alexa-tracking

Mungkinkah 2019, SBY dan Jusuf Kalla? (Demokrat: SBY yakin Menang Lagi)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af44136d9d770fa798b4568/mungkinkah-2019-sby-dan-jusuf-kalla--demokrat-sby-yakin-menang-lagi
Mungkinkah 2019, SBY dan Jusuf Kalla? (Demokrat: SBY yakin Menang Lagi)
Mungkinkah 2019, SBY dan Jusuf Kalla?
SENIN, 07 MEI 2018 , 19:59:00 WIB 


RMOL. Kemungkinan Jusuf Kalla bisa mencalonkan diri lagi sebagai wakil presiden, meski sudah kali menjabat. Bahkan, bisa saja Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dicalonkan sebagai presiden lagi. Tapi, apakah Partai Demokrat akan melakukan itu jika aturannya memungkinkan?

Apalagi, sekelompok masyarakat melakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden (wapres) dua kali di Undang-undang Pemilihan Umum (UU Pemilu).

Komunikator Politik Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku pihaknya menghormati langkah yang diambil kelompok yang melakukan gugatan ke MK.

"Kami menghormati itu mungkin upaya bagi Pak JK atau orang yang mendukung Pak JK," kata dia di gedung DPR, Jakarta, Senin (7/5).

Namun, dia menegaskan, jika uji materi itu dikabulkan maka Partai Demokrat tidak akan kembali mengusung SBY.

"Karena beliau sudah menyatakan "saya cukup dalam pertarungan seperti itu" dan beliau sudah menurunkan regenerasi kepada generasi selanjutnya di Partai Demokrat," ungkap Ferdinand.

Dia menegaskan jika Partai Demokrat diminta untuk mengusung kadernya saat ini menjadi presiden maka partai akan mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Lebih lanjut Ferdinand mengatakan, SBY akan maju lagi ketika sebuah situasi nasional memaksanya harus turun gunung kembali. "Tetapi ketika tidak ada situasi nasional yang memaksa saya pikir Pak SBY tidak akan maju lagi," ungkapnya.

Dia pun menegaskan SBY dan JK tidak pernah berkomunikasi terkait adanya uji materi di MK tersebut seperti diberitakan JPNN, Senin (7/5).

http://www.rmolsumsel.com/read/2018/05/07/93370/Mungkinkah-2019,-SBY-dan-Jusuf-Kalla-


Demokrat: 
Kalau SBY Dikasih Tiga Periode, Bisa Menang Lagi
Kamis, 29 Maret 2018 | 10:00 WIB

VIVA – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menanggapi wacana soal perlunya tafsir ke Mahkamah Konstitusi terkait jabatan wakil presiden lebih dari dua periode. Jusuf Kalla masih didorong untuk mendampingi Jokowi pada pilpres 2019.

Hinca pun berkelakar bila Susilo Bambang Yudhoyono punya kesempatan maju di periode ketiga, maka bisa menangkan Pemilihan Presiden.

"Kalau SBY dikasih tiga periode mungkin masih menang lagi. Kan ada pembatasan itu dan kita hormati konstitusi," kata Hinca di gedung DPR, Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

Menurut dia, saat perubahan konstitusi dinyatakan pembatasan jabatan presiden karena Indonesia punya pengalaman dengan Orde Baru selama 32 tahun. SBY menjadi orang pertama yang dikenai aturan jabatan cukup dua periode saja.

"Kalau presidennya saja begitu, mengapa tidak wakil presidennya karena satu paket. Saya melihat sudah bagus pascareformasi ada pembatasan supaya kekuasaan bisa berganti dengan teratur sekali lima tahun," lanjut Hinca.

Dia menegaskan dengan pergantian kepemimpinan maka Indonesia tak akan mengulang lagi sejarah masa lalu. Maka, diharapkan rekrutmen dan sirkulasi kepemimpinan terus berjalan.

"NKRI harga mati, presiden dan wapres datang silih berganti dengan kurun waktu yang sudah disepakati," kata Hinca.
Meski begitu, ia menghormati sikap PDIP yang menilai perlunya tafsir ke MK. Menurut dia, Semua orang boleh mengajukan uji materi.

