alexa-tracking

Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af39dda1a99757e748b4567/mahathir-antara-sukarno-soeharto-amp-jokowi-mahatihir-menang-pemilu-di-usia-uzur
Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)
Mahathir Mohamad, Antara Sukarno, Soeharto, dan Jokowi

Rabu 09 Mei 2018, 11:10 WIB

Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)Foto: Ilustrator Andhika Akbarayansyah

Jakarta - Usai dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia menggantikan Datuk Hussein On pada 1981, Datuk Mahathir Mohamad langsung menemui Presiden Soeharto di Jakarta. Dia disambut di Bandara Halim dengan upacara kehormatan, lalu satu mobil menuju Wisma Negara tempatnya beristirahat.

Soeharto mengantar Mahathir sampai ke kamar dan mengatakan bila ada kekurangan bisa disampaikan kepada orang yang disiapkan untuk melayani. Semua itu rupanya menorehkan kenangan yang mendalam bagi Mahathir. "Saya melihat beliau betul-betul menghormati walaupun tamunya tidak memiliki jabatan yang setara. Pak Harto adalah presiden, dan saya hanya perdana menteri," kata Mahathir mengenang hubungannya dengan penguasa Orde Baru itu dalam buku Pak Harto The Untold Stories.

Baca juga: Usai Pantau Pemilu di Langkawi, Mahathir Mohamad Memilih di Kedah

Dalam banyak hal dia mengaku mengagumi dan menaruh hormat terhadap gaya kepemimpinan Soeharto. Di sisi lain, dia pun sadar bahwa Malaysia tidak sebesar dan sekompleks masalah yang dihadapi dibandingkan dengan Indonesia.

Ketika banyak pihak mengkritik Soeharto kurang demokratis, Mahathir menyatakan, demokrasi memang diperlukan tapi demokrasi seperti di Barat tidak cocok diterapkan sepenuhnya. "Pak Harto amat memahami kebutuhan demokrasi di Indonesia," ujarnya. 

Seperti Soeharto, di dalam negerinya Mahathir sempat dikritik bergaya otoriter. Dengan caranya, Mahathir juga ikut menyiapkan figur-figur muda dan cakap yang akan menggantikannya memimpin pemerintahan, seperti dilakukan Soeharto. Bila Soeharto menyiapkan Try Sutrisno dan BJ Habibie yang kemudian menjadi wakil presiden, Mahathir punya Anwar Ibrahim dan Najib Razak.

Jenderal Try cuma menjadi wapres, sedangkan Habibie sampai di puncak dengan menjadi presiden, meski tak penuh lima tahun. Sebaliknya di Malaysia, Anwar sempat menjadi deputi perdana menteri hingga kemudian 'dipenjarakan' Mahathir pada 1998. Sementara Najib karir politiknya tergolong mulus dan berhasil menjadi perdana menteri sejak 2009. Hari ini dia kembali mencalonkan diri melawan maha gurunya, Mahathir. 

Baca juga: Usai Memilih di Dapilnya, PM Najib Pamer Jari Bertinta

Berbeda dengan Soeharto yang njawani, low profile, Mahathir yang kerap disapa "Dr M" lebih lugas dalam berkata-kata. Apalagi bila menyangkut hubungan dengan dunia Barat. Dia tercatat sebagai pemimpin Asia yang berani menantang Barat. Inggris, Amerika, dan Australia pernah dilabraknya. Karena keberanian dan kevokalannya itu Dr M dijuluki oleh pers Australia sebagai "Little Soekarno" atau Soekarno Kecil.

Kalangan pers Inggris pernah mempermalukan Dr M dalam kasus Bendungan Pagau. Tetapi dengan lugas dia membalikkan keadaan sehingga Inggris harus minta maaf kepada Malaysia. "Pada 27 Februari 1994 permintaan maaf ini dimuat satu halaman penuh di seluruh koran di Inggris," kata Chaidir, MM, penulis buku Berhutang pada Rakyat.

Kasus digantungnya Kazim Barlow dan Brian Chambers, warga negara Australia pengedar narkoba juga menyebabkan Barat beramai-ramai memojokkan Malaysia. Demikian juga ketika Dr. M mengusir dua wartawan Asian Wall Street Journal. Kampanye media itu di Amerika agar investor Amerika tidak masuk ke Malaysia, akhirnya menjadi senjata makan tuan, ketika akhirnya Amerika menyadari bahwa mereka ketinggalan dari Jepang dalam investasi di Malaysia.

Ketika berlangsung Konferensi Negara-Negara Nonblok di Jakarta pada 1992, sejumlah wartawan menanyakan kepada Dr M terhadap julukan Soekarno Kecil tersebut. Jawaban Dr M ringan saja, "Di negeri saya sendiri pun, saya hanya disifatkan sebagai Mahathir Kecil". Jawaban yang bijak itu mendapat simpati dan tepuk tangan dari kalangan wartawan. 

