alexa-tracking

Pengalaman Horor di Kapal ( Kisah dari seorang pelaut )

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af543fa5c7798ff018b4568/pengalaman-horor-di-kapal--kisah-dari-seorang-pelaut
Pengalaman Horor di Kapal ( Kisah dari seorang pelaut )
Setelah sekian lama jadi SR disini, ane pengen bagiin cerita dari temen ane yg seorang pelaut. Pengalaman-pengalaman horor dia selama kerja di kapal. 

OK semoga ceritanya bisa menghibur dan bisa diambil hikmahnya ya. Ane ga ngarep cendol tapi jangan dibata juga ya gan,, emoticon-Jempol

Note : mohon bimbingannya ya kalau ada salah-salah, maklum baru belajar bikin thread.

############################################################################################

Prolog

          Saya bekerja di perusahaan pelayaran, tepatnya saya bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dengan posisi Juru mudi atau lebih dikenal sebagai A/B (Able Bodied). Saya bekerja 9 bulan di kapal, cuti 3 bulan di rumah lalu di rolling ke kapal lain. Saat itu saya dapat kapal yang bawa muatan LPG (Liqufied Petroleum Gas). Kalau buat yang belum tau, LPG ini adalah gas yang dicairkan.
          Jadi saya jelasin dulu gimana bagian-bagian kapalnya ya,

  1. Dek,
    Di luar ruang akomodasi itu disebut dek yaitu tempat kerja orang dek dan muatan itu ada di dek. Ada dek depan atau haluan ada dek belakang yang disebut buritan. Sedikit gambaran, di bawah dek itu ada ruang buat muatan tergantung jenis kapal dan muatan. Kalau di kapal saya ini di deknya banyak pipa pipa yang diisi oleh muatan LPG. Disela ruang muatan ada ruang kosong yang disebut Hold Space
  2. Ruang mesin itu adalah tempat kerja masinis. Ruang mesin terletak di bagian bawah ruang  akomodasi
  3. Ruang akomodasi, akomodasinya ada 4 lantai :
    Lt 1. Itu ada galley (dapur), mess room (ruang makan), recreation room (ruang nonton),dll
    Lt 2. Lantai buat ABK. Kamar ane ada di lantai 2
    Lt 3. Lantai buat perwira
    Lt 4. Kamar untuk pilot/pandu dan ruang navigasi
    Nah di tiap lantai itu ada
    - toilet (tempat pipis, BAB)
    - kamar mandi dan laundry

               Menurut saya kita sebagai manusia sangat berdekatan sekali dengan hal-hal gaib, mungkin hanya dipisahkan sebuah dimensi yang tipis yang hanya bisa ditembus apabila seseorang mempunyai penglihatan ‘lebih’. Di rumah, kantor, bangunan dan tempat lain kita bisa saja ‘dikunjungi’ mereka tanpa disangka-sangka termasuk juga di kapal. Banyak cerita kejadian2 tentang kehadiran mereka, mau itu dari mendengar suara, melihat bayangan bahkan bertatap antar muka. Biasanya kita ngga merasa takut, mungkin karena mereka ngga niat menakuti tapi banyak juga kejadian yang membuat bulu merinding sampai yang membuat kita lari seperti dikejar anjing.
               Berikut ini, saya mau berbagi semua pengalaman horor yang menurut saya menakutkan yang pernah saya alami selama saya ada di kapal di tengah lautan luas. Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan mengalami kejadian-kejadian horor di kapal yang sedang berlayar di tengah lautan emoticon-Takut

Indeks :
Prolog
Part 1. Crew Tambahan
Part 2. Alarm Alam
Part 2.1. Denah sederhana kapal dan posisi di kapal + jam kerja nya
Part 3. Bridge / Ruang Navigasi
Part 4. Palsu








kyknya seru nih, ijin gelar tiker ya gan emoticon-Thinking
PART 1
“Crew Tambahan”


Sebagai seorang pelaut, banyak cerita baik dan buruk saya alami. Berlabuh di tempat-tempat baru, mengenal banyak orang-orang baru termasuk mengenal si “crew tambahan”.

