alexa-tracking

CERITA HOROR MINYAK BINTANG oleh NENO CHRISTIANDI NELIS

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af4122c96bde663368b4567/cerita-horor-minyak-bintang-oleh-neno-christiandi-nelis
Poll: 100
100 0% (0 votes)
100 0% (0 votes)
CERITA HOROR MINYAK BINTANG oleh NENO CHRISTIANDI NELIS
#MEREKA_YANG_BERADA_DALAM_KEMATIAN.
*******************
(cerita horor yang menyangkut tentang kekuatan mistik Minyak Bintang)
*******************
----------------------------
#Pengarang dan #Penulis : NENO CHRISTIANDI NELIS
#Genre_cerita : Kisah Fiksi yg dicampur sedikit dgn kejadian nyata.
#Note : cerita misteri ini adalah murni sebagai hiburan semata. Bila kesamaan nama desa, kota, dan juga ada isi dalam cerita yg terasa janggal dan melenceng dari apa yg dipercayai dan diketahui oleh warga net selama ini, saya harap semuanya untuk dimaklumi.
----------------------------
*******************
.
#THOSE_WHO_ARE_IN_DEATH
""""""""""""""""""""""""""""
.
Di jalan yg cukup sepi, dan lumayan jauh dari perkampungan, tampak tiga orang pemuda berwajah sangar sedang berjalan dengan tergesa-gesa.
.
Ketiganya nampak berpeluhan dan kepanasan. Tentu saja, sebab saat itu matahari tengah bersinar terik.
.
Bahkan semakin lama semakin terasa membakar kulit mereka yang hitam dan penuh tato tersebut.
.
Ah..! Sekilas tak ada yang penting dari ketiga sosok pemuda sangar tersebut. Namun, ketika mereka kini tiba-tiba berbelok, dan menerobos masuk ke sebuah rumah yang kecil dan sederhana, semuanya jadi jelas kalau ketiga pemuda tersebut mempunyai misi yang jahat.
.
Ya! Ketiganya ternyata adalah para preman brutal. yang sengaja disewa oleh seseorang untuk menagih hutang dengan cara mereka yang tak manusiawi.
.
Jadi, sudah dapat dibayangkan apa yang akan mereka lakukan sekarang.
.
"heh..!! Kamu yang bernama #Roffi_Doy, kan..?"
Bentak salah seorang dari mereka, yang mempunyai jenggot serta tato ular dihidungnya.
.
"iya. saya adalah Roffi. Kalian ini siapa?"
.
"kami mau menagih hutang! Cepat bayar"
Bentak si preman yang mempunyai tato ular tadi dengan suara yang menggelegar kasar.
.
Bahkan, tanpa ampun lagi ia segera menarik dan menyeret si tuan rumah yang bernama Roffi tadi kehalaman rumah seperti anjing.
.
"tunggu.. Ka..kalian ini siapa?"
tanya Roffi lagi. Sembari menggigil ketakutan.
.
"kamu tak perlu tahu kami ini siapa! Yang perlu kamu tahu adalah bahwa kamu harus segera lunasin utang kamu sama bu #Arindu_Maniez sekarang juga! Faham..?"
.
"ta..tapi Uang saya masih belum cukup, bang. karena sekarang istri saya tengah hamil tua. Jadi, saya harus nabung juga untuk biaya-nya melahirkan nanti"
.
"sontoloyo..! Memangnya kami peduli?? Sekarang juga cepat bayar seluruh utang kamu! Atau kamu akan menyesal..!!"
.
"saya mohon waktu seminggu lagi, bang"
.
"buuuaaaakkkk..!!"
sebuah bogem mentah mendarat dipelipis Roffi dengan cukup keras.
.
"pokoknya kamu harus bayar sekarang juga! Atau kamu kami hajar sampai mati..! Dan rumah kamu ini kami bakar!"
.
"ampun, bang..! Saya janji pasti lunasin. Tapi..."
.
"bhuuukkk...! Bhuuukkk..!!"
.
"argggghhhhh...!!"
.
Lagi-lagi si Roffi dihajar hingga tersungkur dan berguling tak karuan.
.
"cepat bayar..!!"
.
"am...ampun, bang.. u..uang saya masih belum cukup. Dan itupun tadi sedang dibawa istri saya kepasar untuk membeli perlengkapan calon bayi kami nanti"
.
"haaalaaah..!! Alasan..!"
Hardik sang preman tak percaya.
.
"teman-teman..! Cepat kalian geledah isi rumahnya! setelah itu bakar saja semuanya"
Sambungnya lagi. Sembari menginjak kepala Roffi agar tak bisa bergerak.
.
"siap, Bos..!"
sahut kedua teman si preman bertato ular tadi patuh.
.
"ampuuun.. Saya mohon.. Jangan bakar rumah kami. Kasihanilah kami, bang"
.
"diam..! Nanti pun kamu akan kami bunuh"
.
"ampuuuun, jangan bang..! Ampuuun"
.
"bhhuuuuaaaakk...!"
.
"arggggghhhh...!"
.
(lalu, Beberapa saat kemudian)
.
Setelah puas menggeledah isi rumah, serta membawa apa saja yang dianggap berharga, mereka segera membakar rumah Roffi yang kecil dan sederhana itu dengan tanpa mengenal belas kasihan.
.
"prakkkkk...!"
.
"bcccckkkkk...!!"
.
Bahkan, mereka sempat-sempatnya membacok tubuh Roffi sebelum akhirnya buru-buru kabur meninggalkan tempat itu.
.
"arggggh...!!"
.
Jerit Roffi kesakitan. Sembari terus berusaha menjauhi kobaran api yang hampir saja menyambar tubuhnya.
.
beruntung..! Beberapa menit kemudian, disaat-saat kritis itu #Pinka_Kumala (istrinya Roffi) muncul.
.
Dan ia kebetulan sedang ditemani oleh salah seorang keponakannya yang benama #Rifqi.
.
Jadi, sudah pasti dapat dibayangkan kepanikan seperti apa yang sedang mereka rasakan sekarang.
.
Ya, disisi lain sang suami sedang sekarat dan harus segera diselamatkan. Tapi, disisi yang lainnya lagi, rumah mereka kini perlahan mulai hancur dalam kobaran api yang dahsyat.
.
"kita harus gimana nih, tante..??"
Tanya Rifqi panik. Sembari mulai menangis histeris.
.
"cepat kamu panggil warga desa yang rumahnya agak dekat dari sini. Biar tante yang akan mencoba menarik pamanmu menjauh dari kobaran api"
Sahut Pinka cepat. Namun masih berusaha tenang dan tegar (suatu hal yang luar biasa untuk seorang wanita yang tengah hamil tua)
.
"tapi.."
.
"cepatlah Rifqi..!"
.
"i..iya, tante"
.
(kemudian)
.
Setelah beberapa puluh menit berlalu, tepat saat para warga mulai berbondong-bondong datang,rumah mereka kini sudah ludes.
.
Tak ada yang bisa mereka lakukan lagi selain hanya cepat-cepat berusaha menyelamatkan nyawa Roffi.
.
"rumah kalian sudah tak bisa terselamatkan lagi. Sekarang kita sebaiknya cepat-cepat membawa suami-mu ke Rumah Sakit"
ucap salah seorang warga, yang ternyata adalah bapak kepala desa mereka sendiri.
.
"tapi, RS-nya jauh sekali, pak! Apa tidak sebaiknya kita bawa saja dulu kerumah si datuk #Bayu_Aji"
Celetuk salah seorang warga. memberikan ide yang sama sekali tak terduga oleh yang lainnya.
.
"memangnya, datuk Bayu Aji bisa apa?"
tanya pak Kades bingung.
.
"beliau itu dukun yang hebat..! Dia punya ramuan yang bisa menyembuhkan semua jenis penyakit dengan waktu yang sangat cepat"
.
