alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Masyarakat Diminta Ubah Pola Pikir dari Konsumtif ke Produktif
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af264ec32e2e6b0178b4573/masyarakat-diminta-ubah-pola-pikir-dari-konsumtif-ke-produktif

Masyarakat Diminta Ubah Pola Pikir dari Konsumtif ke Produktif

Masyarakat Diminta Ubah Pola Pikir dari Konsumtif ke Produktif

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap masyarakat mulai mengubah pola pikirnya dari konsumtif secara perlahan menjadi produktif. Dengan mengubah pola pikir ini, diharapkan bisa mendorong produktivitas masyarakat untuk menabung.

"Salah satu hambatan untuk meningkatkan produktivitas menabung dan investasi, yaitu masih belum ratanya pemahaman di masyarakat terkait pentingnya menabung dan investasi. Apalagi masyarakat yang pola hidupnya konsumtif. Mereka susah diberi pemahaman terkait menabung dan investasi," ujar Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Agus Sugiarto di Jakarta, Senin (7/11/2016).

Agus mengatakan OJK terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam hal menabung dan investasi.

Adapun beberapa langkahnya, yaitu pertama, memperbanyak menggelar kampanye baik melalui edukasi, pemasangan iklan dengan menggunakan media promosi lembaga jasa keuangan, perbankan dan asuransi.

"Kedua, mengembangkan kegiatan keuangan yang menjadi target pasar yang masif, seperti menabung saham seratus ribu dan menabung Reksadana seratus ribu. Dan yang terkait dengan bank, yaitu Simpel dan Tabungan Emas," ucap Agus.

"Kita memulai dari produk-produk yang gampang dulu, murah dan masif bagi masyarakat," dia menambahkan.

Sementara langkah ketiga, kata dia, melakukan kolaborasi dengan semua pihak. Mulai dari jasa keuangan, organisasi, LSM.

"Siapa pun yang ingin bekerja sama untuk meningkatkan masyarakat agar ingin menabung, kita siap kerja sama," ujar dia.

Pihaknya juga menyebutkan terkait dengan regulasi yang mendukung untuk meningkatkan tabungan dan investasi masyarakat terdapat di Peraturan Presiden (Perpes) No 82 Tahun 2016 Tentang Standar Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Peraturan tersebut akan diberlakukan secara umum bagi industri jasa keuangan dan ini juga menjadi alat untuk mewajibkan industri jasa keuangan melakukan program-programnya.

Ia juga meminta peran aktif lembaga terkait untuk bersinergi satu dengan yang lainnya untuk mewujudkan semua ini.

"Ini bisa dibagi menjadi dua pendekatan. Pertama, top-down (dari atas bawah) dan kedua dari bottom-up. Sementara untuk dari top-down, misalnya pemerintah, Bank Indonesia, OJK, dan kementerian terkait, misalnya Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Kementerian Pendidikan serta lainnya," dia menjelaskan.

"Mereka bisa saling bahu-membahu karena seluruh masyarakat di Indonesia ini di seluruh lapisan yang berada di bawah kementerian-kementerian itu memang ada unsur menabungnya," katanya.

Dia mencontohkan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, ketika dikaitkan kegiatan sepak bola. Misalnya, pemain sepak bola diwajibkan menabung, supaya pemain sepak bola bisa berkompetisi di ajang internasional.

Sementara pendekatan bottom-up, yaitu dari bawah, pihaknya mendorong perusahaan, baik Reksadana dan asuransi, bahwa menabung itu penting dan perlu. "Selain itu juga kepada kelompok-kelompok masyarakat baik itu arisan dan koperasi," dia menjelaskan. (Nrm/Ndw)

Sumber
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
jangan cuma masyarakat, pemerintah mulai dari Pusat dan daerah juga donk.
Itu fasilitas mewah untuk pehabat negara harus sudah dihapus. Ga produktif cuma ngebebanin APBN aja.
Apa guna nya ngasi mobil dinas harga milyaran ke pejabat???? emangnya innova ga cukup???
Apa gunanya rapat di hotel bintang 4 atau 5 ??? emangnya ga bisa pake ruang rapat di kantor??? kalopun ga ada pake yg levelnya cukup aja.
Apalagi yg namanya dewan perwakilan rakyat.... itu banyak bener fasilitas yg dikasi negara.
Studi bandingnya ke eropa, amerika..... kalo negara ini pemasukannya kayak amerika atau eropa, bolehlah minta fasilitas serupa.
Ini negara tiap tahun defisit alias tekor, mintanya fasiitas gemerlap.

Masyarakat berhemat, negara juga harus berhemat


rakyat tau nya nabung dan deposito. cb ad penyuluhan atau info lengkap reksa dana.klo urusan duit pling ati2 orang indonesia
sing di tabung apo??? duite mung cukup gawe maem.... itupun hargae meroket.... emoticon-Cape d...
Diubah oleh gothamboy
Dulu sama OJK disuruh nabung. Sekarang banyak yang nabung, disalahin Menko Ekuin. Hahaa.
emoticon-Ngakak pemerintah gih buka lapangan kerja

masak semua mau jadi wiraswasta kalajengking, youtubers, pornobers
Quote:


Setuju banget.
Liputan6.com, Jakarta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap masyarakat mulai mengubah pola pikirnya dari konsumtif secara perlahan menjadi produktif. Dengan mengubah pola pikir ini, diharapkan bisa mendorong produktivitas masyarakat untuk menabung.

Bentar, di trid sebelah kata menko perekonomian masyarakat yang gemar menabung bikin perekonomian melambat.
Kok ga sinkron gini???
lho padahal menko nya malah nyuruh belanja2 ..pitikih ?


masyarakat Mana dulu nih, kalangan atas menengah atau bawah emoticon-Big Grin

kalo yg suka nabung, kalangan atas dan menengah hampir dipastiin pasti nabung, cuma beda beast kecilnya aja sih emoticon-Big Grin

kalo kalangan bawah.. apa yg mesti di tabung emoticon-Ngakak

cari diskonan Bazar murah aja mesti bertaruh nyawa emoticon-Takut

contohnya yaa yg belom lama ini yg di Monas ituloh emoticon-Frownemoticon-Frownemoticon-Frown





×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di