alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Dana Asing Kabur, Rupiah Makin Tenggelam
3 stars - based on 12 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af3affdc1d770c36f8b4568/dana-asing-kabur-rupiah-makin-tenggelam

Dana Asing Kabur, Rupiah Makin Tenggelam

JAKARTA - Kurs rupiah semakin tenggelam melawan dolar Amerika Serikat. Mata uang Garuda ini masih bertahan di kisaran Rp 14.000 per dolar AS akibat sentimen yang datang dari eksternal, terutama kebijakan Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan pelemahan rupiah yang berlarut-larut terjadi karena banyak investor asing yang menarik dana mereka. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS meningkat dan tidak diimbangi dengan devisa yang melimpah.

"Kurs itu tidak ditetapkan, kurs itu hasil pasar. Orang butuh 100 kalau kita punya 100 apalagi 105 enggak ada masalah. Tapi kalau orang perlu 100 kita punya 95, nah ada masalah, kursnya akan melemah," kata dia saat ditemui di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9/5/2018).

Dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level 14.074 per dolar AS. Sementara cadangan devisa Indonesia pada posisi April 2018 sebesar USD 124,9 miliar atau turun USD 1,1 miliar dari posisi akhir Maret yang sebesar US$ 126 miliar.

Darmin menjelaskan, asal mula tingginya penarikan dana asing tersebut semenjak AS terus menaikkan suku bunga acuan mereka hingga empat kali berturut-turut.

"Karena si Amerika bilang 'woy ekonomi kita bagus', wah begini begitu, kita mau menaikkan tingkat bunga empat kali'. Orang kemudian mikir wah dia mau menaikkan suku bunga kok Indonesia belum? Dia jual saham dia yang ada di sini, dia jual SUN (Surat Utang Negara) yang beli di sini, dia pergi," ujarnya.

Pada saat investor tersebut memilih meninggalkan Indonesia, mereka perlu membawa dolar AS. Inilah yang menyebabkan permintaan terhadap dolar AS meningkat.

"Pada saat dia pergi, dia butuh valas, dia enggak bisa bawa uangnya rupiah, mau ditaruh di mana kalau rupiah. Artinya, ada tambahan permintaan dari kondisi normal, suplainya enggak nambah dari kondisi normal, rupiahnya tertekan, sederhana sekali," Darmin menjelaskan.

Kendati demikian, mantan Gubernur Bank Indonesia ini menegaskan kondisi rupiah yang terus melemah tidak perlu dibandingkan dengan krisis moneter yang terjadi 20 tahun silam.

"Jangan kemudian digembar-gemborkan wah ini rupiah 14.000, oh lebih buruk itu sudah dekat ke tahun 1999. Tahun 1999 ya ke 2017, sudah 18 tahun, jangan dibandingkan linier begitu," harap Darmin.

https://m.liputan6.com/bisnis/read/3...akin-tenggelam
Diubah oleh lpdp
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Dana Asing Kabur, Rupiah Makin Tenggelam
"Kurs itu tidak ditetapkan, kurs itu hasil pasar. Orang butuh 100 kalau kita punya 100 apalagi 105 enggak ada masalah. Tapi kalau orang perlu 100 kita punya 95, nah ada masalah, kursnya akan melemah," kata dia saat ditemui di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9/5/2018).

Dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level 14.074 per dolar AS. Sementara cadangan devisa Indonesia pada posisi April 2018 sebesar USD 124,9 miliar atau turun USD 1,1 miliar dari posisi akhir Maret yang sebesar US$ 126 miliar.

Darmin menjelaskan, asal mula tingginya penarikan dana asing tersebut semenjak AS terus menaikkan suku bunga acuan mereka hingga empat kali berturut-turut.

"Karena si Amerika bilang 'woy ekonomi kita bagus', wah begini begitu, kita mau menaikkan tingkat bunga empat kali'. Orang kemudian mikir wah dia mau menaikkan suku bunga kok Indonesia belum? Dia jual saham dia yang ada di sini, dia jual SUN (Surat Utang Negara) yang beli di sini, dia pergi," ujarnya.