"tapi, luka Roffi ini sangat parah. Salah-salah nyawanya bisa tak tertolong lagi"
.
"sudahlah pak Kades! Sebaiknya kita bawa saja ke rumah datuk Bayu Aji dulu. Percayalah sama saya. Beliau pasti mampu menolongnya"
.
"baiklah! ayo..! Kita bawa suami saya kesana! Karena saya yakin kalau suami saya ini tidak akan sempat kalau harus dibawa kerumah sakit"
Potong Pinka tiba-tiba. Rupanya ia tertarik akan perkataan salah seorang warga tadi.
.
"kalau begitu kita tunggu apa lagi? Ayo kita bawa bang Roffi sekarang"
.
(lalu)
.
Meski masih sempat melewati perdebatan kecil dengan kepala desa, mereka akhirnya sepakat juga untuk tetap membawa Roffi ke rumah datuk Bayu Aji.
.
Dan memang betul. Hanya dalam beberapa menit saja mereka kini telah sampai dirumah sang Datuk.
.
Dan tanpa basa-basi pula, sang Datuk segera menerima pasien dadakannya tersebut dengan antusias.
.
"sebaiknya kalian semua tunggu diluar! cukup istri dan salah satu kerabatnya saja yang ikut masuk"
ucap sang datuk tegas. Sembari mengambil dan membopong tubuh Roffi seorang diri.
.
"memangnya kenapa, Datuk?"
celetuk pak kepala desa bingung.
.
"keadaan suaminya ini benar-benar gawat! Jadi, saya mohon partisipasi kalian semua untuk menyerahkan sepenuhnya dalam penanganan saya"
.
"ya, ya, baiklah datuk"
.
(kemudian)
.
Setelah menunggu beberapa menit, dan juga setelah membersihkan semua luka yang ada ditubuh Roffi, sang datuk akhirnya duduk bersila dengan raut wajah yang tiba-tiba murung dan sedih.
.
"kenapa datuk? Apakah suami saya bisa diselamatkan?"
tanya Pinka panik. Seraya mulai berurai air mata.
.
"sebelumnya saya minya maaf. Tapi saya harus jujur kalau suami-mu ini sebenarnya sejak tadi sudah meninggal"
.
"astaga, bang Roffi..! Ooooh..."
Pekik Pinka histeris. Dan segera terkulai dipangkuan Rifqi.
.
"tapi tenang..! Setelah semua warga yang diluar sana pulang, saya akan memberitahukan sebuah rahasia besar kepada kalian"
.
"apa itu, datuk?"
Kali ini Rifqi yang bertanya. Sebab Pinka saat itu sudah pingsan.
.
"simpan dulu pertanyaanmu itu. Sekarang, sebaiknya kamu suruh para warga itu pulang. Sebab saya tak bisa melakukan apapun bila ada mereka"
sahut sang datuk serius.
.
"baiklah"
angguk Rifqi patuh. Meski sebenarnya ia masih sangat bingung akan maksud dari si Datuk tersebut.
.
----------------
----------------
.
"ting.. ting.. ting.."
Jarum jam tepat menunjukan pukul 03 sore.
.
Rumah datuk Bayu Aji kini benar-benar sepi dan tenang.
.
Semua warga benar-benar tak ada yang bertahan. Nampaknya tak ada satupun yang berani membantah permintaan sang datuk.
.
"bagaimana Rifqi? Apakah semua benar-benar aman?"
.
"aman, datuk! Semua warga telah pulang"
.
"bagus. Sekarang kamu panggil nak Pinka kesini. Kita akan mulai ritual kita"
.
"baik, datuk"
.
(lalu)
.
Setelah beberapa saat saling diam, akhirnya si datuk Bayu Aji mulai memberitahukan ritual apa yang akan mereka lakukan sekarang.
.
"nak Pinka, nak Rifqi..! sebenarnya saya hampir tak berani melakukan ritual ini. Sebab ritual ini sangat langka dan berbahaya. Terlebih karena nak Roffi ini sesungguhnya sudah meninggal. Namun, karena saya sangat kasihan dengan kalian, maka saya terpaksa melakukan ini semua. Jadi, pesan saya, setelah ritual ini selesai, kalian harus bersumpah untuk menjaga semua rahasia ini. Apa kalian faham?"
.
"iya, datuk. Kami faham"
.
"bagus! Jadi, ritual ini adalah ritual menghidupkan suami-mu kembali"
tegas sang datuk Bayu Aji lagi. Sembari menatap tajam kearah Pinka.
.
"hah..!? Menghidupkannya lagi??"
.
"benar!"
.
"astaga!!"
Demi mendengar itu, Pinka dan Rifqi segera melongo tak percaya. Bahkan mereka sempat saling pandang dan kembali melongo seperti orang yang baru saja melihat penampakan UFO.
.
"saya tahu kalian pasti tidak akan percaya begitu saja. Tapi, semuanya akan jelas setelah saya berikan minyak ini kepada suami-mu"
Ucap sang Datuk kemudian. Sembari mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisi minyak berwarna hitam kecoklatan.
.
"a..apa..apa itu datuk?"
.
"ini adalah Minyak Bintang level satu. Ini level tertinggi dari dua level dibawahnya. Nah, jelasnya adalah.. level satu ini khusus untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati"
.
"astaga Tuhan..! apakah ini benar-benar kenyataan? Saya kira itu cuma mitos!"
.
"ini kenyataan. Dan ini bukan hanya sekedar mitos! kita lihat saja tengah malam nanti. Bila bintang-bintang di langit mulai bermunculan, saat itupula lah minyak ini akan mulai bekerja"
.
"gila..! Benar-benar dahsyat..!"
Sentak Pinka dan Rifqi kagum.
.
"tapi, apakah semua itu ada syarat dan pantangannya, datuk?"
.
"tentu. Tapi itu akan saya katakan nanti. Sekarang kita mulai saja ritualnya. Sebab waktu kita terbatas"
.
"ya, ya, baiklah datuk"
.
(kemudian)
.
Proses ritual segera dimulai. Suasana benar-benar tegang dan mencekam.
.
Sekilas tak ada yang aneh saat datuk Bayu Aji mengoles dan melumuri sedikit demi sedikit jenazah Roffi dengan Minyak Bintang tadi.
.
Bahkan, Pinka dan Rifqi sempat tak sadar jika proses ritual yang dahsyat itu sangat singkat dan sudah selesai.
.
(akibatnya)
.
Mereka berdua tetap saja menyimpan rasa tidak percaya akan kemampuan Minyak Bintang tersebut.
.
"mengapa datuk mau melakukan semua ini kepada kami?
Padahal Datuk belum terlalu kenal dengan kami"
Tanya Pinka kemudian. Setelah melihat keadaan suaminya tak ada satupun yang berubah.
.
"ceritanya panjang. tapi yang jelas, hanya ini yang bisa saya lakukan untuk mereka"
Sahut datuk Bayu Aji pelan. Sembari melirik sedih ke beberapa foto yang terpajang di dinding rumahnya.
.
"andai saja saat kejadian itu saya ada disini, saya tentu tidak akan kehilangan mereka. Saya tentu tidak akan hidup sebatang kara seperti ini"
sambung sang datuk lagi. Sembari mulai menitikan air mata.
.
"mereka? Mereka siapa?"
Tanya Pinka bingung. Tapi kali ini dengan nada yang sangat hati-hati.
.
"istri, dan semua anak-anakku"
.
"Ya Tuhan. apa yang terjadi dengan mereka, datuk?"
.
"mereka semua dibantai dan dimutilasi oleh para perampok. saya terlambat untuk menyelamatkan mereka. Sebab saat itu saya sedang menjalani tapa untuk mendapatkan Minyak Bintang ini. Jadi, itulah sebabnya saya bersumpah untuk menggunakan minyak bintang ini sebaik mungkin. Dan tentunya khusus untuk menolong orang yang benar-benar membutuhkannya"
sahut sang datuk menjelaskan.
