alexa-tracking

My Incomplete Marriage Life

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af49e85d89b0968488b4568/my-incomplete-marriage-life
My Incomplete Marriage Life
Ketika komunikasi menjadi hal yang susah, dan hanya diinginkan oleh satu pihak saja. Bagaimana cara menyingkapinya?

Ada yang mengatakan bahwa kalau sudah dekat tidak perlu komunikasi; Namun sebenarnya aku iri dengan kedekatan mereka-mereka yang mampu seperti itu. Kedekatanku dengan pasanganku hanyalah sebatas hidup sehari-hari yang monoton, yang selalu diwarnai dengan kesibukan masing-masing, dan tidak ada waktu untuk sekedar bercengkrama.

Aku adalah seorang Entrepreneur, sedangkan pasanganku adalah seorang seniman seni rajut yang lumayan terkenal. Setiap harinya, dari pagi hingga subuh aku selalu bekerja keras, karna aku sadar bahwa seorang pemimpin rumah tangga harus bisa menghidupi keluarganya, sedangkan istriku sibuk pada bisnisnya sendiri. Pada hari kerja biasa, kita sudah sangat capek / tidak sempat untuk berkomunikasi; entah dari pihakku ataupun dari pihak pasanganku, selalu saja ada alasan untuk tidak melakukannya. Pada hari weekend, pasanganku selalu ingin minta keluar jalan-jalan karena bete, seakan-akan tidak mengerti betapa capeknya aku sehari-hari, dan ingin rasanya bersandar pada tempat tidur dan bermalas-malasan seharian, tapi aku tidak pernah komplain dan berharap suatu saat nanti pasanganku bisa menempatkan diri pada posisiku..

Ketika sebuah kecapekan hingga unek-unek melanda, dan ada satu hal tidak beres, hal pertama yang selalu kita lakukan adalah menyalahkan yang lain. Baik itu dimulai dari pertengkaran sepele, hingga menjadi pertengkaran yang berujung kata-kata cerai; di mana aku selalu berharap di hati kecilku bahwa aku tidak mau bercerai - aku masih terlalu cinta pada pasanganku! dan masih ingin tetap berjuang meskipun hati kecilku mengatakan tidak ada jalan keluar lagi.

Banyak yang mengatakan bahwa pernikahan adalah sebuah kekompakan, tapi aku tidak merasa kompak sama sekali. Kita adalah pasangan yang lebih cenderung jalan / hidup sendiri-sendiri, kita semua mempunyai kemauan masing-masing, dan seakan-akan selalu tidak ada jalan keluarnya. Apakah ini pengaruh kita berdua adalah anak sulung?

Pengambilan keputusan selalu tidak pernah kita diskusikan berdua, selalu saja pasanganku mengambil keputusan sendiri - melihat hal itu aku pun juga melakukannya. Tidak perlu orang pintar untuk melihat bahwa kita berdua tidak kompak...

Beberapa teman mengatakan aku terlalu kaku orangnya, sedangkan pasanganku adalah kebalikanku 180 derajat, ya memang aku akui itu, aku tidak bisa menolerir hal-hal yang bertentangan dengan prinsip hidupku, contoh seperti membuang makanan (sejak kecil aku selalu diajarkan bahwa membuang makanan adalah hal tidak baik), beberapa janji yang diucapkan dan tidak dilakukan (sejak kecil aku selalu diajarkan bahwa janji adalah hutang), dll. Seharusnya pasanganku mengerti mengenai hal yang menjadi prinsip hidupku, namun dia selalu entah sengaja atau tidak selalu melanggarnya. Hal itu selalu membuat aku marah besar, dan aku merasa diremehkan. 

Aku selalu berusaha mengatakannya dengan sindiran halus, karna kalau terlalu langsung, aku bisa tersulut emosi dan mengucapkan hal-hal yang tidak enak didengar -- memang cara omonganku seperti itu sejak kecil dari lingkungan keluarga. Namun semua hal yang selalu aku sampaikan, seakan-akan selalu terpental; kembali lagi, dan pasanganku memang tipe orang yang seperti itu. Begitu terus berulang-ulang hingga akhirnya pertengkaran pun terjadi.. 

Kami sudah menikah lewat dari 2 tahun, hingga kondisi saat ini, kami belum dikaruniai seorang anak pun, aku mempunyai penyakit kelenjar -- yang disebabkan oleh terlalu capek & stress oleh masalah kerjaan & sehari-hari -- sedangkan pasanganku mempunyai penyakit pada rahimnya dan baru saja diketahui & dioperasi; sekarang dalam masa pengobatan. Kadang aku selalu berpikir, apakah Tuhan melihat kondisi hubunganku dengan pasanganku yang runyam seperti ini sehingga aku tidak dikharuniai seorang anak? Apakah Tuhan ingin kita bisa saling mengerti dulu?