Waktu itu, yang saya ingat adalah hari sabtu siang sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Saya dan seorang perwira mesin dari Suriname sign on (istilah untuk naik kapal untuk crew baru) di waktu yang sama diantar oleh seorang agent. Kapal kami berjenis LPG tanker (kapal yang bermuatan gas) sedang bersandar di salah satu pelabuhan di Belanda. Kapal tua buatan Jepang, lambung berwarna hijau, dek berwarna merah bata dan warna karat karena memang sudah banyak karat disana sini.

Kami disambut oleh 2 orang di gangway kapal (gangway : jembatan/tangga untuk dari kapal ke pelabuhan atau pelabuhan ke kapal). Satu orang perwira dek dan satu orang lagi yang akan saya gantikan nantinya. Ramdhin, perwira mesin yang sign on barengan saya masuk ke akomodasi kapal terlebih dahulu diantar oleh perwira dek tersebut. Sedangkan saya ngobrol sekalian handing over tentang apa saja yang jadi tanggung jawab saya, tugas saya dll. Semuanya jelas diterangkan oleh Ridho, orang yang akan saya gantikan.

“disini semuanya baik kalau kita ngga macem-macem” kalimat terakhir dari Ridho.
“Insya Allah, saya ngga macem-macem. Jangan-jangan abang nih yang suka macem-macem” timpal saya sembari bercanda.

Ngga lama, Bosun (mandor) kami keluar dari akomodasi. Menggantikan kami untuk berjaga di dek sementara waktu sampai saya ganti pakaian kerja untuk mendapatkan familiarization dari Bosun dan langsung bekerja.

Saya dan Ridho menuju ke control room yang ada di ruang mesin, bertemu dengan perwira jaga dan Kapten kapal . Lalu kami bergegas ke kamar kami. Disepanjang lorong menuju kamar kami, hanya sepi.
“Ada yang sedang istirahat, ada yang turun ke kota, ada yang sedang dinas jaga” Jelas Ridho.

Setelah menyimpan koper dan barang bawaan ke kamar, saya bergegas ke ruang ganti. Mengganti pakaian harian ke pakaian kerja. Di ruang ganti saya bertemu seseorang Asia yang berdiri diujung ruang ganti yang sepertinya beberapa tahun lebih tua dari saya. Sudah pasti dia orang Indonesia pikirku, karena pekerja Asia di perusahaan ini cuman dari Indonesia.
“Selamat sore” Sapa saya. Dia hanya menatap saya dingin, melihat kaki saya lalu menatap wajah saya lagi.

Belum sempat dia menyodorkan tangan, saya raih tangannya yang tergulai di samping badannya untuk berjabat tangan. Tangannya dingin, mungkin dia dari ruang refrigerator.
“panggil saya Dul” sambil saya melepas tangan saya lalu bergegas ganti ke pakaian kerja. Saat saya hampir keluar ruangan itu, dengan suara berat, dia bertanya
“Where’s your room?” (dimana kamar kamu?)
Oh, ternyata dia bukan orang indo pikir saya.
“in the corner of the deck side” (diujung, di sisi dek) jawab saya sambil keluar ruang ganti menuju posisi bosun.
“Don’t stay in my room” (jangan dikamar saya ya) ucapnya.
“of course no, i have my own room” (ngga lah, saya juga punya kamar) jawab saya sambil tertawa kecil atas guyonan ramah itu.

Deck side itu sebelah kanan akomodasi dan engine side sebelah kiri akomodasi. Lokasi dimana kamar2 berdasarkan departemennya.
Bosun dan saya berkeliling kapal sambil sesekali mengecek pipa-pipa dari kebocoran, mengatur kekencangan tali dll. Setelah itu kami mengantar 2 orang yang akan sign off (turun kapal/cuti) dan diwaktu yang hampir bersamaan crew yang sedang jalan-jalan sudah pulang. Saat itu waktu menunjukkan pukul 16.00 lebih.
“Saat yang pas untuk berkenalan dengan crew lain”, piker saya.

