alexa-tracking

HARGA MURAH JUSTRU MEMISKINKAN, HARGA MAHAL AKAN MEMPERKAYA.

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af2bad9162ec2c8318b4567/harga-murah-justru-memiskinkan-harga-mahal-akan-memperkaya
HARGA MURAH JUSTRU MEMISKINKAN, HARGA MAHAL AKAN MEMPERKAYA.
Masih jadi polemik si sebenernya kalo harga murah justru bikin miskin, harga mahal bisa bikin kaya. Tapi baca data perokok Indonesia yang dikeluarkan oleh WHO, yang bilang kalo Indonesia sebagai Negara ketiga dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Agak ngeri juga ya, selain membahayakan kesehatan, yang perokok mungkin bisa sebungkus atau dua bungkus sehari. Perusahaan rokok untung, perokok yang buntung, mesti ngeluarin biaya kesehatan lebih banyak, uang untuk makanan bergizi berkurang.

Kalo menurut Agan yang perokok maupun ga perokok, bener ga tuh kalo harga rokok murah justru bikin miskin, tapi kalo mahal bisa bikin kaya. Ane ngambil salah satu artikel nih buat bacaan sore aja hehe, nuhun.


HARGA MURAH JUSTRU MEMISKINKAN, HARGA MAHAL AKAN MEMPERKAYA.
Wakil Kepala Bidang Penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Abdillah Ahsan mengatakan kebiasaan merokok merupakan perangkap kemiskinan karena menyebabkan jumlah uang yang dibelanjakan untuk kebutuhan primer menurun.

"Merokok adalah perangkap kemiskinan. Kebiasaan merokok akan menyebabkan uang yang dibelanjakan menurun, itu tanpa terkena penyakit sudah mengorbankan banyak hal," kata Abdillah

Abdillah mengatakan beberapa hal yang dikorbankan akibat kebiasaan merokok antara lain di sektor pendidikan, kesehatan dan gizi keluarga. Dengan uang yang dikeluarkan untuk membeli rokok tersebut maka tidak bisa dialokasikan kembali untuk sektor-sektor lain.

"Jika uang sudah kita habiskan untuk membeli rokok maka uang yang sama tidak bisa membayar biaya pendidikan anak, uang yang sama tidak bisa meningkatkan gizi keluarga seperti untuk untuk beli telur dan sebagainya," kata Abdillah.

Abdillah menjelaskan pengeluaran untuk rokok dan susu pada rumah tangga termiskin setara dengan 13 kali dari pengeluaran untuk pembelian daging, lima kali lebih besar dari pembelian susu dan telur dan dua kali lebih besar dari pembelian ikan dan sayuran.

Menurut Abdillah, jika dilakukan perhitungan ekonomi dengan mengonsumsi rokok satu bungkus per hari dengan harga Rp 10.000 per bungkus maka pengeluaran tersebut setara dengan Rp 36,5 juta per tahun. "Uang itu bisa dipakai untuk biaya haji, biaya sekolah, uang muka pembelian rumah, renovasi rumah, bahkan untuk modal usaha," kata Abdillah.

Abdillah mengatakan para perokok juga membuka kemungkinan terkena penyakit lebih besar dibandingkan dengan orang-orang yang tidak merokok.

Menurut Abdillah, dengan seseorang merokok maka risiko terkena penyakit akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Dengan fakta tersebut, maka biaya untuk pengobatan juga meningkat, dalam hal ini yang membayar adalah pemerintah.

"Seharusnya, perokok yang sakit itu menuntut ke industri rokok pada saat mereka sakit. Jangan menuntut ke pemerintah. Ini perangkap kemiskinan," kata Abdillah.

Pada 2010, tercatat, kerugian ekonomi akibat hilangnya waktu produktif terkait meningkatnya kematian, kesakitan dan disabilitas terkait merokok mencapai Rp 105,3 triliun. Sementara biaya pembelian rokok mencapai Rp 138 triliun, biaya rawat inap akibat penyakit terkait rokok Rp 1,85 triliun, dan biaya rawat jalan akibat merokok mencapai Rp 260 miliar.

Tercatat, penerimaan cukai hasil tembakau pada 2010 mencapai Rp 56 triliun, namun, total kerugian makro ekonomi terkait konsumsi rokok mencapai Rp 245,4 triliun atau empat kali lebih besar dari penerimaan cukai hasil tembakau.


bawah ane suka dirokok emoticon-Betty
Perokoknya cowo gan, gimana dong? emoticon-Wow
Quote:


HARGA MURAH JUSTRU MEMISKINKAN, HARGA MAHAL AKAN MEMPERKAYA.

udah didoain bre emoticon-Ngakak
Bahahak, bener juga tuh udah didoain. Jadi bakal sehat terus ya yang beli rokok ituemoticon-Wakaka

Quote:


Ane gak ngerokok gan tapi kecanduan ngopi dan lumayan banget ini nguras kantong.

rokok ama kopi mirp2 kan yah
jadi stop nyemok
Kl bagi perokok berat berkantung tebal sih harga rokok berapa aja pasti dibeli sesuai kebiasaan merokoknya. Kl untuk yg berkantung tipis ya paling cuma ngurangi jatahnya aja.
Rokok ini ibaratnya buah simalakama di indonesia. Dari sisi kesehatan, satu lg dari sisi pendapatan negara (cukai rokok)
Quote:


Beli roko skrg di doain juga emoticon-Ngakak
sehari 10 rb, sebulan 300 rb, setahun ya cuma 3,6 jt. bener gak sih? btw cukai rokok itu sama dengan cukai minuman keras, fungsi pengendalian dan sekaligus efek dari gaya hidup yang bisa membiayai negara.
Iyasi, setau ane kopi dan rokok sama2 mengandung nikotin. Kopi emang bikin ketagihan si sama kaya rokok, biasanya pecinta kopi belom tentu perokok, tapi kalo perokok udah pasti ngopi. Biasanya si gitu hahahaemoticon-Ngakak (S)

Emang ente sehari berapa kali ngopi gan?emoticon-Toast

Quote:


10rb dapet berapa batang paling gan, sebungkus setau ane rokok termurah itu 15rb. Kalo dikalkulasiin emang murah gitu ya, ngga bikin berat kantong. Tapi efek dari ngerokok itu yang bikin berat kantong sepertinya gan, buat biaya kesehatan bakal nambah.

Itu si pendapat ane aja, jangan dibawa serius ya, namanya juga cuma sekedar persepsi emoticon-Shakehand2

Quote:


Quote:


Gimana cara gan supaya stop nyemok? Mohon arahannya ganemoticon-Sundul