alexa-tracking

Main Content

1000
1000
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af24870d675d493408b4567/jokowikerjariau-jokowi-membebaskan-sawit-indonesia-dari-tekanan-asing-aseng

#jokowikerjariau Jokowi membebaskan Sawit Indonesia dari tekanan ASING ASENG!!!

#jokowikerjariau Jokowi membebaskan Sawit Indonesia dari tekanan ASING ASENG!!!
#jokowikerjariau Jokowi membebaskan Sawit Indonesia dari tekanan ASING ASENG!!!
09-05-2018 08:01 375
5 stars - based on 1 vote 5 stars 0 stars

Man teman... selama puluhan tahun Indonesia diam dan pasif saja menghadapi tekanan Bangsa Eropa terhadap sawit kita. Sehingga harga terus tertekan dan petani menjerit-jerit karena harga terus turun padahal kebutuhan minyak goreng dan biodiesel dunia terus meningkat.

Kini Jokowi memainkan peran afresif dengan balik menekan Eropa agar mau berhenti menekan dan menyebarkan isu sawit Indonesia tidak ramah lingkungan. Hasilnya melalui diplomasi aktif dan Parlemen Uni Eropa balik mengapresiasi penanaman sawit Indonesia secara ramah lingkungan dan sustainable.

Selain itu, pusat industri hilir kini sedang dibangun di Sei Mangkei dan akan langsung diekspor melalui deep seaport di dekatnya, Kuala Tanjung. Dan transportasi diperlancar melalui Jalan Tol Sumatera. Dari seluruh provinsi, semua sawit akan bisa diolah di satu tempat yang terintegrasi menjadi produk konsumsi final, tidak lagi bergantung kepada tokek Singapura dan Malaysia.

Industri sawit ramah lingkungan adalah kebanggaan kita, bagian dari perjuangan kedaulatan dan kemandirian ekonomi kita. Dukung upaya Jokowi membebaskan Sawit Indonesia dari tekanan ASING ASENG!!!

Yuk sama-sama upload berbagai konten di http://bit.ly/jkwriau di hestek #jokowikerjariau.

Post Reply

Silakan dikomen gan ...

Replies (3)

profile-picture
Loading...

*Presiden Akan Saksikan Peremajaan Sawit Rakyat di Riau*

Presiden Joko Widodo sore ini, Selasa, 8 Mei 2018, bertolak menuju Provinsi Riau, dalam rangka kunjungan kerja.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan lepas landas pada pukul 16.40 WIB, melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dan tiba di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada pukul 18.05 WIB.

Presiden disambut oleh Plt Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo dan Kapolda Riau Irjen Pol Nandang.

Rencananya Presiden akan berada di Provinsi Riau selama dua hari dan menghadiri sejumlah kegiatan yang telah diagendakan.

Salah satunya adalah peremajaan sawit rakyat yang akan dilakukan di Desa Pelita, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir.

Selain itu, Presiden juga dijadwalkan hadir dalam Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-92 sebelum kembali ke Jakarta esok hari.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Riau adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.


Jakarta, 8 Mei 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

profile-picture
Loading...

*Setelah Sumsel dan Sumut, Presiden Luncurkan Peremajaan Sawit Rakyat di Riau*

Hari kedua berada di Provinsi Riau, Rabu 9 Mei 2018, Presiden Joko Widodo bertolak ke Kabupaten Rokan Hilir dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU melalui Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin pada pukul 08.20 WIB. Tiba di Helipad Lapangan Sepak Bola, Kelurahan Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir pukul 09.10 WIB, Presiden yang didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Plt Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim disambut Plt Bupati Rokan Hilir Jamiludin.

Ribuan warga Rokan Hilir juga turut menyambut kehadiran Presiden, tampak Presiden dan rombongan menahan langkah karena banyaknya warga yang ingin bersalaman dan menyapa Presiden.

Tak lama setelah itu, Presiden disematkan Tanjak berupa ikat kepala, selempang dan kain pinggang berwarna kuning oleh tokoh adat.

Dari lokasi helipad, Presiden bersama rombongan menuju lokasi replanting kelapa sawit untuk meluncurkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Riau.

Setelah diluncurkan perdana di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 13 Oktober 2017 dan Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada 27 November 2017, Riau menjadi Provinsi Ke-3 dari program PSR ini. Di Kabupaten Rokan Hilir ini, pemerintah akan memulai peremajaan kebun sawit rakyat seluas 25.423 hektare untuk Provinsi Riau di tahun 2018.

Luasan tersebut tersebar di 8 kabupaten, yaitu Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Pelalawan, Kuantan Sengingi, Indragiri Hulu dan Bengkalis.