Tepat pukul 18.00 waktu setempat, proses muat selesai dan kapal meninggalkan pelabuhan menuju tujuan selanjutnya.
Jam 19.30 pekerjaan saya selesai , akhirnya saya bisa menyiapkan kamar, dan mungkin istirahat. Saya membongkar isi koper, menatanya di lemari setelah selesai saya bawa handuk, keluar kamar dan ke kamar mandi. Di kapal ini, toilet dan kamar mandi terletak di ruang terpisah. Kamar mandi digabung dengan ruang laundry. Yah, hanya ruangan kecil yang terdiri dari 2 ruang yang hanya ditutup tirai, sebuah mesin cuci dan sebuah mesin pengering pakaian dan sedikit ruang untuk menjemur.

Saya masuk ruang itu, menutup tirai dan memutar keran shower. Wuiihhh, mantab, air dingin setelah kerja memang super segerrr. Tak lama saya mendengar suara tirai dan suara air mengalir di tirai sebelah sambil bernyanyi “you’re wonderfull... tonight”
“oh, hei. You again. Whats your name?” tanya saya. Suara khas ini, saya yakin dia adalah orang yang saya temui diruang ganti sore tadi.
“Ah sombong nih dari tadi diem aja” nada saya sambil meledek dan menggedor dinding pembatas kita. “Bro.. hello bro..”. Lalu saya bernyanyi bareng orang sebelah meskipun lebih banyak lirik saya ubah jadi dadadada karena saya tidak hapal betul lagu itu.
Setelah saya selesai mandi dan merasa cukup segar, hanya dengan dililit handuk dipinggang dan pakaian kotor di pundak, “Im done, bro. See you later” ucap saya.

Saya buka tirai dan berjalan ke arah pintu. Saat saya meraih gagang pintu, pandangan saya tertuju ke arah tirai mandi. Sontak saya merinding, kaku dan kaget karena ngga ada siapa-siapa disana. Tirai sebelah saya terbuka, kering dan ngga ada seorang pun yang mandi disana apalagi bernyanyi.

Belum hilang rasa ngeri yang saya rasakan, tiba-tiba seperti tersengat listrik, terasa tangan yang teramat sangat dingin meraih tangan saya yang terletak digagang pintu, sontak saya lepaskan pegangan saya pada gagang pintu dan langsung membuka pintu dengan tangan saya yang lain dan segera pergi menuju kamar.

Sudah fix, dia bukan manusia, dia “crew tambahan” di kapal ini. Mungkin mau kenalan dengan saya karena saya baru join kapal ini di hari ini, buktinya saja kita mandi bareng dan nyanyi bareng. Sambil menenangkan diri, saya rebahan di kasur sambil menutup mata.
“I TOLD YOU, DON’T STAY IN MY ROOM!!!!”
(SUDAH SAYA BILANG, JANGAN STAY DI KAMAR SAYA!!)

Saya melompat dari posisi tidur terkaget-kaget oleh teriakan sejadi-jadinya, menghadap ke arah suara, tepat di sebelah telinga saat saya rebahan tadi. Tapi, ngga ada apa-apa disitu, hanya sebuah sofa kecil di sebelah pintu tertutup.

“KRING.. KRING.. KRING”
“ASTAGH..firulloh... astaghfirulloh.. astaghfirulloh” saya terkaget karena suara telepon yang hanya beberapa detik dari suara teriakan tadi.
“Bro.. lah.. Bro.. Lets be a friend” (bro, temenan aja yuk) sahutku kepada ‘crew tambahan’
Telepon masih saja berdering, sambil berdoa dalam hati, saya meraih telepon itu dan bersiap untuk ‘ronde perkenalan’ yang lain.
“Dul, makan malam dulu, Dul” ucap seseorang di telepon.
“Sekarang kamu bisa ngomong bahasa Indonesia ternyata” jawab saya.
“Apaan sih, Dul. Ini saya Bosun. Cepet turun. Makan malam dulu lah” Timpal Bosun.
Quote:


monggo gan, semoga menikmati emoticon-Big Grin

Bagus sih gan tapi padet banget ya gan emoticon-Matabelo
emoticon-Matabelo
Satu lagi horror story yg perlu dipantengin
Jangan jangan makluk tak kasat mata nya juga punya motto : di darat dan dilaut tetap jaya???? Karena dimana mana mereka eksis juga ternyata
Part 2
Alarm Alam

