alexa-tracking

Enggan Disebut Kutu Loncat, Ini 5 Politisi Juara Gonta Ganti Partai

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af249fe9a09512a638b456c/enggan-disebut-kutu-loncat-ini-5-politisi-juara-gonta-ganti-partai
Enggan Disebut Kutu Loncat, Ini 5 Politisi Juara Gonta Ganti Partai
Enggan Disebut Kutu Loncat, Ini 5 Politisi Juara Gonta Ganti Partai

(Foto : Intelejen.co.id)

Tak ada kawan dan lawan yang abadi. Dalam politik, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Ada banyak nama-nama politikus yang pindah partai baik karena alasan sudah tidak sejalan dengan partai yang lama, merasa lebih bebas berekspresi di partai baru, maupun karena dipecat dari partai sebelumnya. Lima politikus berikut ogah disebut “kutu loncat”, meski sudah berganti partai tiga kali. 

1. Ruhut Sitompul : Juara Pragmatisme

(Foto : Twitter Ruhut Sitompul)

Dari sisi pragmatisme kutu loncat atau keahlian untuk selalu berpihak pada kubu partai politik yang sedang memegang kekuasaan, Ruhut adalah juaranya. Di Golkar di era 80an hingga awal 2000-an ia bertahan di gedung dewan. Demokrat menang ia ikut menikmati. Kini Ruhut mulai mengikuti angin Presiden Joko Widodo dan PDIP.

Politisi yang terkenal juga sebagai pengacara dan perannya di layar kaca sebagai Raja Minyak dari Medan ini terkenal juga beberapa kali gonta ganti partai. Pribadinya penuh kontroversi, meski demikian dipercaya partai Demokrat sebagai jubir dan bahkan tak segan mengkritik habis partai Golkar demi membela Demokrat, khususnya sang ketua umum SBY.  

 Baru-baru ini di kalangan wartawan beredar foto Ruhut bersama Junimart Girsang, anggota Komisi III PDIP. Ruhut mengenakan kemeja merah lengan panjang dengan logo PDIP di bagian dada kirinya. Segera setelah dikabarkan merapat ke PDIP Ruhut aktif berkampanye untuk kemenangan Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat. 

Hingga kini Ruhut mengaku masih sebagai anggota partai Demokrat, kecuali jika diminta sendiri oleh Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP. 

Sebelumnya, Ruhut kalah saat melawan Jokowi-Ahok dan kalah lagi saat berpihak Ahok-Djarot. Kini akankah pilihannya meloncat ke Jokowi – PDIP akan berbuah kemenangan seperti halnya saat mendukung SBY-Demokrat di 2014?. 

2. Maiyasyak Johan : Juara Durasi Tercepat.

Politisi kutu loncat lain yang bergabung ke NasDem adalah Maiyasyak Johan. Dia meninggalkan posisinya di DPR sebagai wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Tak perlu lama ia berada di Nasdem, hanya dua minggu saja dia sudah pindah lagi. Inilah politisi Indonesia juara durasi tercepat pindah partai. 

Selama waktu di Nasdem disebut Johan sebagai waktu penjajakan saja. Maiyasyak ternyata sudah pindah lagi ke Partai Golkar. Alasannya karena ingin partai yang punya kultur politik matang. Dan di Golkar ia bebas mengemukakan pendapat dan aspirasinya. 

Kini Maiyasak yang tak lagi di senayan jarang terdengar di media. Pengakuan terakhirnya ia sibuk mengurus kantor advokat.

3. Basuki Tjahaja Purnama : Gagal Lompat dari Bui

Pada tahun 2004, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Partai PIB adalah partai politik yang didirikan oleh Alm. Sjahrir. Tahun 2008, Ahok pindah haluan politiknya ke Partai Golkar, bersamaan dengan bubarnya PPIB. . 

Tapi oada tahun 2009, Ahok beprindah ke Partai Golkar dan sukses terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bangka Belitung.

