alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af3fa07e05227b7488b4567/korea-utara-lepaskan-tahanan-amerika-turuti-lagi-permintaan-trump

Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump

Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump

Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump

Penasihat Keamanan AS John Bolton telah mendesak dilakukannya pembebasan para tahanan, dan Pompeo dilaporkan telah mengangkat isu itu selama pembicaraan tatap muka secara rahasia dengan para pemimpin Korea Utara, termasuk Kim, bulan lalu di Pyongyang.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah membebaskan tiga warga Amerika Serikat (AS) yang ditahan selama bertahun-tahun di kamp-kamp penjaranya yang mengerikan, menyerah kepada tuntutan Trump yang lain sebelum pertemuan bersejarah yang direncanakan antara kedua pemimpin yang negaranya telah lama menjadi musuh itu.

Serangkaian konsesi oleh Kim, dari menyetujui tujuan denuklirisasi Semenanjung Korea sampai membebaskan tiga warga Amerika, tidak meredakan ketakutan di kalangan kritikus Trump bahwa ia akan “melaksanakan perundingan dengan lancar” dan berpotensi memberi wewenang pada rezim komunis di Korea Utara tersebut.

Di balik layar di Gedung Putih, bagaimanapun juga, presiden telah mengerahkan tim yang tangkas untuk mengasah strategi negosiasi cepat dan mendukungnya dalam perundingan nuklir, yang akan diadakan bulan ini atau sebelum akhir Juni.

Gaya bertarung presiden dan manuver oleh timnya dari Dewan Keamanan Nasional dan Departemen Luar Negeri telah menuai kemenangan awal, tetapi mereka masih jauh dari meminta Kim untuk menyerahkan senjata nuklirnya.

“Kami berada di tahap awal pekerjaan, dan hasilnya tentu belum diketahui,” kata Pompeo, mantan kepala CIA, ketika disumpah pada hari Rabu (2/5) sebagai menteri luar negeri. “Tapi ada satu hal yang pasti: Administrasi ini tidak akan mengulang kesalahan masa lalu. Mata kami terbuka lebar. Saatnya untuk menyelesaikan sampai tuntas. Kesepakatan buruk bukanlah pilihan.”

Kelompok kecil yang mempersiapkan pertemuan dengan Korea Utara, diawasi oleh Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional John R. Bolton, mendapat stempel persetujuan dari Joseph R. DeTrani, mantan pejabat intelijen AS yang bertugas sebagai utusan khusus untuk pembicaraan multilateral dengan Korea Utara di tahun 2009.

“Tim ada di sana. Saya pikir administrasi sudah dipersiapkan dengan baik,” katanya kepada The Washington Times.

Dia menganggap Pompeo sebagai “kunci untuk menyukseskan Trump.”

Waktu dan tempat pertemuan itu akan diumumkan dalam beberapa hari. Kandidat teratas untuk tempat pertemuan tersebut adalah Singapura dan “Rumah Perdamaian” di Zona Demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Pembebasan tiga warga Amerika—pengusaha Kim Dong-chul dan pekerja Universitas Pyongyang, Kim Hak-song dan Kim Sang-duk, yang juga dikenal sebagai Tony Kim—menuruti tekanan yang meningkat dari Trump dan timnya saat mereka menyelesaikan persiapan untuk perundingan.

“Tim kami berada di sana, dan sangat mengusahakan untuk itu,” kata Trump bulan lalu tentang upaya untuk membebaskan mereka.

Bolton telah mendesak dilakukannya pembebasan para tahanan, dan Pompeo dilaporkan telah mengangkat isu itu selama pembicaraan tatap muka secara rahasia dengan para pemimpin Korea Utara, termasuk Kim, bulan lalu di Pyongyang.

Ketiga warga AS itu dibebaskan dari kamp kerja paksa pekan ini dan menjalani pemulihan di sebuah hotel di luar Pyongyang, menurut laporan dari media berita yang dikelola negara Korea Utara.

Mereka tetap berada dalam genggaman rezim Kim, yang mengatakan mereka sekarang ada di dalam program “turis”. Tetapi keadaan mereka meningkat secara dramatis, dan mereka diharapkan segera pulang ke rumah.

“Kami percaya bahwa Trump dapat membawa mereka kembali pada hari pertemuan AS-Korea Utara, atau dia dapat mengirim utusan untuk membawa mereka kembali ke AS sebelum pertemuan itu,” kata Choi Sung-ryong, seorang aktivis yang mengupayakan pembebasan tahanan politik Korea Utara.