Pada saat investor tersebut memilih meninggalkan Indonesia, mereka perlu membawa dolar AS. Inilah yang menyebabkan permintaan terhadap dolar AS meningkat.

"Pada saat dia pergi, dia butuh valas, dia enggak bisa bawa uangnya rupiah, mau ditaruh di mana kalau rupiah. Artinya, ada tambahan permintaan dari kondisi normal, suplainya enggak nambah dari kondisi normal, rupiahnya tertekan, sederhana sekali," Darmin menjelaskan.


semoga nasbung pada paham
gegara demo tka asing, majikan asing juga males liat pribumi fanatik

nah udah gini suruh dah prabowo investasi kalo dia emg banyak duit emoticon-Ngakak
Quote:


Omongan si darmin ya cari aman masbro. Coba baca tentang si darmin yg nyalahin orang yg nabung.
Dana Asing Kabur, Rupiah Makin Tenggelam
Quote:


tapi kenyataanya emang gitu sih om
keculi kalo RP melemah sendiri

nah ini kan asia yang negara berkembang rata" melemah

"Cepat cepat, mako brimob mako brimob mako brimob mako brimob" (BCA: Babi Cyber Army) Dana Asing Kabur, Rupiah Makin Tenggelam

emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga



_________anti oot___________
jokovlok
Dana Asing Kabur, Rupiah Makin Tenggelam
Quote:


Salam kenal ya om. emoticon-Nyepi
gpp nasbung kan pengen investor pergi tinggal buruh tanpa tuan dah dimari
Quote:


Quote:


Kalo gue orang asing, ngeliat situasi Indonesia sekarang juga mendingan gue kabur bawa semua harta gue. emoticon-Cape d...

Pengennya jadi bangsa yang ditakuti, anti aseng asing.

Starbucks ditolak, investasi China ditolak, demo di depan McDonalds sambil lemparin telor busuk.

Terus dana asing dibawa pergi, ekonomi jadi melemah, dolar jadi naik, yang disalahin malah pemerintah.

Kan asu!

Gini ya, yang namanya ekonomi makro suatu negara bukan cuma dikendalikan oleh pemerintah. Negara itu siapa sih? Apakah cuma pemerintah?

Gak, ekonomi itu kita semua, mulai dari buruh paling rendah sampai CEO paling tinggi. Kalo dari tingkat buruh sampai CEO kalah bersaing di tingkat dunia terus lu mau ngeluh apa?

Produk China lebih murah, produk Jepang/Korea lebih bagus, produk Amerika lebih bergengsi.
Handphone loe aja buatan China/Amerika/Korea kok! emoticon-Big Grin

"Kalau Rupiah Terpuruk, Artinya Kamu Gagal Berkompetisi!"
Diubah oleh levyrtrow
Quote:


nasboong pada bergembira dan berharap ekonomi indonesia makin terpuruk dan rupiah makin jeblok, jadi bisa mengolok-olok jokowi,

Padahal efeknya bisa kena ke nasboong juga. Siapa tahu gara-gara ekonomi terpuruk, besoknya ada nasboong yang terima surat PHK dari bosnya karena rasionalisasi pegawai. Harga-harga sembako juga naik, mengakibatkan baik nasboong maupun nastak menderita.

Kok malah seneng rumah sendiri kebakaran
Quote:


Simulasi mudahnya

Punya dana Rp 1Milyar sekitar 3 bulan lalu. Jika bunga deposito di AS 2% sedangkan di Indonesia 6% maka jelas enak simpan di luar negeri.

