alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Jutaan orang berpotensi kehilangan hak pilih
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af38a95507410fd0e8b4568/jutaan-orang-berpotensi-kehilangan-hak-pilih

Jutaan orang berpotensi kehilangan hak pilih

Jutaan orang berpotensi kehilangan hak pilih
Dua Komisioner Komnas HAM yang juga Tim Pemantau Pilkada 2018 Amiruddin (kiri) dan Munafrizal Manan (kanan) memaparkan catatan terkait persiapan penyelenggaraan Pilkada 2018, di kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (9/5). Jutaan orang berpotensi kehilangan hak pilih dalam Pilkada.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan potensi hilangnya hak pilih jutaan orang dalam Pilkada Serentak 2018. Hilangnya hak pilih ini terentang dalam 4 temuan pelanggaran HAM dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018.

Komisioner bidang Mediasi Komnas HAM Munafrizal Manan menjelaskan pelanggaran pertama adalah potensi hilangnya hak pilih buat warga yang belum memiliki E-KTP atau surat keterangan (Suket) pengganti E-KTP.

Komnas HAM mencermati adanya ratusan ribu pemilih yang dicoret dari daftar pemilih sementara yang telah ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap.

Pencoretan tersebut lantaran belum bisa melakukan perekaman, sehingga belum memiliki E-KTP atau Suket "Tidak terdaftar dalam DPT maupun belum memiliki E-KTP potensial kehilangan hak memilihnya," kata Munafrizal di Jakarta, Rabu (9/5/2018), seperti dikutip dari Kompas.com.

Dari 151,4 juta orang yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), 6,7 juta orang belum memiliki E-KTP atau Suket. Dari jumlah itu, 844 ribu orang sudah dicoret dari DPT.

Komisioner lainnya, Amiruddin Al Rahab menyebut pendataan penduduk Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah kacau balau. "Nah itu kami dorong pendataan penduduk itu harus dibereskan. Pemerintah terlalu pede, perekaman sudah sekian persen lah, nah ini buktinya," kata Amiruddin.

Pelanggaran kedua adalah masih adanya praktik ujaran kebencian serta diskriminasi berbasis ras, etnis, dan agama di wilayah-wilayah yang menggelar Pikada 2018.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar Maret lalu menyatakan tren ujaran kebencian bernuansa SARA meningkat dan lebih banyak. "Konten penghinaan dan pencemaran (nama) juga meningkat dan lebih banyak," ujarnya seperti dikutip dari Antaranews.com, Rabu (26/3/2018)

Menurut Amiruddin, jika tidak diantisipasi laku fitnah ini bisa berujung tindakan diskriminatif dan meminggirkan hak orang lain.

Masalah ketiga adalah kelompok rentan masih belum sepenuhnya dipenuhi hak mereka. Kelompok rentan ini terutama adalah tahanan, warga binaan di rutan atau lapas, pasien di rumah sakit, atau serta penyandang disabilitas.

"Menurut data Kementerian Kesehatan ada sekitar 231.432 pasien narapidana dan penyandang di rumah sakit yang berpotensi kehilangan hak pilihnya. Itu angka yang cukup besar,” ungkap Munafrizal.

Munafrizal berharap hak pilih mereka akan terfasilitasi dengan baik, terutama saat pemungutan suara, akses TPS, dan jaminan kerahasiaan bagi pemilih.

Persoalan keempat adalah potensi kehilangan hak untuk memilih bagi para pekerja yang berada di perkebunan, misalnya di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat. "Selama ini, mereka tidak diliburkan oleh perusahaan," tuturnya.

Soal jumlah mereka, menurut Munafrizal, tak ada data akurat dari KPU. Amiruddin menjelaskan, banyak pemilih di wilayah pertambangan dan perkebunan sawit yang punya hak pilih pada Pilkada mendatang terancam kehilangan suaranya.

"Mereka tidak didata karena bukan penduduk sekitar. Jadi kita punya problem pendataan kependudukan," kata Amiruddin.

KPU Sumatra Utara misalnya, kesulitan mendata para pekerja perkebunan, karena tak memiliki akses masuk di perkebunan.
Jutaan orang berpotensi kehilangan hak pilih


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ngan-hak-pilih

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Jutaan orang berpotensi kehilangan hak pilih Cuti panjang dinilai turut bikin Rupiah makin loyo

- Jutaan orang berpotensi kehilangan hak pilih Lupus, misteri autoimun yang mengisap energi pengidapnya

- Jutaan orang berpotensi kehilangan hak pilih Kejaksaan tangkap pemimpin Tabloid Obor Rakyat

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di