.
"Dan saya rasa, saat ini menolong kalian adalah hal yang sangat tepat"
Sambungnya lagi. Sembari melirik kearah perut Pinka.
.
"terima kasih datuk. Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan ini"
ucap Pinka bersungguh-sungguh. Sembari mengelus-elus perutnya yang buncit.
.
"dan rahasia ini tidak akan pernah ada yang tahu"
Timpal Rifqi pula.
.
"bagus! Itu yang saya harapkan. Baiklah. Sekarang kita berkumpul diruang tengah. Biarkan saja suami mu ini disini"
.
"tapi.."
.
"jangan khawatir nak Pinka. Semuanya akan baik-baik saja. Yakin saja suami mu akan hidup kembali"
.
"se..semudah itukah?"
.
"ya! Sebab kekuatan Minyak Bintang ini sangat dahsyat..! Dan tak ada duanya di dunia ini"
.
"be..benarkah?"
.
"benar! Nah, sekarang mari kita keluar. Biarkan Minyak Bintang itu bekerja"
Tukas si datuk Bayu Aji. Sembari menggiring kedua orang yang masih diliputi rasa tak percaya itu tadi menuju ke ruang tengah.
.
------------------
------------------
.
"krik..krik..krik.."
.
Hari kini sudah mulai beranjak malam.
.
Suasana sepi pun segera menyelimuti perkampungan yang rumah para penduduknya rata-rata saling berjauhan antara satu dan lainnya.
.
"maaf Datuk.. Apakah semua ini berhasil?"
Tanya Pinka pelan. Memecah keheningan serta kebisuan diantara mereka.
.
"sebenarnya ini adalah pertama kali saya mencoba Minyak itu"
.
"hah!? Baru pertama kali?"
.
"benar! Tapi saya yakin akan kekuatan dan keberhasilannya"
.
"bagaimana bisa?"
.
"nak Pinka.. Semua ilmu gaib
entah itu berupa minyak, mantra, dan bahkan senjata pusaka, semuanya harus di yakini kekuatannya. Itulah kunci keberhasilan semua jenis ilmu gaib jenis apapun"
.
"i..iya.. Datuk benar"
.
"Nah.. Begitu juga dengan saat ini! saya yakin semua ini pasti berhasil. Sebab malam ini sangat cerah. Bintang-bintang dilangit tak tertutup awan. Jadi, Tunggu saja hingga tengah malam. Suami mu pasti akan menemui kita kesini"
.
"tapi..tapi.. Apakah suami saya nanti benar-benar hidup, atau cuma hanya jadi mayat hidup?"
.
"dia benar-benar hidup. Percayalah! Tak akan ada yang berubah dengan dirinya. Semua akan baik-baik saja. Bahkan semua ingatannya tetap seperti sebelumnya. Hanya saja dia tak tahu kalau dirinya tadi sempat mati. Maka sebaiknya jangan katakan yang sebenarnya. Katakan saja kalau di habis koma"
.
"terus, bagaimana dengan luka-lukanya?"
.
"semua akan hilang tanpa bekas. Bahkan, tulang-tulangnya yang patah tadi pun akan tersambung kembali"
.
"luar biasa! Rasa-rasanya saya masih belum bisa menerima semua ini dengan akal sehat"
.
"itulah kekuatan mistik. Nah, sebaiknya kita bersiap. Sebab saya merasakan kalau Minyak itu sudah bekerja. Dan sekarang hampir selesai. Sebaiknya nak Pinka siap-siap menyambutnya"
Ucap si datuk Bayu Aji. Sembari tersenyum penuh kepastian.
.
Dan benar saja.. Beberapa puluh menit kemudian, Roffi muncul sambil tersenyum lebar.
.
Sedangkan Pinka hanya mampu melongo tak percaya.
.
"paman Roffi?"
sentak Rifqi histeris. Rupanya ia benar-benar tak kuat lagi menahan rasa terkesimanya.
.
"hai Rifqi, dek Pinka, Berapa lama aku pingsan? kok kalian semua pada bengong gitu, sih?"
tanya Roffi kemudian. Seolah-olah tak ada sesuatu yang gawat habis menimpanya. Padahal, beberapa jam yang lalu ia benar-benar telah meninggal.
.
Tapi tak ada yang menjawab pertanyaan Roffi tadi. Semuanya larut dalam perasaan masing-masing.
.
hingga akhirnya Pinka sendirilah yang segera beranjak menghampiri suaminya.
.
"terima kasih Tuhan...! Entah apa yang terjadi denganku jika tanpa suamiku ini"
isak Pinka keras. Sembari memeluk suaminya dengan perasaan yang bercampur aduk.
.
--------------------
--------------------
.
(singkat cerita)
.
Setelah acara haru biru mereka selesai, dan juga setelah saling menceritakan apa yang sudah terjadi, akhirnya Roffi mulai buka suara.
.
"sekarang, apa yang harus kami lakukan Datuk?"
.
"kalian harus pindah dari kampung ini. Dan seperti yang saya bilang tadi. Jaga semua rahasia ini. Dan jangan pernah sekalipun melanggar pantangan dari Minyak Bintang itu. Serta jangan lupa untuk tidak pernah membalas dendam kepada siapapun. Sebab kekuatan Minyak Bintang yang ada dalam tubuhmu itu tidak suka akan hal-hal yang jahat! Apalagi rasa dendam"
.
"baiklah Datuk. Semua itu akan saya ingat. Dan tidak akan pernah saya langgar"
.
"bagus. Saya pegang kata-kata kalian. Nah, sekarang cepatlah kalian tinggalkan kampung ini. Sebab semua ini tak boleh diketahui oleh para warga yang lain"
.
"jadi, kami harus pergi malam ini juga?"
.
"benar! Sebab besok para warga pasti akan datang kesini untuk melihat keadaan mu. Jadi, jika nanti mereka melihat kamu segar bugar seperti ini, maka sudah jelas mereka akan tahu apa yang terjadi sebenarnya"
.
"ya, ya, Datuk benar"
.
"Nah!, sekarang Jangan mikir apa-apa lagi! Lagipula saya benar-benar ikhlas untuk menolong kalian tanpa minta imbalan apa-apa!"
.
"sekali lagi terima kasih banyak Datuk. Tapi, yang kami pikirankan itu jika pergi malam ini, kami harus naik apa?"
.
"bawalah mobil butut saya itu"
.
"hah!? Tapi..."
.
"sudahlah..! Bawa saja. Sebab Saya ini sudah tua. Lagian, saya ini sebatang kara. Kalau saya mati, paling semua harta benda saya ini akan dijarah orang. Nah, tunggu apalagi..? Cepat kalian pergi"
.
"ba..baiklah Datuk. Terima kasih banyak. kami tidak akan pernah melupakan Datuk. Dan izinkanlah kami memanggil Datuk sebagai Ayah"
.
"a..a..anak-anakku"
Sahut datu Bayu Aji terharu. Dan segera menumpahkan semua beban yang selama ini ia pendam sendiri.
.
Ya, sang Datuk segera menangis tersedu-sedu. Dan langsung memeluk Roffi dengan penuh kasih sayang.
.
Ah..! Ternyata selama ini dirinya sangat merindukan sebuah keluarga. Dan secara kebetulan, Roffi ternyata mirip dengan mendiang putranya.
.
Dan begitu juga dengan Pinka. istri Roffi itu ternyata mengingatkan sang Datuk dengan menantunya yang juga telah meninggal dunia. sebab mendiang menantunya itu meninggal ketika sedang hamil tua. Persis seusia dengan kehamilan Pinka saat ini.
.
Jadi, terungkaplah sudah mengapa sang Datuk rela dan ikhlas melakukan semua ini. Sebab dengan memandang Roffi, Pinka, dan juga Rifqi, ia seakan-akan kembali ketengah-tengah keluarganya yang sudah lama tiada.
