alexa-tracking

Kejaksaan tangkap pemimpin Tabloid Obor Rakyat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af2c9ed12e2572a6e8b456e/kejaksaan-tangkap-pemimpin-tabloid-obor-rakyat
Kejaksaan tangkap pemimpin Tabloid Obor Rakyat
Kejaksaan tangkap pemimpin Tabloid Obor Rakyat
Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono (kanan) dan Redaktur Pelaksana Obor Rakyat Darmawan Sepriyossa usai sidang perdana kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa 17 Mei 2016.
Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menangkap Pemimpin Redaksi Obor Rakyat, Setiyardi Budiono dan Redaktur Pelaksana Obor Rakyat, Darmawan Sepriyosa, pada Selasa (8/5/2018). Setiyardi ditangkap di daerah Gambir, sedangkan Darmawan ditangkap di daerah Tebet Timur.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Mohammad Rum dalam keterangan tertulis mengatakan Setiyardi dan Darmawan telah melaksanakan haknya dalam melakukan upaya hukum baik melalui banding dan kasasi.

"Kami telah mengamankan yang bersangkutan dalam rangka menjalankan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Rum melalui Kompas.com. "Selanjutnya terpidana dieksekusi di Lapas Cipinang untuk menjalani hukumannya."

Kasus Obor Rakyat sempat mencuat pada beberapa pekan lalu ketika Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy (Rommy), kembali mengungkitnya. Rommy merupakan tim pemenangan kubu Prabowo Subianto-Hatta Radjasa ketika Pilpres 2014 dan kini berbelok dengan mendukung pemerintahan Joko Widodo.

Tak lama setelah isu Obor Rakyat menguar, kejaksaan menangkap Setiyardi dan Darmawan. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI, Nirwan Nawawi mengatakan Setiyardi dan Darmawan merupakan buron Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Dilansir Detikcom, Setiyardi dan Darmawan ditetapkan sebagai buron per 3 Mei 2018.

Setiyardi dan Darmawan dilaporkan dengan tuduhan penghinaan dan fitnah terhadap Jokowi melalui tabloid Obor Rakyat pada pertengahan tahun 2014. Tabloid itu disebarkan ke masjid-masjid dan pondok pesantren di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Setiyardi dan Darmawan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 17 Mei 2016. Keduanya menjadi terdakwa kasus pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo saat pemilihan Presiden atau Pilpres 2014 lalu melalui Tabloid Obor Rakyat.

Majelis Hakim menjatuhkan vonis delapan bulan penjara kepada Setiyardi dan Darmawan pada Selasa, 22 November 2016. Hakim pun memerintahkan agar para terdakwa ditahan.

Kuasa hukum Setiyardi dan Darmawan mengajukan banding. Pengadilan Tinggi Jakarta ternyata memperberat hukuman Setiyardi dan Darman menjadi masing-masing setahun. Putusan banding ini diketok pada 3 Maret 2017 melalui Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta nomor 4/Pid/2017/PT.DKI Tahun 2017.

Pada 24 Maret 2017, penasihat hukum Setiyardi dan Darmawan mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi tersebut. Sidang kasasi dengan Ketua Majelis Hakim, Andi Abu Ayyub menolak permohonan Setiyardi dan Darmawan. Putusan Mahkamah Agung nomor 546 K/Pid/2017 yang keluar 1 Agustus 2017 itu berkekuatan tetap.

Nirwan Nawawi mengatakan, penangkapan keduanya bagian dari operasi tangkap buronan atau Tabur 31.1. Setiyardi dan Darmawan merupakan buronan ke-81 dan 82 yang ditangkap oleh tim Kejaksaan sepanjang tahun 2018.

Kejaksaan Agung mencetuskan operasi tangkap buron atau disingkat Tabur 31.1 pada Januari 2018. Program ini menuntut 31 Kejati di seluruh Indonesia minimal menangkap 1 buronan.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan Program Tabur 31.1 harus mendapatkan perhatian dan dijalankan oleh masing-masing pimpinan kejaksaan tinggi di Tanah Air.

"Program yang baru kita bentuk dan jalankan ini agar mendapat perhatian dan dijalankan dengan sungguh-sungguh," kata Prasetyo melalui Antaranews.

Prasetyo mengingatkan bahwa kejaksaan harus menuntaskan proses penegakan hukum penanganan tindak pidana di semua tahapan, penyidikan, penuntutan, maupun pelaksanaan putusan pidana yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Kejaksaan, kata Prasetyo, terus bergerak merespons tuntutan dan harapan masyarakat dalam memberantas kejahatan khususnya tindak pidana korupsi yang menjadi musuh bersama dan harus diakhiri.
Kejaksaan tangkap pemimpin Tabloid Obor Rakyat


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...id-obor-rakyat

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kejaksaan tangkap pemimpin Tabloid Obor Rakyat Kerusuhan di Mako Brimob dan persoalan tahanan sipil

- Kejaksaan tangkap pemimpin Tabloid Obor Rakyat Tarif tol Jakarta ke Surabaya lebih murah dari harga tiket bus

- Kejaksaan tangkap pemimpin Tabloid Obor Rakyat Jokowi dan stempel aman truk

×