alexa-tracking

Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi Secara Cerdas dan Tuntas

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af28f0d98e31b153e8b4584/kejaksaan-komitmen-berantas-korupsi-secara-cerdas-dan-tuntas
Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi Secara Cerdas dan Tuntas
Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi Secara Cerdas dan Tuntas

JPP, JAKARTA - Di tengah maraknya perkara rasuah (korupsi) lengkap dengan dinamika dan kompleksitasnya, Kejaksaan RI berupaya untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi dengan penegakan hukum yang cerdas, berkualitas, berintegritas, dan tuntas.

Untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi tersebut pun hanya dapat dicapai melalui peningkatan kompetensi, kapasitas, kapabilitas, serta keterampilan teknis penanganan perkara oleh warga Adhyaksa.

“Para jaksa harus mengoptimalkan kualitas kinerja penegakan hukum agar dapat memulihkan kepercayaan publik, untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas korupsi,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Jaksa Agung Arminsyah di acara pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Menurut Jaksa Agung Prasetyo, kepercayaan publik merupakan fondasi bagi kelancaran dan kesuksesan pembangunan nasional. Tak hanya itu, lanjut dia, kepercayaan publik juga menjadi penentu keamanan dan stabilitas politik suatu negara.

"Kepercayaan publik menjadi kunci untuk membuat Kejaksaan menjadi institusi yang dihormati, dibanggakan, dan dibela keberadaannya oleh masyarakat," ujarnya.

Jaksa Agung Praseto pun mengingatkan jajaran Pidsus pada komitmen percepatan penyelesaian perkara korupsi secara tuntas (zero outstanding) untuk menghadirkan kepastian hukum dan mewujudkan asas litis finiri oportet.

Menurutnya, penanganan perkara secara tuntas juga penting dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), karena dibalik ketidaktuntasan penanganan perkara terdapat penundaan keadilan.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) M Adi Toegarisman menambahkan, kualitas penanganan perkara korupsi tidak hanya dinilai dari jumlah koruptor yang dipenjarakan, melainkan juga berdasarkan pada nilai keuangan negara yang berhasil dipulihkan.

Terkait itu, pada April lalu Ia mengeluarkan Petunjuk Teknis Perkara Tindak Pidana Korupsi Tahap Penyelidikan, di mana pengembalian kerugian negara dalam tahap penyelidikan menjadi tolak ukur penilaian kinerja para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati).

Untuk menemukan besaran kerugian negara tersebut, jelas Adi, dapat dilakukan oleh Jaksa maupun bekerja sama dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintahan (APIP), BPK, BPKP, dan akuntan publik. “Jaksa harus sigap melakukan penelusuran aset dalam rangka penyelamatan keuangan negara akibat korupsi,” tegasnya.  

Maka itu, Adi pun meminta jajarannya untuk memberantas korupsi secara profesional dan proporsional. Lebih dari itu, peningkatan integritas warga Adhyaksa juga harus dibangun secara konsisten dan berkesinambungan.

“Untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa aparatur penegak hukum yang bersih akan meminimalisir ruang gerak bagi siapa pun untuk melakukan praktik korupsi,” tandasnya. (kja)


Sumber : https://jpp.go.id/polkam/hukum/32076...das-dan-tuntas

---

Kumpulan Berita Terkait POLKAM :

- Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi Secara Cerdas dan Tuntas Kejaksaan Ciduk Buronan Kasus Korupsi Rugikan Negara 12,09 Miliar

- Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi Secara Cerdas dan Tuntas Kementan Bantu Bulog Serap Gabah Untuk Cadangan Pangan Pemerintah

- Kejaksaan Komitmen Berantas Korupsi Secara Cerdas dan Tuntas Tanpa Perlawanan, Kejaksaan Amankan Buronan Korupsi Dana Bansos 

×