alexa-tracking

Pejantan Terakhir Dari Badak Putih Utara Telah Mati

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af2c663a09a39be4c8b4568/pejantan-terakhir-dari-badak-putih-utara-telah-mati
Pejantan Terakhir Dari Badak Putih Utara Telah Mati
Dengan hilangnyanya subspesies ini praktis badak putih utara telah punah: hanya ada dua spesimen lain yang masih hidup dan keduanya betina.
 
Pejantan Terakhir Dari Badak Putih Utara Telah Mati

 
Sudan, pejantan badak putih utara terakhir yang tersisa di dunia  telah mati, menjadikan subspesies ini di ambang kepunahan total. Hanya tersisa dua betina yang masih hidup di planet ini : Najin dan Fatu.
 
Hewan itu menderita masalah kesehatan yang berkaitan dengan faktor usia, di samping itu ada serangkaian infeksi yang dideritanya. Itu adalah pernyataan yang dikeluarkan oleh pusat konservasi, OI Pejeta Nature Reserve Kenya.
 
Pada usia 45 tahun, kondisinya memburuk sampai-sampai dia kehilangan mobilitas. Karena itu, petugas membuat keputusan untuk menidurkannya.
 
"Kondisinya memburuk secara signifikan dan dia tidak bisa berdiri lagi, jelas membuat dia sangat menderita. Keputusan untuk melakukan euthanasia dibuat oleh tim dokter hewan yang menanganinya selama ini."
 
Richard Vigne, CEO dari cagar alam Ol Pejeta, telah mengeluarkan pernyataan di Facebook yang mengungkapkan perasaannya tentang berita ini: "Kami sedih mendengar kabar kematiannya, dia adalah duta besar hebat dan akan selalu diingat untuk perjuangan yang telah dia lakukan untuk meningkatkan kesadaran dunia tentang situasi sulit seperti yang ia hadapi. Tidak hanya badak, tetapi juga ribuan spesies lain yang sedang menghadapi kepunahan akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Suatu hari, kepergiannya akan dilihat dengan optimisme sebagai momen seminal untuk konservasionis di seluruh dunia. "
 
Penangkaran menyelamatkan nyawanya


Pejantan Terakhir Dari Badak Putih Utara Telah Mati

 
Sudan adalah badak putih utara terakhir yang ditemukan dan dimasukan ke penangkaran pada usia dua tahun. Diperkirakan dia lahir antara 1973 - 1974 di Sudan. Karena masalah tak terkendali dengan perburuan di Afrika Tengah pada masa itu, penangkaran lah yang berusaha menyelamatkan nyawanya pada 1990-an. Saat itu hanya ada beberapa lusin badak putih utara yang selamat di Taman Nasional Garamba di Republik Demokratik Kongo.
 
Menurut Save the Rhino , kelompok militan dari Perang Kongo Kedua mengambil keuntungan dari badak di Garamba, menjarah mereka dan menjual tanduk mereka di pasar gelap untuk kepentingan membeli persenjataan perang. Penampakan terakhir dari badak putih utara di alam bebas terjadi pada tahun 2006.
 
Upaya terakhir untuk melakukan perkimpoian alami, Dvаr Králové zoo memindahkan empat badak putih dari utara ke Ol Pejeta pada tahun 2009, termasuk pejantan lain bernama Suni, yang meninggal pada tahun 2014. Pada saat itu satu-satunya harapan untuk menghindari kepunahan adalah membantu proses reproduksi.
 
Usaha keras telah dilakukan, tapi sekarang tidak ada lagi badak putih dari utara yang akan lahir karena yang tersisa hanya 2 ekor betina.
 
Sudan menghabiskan hari-hari terakhirnya di dalam cagar alam dikelilingi sebuah pagar yang dijaga oleh para penjaga dengan senjata api untuk menghindari perburuan oleh orang Afrika.
 
Salah satu insiden paling serius terjadi pada tahun 2017, seorang pria bersenjata menyerang panti asuhan badak di Afrika Selatan. Dia menyandera staf penjaga dan menewaskan dua bayi badak. Sebulan setelah serangan itu, mereka menemukan seekor badak mati di kandangnya di sebuah kebun binatang Prancis dengan tanduk yang telah dipotong.
emoticon-Mewek
RIP animal and insect
emoticon-Turut Berduka
kissbye emoticon-Cool