alexa-tracking

Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af52270507410391f8b4570/presiden-jokowi-kembali-kecam-sikap-as-yang-pindahkan-kedutaan-ke-yerusalem
Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem
Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo kembali mengecam sikap sepihak Pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan gedung kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem Timur. Padahal, sikap itu sudah ditentang oleh banyak negara di dunia. 

Namun, seolah bebal, Presiden Donald Trump tetap merealisasikan rencana tersebut. Rencananya pada pertengahan Mei ini, Amerika Serikat secara resmi akan membuka kedutaan di Yerusalem. Sikap tersebut berarti menandakan sikap pengakuan Yerusalem timur sebagai ibukota Israel. Padahal, kota tersebut memiliki status quo dan diawasi oleh PBB. 

Lalu, apa sikap Indonesia selanjutnya terhadap Amerika Serikat?


1. Presiden Jokowi kecam sikap Amerika Serikat
Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.



Jokowi kembali mengecam sikap Amerika Serikat yang bebal dan tetap akan memindahkan gedung kedutaannya ke Yerusalem timur. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, apa yang dilakukan Negeri Paman Sam bertentangan dengan berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. 

"Indonesia mengecam keras putusan ini. Keputusan pemindahan ini melanggar berbagai resolusi dan aturan hukum internasional," ujar Jokowi ketika membuka pertemuan trilateral ulama Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan di Istana Bogor pada Jumat (11/5) seperti dikutip dari ANTARA. 

Oleh sebab itu, ia mendesak agar PBB membahas isu itu dan mengambil langkah selanjutnya. 

"Saya juga meminta negara lain agar tidak mengikuti langkah pemindahan kedutaan besarnya ke Yerusalem," kata dia. 

Baca juga: Mayoritas Anggota PBB Tolak Keputusan Trump Akui Yerusalem Ibukota Israel


2. Pemindahan kedutaan ke Yerusalem Timur dapat mengganggu upaya perdamaian Israel-Palestina
Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.



Menurut Jokowi, apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat sudah mengganggu proses perdamaian, bahkan mengancam upaya damai itu sendiri. Kendati begitu, Indonesia mengaku akan tetap selalu bersama rakyat Palestina. 

"Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan nafas diplomasi Indonesia," kata dia. 


3. Gedung Kedutaan AS di Yerusalem akan resmi dipindahkan pada 14 Mei 
Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem
abc7.com



Kendati dikecam oleh dunia internasional, namun Amerika Serikat tetap menyiapkan rencana upacara pembukaan gedung kedutaan yang baru di Yerusalem timur. 

Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman sudah mengirimkan undangan dan memanggil para tamu untuk hadir pada 14 Mei esok. Di tanggal yang sama merupakan peringatan Israel menyatakan kemerdekaannya pada tahun 1948. 

Menurut laman LA Times, Kamis 10 Mei, ada beberapa tamu yang sudah memastikan diri hadir, antara lain puteri Donald Trump, Ivanka, Menteri Keuangan, Steven T. Mnuchin dan utusan khusus Trump untuk masalah negosiasi internasional, Jason Greenblatt. 

Pada saat upacara nanti, akan dilakukan penandatanganan di lokasi itu akan dijadikan gedung kedutaan AS yang baru. Kemudian antara 80-100 pegawai konsulat jenderal akan bertugas di sana. 

Baca juga: Inilah Arti Voting PBB Soal Yerusalem yang Wajib Kamu Tahu

 



Sumber : https://news.idntimes.com/indonesia/...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem Peserta Aksi 115 Turut Ajak Keluarga Berdemo Agar Tumbuh Rasa Empati

- Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem Komunitas Sijum Berbagi Makanan Gratis di Tengah Aksi Bela Palestina

- Presiden Jokowi Kembali Kecam Sikap AS yang Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem Merapi Alami Letusan Freatik, Ini Penjelasan BNPB

×