Malam itu setelah menerima telpon, saya bergegas ke mess room untuk makan malam bersama ABK lain, berkenalan, sampai nonton film bareng. Untuk kapal ukuran kecil-sedang, mess room itu merupakan tempat makan, tempat coffee time, juga tempat dimana ada TV, DVD karaoke, PS dan juga smoking area; surganya perokok.
Saat itu, info yg saya dapat, kapal ini baru dibeli perusahaan sekitar 5 bulan lalu dari perusahaan Jepang. Dulunya Crew kapalnya dari Jepang, Fillipina, dan beberapa negara lain seperti Bangladesh dan Malaysia.
Ridho, orang yang saya gantikan, seharusnya bekerja di kapal selama 9 bulan tapi di bulan ke 5 sudah mengajukn sign off lebih awal dikarenakn istrinya akan melahirkan anak pertama.
"Padahal kan istrinya sudah ngelahirin sebelum dia naik kapal" cetus pak koki.
Sepertinya saya tau alasan asli kenapa Ridho mengajukan sign off awal. Toh saya saja mengalami proses 'perkenalan' tidak biasa yang langsung saya alami selang beberapa jam saja sejak saya naik kapal ini.
Tapi mau gimana lagi kapal sudah berlayar di lautan luas, dan keuanganpun sudah surut. Jadi saya harus tegar dan mencoba 'berteman' dengan 'dia' si crew tambahan,
“toh saya datang kesini juga buat kerja bukan nyari masalah”, pikir saya

Saya pamit pergi ke kamar untuk istirahat. Dikarenakan malam ini saya ada dinas jaga jam 00.00 – 04.00 di ruang navigasi bersama mualim 2 (nanti saya tunjukkan posisi2 di kapal).
Anehnya, perasaan saya serasa tenang, ngga merinding dll. Sampai saya masuk kamar, pakaian-pakaian saya sudah berserakan di lantai, ngga semua, hanya setengahnya. Saya pungut, lipat satu persatu dan ditata kembali di lemari. Ngga berapa lama terjatuh lagi seperti terdorong dari bagian belakang lemari. Padahal laut berdamai, ngga ada ombak bahkan sy tumpuk ngga trlalu tinggi karna memang hanya sedikit pakaian saja. Sebagian saya gantung pakai hanger tapi ngga ada yg jatuh dari hanger.
Saya pungut lagi, lipat lagi dan saya tata lagi di lemari.
"NO..." suara pelan dan datar di belakang saya.

Sepertinya saya mengerti maksudnya, saya biarkan setengah bagian lemari kosong.
Kamar saya (kami?) ngga besar. Hanya 1 washtafel, 1 kasur, 1 lemari, 1 meja, 1 sofa, 1 rak yg berisi alat keselamatan dan ruang kosong di tengah kamar yg hanya cukup untuk 1 sajadah.
Dan sejujurnya saya kurang ikhlas kalo harus berbagi dengan dia, tapi tetap saya coba hidup berdampingan dan ngga saling mengganggu.

"You can sleep in bed tonight" ucap saya, berharap dia dengar.
Saya selonjoran di sofa kecil dimana sebagian kaki saya 'mengambang' karna sofanya kurang panjang, hanya sekitar 150cm.

Ngga lama bagian lutut betis saya dingin. Saya langsung berpikir mungkin dia mau duduk. Saya bangkit dan pindah ke tempat tidur dengan punggung saya menempel ke tembok, berselimut sampai menutupi wajah.
"Im going to watch at 00, dont piss me off or i will piss you off" (Say mau dinas jaga jam 12 malam, jangan ganggu saya atau saya ganggu kamu) ucap saya .
Anehnya, dia seperti mengiyakan. suasana tenang dan saya tertidur lelap.
Entah berapa jam saya tertidur, suara alarm dari hp dan jam waker membangunkan saya tapi bukan itu saja yg membangunkan saya.
Saya buka mata, di belakang saya itu tembok tapi punggung saya makin lama makin dingin dan seperti ada hembusan angin dingin hanya di bagian leher dan telinga saya.
"If i see behind me, i will see your face right? (Kalo saya lihat belakang, ada muka km kan?)”, Ucap saya dlm keadaan ngantuk. Hembusan itu hilang, saya bangkit untuk cuci muka.