.
"ya Tuhan.. sekarang bolehlah aku mati! Sebab aku sudah memeluk dan berkumpul lagi dengan keluargaku"
Desah sang Datuk memelas. Sembari terus beruraikan air mata.
.
Ya, itulah sepenggal kisah pembuka untuk cerita misteri ini. Sekarang kita akan mulai masuk ke cerita yang sesungguhnya. tapi ingat! akan ada garis lurus antara kisah pembuka ini dengan kisah yang selanjutnya.
.
Quote:


Quote:


Part II

#MEREKA_YANG_BERADA_DALAM_KEMATIAN.
*******************
(cerita horor yang mengangkat tentang kekuatan mistik ilmu Minyak Bintang)
*******************
----------------------------
#Pengarang dan #Penulis : NENO CHRISTIANDI NELIS
#Genre_cerita : Kisah Fiksi yg dicampur sedikit dgn kejadian nyata.
""""""""""""""""""""""""""""
.
Deru lembut mesin mobil Daihatsu Ayla sewaan yang aku bawa perlahan memecah kesunyian malam.
.
Dengan kecepatan yang tidak terlalu kencang, akibat kabut asap yang terus membatasi jarak pandang, mobil tersebut terus aku pacu dengan konsentrasi yang ekstra hati-hati.
.
Ah! Inilah keadaan paling menyulitkan bila musim kemarau sudah menerjang kalimantan.
.
Disana-sini pasti banyak terjadi kebakaran. Dan kabut asap sudah pasti muncul dan mengganggu segalanya.
.
Tapi, mungkin karena sudah terbiasa dengan hal ini, jadi jangan heran bila masyarakat tetap beraktivitas seolah tanpa halangan.
.
Termasuk juga dengan aku dan keluarga kecilku.
.
Ya, Kami tetap berniat pulang kampung meski saat itu bukanlah musim liburan. Ini semua hanyalah karena rasa kangen dengan keluarga yang tak tertahankan.
.
----------------
----------------
.
Malam terus bergulir. Istri, dan putraku yang berumur dua tahun kurang itu sudah terlihat pulas.
.
Sebenarnya akupun merasa cukup ngantuk juga. itu semua lantaran jalanan saat ini sangat lengang. Terlebih setelah beberapa jam berkendara tak ada satupun mobil
atau kendaraan lain yang berpas-pasan dengan kami.
.
Ya, karena jam segini (jam 08 malam) kendaraan jenis apapun biasanya masih ramai hilir mudik.
Entah itu mobil travel, truk tangki dan bahkan kendaraan bermotor. sebab jalan ini adalah satu-satunya jalan yang menghubungkan ibu kota Provinsi kalimantan tengah (Palangkaraya) dengan ibu kota kabupaten Barito Selatan (Buntok).
.
Namun anehnya, malam ini terlihat berbeda. Seingatku, semenjak meninggalkan kota Palangkaraya tadi, hanya ada satu mobil yang berpas-pasan dengan kami. Dan itupun melaju dengan kecepatan yang diluar akal. Atau lebih tepatnya sang supir mobil tersebut nampak menggeber mobilnya dalam kondisi panik dan ketakutan.
.
Nah, karena melihat kondisi yang seperti itu, maka aku dapat menyimpulkan bila pasti ada sesuatu yang tak beres didepan sana.
.
ya, bisa saja di depan sana ada kecelakaan, atau rintangan lainnya akibat kebakaran hutan. jadi, sangat tidak mengherankan jika kendaraan-kendaraan yang lain tertahan disana. Dan orang yang berhasil lolos, tentu trauma dan ketakutan. Sebab tak jarang akibat kebakaran hutan mobil-mobil atau motor malah ikut terbakar. Terutama bila hutan yang terbakar itu berada di pinggiran jalan.
.
"wah! Harus makin hati-hati, nih"
Gumamku dalam hati. Seraya melirik HP-ku yang sedari tadi tak ada signal.
.
Sebenarnya, sedari tadi aku ingin singgah untuk menghubungi salah seorang sahabatku yang berada di kota Buntok.
.
Tujuannya adalah untuk menanyakan apa yang terjadi disana.
.
Ya, barangkali saja ia tahu. Sebab sahabatku tersebut adalah salah seorang anggota kepolisian.
.
"pah, kita sudah sampai mana?"
Tanya istriku iba-tiba. Rupanya ia baru saja terbangun dari tidurnya.
.
"kita hampir memasuki daerah Timpah"
sahutku cepat. Sembari melirik sebentar kearahnya.
.
"oh ya? gak kerasa udah hampir sampai Timpah, ya?"
.
"iya. Eh, Nanti kita singgah makan disana, ya?"
.
"oke.. Si kecil juga pasti udah lapar"
sahut istriku setuju.
.
"Eh, mah.. Ngomong-ngomong, sedari tadi jalanan sepi banget, loh"
ucapku kemudian. Setelah beberapa saat kami terdiam.
.
"hmmmm.. Kan sekarang lagi musim kebakaran. Kabut asap ada dimana-mana. Jadi, wajar aja jalanannya sepi"
.
"tapi ini dari tadi kita gak ada berpas-pasan sama kendaraan lain, loh"
.
"masa?"
.
"aneh, kan? karena biasanya, meski kabut asap, jam segini tetap rame oleh kendaraan lain"
.
"iya juga, ya"
.
"nah, oleh karena itu, nanti sekalian singgah makan, aku akan coba telepon bang #Fabby_Nugroho. Dia pasti tahu apa yg sedang terjadi sekarang. Aku penasaran banget dengan keadaan sekarang"
.
"tapi, kenapa nelpon bang Fabby, pah?"
.
"kan dia anggota kepolisian. Dia pasti tahu apa info terbaru. Aku takut bila di depan sana ternyata terjadi kebakaran hutan yang hebat seperti tahun lalu. Nah, kalau benar seperti itu, kita kan bisa putar balik dari sekarang"
.
"papah benar juga, ya. Buat apa kita terus kalau akhirnya terjebak ditempat kebakaran itu"
.
"makanya.. itu yang harus kita antisipasi. nah, sekarang kita singgah dulu"
Ucapku kemudian. Karena kebetulan saat itu kami sudah memasuki desa Timpah.
.
Dan Sembari membelokan mobil kearah rumah makan yang buka 24 jam. Tak henti-hentinya aku memperhatikan kearah seorang pria yang berdiri mematung dipinggir jalan.
.
Ya, Pria itu terlihat memakai jaket berwarna hitam, celana panjang jeans, dan sepatu sport berwarna putih.
.
Di depannya terlihat pula sebuah ransel yang cukup besar. Maka dengan begitu dapat ditebak bila ia sedang menunggu tumpangan.
.
Hanya saja, tujuannya entah kemana. Sebab ia tak merespon apa-apa saat melihat mobil kami.
.
Ia hanya diam mematung dan terus menatap lurus kedapan. Jadi, menurut saya pribadi, tujuannya tentu tak searah dengan kami.
.
"maaf, mbak.. Orang yang berdiri di pinggir jalan sana siapa ya?"
Tanyaku akhirnya kepada salah seorang pelayan yang melayani kami. Sebab rasa penasaranku sangat besar terhadap pria tersebut.
.
"entahlah, mas.. Sejak turun dari mobil yang kearah Palangkaraya tadi, Orang itu terus berdiri disana"
.
"kenapa?"
.
"kami juga tidak tahu. Sebab ia tak pernah sedikitpun beranjak dari sana"
.
"apa dia menunggu jemputan?"
.
"mungkin saja. Tapi kayaknya orang itu aneh banget, deh..!
Sebab sejak tadi ia tak mau bicara sedikitpun meski ada beberapa orang yang mencoba menyapanya atau menanyai tujuannya"
.