Tim presiden telah mendesak tindakan yang lebih cepat daripada yang diusulkan oleh sekutu AS, Korea Selatan dan Jepang, yang akan menerima komitmen dari Kim untuk menyerahkan denuklirisasi yang lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah pada tahun 2020, ketika Trump menghadapi pemilu kembali.

Bolton berpendapat bahwa pemerintah harus mengikuti “model Libya” dengan Korea Utara, merujuk situasi ketika diktator Libya yang dulu Moammar Gadhafi setuju pada tahun 2003 untuk segera meninggalkan program senjata nuklir negaranya dan sebagai gantinya ia mendapat kursi sementara di Dewan Keamanan PBB dan jaminan lainnya.

Seorang mantan pejabat yang dekat dengan pemerintah mengatakan bahwa di bawah pendekatan “model Libya,” Trump tidak akan membutuhkan tim besar untuk negosiasi panjang yang berlarut-larut dengan Korea Utara. Sebaliknya, ia akan membutuhkan tim teknis yang siap masuk ke Korea Utara dengan cepat untuk memverifikasi bahwa program nuklir sedang ditutup dan senjata-senjata itu diserahkan.

Perbedaan kali ini dibandingkan dengan negosiasi yang gagal dengan Korea Utara pada tahun 2009 adalah bahwa Trump—dengan dukungan Bolton—kemungkinan akan menuntut tindakan segera dari Kim, menurut seorang mantan pejabat AS yang secara langsung terlibat dalam negosiasi sebelumnya dengan Utara Korea.

Golongan yang skeptis khawatir bahwa Korea Utara akan memanfaatkan gaya dan sifat negosiasi presiden yang tidak bisa dipredisksi sebagai kelemahan, kata sumber itu, tetapi pola pikir para perunding yang bekerja di bawah Presiden George W. Bush dan Barack Obama “bersabarlah.”

“Logikanya adalah, jika kita bisa menegosiasi Korea Utara ke garis 5-yard, maka kita dapat menarik mereka untuk melewati garis akhir,” kata sumber itu. “Yah, lihat kemana strategi itu membawa kita saat digunakan terakhir kali. Strategi itu tidak membawa kita ke mana-mana, dan itulah mengapa kita berada dalam situasi yang kita hadapi saat ini. ”

Bolton mulai membangun tim ketika dia menunjuk Mira Ricardel, mantan penasihat pertahanan untuk kampanye Trump yang bertugas di Pentagon di bawah pemerintah Bush sebagai wakilnya.

Pemain kunci lainnya adalah Direktur NSC untuk Urusan Asia Matthew Pottinger dan Direktur NSC untuk Korea Allison Hooker.

Pottinger adalah mantan jurnalis dan Marinir AS yang bergabung ke pemerintahan sekitar setahun yang lalu. Hooker dihormati di kedua sisi lorong politik untuk keahliannya mengenai Korea Utara.

Seorang mantan analis Departemen Luar Negeri di Asia Timur, Hooker merupakan anggota pemerintahan yang masih dipertahankan Obama dalam tim. Pada tahun 2014, ia mendampingi Direktur Intelijen Nasional saat itu, James R. Clapper, ke Korea Utara untuk secara diam-diam menegosiasikan pembebasan dua tahanan Amerika.

Ada beberapa yang khawatir di lingkaran kebijakan luar negeri saat John Yun, seorang mantan anggota Departemen Luar Negeri di Korea Utara, yang meninggalkan jabatannya pada bulan Februari. Namun, sumber mengatakan presiden yakin bahwa timnya kuat tanpa Yun.

Ada juga keraguan kuat di sayap kiri.

“Ini adalah pertaruhan besar oleh seorang presiden yang sangat tidak siap dan yang telah banyak membahas masalah Korea Utara,” kata Rep. Gerald E. Connolly, anggota Partai Demokrat, dan anggota Dewan Luar Negeri DPR, di MSNBC. “Presiden ini yang kami tahu tidak suka membaca, dia tidak sabaran saat briefing dan dia tidak memiliki tim di tempat untuk berurusan dengan Korea.”

Beberapa orang di Gedung Putih mendesak untuk memperkuat tim. Untuk itu, pemerintah mempekerjakan Anthony Ruggiero, mantan spesialis sanksi Departemen Keuangan dan mengadvokasi tekanan garis keras terhadap Korea Utara.

Ruggiero memiliki peran buruk dalam perundingan dengan Korea Utara di masa lalu, bekerja sebagai penasihat Departemen Luar Negeri untuk delegasi AS dalam perundingan tahun 2005 di Beijing mengenai program nuklir Korea Utara.