Hari demi hari saya jalani, jadi sering ngomong sendiri di kamar. melihat barang bergerak atau suara lemari/pintu terbuka tertutup padahal kondisi tertutup (hanya suara saja) dan hal lain bisa sedikit dianggap 'normal'. Setiap dinas malam, saya selalu kebangun sebelum alarm bunyi, saya bangun karena sebuah alarm alam dari dia yang juga menghuni kamar ini. Saat terbangun kadang karena merasakan hembusan angin di leher atau adanya benda jatuh, dll.
Lama kelamaan karena sudah mulai terbiasa dengan dia akhirnya saya dapatkan suasana damai meski ada gangguan-gangguan kecil, yah mungkin bisa dibilang toleransi tingkat tinggi atau apapun itu. Paling ngga untuk beberapa saat. Dan semakin bertambah hari, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Dia bukan alasan Ridho ngga kuat dan mengajukan pulang lebih awal dan dia bukan satu-satunya yang 'eksis'.
Ada yg benar2 menakutkan disini. Di kapal ini. Sepanjang karir sy bekerja di kapal. Mungkin kalau kamu pelaut, kamu pernah mengalami ini atau cuman sekedar mendengar saja
keren brey ... nambah wawasan keadaan kapal plus lautnya ...
jangan putu, lanjut terus sampai tamat brey ...

[/QUOTE]

Quote:


iya maaf ya gan, dan ane revisi agar ga terlalu padet emoticon-Big Grin

Quote:


iya dimana mana ternyata ada makhluk tak kasat mata ya gan emoticon-Big Grin tapi alhamdulillah sih ane ga perlah liat begituan, ih amit amit semoga jangan pernah

Quote:


Ane akan usahakan ga putus, ane dan temen ane kaga niat tanem kentang,

laut sama darat banyak juga ya
jangan sampe kentang bro...
lanjutkan
Part 2.1
Denah sederhana kapal dan posisi di kapal + jam kerja nya



Pengalaman Horor di Kapal ( Kisah dari seorang pelaut )
Denah Kapal


Posisi di kapal (total ada 19 orang) :

- Kapten
- Chief Officer (Mualim1)
- 2nd Officer (Mualim 2)
- 3rd Officer (Mualim 3)
- Deck Cadet

ABK departemen deck;
- Bosun (Mandor)
- A/B 1 (Juru Mudi 1)
- A/B 2 (Juru Mudi 2)
- O/S (kelasi)

- Chief Cook (Koki)
- Steward/Assistant Koki

Departemen Mesin;
- Chief Engineer (KKM/Kepala Kamar Mesin/Masinis 1)
- 2nd Engineer (Masinis 2)
- 3rd Engineer (Masinis 3)
- Engine Cadet

ABK departemen Mesin;
- Fitter (Tukang Las)
- Electriciant (Tukang Listrik)
- Wiper 1
- Wiper 2


Jam jaga di dua departemen :
00:00 - 04:00
12:00 - 16:00

Mualim 2, A/B 1
Masinis 3, Wiper 1
------------------------------

04:00 - 08:00
16:00 - 20:00

Mualim 1, A/B 2
Masinis 2, Wiper 2
----------------------------

08:00 - 12:00
20:00 - 24:00

Mualim 3, Deck Cadet (diawasi Kapten)
Masinis 1, Engine Cadet, Fitter

Sisanya kerja harian, 07:00- 17:00
ngedoprok di mari ya gan, ditunggu nextnya
Kayaknya bakal bagus nih ceritanya.. ditunggu updatenya gan
sukses merubah mindset gw kalo kapal itu bisa horor juga emoticon-Takut (S)emoticon-Takut (S)

Mana mudik pake naik kapal lagiemoticon-Cape d... (S)
lanjuttt bosss
Gelar karpet dulu sambil nunggu update
Btw maasi berlayar di kapal yang sama atau udah pindah kapal
di laut ada megalodon , mosasaurus , livyatan
Lanjutkan Gan


aseli keren bener neh bakalan critanya

lanjuuuttt. jangan mpe Kentang
genre horor yg beda dari yang lainnya nih..ijin mantengin gan
jejak, seru nih keknya