"gitu, ya"
.
"ya. eh, saya permisi dulu, mas.. Kayaknya ada telepon. Dari tadi disini signal susah banget"
ucap si pelayan tadi. Sembari berlari kedalam dengan terburu-buru.
.
"papah sendiri kok malah gak telepon bang Fabby?"
celetuk istriku tiba-tiba.
.
"astaga..!! papah lupa. tunggu sebentar"
sahutku kaget. Dan buru-buru keluar seraya mengangkat HP-ku keatas.
.
"gila! Signalnya kok susah banget. Padahal biasanya disini signalnya penuh"
Gerutuku dalam hati. Sambil terus melangkah kepinggir jalan. Sebab disana signal mulai muncul meski hanya satu balok.
.
Dan karena saking asyiknya mengejar signal, tanpa sengaja aku malah berdiri di dekat pria misterius tadi.
.
Tapi entah kenapa.. sejak berdiri di dekatnya itu tiba-tiba bulu kudukku merinding kuat.
.
Terlebih setelah aku mencium aroma tak sedap yang muncul dari tubuhnya. Aroma tak sedap itu lebih tepatnya dikatakan sebagai aroma amis dan daging setengah busuk.
.
"hay.. Selamat malam. Saya Neno. Kalau boleh tahu, Anda mau kemana?"
Sapaku kemudian. Sebab saat itu juga pria tadi mendadak menganga dan melotot besar kearahku.
.
Dan Meski tak menyahut sapaanku tadi, namun nampaknya ia mulai menunjukan sikap aneh. Aku kini segera menyimpulkan kalau dia pasti tak suka akan kehadiranku.
.
Maka oleh sebab itu, aku segera beranjak dari sana. Namun sebelumnya aku sempat mengirim SMS ke Fabby tentang posisi kami. Dan juga menanyakan apa saja yang terjadi sekarang.
.
"bagaimana pah? Udah hubungi bang Fabby?"
Tanya istriku kemudian. Setelah aku kini sudah kembali bersama mereka.
.
"cuma papah SMS doang. Soalnya signalnya susah banget. lagian nomornya bang Fabby sibuk mulu. Tapi, dengan begitu papah semakin curiga kalau didepan sana pasti ada apa-apanya. Soalnya jika nomor HP bang Fabby sibuk seperti ini, biasanya pasti ada kasus atau masalah pelik yang dihadapinya"
.
"iya, ya.. Terus, kita sekarang gimana?"
.
"kita makan dulu. Sekalian nunggu SMS balasan dari bang Fabby. setelah itu baru kita pikirkan bersama apa yang akan dilakukan selanjutnya"
Tukasku akhirnya. Seraya menyuapi nasi dengan lahapnya. Dan juga sesekali melirik ke arah pria yang dipinggir jalan tadi. Yang sekarang tampak semakin aneh.
.
(lalu, beberapa saat kemudian)
.
Di saat kami baru saja menyelesaikan makan. Tiba-tiba pria yang aneh tadi kelojotan tak karuan.
.
Aku hampir saja berlari untuk melihat keadaanya. Namun segera aku urungkan tatkala istriku mendadak melarang dan mencegahku untuk kesana.
.
"kenapa mah? papah cuma mau memastikan keadaannya saja, kok"
Tanyaku bingung.
.
"jangan, pah! Sepertinya ada yang tak beres dengan orang itu, apa papah tidak lihat, kalau sejak tadi si kecil selalu ketakutan bila memandang kearah orang itu"
Sahut istriku serius.
.
"hmmm.. Tapi"
.
"sudahlah, pah! Sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini. Perasaanku jadi tidak enak. Lihat nih, si kecil semakin menggigil ketakutan. Kayaknya dia seperti melihat hantu saja bila memandang kearah orang itu"
Ucap istriku lagi. Seraya memeluk putraku, yang kini benar-benar tampak ketakutan luar biasa.
.
"baiklah. Kalau begitu papah bayar dulu. Kalian berdua tunggu didalam mobil"
Tukasku akhirnya. karena sepertinya perkataan istriku tadi benar dan masuk akal. Sebab akupun saat itu tiba-tiba merasa ada semacam perasaan aneh yang sangat mengganggu. Terlebih ketika saat itu juga si pria misterius tadi mendadak berlari kearah Palangkaraya. Itu terjadi tepat ketika saat itu ada sebuah mobil Avanza yang melaju ke arah sana.
.
"astaga, pah! Coba lihat..! orang itu mengejar mobil tadi"
seru istriku. Sembari menyeringai ngeri.
.
"benar-benar aneh! Orang itu sepertinya tidak waras"
sahutku dengan tak kalah kagetnya.
.
"terus, kita sekarang kemana, pah?"
tanya istriku kemudian. Setelah kini kami semua sudah berada didalam mobil.
.
"kita terus saja ke arah Buntok. karena perasaanku sekarang mengatakan jika putar balik ke Palangkaraya bukanlah keputusan yang tepat. Terlebih mobil yang melaju tadi sepertinya sedang dipacu oleh supirnya dalam keadaan ketakutan"
Sahutku akhirnya. Setelah sempat berpikir sejenak.
.
"maksud papah?"
.
"ya, sepertinya ada hal tak beres yang sedang terjadi"
.
"kenapa papah bisa berpikiran begitu?"
.
"entahlah. papah juga masih bingung. Tapi papah yakin kalau sebaiknya kita terus saja. mamah lihat, kan? pria itu mengejar mobil yang ke arah Palangkaraya tadi seperti orang gila! papah takut kalau dia akan mengejar kita juga"
.
"ya. papah benar. mamah jadi takut sekarang. Jangan-jangan orang itu tadi adalah perampok atau orang gila yang sadis"
.
"baiklah. Sekarang kita.."
.
Aku tak jadi melanjutkan kalimatku barusan. Sebab saat itu juga tiba-tiba si pria aneh tadi mendadak muncul dan berdiri kembali di posisinya semula. Namun aku sempat melihat kalau matanya sedang mengawasi mobil kami.
.
"kita berangkat"
ucapku akhirnya. Sembari mulai menjalankan mobil meninggalkan tempat itu.
.
Namun, sebelum benar-benar jauh, aku sempat melihat dari kaca spion kalau pria tadi sekarang sedang berlari kearah warung. Dan nampaknya akan segera mengamuk disana.
.
"ugh..! Benar-benar pengalaman yang aneh! Dan sekarang pasti ada hal yang tak beres sedang terjadi"
Gumamku dalam hati. Sembari terus memacu mobil tanpa memperdulikan lagi apa yang akan terjadi dibelakang sana.
.
Jujur saja! Sebenarnya aku heran mengapa aku tiba-tiba berubah menjadi orang yang tak pedulian seperti ini. Tapi ini terjadi benar-benar diluar hati nuraniku. Ini sungguh terjadi karena perasaan dan hati kecilku mengatakan agar kami harus cepat-cepat meninggalkan tempat ini demi keselamatan anak dan istriku.
.
ya, perasaan seperti ini adalah naluri yang aku tanam sejak kecil. Sebab perasaanku tak pernah meleset bila itu menyangkut tentang keselamatan. Atau bisa juga ini adalah naluriku sebagai seorang ayah dan juga suami yang ingin selalu melindungi keluarganya.
.
"mah! Papah yakin sekarang ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi ditempat tadi. Tapi kita harus tenang. Sebab bisa saja ini hanyalah pikiran ngawur papah saja"
Ucapku akhirnya. Ketika kini kami sudah cukup jauh dari desa Timpah.
.
"kalau mamah sih gak punya pikiran atau perasaan apa-apa. Cuman tadi masih keingat akan kelakuan orang aneh barusan. Sumpah, mamah takut dan syok banget"
.
"ya.. Tapi sudahlah. Semoga mereka yang berada di warung tadi baik-baik saja"
Tukasku akhirnya, Sembari melihat kearah ampere bahan bakar, yang sekarang mulai mendekati huruf E.