Pada front yang terpisah tapi berkaitan, Pompeo mengawasi pembentukan Pusat Misi Korea CIA khusus tahun lalu, dan pemerintahan Trump baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mencalonkan Adm. Harry Harris, kepala Komando Pasifik Pentagon yang akan mengundurkan diri, untuk mengisi peran yang kosong, yaitu duta besar AS untuk Korea Selatan.

Yang lain telah mencatat lingkaran yang semakin meluas yang terdiri dari mantan pejabat dan penasihat lembaga wadah pemikir yang berhubungan secara konstan dengan staf NCS mengenai kebijakan Korea Utara melalui pertemuan dan laporan rutin. Antara lain, analis China lama Michael Pillsbury, yang saat ini di Institut Hudson, terlihat berada di antara orang-orang di luar suara yang didengarkan oleh Gedung Putih.


haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa

Opa Trump strong waaa,komunis kalah ame kapitalis waaa!!!

Moga2 duniyee tambah damai waaa!!!

emoticon-Imlek
Urutan Terlama
jadi melunak gini si Kim, kira2 ada apa ya? emoticon-Big Grin
di depan si ahyan langsung nyundul berita basi..

lucunya si ahyan emoticon-Big Grin
Jong un habis ketemu sama xi jinping terus pergi kekorsel ke temu sama presidennya.
Habis itu nurut banget.
Ada apa dengannya ??????
Apa cina sdh kaga mau bantu korut lagi ??
Quote:


imo, cina lebih fokus ke economy
punya tetangga kaga waras kaya kju bakal ngefek ke economy cina juga
apalagi si kju udah punya nuklir, bisa2 malah ngancem ke cina
Mantap Mr. Trump emoticon-Leh Uga
3 Americans Freed From North Korea Arrive Near Washington



President Trump and Melania Trump met the three Americans at an air base in Maryland. He praised the North Korean leader, Kim Jong-un, and said that the end goal was to denuclearize the Korean Peninsula.

JOINT BASE ANDREWS, Md. — Three American prisoners freed from North Korea arrived here early Thursday to a personal welcome from President Trump, who traveled to an air base in the middle of the night to meet them.

Waving their hands and flashing peace signs, the freed prisoners — Kim Dong-chul, Tony Kim and Kim Hak-song — descended the stairs of their plane, flanked by the president and senior administration officials, including Secretary of State Mike Pompeo, who had flown to Pyongyang, the North’s capital, to secure their release.

Their return to the United States removed a delicate obstacle as the president prepares to sit down with the North’s leader, Kim Jong-un, for a landmark nuclear summit meeting. But as Mr. Trump basked in the glow of floodlights and TV cameras, he indicated that the most difficult part of the negotiations, which include persuading North Korea to dismantle its nuclear weapons program, still lies ahead.

As he is prone to do when it comes to negotiations with the North, he avoided striking a decisive tone.==>Jgn DOOWGOOL kyk si Ahok waaa!!!

“Hopefully everything is going to work out at the highest level,” Mr. Trump said. He then issued a compliment to Mr. Kim: “We want to thank Mr Kim Jong-un, who really was excellent to these three incredible people.”

Mr. Trump, who spent the early part of his week frustrated by news reports about a continuing investigation into his presidential campaign’s ties to Russia and faced with criticism from key European allies for withdrawing from the Iran nuclear deal, seemed eager to celebrate a foreign policy triumph. Vice President Mike Pence and his wife, Karen Pence, Mr. Pompeo and the first lady, Melania Trump, were among those who traveled to the base to welcome the three men.

“We’re starting off on a new footing,” Mr. Trump said of the release. “That was a big thing, very important to me and I really think we have a very good chance of doing something very meaningful.”

Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump
The three American prisoners freed from North Korea, Tony Kim, left, Kim Hak-song and Kim Dong-chul, flanked by Vice President Mike Pence, Mr. and Mrs. Trump, and Secretary of State Mike Pompeo

Hours earlier, Mr. Trump had mused on Twitter about barring the news media from future events because of displeasure over what he perceived to be negative coverage of his administration. But dozens of journalists assembled at the air base early Thursday, training their cameras on Mr. Trump, the freed prisoners and a large American flag that had been strung up on the tarmac.

Asked by reporters about the men’s return, Mr. Trump replied, “The true honor is going to be if we have a victory in getting rid of nuclear weapons.”

The arrival of the men in Maryland capped a whirlwind journey for Mr. Pompeo, who secured their release during a 13-hour visit to North Korea to arrange the summit meeting.