RIndu sekali rasanya ingin bisa bercerita dari hati ke hati dengan tenang!

Mohon sarannya..



Klo kalian ga cocok dan berbeda segala2nya
Alasan dulu menikah apa?


Memang pas pacaran ga keliatan sifat2nya?
Klo udh keliatan, knp km masih mau nikahin?
Klo ane posisi in jd ente kek nya bosan jg ya bre
Dr bngun sampe tdr kurang ad penyemangat nya kek ane emoticon-Mewek
Bnyk doa aj bre pasrah kn emoticon-2 Jempol
dulu sempat pacaran apa tidak gan?

awal komitmen pasti mencari kecocokan lawan jenis.
Seblum merid ente pasti suka ngomong "jan suruh gua ninggalin doi bay, gua cinta mati ma doi bay, gua yakin abis merid doi bisa brubah bay"
emoticon-Cool


cerita ente mirip dengan ane,gan..
Ane menikah udah lebih lama dari ente dan udah ada anak 1

Komunikasi ane jg selalu terpental, prinsip jg dilanggar

Udah seminggu ini ane diemin dan gak tidur bareng, kayaknya doi jg tenang2 aja

Ane jg bingung musti gimana..
Dari 3 unsur wajib di pernikahan (komitmen,sex dan cinta), kayaknya bini ane cuman mementingkan komitmen
Lha kl komunikasi aja jarang2 trs gmn bisa memahami pasangan? Meskipun ini terlambat baru dilakukan stlh menikah tp km sebagai kepala keluarga hrs yg inisiatif merubah cara & frekuensi berkomunikasi kalian.
klo mau melihat siapa dan apa yg salah
berkaca dlu pd diri sendiri

dan dr crita agan udh menjabarkan itu semua, tp mungkin ga sadar jd msh bingung
ke forwed ajaa
Sama gan Ane juga ngerasa kaya ente , jadi Entah dia capek atau kenapa , pasti kalo njawab omongan ane sinis banget gan , padahal lagi nggak PMS , Apa ane yang salah ngomong ya , Secapek² ane masih nyoba buat komunikasi sama istri, tapi setelah ane aja ngobrol sama perhatiin istri ane ane selalu sinisin
Yang bikin mantap untuk menikah dulu apa?
1 tips dari jono. mengertilah sifat pasangan, baik & buruknya. kalo udah ngerti, paham & hapal, tinggal atur strategi aja (dari pengalaman hub. sama dia) mana sifat yg harus dilawan, mana yg harus digantung (ditahan) & mana yg harus ngalah. tenang aja, hati bakal nurutin logika. perasaan selalu berubah2 tapi logika itu tetap & pasti emoticon-Jempol
Quote:


Duit belanja kurang.
Quote:


karena cantik mungkin emoticon-Kiss
Manajemen Waktu.

Komunikasi itu hal terpenting dalam suatu hubungan, apalagi pernikahan. Gak bisa males, gak bisa gak pingin, gak bisa capek. Komunikasi harus terjalin dan harus dibangun. Sedekat suami istri pun gak bisa masing2 disuruh jadi mentalis dengan "tolong pahami..", semua perlu disampaikan, dikomunikasikan. Karena basic komunikasi itu Verstehen (memahami). Jika tidak paham, berarti ada "noise".

Nah, dimana noise nya? WAKTU. Masing2 sibuk sehingga quality time nya kurang. Yang satu refreshingnya pergi pas weekend yg satu maunya boboan aja. Masing2 mau dingertiin tanpa ada yang membuka hati dan pikiran bagaimana mendapatkan yang terbaik bagi keduanya. Bagaimana mau bicara manajemen hidup?

Jika kesibukan anda yg luar biasa itu mengorbankan pernikahan, ada baiknya coba utk diatur lebih baik. Anda sudah tidak sendiri sekarang. Ada istri. Ada rumah tangga yang harus diurus.

Soal anak juga bicara soal kesiapan. Tuhan menitipkan anak juga ada alasannya. Bukan sakit, karna mukzijat tidak mengenal itu.

Mempertahankan pernikahan jauh lebih baik. Jangan dikit2 cerai. Manusia dikasih hati dan pikiran untuk menyeimbangkan segalanya.


Good luck.
Masalah umum orang2 kompulsif sih ini mah 😂
Tapi ena ena masih lancarkan