Tahun 2012, Ahok diminta keluar dari partai Golkar karena namanya diusung oleh PDIP dan Gerindra untuk berpasangan dengan Jokowi sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ahok resmi menjadi anggota Gerindra dan bersama Jokowi menang melawan calon dari Golkar Alex Noerdin dan Nono Sampono.  

Tapi tak lama Ahok menyatakan resmi mengundurkan diri dari partai berlambang Garuda Merah tersebut pada tahun 2014 karena tidak sejalan dengan partai mengenai RUU Pemilihan Kepala Daerah. Ia kemudian menyatakan dirinya independen.

Sukses meloncat dari PIB ke Golkar ke Gerindra ke Jokowi tak membuat Ahok sukses menghindari bui karena perkataannya sendiri. Ahok perlu belajar lagi untuk menjadi “peloncat indah” di masa sebentar lagi ia keluar dari bui. 

4. Ahmad Yani : Loncat di Ladang Hijau

(Foto : Eramuslim.com)

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani saat ini berada di Partai Bulan Bintang (PBB) pimpinan Yusril Ihza Mahendra,. Bersama beberapa politisi PPP lainnya yang hijrah ke PBB, Yani mengklaim akan membawa jutaan suara pendukungnya ikut serta. 

Agus Sutikno, Ketua DPW Sumatera Selatan mengatakan Ahmad Yani adalah politisi 'kutu loncat' dan bukan sosok yang mengakar di PPP. 

Yani memulai karir politiknya di PAN, kemudian pindah ke PPP. Dan sekarang pindah lagi ke PBB. Para kader pun melihat bahwa ia memang bukanlah kader sungguhan di PPP. Klaim jutaan suara yang akan berpindah ke PBB bersamaan dengan kepindahannya, dianggap Agus adalah pernyataan yang lucu, mengingat nama Ahmad Yani sendiri yang sudah tidak banyak dikenal, bahkan di dapil nya sendiri, Sumatera Selatan.  

Meski melompat 3 kali, Ahmad Yani tak pernah berubah warna, tetap di ladang hijau (partai-partai Islam).

5. Ridwan Kamil : Manuver Peloncat Muda

Nama diatas memang bukan kader partai manapun. Keberhasilannya menjadi Walikota Bandung memang tidak lepas dari dukungan PKS dan Gerindra. Kini demi karir politiknya menjadi calon Gubernur Jawa Barat, RK, demikian ia biasa disebut, tidak segan menerima dukungan politik dari partai lain. 

RK sempat bisik-bisik ke Nasdem tapi kemudian sempat ke PDIP dan saat ini yang pasti hanya Nasdem yang memberi dukungan. PDIP masih abu-abu. Semua dilakukan RK tanpa berkonsultasi dengan PKS-Gerindra yang relatif bertolak belakang ideologi partainya terutama dengan PDIP. Publik kemudian menduga RK lebih mengutamakan ambisi politiknya daripada ideologi. 

RK harus bermanuver untuk mendapatkan dukungan karena ia bukanlah kader partai politik dan maju sebagai cagub independen diakuinya adalah berat. Di sisi usia memasuki politik RK adalah yang paling muda di antara 4 politisi kutu loncat lainnya. ( TM )





Sumber : https://kumparan.com/young-dangerous...a-ganti-partai

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Enggan Disebut Kutu Loncat, Ini 5 Politisi Juara Gonta Ganti Partai Enggan Disebut Kutu Loncat, Ini 5 Politisi Juara Gonta Ganti Partai

- Enggan Disebut Kutu Loncat, Ini 5 Politisi Juara Gonta Ganti Partai Ridwan Kamil (yang) Dekat dengan Para Ulama

- Enggan Disebut Kutu Loncat, Ini 5 Politisi Juara Gonta Ganti Partai Ini Solusi Ridwan Kamil Tingkatkan Kemampuan Tenaga Kerja Lokal di Jawa Barat