Peremajaan Sawit Rakyat di Provinsi Riau sudah sangat mendesak karena total luas lahan kelapa sawit rakyat di Provinsi Riau yang mencapai 1,58 juta hektare pada umumnya merupakan kebun tua yang dilakukan penanaman pada sekitar tahun 1980-an melalui Program Perkebunan Inti Rakyat-Transmigrasi (PIR-Trans), sehingga produktivitasnya menjadi rendah dan tidak dapat menikmati hasil yang baik.

Setelah menghadiri acara PSR ini, Presiden dan rombongan akan kembali ke Pekanbaru dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU. Tiba di Pekanbaru, Presiden didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy akan bertemu pengurus OSIS SMA/SMK dan siswa berprestasi se-Kota Pekanbaru di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin.

Sore harinya, Presiden akan menghadiri Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-92 yang dihelat di Halaman Masjid Agung An Nur, Kota Pekanbaru. Setelah menghadiri acara ini, Presiden dan rombongan akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dan diperkirakan tiba pada malam hari.


Pekanbaru, 9 Mei 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

profile-picture
Loading...

*Presiden Resmikan Peremajaan 25.423 Hektare Lahan Sawit untuk Rakyat di Riau*

Presiden Joko Widodo meresmikan program Peremajaan Sawit Rakyat seluas 25.423 hektare di Provinsi Riau. Acara ini berlangsung di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu, 9 Mei 2018.

Khusus di Kabupaten Rokan Hilir, lahan sawit yang diremajakan seluas 15.000 hektare yang melibatkan kurang lebih 5 ribu petani swadaya setempat.

"Untuk meremajakan seperti ini, tahun ini target kita di seluruh Tanah Air itu ada 185 ribu hektare. Di Provinsi Riau sendiri akan dikerjakan 25 ribu hektare," ujar Presiden dalam sambutannya.

Sebanyak delapan kabupaten di Provinsi Riau menjadi sasaran program peremajaan ini. Kedelapan kabupaten tersebut ialah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Pelalawan, Kuantan Sengingi, Indragiri Hulu, dan Bengkalis.

Peremajaan Sawit Rakyat ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani kelapa sawit. Sebagaimana diketahui, sebagian besar kebun kelapa sawit rakyat di Indonesia sudah berusia tua dan sudah seharusnya diremajakan.

"Kalau kita bandingkan ini yang di perusahaan swasta dengan yang dimiliki rakyat itu hasil produksinya berbeda jauh dua kali lipat. Inilah mengapa pemerintah sekarang melakukan yang namanya peremajaan," ucap Presiden.

Untuk setiap hektare lahan sawit, pemerintah akan memberikan bantuan dana melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit sebesar Rp25 juta yang disalurkan melalui perbankan yang ditunjuk. Dana tersebut dapat digunakan oleh para petani sawit sebagai modal awal untuk melakukan penebangan tanaman kelapa sawit tua, penyiapan bibit, dan penanamannya.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat penerbitan sertifikat hak atas tanah yang digunakan para petani sebagai lahan-lahan kelapa sawit mereka. Sebab selama ini, para petani kesulitan dan belum memiliki sertifikat pengakuan atas tanah mereka. Inilah yang ingin diselesaikan oleh pemerintah.

"Kalau sudah memiliki sertifikat, ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki. Sudah, tidak akan ramai-ramai nanti menjadi sengketa dengan tetangganya dan perusahaan swasta," ujarnya.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Presiden Joko Widodo menyerahkan 100 sertifikat hak atas tanah kepada para petani sawit di Rokan Hilir. Tahun ini, Presiden menyebut bahwa pemerintah mengalokasikan sebanyak 15 ribu sertifikat untuk para pemilik lahan yang belum bersertifikat khusus di Rokan Hilir.

Dengan diselesaikannya sejumlah persoalan yang dihadapi para petani sawit terkait lahannya itu, diharapkan para petani betul-betul fokus berupaya untuk meningkatkan produktivitas mereka. Dengan demikian, kesejahteraan para petani sawit dapat meningkat.

"Jadi saya harapkan program ini betul-betul segera dimulai, segera diselesaikan. Jangan lupa Pak Menteri, Pak Gubernur, Pak Bupati, ini saya cek nanti, jalan atau tidak," imbuh Presiden mewanti-wanti jajarannya.

Program Peremajaan Sawit Rakyat ini perdana diluncurkan oleh Presiden di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, pada 13 Oktober 2017 lalu. Saat itu, pelaksanaan peremajaan lahan sawit milik rakyat mencakup lahan seluas 4.400 hektare.

Sebulan setelahnya, tepatnya tanggal 27 November 2017, peremajaan juga dilakukan di Serdang Bedagai, Langkat, dan sejumlah kabupaten lain di Sumatra Utara, yang mencakup lahan sawit rakyat seluas 9.109,29 hektare.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Plt. Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim.


Rokan Hilir, 9 Mei 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

https://drive.google.com/file/d/18pmWlOBTPySmFROkKAJGojbzc5h2t0F-/view?usp=drivesdk