alexa-tracking

Asa Siswa Mindanao di Tanah Rencong

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af2b09adbd77062708b4578/asa-siswa-mindanao-di-tanah-rencong
Asa Siswa Mindanao di Tanah Rencong
Asa Siswa Mindanao di Tanah Rencong


Pidie: Tak pernah terbayangkan sebelumnya di benak Amania Macasimbar Abdulsamad menempuh pendidikan di negeri orang. Remaja 20 tahun itu merupakan siswa asal Kota Marawi, Pulau Mindanao, Filipina yang menerima bantuan pendidikan dari Yayasan Sukma.


Ada 22 anak Mindanao yang mendapat beasiswa selama empat tahun di Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Pidie. Pemberian bantuan pendidikan untuk mereka merupakan salah satu bagian dari proses negosiasi pembebasan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang dilakukan Yayasan Sukma dengan kelompok Abu Sayyaf pada Mei 2016 silam.


Akhir Agustus 2016, Amani bersama 21 temannya menginjakkan kaki di Tanah Rencong. Sejak itu pula dia mengalami gegar budaya lantaran berbeda bahasa. Pun pada makanan, lidah Amani kelu kala mencicipi ragam rasa masakan Aceh.


Di tempat asalnya, anak ketiga dari 8 bersaudara itu sudah tamat dari SMP. Pada masa itu, angkatan Amani merupakan gelombang terakhir yang tidak perlu mengecap SMA. Lulus dari SMP, Amani bisa langsung melanjutkan pendidikan kuliah.


Sebelum menerapkan program pendidikan kelas 12 (K-12), Filipina hanya menerapkan pendidikan dasar hingga kelas 10 (K-10). Di program K-10, siswa di Filipina menempuh SD selama 6 tahun dan SMP selama 4 tahun. Lulus SMP, mereka bisa melanjutkan kuliah di perguruan tinggi.


Pada pertengahan 2016, Filipina mengubah program pendidikan dasar mereka menjadi K-12. Saat ini, pendidikan dasar mereka ditempuh selama 12 tahun, yakni untuk SD selama 6 tahun, SMP 4 tahun, serta SMA 2 tahun. Setelah tamat SMA, mereka baru bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.


Amani memilih untuk tidak melanjutkan kuliah di Filipina. Dia justru mengambil tawaran sang kakak untuk mengikuti program beasiswa yang diberikan Yayasan Sukma.


'Memang sayang karena sebenarnya Amani turun kelas, harusnya Amani semester 4 di kuliah tapi sekarang masih kelas 1 SMA. Memang Amani yang mau, enggak apa-apa kalau aku (sekarang) kelas 1 SMA,' tutur Amani saat berbincang dengan Medcom.id di Gampoeng Pineueng, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh.


Amani mengaku impiannya adalah mengenyam pendidikan di luar negeri. Meski sempat menyesal memilih turun kelas karena mengambil tawaran beasiswa Yayasan Sukma, namun lambat laun Amani merasa nyaman mengenyam pendidikan di SSB Pidie.


'Saya merasa senang dan nyaman di sini karena saya bisa berkomunikasi dengan orang lain, dan juga saya bisa belajar benar-benar fokus. Dan ini juga kesempatan bagus untuk saya bisa belajar di luar negeri,' beber Amani.


Amani yang tidak mengenal Aceh juga langsung tertarik untuk mengenyam pendidikan di Tanah Rencong, ketika tim Yayasan Sukma memperkenalkan seluruh proses kegiatan belajar mengajar yang ada di SSB. Kala itu, Amani dalam tahap proses seleksi penerima beasiswa Yayasan Sukma.


'Amani cuma tahu dan dengar Indonesia. Tapi Indonesia yang kami tahu itu hanya Jakarta, enggak tahu tempat lain,' tutur Amani tersipu.


Rawan Konflik


Amani merupakan anak ketiga dari 8 bersaudara. Kakak laki-laki yang pertama kini sudah bekerja. Sedangkan kakak perempuannya saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di Filipina.


Tempat tinggal Amani di Marawi merupakan daerah rawan konflik. Beruntung, Amani bukan korban langsung dari konflik yang terjadi antara tentara Filipina dengan militan.


'Baru ada konflik belakangan ini setelah kami sudah di sini. Konfliknya dari Mei 2017 sekitar enam bulan. Kami pun tidak tahu apa yang terjadi di Marawi.  Amani hanya tahu kondisi di sana dari internet dan keluarga,' ucap Amani.


Mendengar dan melihat konflik itu Amani sempat geram. Banyak korban berjatuhan, padahal mereka yang terlibat konflik merupakan satu bangsa.


'Banyak orang meninggal. Karena bukan cuma kontak senjata tapi juga serangan udara, ngerih itu bang,' ungkap dia.





 

Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiw...-tanah-rencong

---

×