.
"sialan! Gara-gara masalah tadi, aku sampai lupa isi bensin"
Gerutuku dalam hati. Sembari meringis kecut. Dan melirik istriku yang nampak memandang lekat ke arah luar.
.
"lihat apa mah?"
Tanyaku akhirnya. Setelah melihat ia masih terfokus memandang ke arah sana.
.
"itu, pah.. Tadi mamah lihat ada orang yang berdiri di pinggir jalan"
.
"masa sih? Kok papah gak lihat"
.
"tapi mamah benar-benar melihatnya"
.
"laki-lali atau perempuan?"
.
"perempuan"
.
"terus, mau-nya mamah apa?"
.
"papah gak keberatan kan kalau kita mundur sedikit untuk memastikan penglihatan mamah tadi"
.
"oke!"
.
(lalu)
.
Dengan mengutamakan rasa kemanusian dan penasaran, akhirnya aku menuruti permintaan istriku tadi.
.
Dan benar saja. Hanya perlu mundur beberapa ratus meter, aku kini pun bisa melihat orang yang di maksudnya barusan.
.
Ya, itu artinya jika perempuan yang dilihat istriku tadi benar-benar ada dan nyata.
.
Aku hampir saja turun untuk menyapa si perempuan itu.
.
Namun entah kenapa segera di cegah oleh istriku.
.
"jangan, pah! Sebaiknya kita terus saja"
.
"loh, emangnya kenapa?"
.
"ada yang gak beres dengan perempuan itu"
.
"maksudnya?"
.
"masa dia tadi malah menyeringai dan melotot ke arah mamah"
.
"masa sih?"
.
"iya! Nampaknya dia tidak suka dengan kedatangan kita. Dan.."
.
"bruakkkk...!!"
.
Saat itujuga tiba-tiba si perempuan misterius tadi memukul mobil kami.
.
Dari mulutnya yang mengeluarkan liur berbusa, tak henti-hentinya pula ia menjerit dan menggeram ke arah kami. Tapi anehnya, tatapan matanya kosong. Dan ekspresinya pun datar. Ia sama sekali tak terlihat marah atau membenci kami. Hanya perbuatannya saja lah yang aneh.
.
Tapi tetap saja hal itu membuat kami bertiga kaget. Terutama istri dan putraku yang segera menjerit takut.
.
Akibatnya, tanpa pikir panjang lagi aku segera memacu mobil secepat mungkin untuk meninggalkan tempat itu.
.
"kurang ajar! Nampaknya perempuan tadi sedang kesurupan"
ucapku kemudian. Sembari menarik nafas gugup.
.
"iya, pah.. Iiih..! Benar-benar ngeri. Lihat aja si kecil sampai menggigil kayak gini"
Sahut istriku cepat. Sambil terus berusaha menenangkan putra kami yang terus-terusan menangis. Ya, mungkin dia masih sangat kaget dan syok akan kejadian tadi.
.
Andai kata tak ingat akan rasa kemanusian, ingin sekali rasanya aku menghajar wanita itu. Ya, Aku benar-benar kasihan melihat putraku sampai setakut ini akibat perbuatannya yang konyol dan mengagetkan. Ayah mana yang tidak mempunyai rasa ingin membela jika anak dan istrinya merasa terganggu oleh pihak lain.
.
Tapi sekali lagi, hal itu hanya sampai di pikiran saja. Tidak sampai bermaksud untuk di realisasikan. Apalagi saat itu juga tiba-tiba ada sebuah pemandangan yang mengejutkan! Atau lebih tepatnya di depan kami sekarang ada sebuah mobil yang terparkir begitu saja dengan sembarangan.
.
Kondisinya cukup mengherankan. Sebab Kedua pintu depannya terbuka. Dan lampunya menyala semua. Jadi, mobil itu nampaknya ditinggalkan oleh pemiliknya secara terburu-buru.
.
"kenapa dengan mobil itu, pah?"
.
"entahlah. Tapi biar papah periksa dulu"
sahutku cepat. Sembari menepikan mobil kami ke sisi kiri jalan. Agak maju sedikit melewati mobil tadi.
.
"kalian tunggu disini. Papah akan coba periksa sebentar"
.
"hati-hati, pah! Kalau ada yang aneh-aneh, tinggalkan saja"
.
"iya. Tenang saja"
Sahutku singkat. Sembari buru-buru keluar dari dalam mobil.
.
(lalu)
.
Sambil memasang sikap waspada, aku kemudian perlahan melangkah dengan hati-hati menuju ke arah mobil tadi.
.
Kabut yang semakin tebal, membuat jarak pandang semakin terbatas.
.
Jadi, kalau misalkan disekitar situ ada orang lain. Akan susah sekali untuk mengetahuinya dengan cepat. Kecuali jika orang tersebut mengeluarkan suara. Maka oleh sebab itu, aku sekarang sengaja meraih sepotong kayu untuk berjaga-jaga.
.
Ya, siapa tahu saja jika mobil yang terparkir sembarangan itu sebenarnya habis di rampok. Jadi, aku lebih baik bersiap duluan jika nanti tiba-tiba terjadi hal yang buruk.
.
"halo.. Selamat malam! Apakah di dalam ada orang?"
Ucapku kemudian. Setelah kini aku sudah berada tepat di sisi kanan mobil.
.
"halo.. Apakah ada orang?"
Tanyaku lagi. Sebab tak ada sahutan apapun yang muncul dari dalam sana.
.
"halo.. Apakah.. Aghhhh..!"
Desahku kaget. Karena detik selanjutnya tiba-tiba aku mencium aroma busuk yang menyeruak tajam.
.
Dan karena aroma tak sedap itu berasal dari dalam mobil, maka aku segera tersentak mundur. Dan juga membatalkan niatku untuk menengok kedalam.
.
"busyet! bau banget.. Cuih...!!"
celetukku keras. Sembari meludah berkali-kali.
.
(lalu mendadak)
.
"pah, papah.."
Istriku tiba-tiba berteriak. Yang membuat aku segera tersentak dan buru-buru lari ke mobil.
.
"ada apa, mah?"
Tanyaku panik. Sembari melongo ke dalam.
.
"tadi ada orang, pah!"
.
"dimana?"
.
"di depan sana"
.
"mamah yakin?"
.
"Yakin banget! "
.
"laki-laki atau perempuan?"
.
"laki-laki. Kira-kira seusia papah"
.
"terus, sekarang dia kemana?"
.
"entahlah! Tadi cuma melintas saja. terus langsung menghilang di dalam kabut"
.
"hmmm.. Kalau begitu disini ada orang lain"
.
"apa mungkin itu adalah para penumpang mobil yang terparkir sembarangan itu?"
.
"bisa saja. tapi..."
Aku segera menghentikan kalimatku. karena saat itu juga dari arah depan sana terdengar suara-suara derap kaki yang sedang menuju ke arah kami.
.
"ada apa, pah?"
.
"ssstttt..! Kayaknya ada banyak orang yang sedang menuju kemari"
.
"hati-hati, pah! Sebaiknya papah cepat masuk saja"
.
"hmmm.. Baiklah"
Sahutku akhirnya. Sebab saat itupun aku merasa tidak enak perasaan. Ada semacam rasa khawatir dan was-was yang menggelayut di hati dan pikiranku.
.
Dan benar saja! begitu berada dalam mobil, tiba-tiba muncul beberapa orang dengan penampilan semrawut dan acak-acakan.
.
Sekilas memang tak ada yang aneh dengan mereka. Hanya saja, begitu mereka dekat, sangat jelas terlihat kalau pandangan mata mereka semua terlihat kosong. Dan ekspresi wajahnya pun terlihat datar.
.
"kenapa dengan mereka, pah?"
Tanya istriku pelan. Sembari terus memperhatikan kearah orang-orang tadi.
