penangkapan orang yang dicurigai polisi harus langsung diborgol kedua tangannya ke belakang seperti yang dilakukan oleh polisi di negara besar penggagas dan penjunjung HAM. Hanya untuk orang cacat dan lanjut usia saja posisi kedua tangan yang diborgol dapat di depan tubuhnya. 

Satu-satunya syarat bagi polisi di negara besar untuk melakukan hal itu adalah menyampaikan satu peringatan yang disebut Miranda warning atau Miranda rights. Istilah itu berlaku sejak 1966 ketika terjadi kasus penangkapan seorang bernama Miranda.

Kembali ke penikaman Bripka Frence. Hendropriyono lalu menjelaskan soal pemeriksaan Tendi.

"Apabila orang seperti Tendi Sumarno itu sudah sampai di kantor Satintel Mako Brimob, dia bisa saja diinterogasi. Namun tetap mempunyai hak untuk tidak menjawab sampai ia didampingi oleh pengacara. Apabila ternyata dugaan keliru, Tendi Sumarno dapat secara serta-merta dilepas kembali. Dalam menjunjung HAM, pemerintah dan alat-alat negara, terutama Densus 88 Polri, sudah cukup memenuhi aturan HAM yang bersifat universal," ujarnya.

Namun perlu diingat bahwa penerapan ketentuan tersebut tidak berlaku untuk semua keadaan. Pada masa damai atau normal, perlindungan HAM harus menjadi prioritas. Namun, dalam situasi yang guncang, keselamatan rakyat merupakan satu-satunya hukum yang tertinggi. 

"Semua konsekuensi yang menyangkut hukum dan HAM secara otomatis beralih kepada Pemerintah Republik Indonesia. Sehingga sebagai alat negara, Polri sudah bebas dari belenggu aturan apa pun," dia menambahkan. 

"Saya ingin mengingatkan lagi peringatan Cicero, bahwa jika hukum telah bisu dalam menegakkan keselamatan umum, bahaya yang terjadi adalah senjata saling berbicara. Kekacauan seperti itu akan menempatkan kita pada titik terendah keselamatan bersama yang sangat sulit untuk dihentikan," tuturnya. (idh/imk)

emoticon-Shakehand2 emoticon-Shakehand2
emoticon-cystg
Diubah oleh: nyairara
Halaman 1 dari 2
Gantilah kepala BIN nya
Ganti itu kepala BNPT
Ganti dengan TNI saja
Tidak ada manfaatnya deradikalisasi itu
Langsung Kopassus saja yang turun satuan anti terorisme

RUU antiterorisme saja nggak beres2
Ketuanya si Syafie dari Gerandong
PAN menolak
PKS menolak

Susah sih
Keburu terlambat ya bakal seperti Suriah

Kalau sudah seperti Suriah ya paling Cari alasan kalau semua kekacauan disebabkan oleh USA Dan Israel

emoticon-Ngacir emoticon-Ngacir
astajim emoticon-Kagets
BIN kepalanya polis,BNPT kepalanya polis ya gtu dh
Kasih TNI ajalah ga banyak omong tau2 hilang ntu terorejing
Quote:


Kembali ke protap lama gan

Semua ini salah

Wahyudi , laminating , mc donald , starbuck , KFC ,wendys , burger king emoticon-Toast
Kalau udah ribut kayak Suriah, terlambat...

Paling ujung2nya nyalain wahyudi, mamarika... emoticon-Big Grin
Huahuahua
enough talking...! trs actionnya apaaa kl getooo???
Kalo polisi melindungi rumahnya sendiri aja ga bisa bagiamana mau melindungi rakyat..? Tito karnavian perlu dievaluasi kinerjanya.. emoticon-Big Grin
siaga 1
yang gue heran, dulu waktu jaman PKI membuat kekacauan, langsung dihabisi sampe sehabis habisnya tanpa banyak bacot Ham Hem Hom... dari organisasi pusat, organisasi daerah, underbauw dibabat habis... yang gak ada sangkut pautnya juga sampe kena...

nah sekarang, koq perlakuannya berbeda untuk Terorisme? sama sama membahayakan negara, sama sama radikal, sama sama melakukan penyiksaan tidak manusiawi ke polisi (dulu pki ke tentara)... tapi koq gak dibantai habis? pengikut pengikutnya gak dikejar kejar... organisasi organisasi pendukungnya gak dibabat habis
Hendropriyono: Kekuatan Terorisme Seperti Puncak Krakatau
Quote:

ini skenario tingkat tinggi bos, kalau sampe 150 orang teroris dibantai, kaum teroris dan oposisi dapat panggung, mereka bilang pemerintah bantai / benci Islam. Untungnya polisi lebih pintar daripada mereka emoticon-Big Grin
Ga ada yg punya malu di polisi, harusnya undur diri sebagai pertanggungjawaban emoticon-Turut Berduka
Quote:


SOP di mulai
Anjing emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:


semoga ini bukan curhatan anak pki

btw semoga si polisi belajar dari kasus ini. napi teroris jangan di jadikan satu di penjara. klo dijadikan satu itu namannya reuni,alih alih tobat yang ada malah konsolidasi dan saling menguatkan

emoticon-Traveller
semoga mereka mendapat hidayah yg sebenar2nya
Quote:


Beda ideologinya
Disini politik ributnya PKI molo yg gak pernah nampak nyatanya.. rata2 mereka pemdukung wowo

Padahal kekuatan teroris radikal ada di depan mata
Quote:


Nah..

Makanya beda banget perlakuan Polisi

Ada yg pengen nyari panggung
Quote:


oke monyet
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di