Simpan di dalam negeri
  • Pokok = 1.000.000.000.000
  • Bunga(3bln) = 1.000.000.000.000 x 1.5% = 15.000.000
  • Keuntungan = 15.000.0000


  • Simpan di luar negeri
  • Pokok = 1.000.000.000.000 (dlm rupiah) = 73.272,95 (dlm usd dengan kurs 13.647,6)
  • Bunga(3bln) = 73.272,95 x 0.5% = 366.36
  • Total = 73639.31 (dalam USD) = 1.036.399.600 (dlm usd dengan kurs 14.074)
  • Keuntungan = 36.399.600


Keuntungan simpan di luar lebih besar 2.4x.
Itu baru 3 bulan

Lalu apakah solusi pemerintah?
Oh ya bagaimana dengan hutang pemerintah yang 4800 T dengan asumsi dolar 13.400 kan sekarang dolar sudah lebih dari 14.000?
Apakah pemerintah nggak mikirin karena toh yang nanggung utang ya rakyat
Diubah oleh baraknaga
Quote:


Ane jadi tertarik sama agan.Oh ya gan gimana itung-itungannya Starbucks, McD dan investasi (hutang) dari Cina bisa menguatkan rupiah?

BTW dana asing pasti cepat atau lambat dibawa keluar itupun harus lebih banyak, baik dalam bentuk bunga maupun keuntungan. Namannya dana investasi pasti targetnya keutungan.
Diubah oleh baraknaga
Quote:


Ekonomi tanpa investasi dan hutang adalah ekonomi yang statis, tidak menghasilkan apa-apa dan tidak bergerak ibarat kolam tanpa kehidupan. Dalam investasi bisnis ada yang namanya mutual profit, dimana kedua belah pihak sama-sama untung dan sama-sama maju jika dibandingkan dengan negara yang menolak investasi (lihat ekonomi dinamis South Korea vs ekonomi statis North Korea). Di Indonesia sendiri ambil contoh Gojek yang mendapat suntikan dana dari China. Walaupun pada akhirnya harus bagi keuntungan ke China, langkah tersebut membuat perusahaan bisa berkembang dengan pesat. Perkembangan tersebut bisa memakan waktu puluhan tahun jika dilakukan tanpa bantuan investasi asing, tapi dengan hutang dan investasi bisa dilakukan hanya dalam beberapa tahun.

Sementara itu Starbucks, McD, dan perusahaan-perusahaan consumer goods lain membangun kantor di Indonesia, mempekerjakan karyawan lokal, menghasilkan produk-produk yang dinikmati masyarakat, melakukan training untuk tenaga kerja lokal, membuka kesempatan tenaga kerja lokal untuk kerja di luar negeri, membayar pajak ke negara, yang semuanya bermanfaat untuk perekonomian negara. Dengan modal uang dan ilmu yang didapat, tenaga kerja Indonesia bisa melakukan investasi pribadi dan mengembangkan ekonomi keluarganya sendiri. Inilah yang disebut win-win solution.

Stigma bahwa investasi dan hutang adalah hal tabu justru menghambat perekonomian negara. Daripada ribut soal investasi dan hutang, lebih baik bicarakan bagaimana menggunakan hutang tersebut? Apakah daya saing perusahaan lokal sudah cukup kuat di mata internasional? Apakah rakyat kita cukup pintar dan cukup ahli bersaing dengan tenaga kerja asing?

Tapi tentu saja hal itu gak bakal dibahas oleh oposisi, karena tujuan oposisi adalah mendiskreditkan pemerintah, sementara rakyat dibodohi dengan pikiran "gaji kecil saya adalah salah pemerintah, bukan karena saya kalah bersaing".
Diubah oleh levyrtrow
jok gimana ini jok?
Quote:

jadi gimana itung-itungannya Starbucks, McD dan investasi (hutang) dari Cina bisa menguatkan rupiah?

tiba2 banyak nastaik laknat jadi ahli ekonomi ... Tiba2 jadi keluar banyak nasihat bijak 😀
Kabur karena takut
Quote:


Dari reply lo diatas ketahuan lo gak berniat nyari kebenaran, tapi cuma pengen menyudutkan gue. Hitung-hitungan profit dan investasi semuanya bersifat asumtif, lo minta hitung-hitungan itu konyol karena perhitungan dalam ekonomi cuma bisa dilakukan dengan asumsi ceteris paribus.

Ya tapi seenggaknya tulisan gue bisa dibaca agan-agan yang lain. Lumayan worth lah.

Quote:


Kalo lu gak mampu bikin argumen yang lebih baik dari komen ini, mendingan gak usah komen sekalian.
Diubah oleh levyrtrow
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di