alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kerusuhan di Mako Brimob dan persoalan tahanan sipil
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af2b7a596bde68f058b4588/kerusuhan-di-mako-brimob-dan-persoalan-tahanan-sipil

Kerusuhan di Mako Brimob dan persoalan tahanan sipil

Kerusuhan di Mako Brimob dan persoalan tahanan sipil
Petugas Brimob melintas di depan Markas Korps Brimob Kelapa Dua pascabentrok antara petugas dengan tahanan di Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5). Kepolisian meningkatkan pengamanan dengan menutup akses jalan di depan Mako Brimob tersebut.
Suasana mencekam terjadi di Kawasan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, sejak Selasa (8/5/2018) malam. Kepolisian tampak memperketat penjagaan di sekitar Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), yang terletak di daerah tersebut, bahkan menutup jalan di depannya.

Rupanya terjadi keributan di rumah tahanan (rutan) yang terjadi di dalam kompleks tersebut, bahkan dikabarkan berlangsung tembak-menembak antara sekelompok tahanan dengan anggota Brimob yang menjaga rutan.

Menjelang tengah malam, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol M. Iqbal, membenarkan telah terjadi kerusuhan di dalam rutan dan menyatakan bahwa polisi tengah melakukan tindakan-tindakan untuk menghentikan kerusuhan tersebut.

Tak lama kemudian di berbagai media sosial mulai beredar foto dan video yang diklaim menggambarkan peristiwa yang terjadi. Bahkan ada yang mengabarkan sejumlah tahanan dan polisi yang bertugas tewas dalam kerusuhan tersebut.

Kelompok ekstrem Negara Islam (Islamic State/IS) melalui Amaq News Agency (h/t VOA Indonesia) mengklaim bahwa pejuang mereka tengah terlibat dalam pertempuran sengit dengan polisi anti-teroris di Indonesia.

Hingga berita ini ditulis, Rabu (9/5) berita soal apa yang sebenarnya terjadi di dalam Mako Brimob tersebut masih simpang siur. Polisi juga tampak amat irit dan berhati-hati dalam memberikan informasi.

Dalam keterangan kepada pers, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengonfirmasi kerusuhan telah terjadi di Blok B dan C rutan Mako Brimob. Dua blok tersebut dihuni tahanan yang terkait dengan kasus terorisme.

Penyebabnya? Menurut polisi terkait dengan titipan makanan dari keluarga seorang tahanan yang tidak sampai kepadanya.

Polisi mengklaim situasi sudah terkendali tetapi pada sisi lain, mereka juga menyatakan masih bernegosiasi dengan para tahanan yang memicu kerusuhan.

Belum jelas apakah negosiasi itu dikarenakan ada anggota polisi yang disandera atau tidak.

Kabar soal ada tidaknya korban tewas dalam kerusuhan tersebut pun masih belum jelas. Dalam pernyataan awal, Polisi menyebutkan ada empat anggota mereka yang terluka tetapi tidak ada yang meninggal dunia.

Namun, pada Rabu (9/5) siang, beberapa media--termasuk Kumparan--mengabarkan ada lima ambulans datang ke RS Polri Keramat Jati, Jakarta Timur, membawa enam kantong jenazah. Ambulans itu dikatakan datang dari Mako Brimob Kelapa Dua.

Beberapa jam kemudian, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, mengonfirmasi kepada wartawan bahwa ada lima polisi dan satu tahanan yang tewas pada peristiwa tersebut.
Tahanan sipil di Rutan Mako Brimob
Kerusuhan ini, mengutip CNN Indonesia, adalah yang kedua di Rutan Mako Brimob. Insiden pertama terjadi pada 10 November 2017, juga melibatkan para tahanan yang terkait kasus terorisme.

Saat itu tahanan tidak terima dan mengamuk ketika petugas rutan menemukan empat unit ponsel milik tahanan dan menyitanya.

Rutan tersebut pada awalnya adalah tempat menahan para anggota Kepolisian RI yang melanggar aturan atau melakukan tindak kejahatan. Namun, dituturkan Gatra.com, pada 2007, Menteri Kehakiman--saat itu dijabat Hamid Awaludin--menetapkan rutan tersebut sebagai cabang Rutan Salemba, Jakarta.

Penetapan dilakukan berdasarkan pasal 18 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 23/1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, yang menyatakan: "Apabila dipandang perlu Menteri dapat membentuk atau menunjuk RUTAN di luar tempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang merupakan cabang dari RUTAN".

Dengan demikian, sesuai pasal 19 PP tersebut, Rutan Mako Brimob bisa dijadikan lokasi penahanan para tersangka yang masih dalam proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan negeri, pengadilan tinggi, dan Mahkamah Agung.

Keberadaan tahanan sipil di rutan tersebut menjadi sorotan pada November 2010 ketika Gayus Tambunan, tersangka kasus mafia pajak dan pencucian uang, yang sedang ditahan di rutan tersebut tertangkap kamera fotografer peliput kejuaraan tenis WTA di Nusa Dua, Bali.

Kemudian terungkap bukan sekali itu saja Gayus keluar masuk rutan Mako Brimob Kelapa Dua dan ia mengklaim bukan hanya dia yang bisa melakukan itu.

Setelah itu beredar kabar mengenai betapa mewahnya--untuk ukuran sebuah penjara-- fasilitas yang bisa dinikmati para tersangka berduit yang ditahan di sana. Kabar yang kemudian dibantah oleh Kepala Korps Mako Brimob saat itu, Irjen Pol Syafii Aksal.

Menanggapi kasus Gayus tersebut, Menteri Hukum dan HAM saat itu, Patrialis Akbar, langsung menyatakan bahwa tersangka sipil, terutama untuk kasus korupsi, agar tidak lagi ditahan di Mako Brimob.

Tetapi, Patrialis juga menyatakan agar tahanan untuk kasus terorisme tetap dipenjara di Mako Brimob. Alasannya, dikutip Viva.co.id, kasus terorisme bersifat high risk sehingga para tahanan perlu dibina dengan lebih efektif.

Praktisi hukum, Ahmad Rifai, saat itu juga mendesak Kemenkumham untuk mengembalikan Mako Brimob Kelapa Dua ke fungsi awalnya.

Namun, hingga saat ini, tidak ada kelanjutan dari wacana untuk mengeluarkan tahanan sipil dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua.

Salah satu tahanan sipil yang tak terkait kasus terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua saat ini adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.
Kerusuhan di Mako Brimob dan persoalan tahanan sipil


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-tahanan-sipil

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kerusuhan di Mako Brimob dan persoalan tahanan sipil Tarif tol Jakarta ke Surabaya lebih murah dari harga tiket bus

- Kerusuhan di Mako Brimob dan persoalan tahanan sipil Jokowi dan stempel aman truk

- Kerusuhan di Mako Brimob dan persoalan tahanan sipil Tiru Ahok, Sandi ingin tata Tanah Abang pakai dana swasta

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di