alexa-tracking

Kami bersama Polri dan tindak tegas terorisme

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af4d0d4620881f25b8b457b/kami-bersama-polri-dan-tindak-tegas-terorisme
Kami bersama Polri dan tindak tegas terorisme
Kami bersama Polri dan tindak tegas terorisme
Warga dari berbagai latar belakang dan lintas agama mengikuti doa bersama terkait insiden Mako Brimob di depan Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/5). Dalam kesempatan itu simpatisan mendoakan para anggota Polri yang gugur dalam insiden tersebut sekaligus mendukung Polri dalam memerangi kejahatan terorisme.
Teror di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok memunculkan beragam dukungan terhadap kepolisian. Dua kalimat pun berkumandang: Kami bersama Polri dan tindak tegas terorisme.

Sejumlah orang melakukan doa bersama di depan Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/5/2018) malam. Doa bersama digelar masyarakat lintas agama untuk lima anggota Polri yang menjadi korban teror di Mako Brimob.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengapresiasi dukungan masyarakat, di antaranya melalui doa bersama. Ia mengajak masyarakat bergandengan melawan terorisme.

Setyo mengatakan Polri tidak akan takut melawan terorisme apabila didukung masyarakat.

"Mari bersama bergandeng tangan, tanpa bersinergi tidak akan maksimal. Terima kasih sudah mendoakan saudara kita yang telah gugur mendahului kita," kata Setyo usai doa bersama masyarakat lintas agama di Mabes Polri, dilansir Antaranews.

Para tokoh agama dan masyarakat mengenakan baju berwarna putih dan memegang bunga mawar sebagai lambang duka atas kepergian lima personel yang gugur saat menjalankan tugas.

"Kami tidak takut terorisme, kami tidak takut radikalisme," ujar Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, Maman Imanulhaq saat memimpin doa.

Di ranah maya, sejumlah tagar datang silih berganti menanggapi teror itu, bersimpati terhadap anggota polisi yang menjadi korban dan menindak tegas terorisme.

Warganet melalui sosial media Twitter ramai-ramai membuat tagar #KamiBersamaPOLRI sebagai bentuk kepedulian mereka atas peristiwa mengenaskan ini.

"Untuk kalian yang berpulang dalam tugas menjaga kami dari para teroris, semoga Allah menyambut kalian dengan sebaik-baiknya penerimaan dan mendekap kalian dalam Cinta abadi. #KamiBersamaPOLRI," tulis Alissa Wahid melalui Twitternya @AlissaWahid.

Selain simpati terhadap korban anggota polisi, warganet juga menyatakan kekagumannya terhadap personel Polri. Sebuah video memperlihatkan anggota polisi menyuapi makanan tersangka teroris yang sedang dipindahkan ke Nusakambangan.

"Makin kagum pada POLRI. Setelah rekan2nya dibantai teroris secara biadab, lalu dikomentari politikus, tetap mampu menyuapi teroris2nya. Hormatku pada POLRI," tulis Adi MS melalui akun @addiems. Ia juga menambahkan tagar #KamiBersamaPOLRI dan #TindakTegasTeroris.

Kericuhan di Mako Brimob bermula dari tahanan yang berada di Blok C dan B. Diduga 156 napi teroris yang terlibat dalam penyanderaan. Mereka menguasai 3 dari 6 blok rutan yang ada di Mako Brimob. Tiga blok yang mereka kuasai adalah Blok A, B, dan C.

Para napi teroris merampas senjata dan menjebol ruang penyidik yang digunakan untuk menyimpan barang bukti. Mereka menguasai rumah tahanan sekitar 36 jam.

Lima anggota kepolisian meninggal, yaitu Inspektur Satu Yudi Rospuji Siswanto, Brigadir Fandy Setyo Nugroho, Brigadir Satu Syukron Fadhli, Brigadir Satu Wahyu Catur Pamungkas, dan Ajun Inspektur Dua Denny Setiadi.

Hasil otopsi dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta Timur menunjukkan kelima anggota kepolisian yang meninggal dunia menderita luka akibat senjata tajam pada sekujur tubuh.

Aparat keamanan mengultimatum para napi teroris untuk memilih menyerah atau menerima serbuan. Sebanyak 145 napi teroris tanpa senjata menyerahkan diri. Sedangkan 10 napi teroris diserbu dengan granat asap.

Napi teroris dipindahkan ke dua Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Kedua lapas itu adalah Pasir Putih dan Batu.

Seluruh rakyat tidak takut

Presiden Joko Widodo mengatakan telah mendapatkan laporan langsung dari Menko Polhukam, Wakapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN terkait upaya pengendalian situasi dan pemulihan keamanan di Brimob yang telah selesai dengan cara-cara yang baik.

"Alhamdulillah narapidana teroris semuanya sudah menyerahkan diri kepada aparat keamanan," kata Presiden Jokowi melalui laman Sekretariat Kabinet.

Presiden mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam menyelesaikan peristiwa ini.

"Perlu saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun pada terorisme dan juga upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara," kata Presiden.

Atas nama rakyat, bangsa, dan negara, Presiden Jokowi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya lima anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas dari negara.

Presiden memerintahkan kepada Wakapolri untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa pada prajurit yang telah menjadi korban keganasan teroris.
Kita semua bersatu melawan terorisme. Terorisme adalah musuh kemanusiaan. Tidak ada tempat untuk terorisme di Indonesia -Jkw pic.twitter.com/Jf0MvNrvGi
— Joko Widodo (@jokowi) May 10, 2018 Turut berbela sungkawa atas gugurnya personil POLRI saat menjalankan tugas negara. #KamiBersamaPOLRI pic.twitter.com/V4qMiBy8ld
— BNPT (@BNPTRI) May 10, 2018 Telah Gugur Pahlawan Bangsa, Pembela NKRI.Keluarga Besar BI turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota Polri di Mako Brimob. Semoga almarhum diterima di sisi terbaik Tuhan YME & keluarga diberikan ketabahan. Aamiin.@DivHumas_Polri#SavePolri#KamiBersamaPolri#KamiTidakTakut
— Bank Indonesia (@bank_indonesia) May 10, 2018Kami bersama Polri dan tindak tegas terorisme


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...egas-terorisme

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kami bersama Polri dan tindak tegas terorisme Jejak Aman dan dugaan rencana penyanderaan di Mako Brimob

- Kami bersama Polri dan tindak tegas terorisme Saat penumpang harus turun lagi dari pesawat Lion Air

- Kami bersama Polri dan tindak tegas terorisme Mahathir segera jadi perdana menteri tertua di dunia

setelah beberapa hari kejadian di mako brimob, kok kagak ada komentar Komnas HAM membela korban maupun keluarga yang ditinggalkan, kenapa dalam pada mingkem mana empati kalian terhadap aparat Kepolisian. Mereka akan bekoar kalau ada kesalahan dipihak aparat
YANG KEMAREN DI KASKUS TERIAK TERIAK BELA TERORISME , MANA SUARANYA ?



SLEDING JUGA LU