"Karena itu juga mekanisme yang disediakan oleh UU, soal hasilnya bagaimana di MK kita lihat," kata Hinca.
Sebelumnya, Anggota Dewan Pembina Partai Golkar, Fahmi Idris masih mendorong Jusuf Kalla untuk berduet dengan Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019.

Untuk itu, menurutnya, perlu dilakukan uji materi pasal 7 UUD 1945, yang mengatur tentang masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK)

Hal ini direspons Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah. Menurut Basarah yang juga Wakil Ketua MPR itu tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena, menurutnya dengan memilih jalur MK sebagai hal yang tepat.

"Berbagai pendapat pakar hukum itu masih bervariasi. Sehingga, apa yang bisa memberikan penjelasan, atau keputusan hukum terhadap pengertian dua periode itu adalah MK. MK diberikan kewenangan oleh UUD 45 untuk menafsir," kata Basarah di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu 28 Maret 2018.
https://www.viva.co.id/berita/politik/1021265-demokrat-kalau-sby-dikasih-tiga-periode-bisa-menang-lagi

Soal Peluang JK Maju di Pilpres 2019, PDIP Tunggu Putusan MK
Jumat, 4 Mei 2018 21:19

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menuturkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla merupakan sosok negarawan yang sudah memiliki kecocokan dengan Presiden Joko Widodo.

Namun untuk memastikan bisa atau tidaknya Kalla kembali dimajukan menjadi cawapres pendamping Jokowi pada Pilpres 2019, PDI-P menyerahkannya kepada MK. "Kami serahkanlah ke MK," ujar Hasto di Jakarta, Jumat (4/5).

Seperti diketahui, Pasal 7 Undang-Undang Dasar 1945 mengatur bahwa Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

Sementara Kalla sudah dua kali menjadi Wakil Presiden yakni pada periode 2004-2009 dan 2014-2019.
Aturan yang menghalangi JK untuk maju lagi sebagai cawapres juga terdapat dalam Pasal 16 huruf dan huruf 227 huruf I UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pasal tersebut memberikan syarat bagi Presiden dan Wakil Presiden untuk maju di Pilpres, yaitu: belum pernah menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan yang sama.

Saat ini, sekelompok warga yang mengaku sebagai penggemar Kalla telah malayangkan gugatan uji meteriil Pasal 16 huruf dan huruf 227 huruf I UU Pemilu ke MK.

Meskipun nantinya Kalla tak bisa maju lagi sebagai cawapres, Hasto memastikan PDI-P tetap akan mendengarkan masukan dari JK tentang calon pendamping Jokowi di Pilpres 2019.

Sebelumnya, Kalla mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang masih menempatkannya sebagai cawapres dengan elektabilitas tertinggi jika kembali berpasangan dengan Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Dalam Survei Litbang Kompas, Jusuf Kalla paling banyak dipilih responden untuk kembali maju di Pilpres 2019 mendampingi Presiden Joko Widodo. Ia dipilih 15,7 persen responden.

Setelahnya, ada nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 8,8 persen.
"Ha-ha-ha.. Saya berterima kasih atas polling itu yang memberikan penilaian yang baik bagi kita semua yang bekerja di pemerintahan," ujar Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Selasa (24/4).

Saat ditanya apakah hasil survei itu akan dijadikan acuan untuk maju lagi mendampingi Jokowi, dengan tegas Kalla menyatakan, "Tidak".

"Seperti saya katakan, saya sendiri tentu ingin istirahat dan apalagi masalah konstitusi sudah menetapkan seperti itu maksimal dua kali," katanya
http://manado.tribunnews.com/2018/05...ggu-putusan-mk

----------------------------------------------

Berasa aneh ajalah!
Mereka-mereka ini sebagai negarawan kalau nggak paham isi UUD 1945 (Konstitusi) bahwa syarat maju Capres dan Wapres itu maksimal dibatasi 2 kali saja. Meski pun kelak pihak  MK mengabulkan gugatan untuk diperbolehkan menjabat sampai 3 kali, tetap saja keputusan MK itu harus ditolak karena bertentangan dengan isi UUD 1945 (terutama setelah di amandemen itu)

emoticon-Wow

Ketawa saja liat kelakuan manusia munarof dan munafikon emoticon-Big Grin

Sekalian saja lantik presiden jokowi seumur hidup

emoticon-Traveller
kalo SBY bisa nyalon lagi udah fasti auto win, SBY presidenkuemoticon-I Love Indonesia
Quote:


UUD 45 ? emoticon-Bingung
lha UUD 45 dr dulu jg suharto lebih dari 2x
SBY 4 P
pemilu kemaren ane golput karena gada pak SBY emoticon-Ngakak
Quote:


gak semua rakyat indon segoblok elo ....

liat aja perolehan partai demokrat yg turun 50% d pemilu kemarin , itu bukti klo kasus2 korupsi rezim SBY bikin dia d tinggalkan pendukungnya....wkwkwkw
Harusnya masa jabatan presiden 2x , tidak boleh diperpanjang 3 X, tapi jika masa jabatan setelah 2x diganti presiden baru maka setelah presiden baru menjabat maka diperbolehkan menjabat lagi max 2x. Jadi sby sudah 2X, diganti Jokowi, maka SBY berkesempatan lagi untuk menjabat. Masa jabatan tidak boleh diperpanjang, khan sebenernya mencegah org untuk jadi diktaktor.
bagusan SBY drpd jokowi.emoticon-Salam Kenal emoticon-2 Jempol
Quote:


Itu amandemen nya sesudah suharto lengser tong
Quote:


ngegas, woles aja kaliemoticon-Ngakak (S)

wajar turun, masy butuh penyegaran...tp kalo pemilu kmren jokovlok bukti kalo warga indo masih govlok kemakan fencitraan, hasilnya Zonk....emoticon-Ngakak (S)
Quote:


naskah asli UUD 1945 (sebelum di amandemen) memang tak membatasi masa jabatan seorang Presiden NKRI.
Pokoknya setelah 5 tahun berkuasa, dia boleh dipilih kembali. Jadi selama terpoilih lagi, yaa boleh-boleh saja sampai kapan pun untuk mencalonkan dirinya sebagai capres atau cawapres.

yang membatasi masa jabatan Presiden RI itu hanya 2 kali saja, adalah UUD 1945 yang di amandemen, produk rezim Reformasi.

makanya bila mau merngembalikan peraturan itu lagi, sebaiknya undang MPR untuk sidang umum bagi kepentingan meng-amandemen kembali isi UUD 1945 itu. Atau sepakat dikembalikan seperti naskah aslinya kembali.

Bila UUD 1945 kembali ke naskah aslinya, maka SBY, JK, Megawati, BJ Habibie, boleh maju berapa kalioun dia sanggup.
Dan, jangan harap orang seperti Anies Baswedan atau Hary Tanoe bisa mencalonkan diri menjadi Capres dan cawapres, sebab di UUD 1945 sebelum amandemen, mensyaratkan Presiden dan Wapres itu harus orang Indonsia Asli. Anies dan HT bukan orang indonesia asli, jadi nggak bisa nyapres.

emoticon-Angkat Beer
Quote:


itu udh jd indikasi tong ....

apa lg laporan survei2 pemilu 2019 suara demokrat makin tenggelam. itu artinya SBY beserta partainya dan ambisi dia buat bikin dinasti politik makin ketutup....

semua gara2 slogan "katakan tidak " ......

hahahaha
Entar ada iklan "katakan tidak" lagi gak...??? emoticon-Ngakak
wow alamat kaya malaysie

iye ke
Mungkinkah 2019, SBY dan Jusuf Kalla? (Demokrat: SBY yakin Menang Lagi)

Punya pemimpin kok macem gini yaelaaaahhhhh..... emoticon-No Hope
Kelompok yg mengajukan uji materiil ke mk itu drmana? Ada kepentingan siapa? Pesanan siapa?
SBY presidenku! turunkan planga plongo😁
sby jk vs jkw imin vs wowo ali sera
rame gak yah...
Quote:


klo gitu ubah lagi aj beres emoticon-Leh Uga