The president spent the hours before their arrival in a celebratory mood. He mentioned in a cabinet meeting that “everyone thinks” he deserved the Nobel Peace Prize for overseeing the prisoners’ release.

“But I would never say it,” Mr. Trump continued. “The prize I want is victory for the world.”

The president had also posted excitedly on Twitter that he planned to greet the “Hostages (no longer)” upon their arrival. Their plane touched down just before 3 a.m.

In a statement as they traveled to the United States, the prisoners said that they wanted to give their “deep appreciation to the United States government, President Trump, Secretary Pompeo and the people of the United States for bringing us home.”

“We thank God and all our families and friends who prayed for us and for our return,” they said.

Mr. Trump, who delivered on a long-held promise this week by ending the United States’ involvement in the Iran nuclear deal, has sought to deliver on another by improving relations with North Korea after nearly seven decades of mutual antagonism.

Analysts are watching the negotiations closely to see if the return of the prisoners is a gesture of genuine good will from the North, or if Mr. Kim will ultimately use the release of the men as leverage for prolonging the time frame for reducing or completely dismantling North Korea’s nuclear abilities.

The date for the summit meeting has not been announced, but it is likely to be after President Moon Jae-in of South Korea visits the White House on May 22.

Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump
Mr. Trump welcoming the Americans released by North Korea. Their return removes a delicate obstacle as the president prepares to sit down with the North’s leader for a landmark summit meeting

As for where the meeting would be held, Mr. Trump has ruled out the Demilitarized Zone, the strip of land that divides North and South Korea. One option is Singapore, a neutral site.

Other administrations, including President Barack Obama’s, secured the release of imprisoned Americans without promising a summit meeting or improved diplomatic relations. Over the past week, Mr. Trump had criticized the Obama administration for failing to secure the release of the three men, who had been held on charges of committing espionage or “hostile acts” against North Korea. Two of them were taken prisoner after Mr. Trump took office.

The three men include Kim Dong-chul, a businessman and naturalized American citizen from the Virginia suburbs of Washington. He had been sentenced to 10 years’ hard labor in April 2016 after being convicted of spying and other offenses.

Tony Kim, also known as Kim Sang-duk, was arrested in April 2017 while trying to board a plane to leave the country. He had spent a month teaching accounting at a Christian-funded school, Pyongyang University of Science and Technology.

Kim Hak-song, who volunteered at the school’s agricultural research farm, was arrested in May 2017. According to CNN, he was born in China near the North Korean border and emigrated to the United States in the 1990s, later returning to China and eventually moving to Pyongyang.


Speaking through a translator, one of the men recounted his time in captivity, describing long days in labor camps but adding that he had received medical treatment when needed. Their release bears a striking contrast to Otto F. Warmbier, a University of Virginia student who was returned to American custody in June after spending 17 months in captivity, much of it in a coma, in Pyongyang. He died days later.

From the tarmac, Mr. Trump acknowledged Mr. Warmbier and his family. “I want to pay my warmest respects to the parents of Otto Warmbier,” the president said, “who was a great young man who really suffered.”

Shortly after meeting with Mr. Trump, the released Americans were transported to Walter Reed National Military Medical Center for further testing. As the president prepared to see the men away, he turned back toward the floodlights.

“I think you probably broke the all-time in history television rating for 3 o’clock in the morning,” Mr. Trump said. Minutes later, he boarded Marine One back to the White House.


haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa

Pantes semua SAMPAH dr seluruh duniyeee ber-bondong2 pindah negara2 Barat waaa!!!

Krn mereka diperlakukan sebagai manusiyeee waaa!!!!


Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump
itu kaum libtard sampah masih juga nyinyirin trump
emoticon-Ngakak

padahal si obambam 8 tahun jadi presiden hasilnya zonk
emoticon-Wakaka
lu laper kim???, lembek gitu??emoticon-Blue Guy Bata (L), bikin gue kalah taruhan lu emoticon-Marah
Itu wajah2 asia tapi warga negara amrik mantap
trump kan lah dunia ini emoticon-Cool
Quote:



haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa

Disitu beda nyeee antara Land of SICK and RETARD dgn The Land of the Free and the Home of the Brave waaa!!!

Di Land of SICK and RETARD magh SICKmen of Asia dianggap sampah!!!

Beda dgn The BEST country on earth,biar gak lahir disono juga dibelain ampe President nyeee special jam 3 pagi sambut kedatangan mereka waaa!!!


**Klo kata org Indo,harga gak bise bohong waaa!!!


**Barang mahal PASTI bagus waaa!!??


Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump

Korea Utara Lepaskan Tahanan Amerika, Turuti Lagi Permintaan Trump




×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di