.
"sepertinya habis ada sesuatu yang menimpa mereka"
.
"apakah mereka habis di rampok?"
.
"entahlah. tapi biar papah coba tanya dulu"
.
"tunggu, pah! Lihat nih si kecil tiba-tiba ketakutan melihat mereka"
Cegah istriku seketika. Tatkala putra kami mendadak menjerit dan menangis dengan sangat keras.
.
"aneh.."
sentakku bingung. Dan ikut-ikutan menenangkan putra kami.
.
"sebaiknya kita cepat pergi saja, pah!"
.
"tapi, papah masih penasaran dengan orang-orang itu"
.
"sudahlah, pah! Palingan mereka itu adalah para penumpang mobil Avanza itu"
.
"Tapi kok mereka terlihat aneh banget. tuh lihat.. Mereka cuma melangkah pelan seperti robot!"
.
"pokoknya kita pergi saja! Apa papah gak lihat kalau si kecil jadi setakut ini karena melihat mereka?"
.
"oke, oke!"
Sahutku akhirnya. Sembari mulai menjalankan mobil walau masih menyimpan rasa penasaran yang besar. Terlebih ketika orang-orang tadi seakan tidak peduli dengan keberadaan kami.
.
Tapi, baru saja kami berjalan beberapa meter, tiba-tiba orang-orang tadi mendadak berbalik dan berhamburan mengejar kami.
.
Akibatnya, di antara rasa kaget dan heran, aku sontak menambahkan kecepatan.
.
"busyet! Kok mereka tiba-tiba mengejar kita, pah!"
.
"iya, mah! Benar-benar aneh"
.
"mereka itu siapa ya, pah? kok tiba-tiba kayak orang gila saja"
.
"entahlah! dan.. Eh lihat! mereka masih mengejar kita"
.
"apa!? Mereka ngejar?"
Sentak istriku kaget. Sembari ikut-ikutan menoleh kebelakang.
.
"benar!"
.
"papah benar! Cepat kebut, pah! Mereka cuma berjarak sekitar lima meter dari mobil kita"
.
"papah tahu! Cuma masalahnya papah gak berani tancap gas lebih dari ini. Kabutnya pekat banget! Papah takut kita nanti malah celaka"
.
"haduuuh..! Gimana nih, pah! Mamah takut banget. Mamah yakin mereka pasti ingin merampok kita"
.
"Bisa jadi! Tapi kalau mau merampok, kenapa tidak mereka lakukan dari tadi, ya? Tidak perlu menunggu hingga kita jalan dulu"
.
"i..iya juga, ya! Waduh..! mamah jadi takut banget nih, pah!"
.
"biarkan saja mereka mengejar kita"
.
"tapi kalau mereka berhasil mengejar kita, gimana?"
.
"semoga saja tidak. karena papah yakin sebentar lagi mereka juga akan kelelahan"
.
"iya. Tapi..."
.
"bruaaakkkk...!!"
.
Saat itu juga ada sesuatu yang terdengar membentur belakang mobil. Dan begitu menoleh, rupanya ada seorang lelaki tua yang sedang bertengger disana.
.
"busyet!! Salah satu dari mereka berhasil naik"
Sentakku kaget. Dan hampir tak percaya akan kenekatan si lelaki tua tersebut.
.
"hrrrrgggghhhhh...!"
.
Geramnya keras! Yang membuat barisan giginya nampak terlihat jelas.
.
"busyet! Dia punya taring, pah"
Pekik istriku panik. Setelah melihat aksi seram si lelaki tua tadi.
.
"iya! Ini benar-benar tak beres! Kayaknya ada sesuatu yang aneh dengan dirinya"
.
"apa dia kesurupan?"
.
"entahlah! Tapi bisa saja dia pakai ilmu tertentu untuk dapat mengejar kita"
.
"terus kita gimana dong, pah?"
.
"tenang! Kita harus tenang. Papah akan coba menghalaunya"
Sahutku cepat. Sembari mulai membuat gerakan zik-zak.
.
Akibatnya, si pria tua tadi segera terayun kesana-sini. Namun hingga beberapa menit dia masih belum terlempar juga.
.
Malah kemudian mulai memukul-mukul kaca belakang mobil dengan kepalanya.
.
"orang itu benar-benar gila! Sebaiknya kita harus cari bantuan, pah"
seru istriku akhirnya. lantaran kaca belakang kini mulai menunjukan tanda-tanda akan pecah.
.
"papah juga kepikiran begitu. Tapi disini masih jauh dari perkampungan manapun"
Sahutku dengan tak kalah paniknya. Dan terus berusaha membuat gerakan zik-zak yang lebih ekstreme lagi.
.
Dan hasilnya, bukannya berhasil membuat si pria tua tadi jatuh, malahan hampir saja membuat kami nyaris bertabrakan dengan sebuah mobil Suzuki APV berwaran silver, yang tiba-tiba muncul dengan tanpa terduga (Sebab saat itu kami sedang berada disebuah jalan membelok yang tajam)
.
"bruuuuummmm..!!"
.
"chiiiiiizzztttttt...!!!"
.
"ughhh..!!"
.
Rasanya nafasku hampir putus karena rasa kaget dan tegang yang benar-benar luar biasa.
.
Sementara istri dan putraku nampak terpaku. Dan mungkin mengira jika kami sekarang sudah mati.
.
"pah.. Apa kita baik-baik saja?"
Tanya istriku kemudian. Dengan suara yang sangat pelan dan lemah.
.
"ya.. Kita baik-baik saja"
sahutku cepat. Sembari menengok ke arah mobil Suzuki APV tadi, Yang kini juga sama-sama berhenti.
.
"kita tidak terbalik?"
.
"tidak.. Kita baik-baik saja. Mamah jangan takut. Kita masih hidup, kok! Sekarang papah akan periksa keadaan mereka yang berada di mobil APV tadi "
ucapku lagi. Sembari bersiap keluar dari dalam mobil.
.
"tapi diluar sana 'kan ada perampok tadi, pah?"
.
"udah gak ada kok, mah! Kayaknya udah terlempar entah kemana"
.
"masa sih? Tapi dia bisa saja masih berada disekitar sini, pah"
.
"iya. Tapi bukankah sekarang kita tidak sendiri lagi? papah akan menemui para penumpang mobil APV tadi. Sekalian minta maaf dan menjelaskan semuanya. papah akan minta bantuan dari mereka"
.
"tapi..."
.
"mamah tunggu disini. Papah cuma sebentar, kok! Kalau lelaki tua tadi muncul lagi, biar nanti bisa dihajar rame-rame"
.
"ba.. baiklah"
sahut istriku akhirnya.
.
"Kunci semua pintunya"
Ucapku lagi, sebelum buru-buru keluar untuk menemui mobil tadi, yang saat itu tampak masih diam ditempat tanpa ada satupun orang yang keluar dari dalamnya.
.
(lalu)
.
"maaf, saya minta maaf! Apakah kalian baik-baik saja?"
Tanyaku kemudian. Sembari buru-buru menghampiri kursi sang supir. Dan tentu saja saat itu aku juga sambil menoleh ke kiri-kanan.
untuk memastikan bila si lelaki tua yang hinggap dimobil kami tadi tidak ada disekitar situ.
.
"saya tak apa-apa"
Sahut sang supir pelan. Sembari mengelap dahinya yang bocor.
.
"maafkan atas tindakanku tadi. itu karena mobil kami sedang di naiki oleh salah seorang perampok! Dan..."
.
"sudahlah, mas.. Tak apa-apa! Sebab saya pun sedang mengalami kejadian yang sama dengan anda"
sahut sang supir tadi lagi, memotong kalimatku, yang jawabannya sama sekali tak terduga olehku.
.
"maksud anda?"
.
"ya! saya tadi juga sama-sama sedang dikejar oleh sekelompok orang! Kayaknya mereka ingin merampok saya"
.