Baca juga: Profil Mahathir, Politikus 92 Tahun yang Masih Berhasrat Jadi PM Malaysia

Saat menerima penghargaan Bintang Sukarno dari Yayasan Pendidikan Sukarno27 September 2015, Mahathir menyebut Sukarno sebagai seorang dengan rasa cinta yang luar biasa kepada rakyat dan negaranya. "Menyadarkan ratusan juta rakyat dari suku dan wilayah yang berbeda-beda bahwa mereka adalah satu bangsa Indonesia adalah sebuah prestasi agung," ujarnya.

Bagaimana penilaiannya terhadap Presiden Jokowi?
Dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia, 6 September 2017, Mahathir sempat menyampaikan pujian terhadap pesatnya pembangunan di bawah pemerintahan Jokowi. Menurut dia, untuk pertama kalinya, keuangan Indonesia lebih maju dari Malaysia. "Presiden Joko Widodo luar biasa."

Hari ini, di usia 92 tahun, dia kembali turun gunung ke dunia politik. Mahathir menantang mantan anak didiknya, Najib Razak, untuk memimpin Malaysia. 

https://news.detik.com/berita/d-4012251/mahathir-mohamad-antara-sukarno-soeharto-dan-jokowi?_ga=2.84820505.1488903144.1525749439-1892943691.1518437882


Quote:


-------------------------

Belajarlah banyak dari hasil Pemilu Malaysia kemarin itu, yaitu bagaimana  seorang tua yang sudah sangat uzur karna usianya sudah 92 tahun, bisa memang cukup telak melawan petahana yang sudah berkuasa 2 periode. Mahathir Mohammad itu angkatannya Pak Harto dan Lee kwan Yew. 

Dia memang sudah tua, tapi integritas, kapabilitas, dan nasionalismenya tak pernah luntur. Mungkin hal itulah yang pernah dirasakan (atau bahkan telah hilang) di jiwa pemimimpinya 9 tahun terakhir ini. 

Rakyat ternyata tak melihat usia pemimpinnya yang telah uzur untuk mereka pilih spt Mahathir Muhammad (92 tahun) di Pemilu Malaysia kemarin  ... tapi  yang dilihat mereka adalah faktor intergritas dan kredibiltasnya. Juga janji politiknya yang sedari awal sudah berniat untuk menyelamatkan bangsanya dari dominasi Asing. THINK!


emoticon-Ultah


Mudah mudahan SBY nyalon lagi ...
Quote:


semoga tidak berlaku untuk WOWOK
karena najib kena sekandal aja...nih..bisa nyungsep
Gilee Mahathir sampe turun gunung lagi dah

Indo kaga osah jauh2 buat ngarepin Bung Karno ato Pak Harto dah, coba aja Gus Dur masih ada dan mau turun gunung.
emoticon-Mewek
Mahathir gak punya riwayat penyakit vertigo dan organ vitalnya masih utuh dan berkeluarga emoticon-Traveller
Quote:


iya kalau judisial review di terima

kan pendukung jk lagi ngajuin ke mk
BN (Barisan Nasional) ,...menang mutlak di Sabah ,..,.tapi kalah mutlak di : JB , Melaka.

Khusus di JB ,...pdhl sultannya (Pendukunf BN) , sdh jor2an kasih 1 kepala (keluarga) belanja grosiran di retail2 store di JB senilai RM 3000.

Toh ,..tetap kalah dan mutlak pula di JB utk BN.

It means : KAUM MALAYSIA LBH TERPELAJAR , LOGIC & REALISTIS !!!

Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)
Quote:


sabah, padahal banyak yg gak suka sama BN terutama sabahan
TV - TV Malaysia ,..dilarang (delayed) nyiarkan lg hasil2 pemilihan raya ,...ketika BN dipastikan TUMBANG ,...Parah juga nih regime incumbent (Nazib razak)!!!

Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)Mahathir, antara Sukarno, Soeharto & Jokowi (Mahatihir Menang Pemilu di Usia Uzur)
harus nya ditiru sama amin rasis
ayooo min kamu bisa
kita liat aja apa mahatir muhammad msh secemerlang dulu dlm mimpin malaysia soalnya sekarang udh beda jaman .

itu bs buat studi kasus d indonesia seorang politisi veteran gaek apakah msh bs mengukir sejarah saat jaman udh beda.
ato jgn2 nnti kebijakannya kekanakan dan kaku sprti manula yg keras kepala
Najib akan segera kabur dari malaysia mengingat banyak kasus yg di hadapinya

terutama korupsi

emoticon-Wakaka

Quote:


Saia prihatin
Huahuahua
Kasihan indo ga ade