"terus, dimana mereka sekarang?"
.
"entahlah! Kayaknya mereka sudah tertinggal jauh"
.
"aneh! Kami juga sekarang sedang dikejar oleh sekelompok orang. Dan tadi bahkan satu orang berhasil menaiki mobil kami"
.
"ya. Tadi aku juga sempat melihatnya. Dan sekarang kayaknya orang yang anda bilang itu ada didepan sana"
Sahut sang supir tadi cepat. Seraya menunjuk kearah depan.
.
Dan begitu melihat arah yang ia tunjuk, aku segera terkesima melihat pemandangan yang kini terpampang dihadapanku.
.
Ya, lelaki tua yang hinggap di mobil kami tadi sekarang nampak terkapar ditengah jalan dalam keadaan bersimbah darah.
.
"astaga!? Apa yang terjadi dengannya?"
Sentakku kemudian. Sembari mulai menggigil panik.
.
"saya tadi tak sengaja menabraknya. Karena dia tiba-tiba meloncat dari mobil kalian ke mobil kami"
.
"gila! orang itu benar-benar gila! Apakah dia sudah mati?"
.
"dari tadi dia tidak bergerak! Kayaknya dia sudah mati. Itulah sebabnya saya tadi tak berani bergerak karena kaget"
.
"gawat! masalahnya bisa runyam nih"
ucapku gugup. Dan bingung harus berbuat apa.
.
"tenang saja. ini semua bukan salah anda. Justru anda nanti akan menemui lebih banyak lagi orang-orang gila seperti itu dibelakang sana"
.
"maksud anda?"
.
"ya! Di pinggiran kota Buntok hingga desa Pararapak sedang terjadi kekacauan yang luar biasa. Orang-orang saling serang dan bahkan saling bunuh. Untung saja saya berhasil kabur dari tempat itu. Hanya saja, seluruh keluargaku sekarang jadi korban. Dan salah satu anakku malah jadi ikut-ikutan gila dan brutal"
sahut si pria tadi menjelaskan. Dan seketika itu juga raut wajahnya pun langsung berubah sedih.
.
"benarkah!? Sebenarnya apa yang sedang terjadi disana?"
.
"entahlah! Yang pastinya semua orang ini sedang kerasukan massal..!"
.
"gawat! Terus sekarang bagaimana?"
.
"kita harus balik ke Palangkaraya. Kalian tak bisa melanjutkan perjalanan kearah Buntok. Sebab nanti kalian akan terjebak kerumunan ditengah-tengah orang-orang yang kesurupan itu! Ketahuilah! saya tadi sempat melihat kalau kesurupan itu nampaknya bisa menular kepada yang lain"
.
"oh, ya?"
.
"ya! Nah, sebaiknya sekarang cepat kita pergi"
.
"oke! Tapi apakah anda punya persediaan bahan bakar?"
.
"ada!"
.
"bisa kah saya minta sedikit? Bensin kami hampir habis"
.
"boleh! Mari kita ambil dari bagasi"
Sahut sang pria tadi. Sembari buru-buru keluar dari dalam mobil.
.
"oh ya. Nama saya Neno. Dan didalam sana ada istri dan putra saya. Lisa dan Seal. Dan kalau boleh tahu, nama anda sendiri siapa?"
Tanyaku kemudian. Ketika kini sudah menerima 1 buah jeriken yang berisi 10 liter bensin dari tangannya.
.
"saya #Reno_Yohanes. Senang berkenalan dan bertemu kalian disaat yang penuh kegilaan seperti ini! Terus terang saja! Tadi saya sempat mengira kalau cuma saya sendiri yang masih tidak ikut kesurupan"
Sahut si pria, yang mengaku bernama Reno, tadi menjelaskan.
.
"oke! baiklah bung Reno. Sekarang kita bagaimana? Sebab dibelakang kami pun tadi ada beberapa orang aneh yang tingkahnya kurang lebih sama seperti orang-orang yang bung Reno ceritakan tadi"
ucapku akhirnya. Ketika kini proses pengisian bensin sudah selesai.
.
"seperti yang saya bilang tadi, kita tetap sama-sama kembali ke kota Palangkaraya saja"
.
"tapi kalau nanti bertemu dengan orang-orang yang mengejar kami tadi, bagaimana?"
.
"apa boleh buat! Kalau mereka menghalangi jalan kita, kita tabrak saja"
.
"tapi.."
.
"Sttttt..."
Tiba-tiba Reno menyuruhkan untuk segera diam. Nampaknya ia kini sedang mendengar sesuatu.
.
"apa apa bung?"
Bisikku pelan. Dan segera melirik kesana-sini dengan perasaan was-was.
.
"sepertinya ada suara orang yang sedang beramai-ramai kesini"
.
"hmmm.. Ya, ya, bung Reno benar"
.
"ayo cepat kita masuk kedalam mobil!"
.
"ayo!"
Sahutku cepat. Sembari meminta istriku untuk membuka kunci pintu mobil (sedangkan si Reno kini juga tampak berlarian menuju ke mobilnya sendiri).
.
Dan saat itu juga, sebelum aku berhasil masuk kedalam mobil, tiba-tiba aku melihat si lelaki tua tadi kini berdiri tepat dihadapanku.
.
Dan tanpa peringatan apapun, ia langsung menerjangku dengan sekuat tenaga.
.
Entah apa maksudnya. Tapi yang jelas ia terlihat benar-benar ingin mencelakaiku.
.
"siapa kamu? Kenapa menyerang saya?"
sentakku kaget. Setelah tadi berhasil mengelak dari serangannya yang pertama.
.
Tapi bukannya menjawab, orang itu malah kembali menyerangku.
.
"hrrrrrrgggghhh...!!"
.
Geramnya keras. Sembari memamerkan barisan giginya yang runcing dan bertaring.
.
Aku benar-benar tak habis pikir mengapa lelaki tua ini bisa bangun lagi. Padahal jelas-jelas tadi ia terluka parah.
.
"Mah..! kunci semua pintunya!"
teriakku akhirnya. Setelah menyadari jika aku sekarang tak mungkin sempat untuk masuk ke dalam mobil.
.
"apa..!? Sebaiknya papah cepat masuk..!! Mamah takut!"
.
"tak bisa! papah tak bisa masuk sekarang! kunci saja semua pintunya! Dan cepat mamah jalankan mobilnya sekarang juga"
Teriakku lagi. Sembari terus berusaha menghindari serangan lelaki tua tadi.
.
"Bagaimana bisa mamah menjalankan mobil sedangkan papah masih berada diluar!"
.
"lakukan saja!"
Tegasku lagi. Walau akupun sebenarnya tak tahu apa rencanaku selanjutnya.
.
(dan)
.
"brummmm...!!"
.
akhirnya istriku menurut juga untuk menjalankan mobil. Namun ia terus berteriak agar aku segera masuk.
.
Tapi karena serangan si lelaki tua tadi benar-benar brutal, aku tak bisa meninggalkan tempat itu begitu saja.
.
"bung Reno!! Tolong saya"
Pekikku kemudian. Karena rasanya aku sudah hampir tak kuat lagi melawan si lelaki tua tadi.
.
Tapi, bukannya menolong, bung Reno malah langsung tancap gas.
.
"bruuuummmm..!!"
.
"sialan! Dia malah kabur"
Umpatku dalam hati. sembari berusaha menedang si lelaki tua tadi.
.
Dan untungnya tendanganku kali ini cukup telak.
.
(akibatnya)
.
"uggghhhhhaaaarr...!!"
.
Si lelaki tua yang brutal tadi jatuh tersungkur mencium aspal.
.
Dan aku yang merasa mempunyai sedikit peluang untuk kabur itu segera mengejar mobil yang dikemudikan oleh istriku tadi dengan sekuat tenaga.
.
#bersambung