alexa-tracking

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af2392114088d8d378b4568/james-riady-membantah-isu-penjualan-meikarta-tapi-lippo-kok-lepas-sbg-sahamnya
James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
James Riady membantah isu penjualan Meikarta

Selasa, 08 Mei 2018 / 17:22 WIB

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
ILUSTRASI. James Riady


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa waktu terakhir, beredar rumor bahwa Lippo telah menjual sebagian kepemilikan sahamnya pada mega proyek properti Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Menanggapi isu tersebut, CEO Lippo Group James Riady dengan tegas membantahnya.


Menurut James, dari awal proyek ini digulirkan, kepemilikan Lippo sebesar 50%. “Dari awal memang bukan 100% Lippo. Jadi, yang dikatakan, sekarang menjual, itu kan hoax semua. Apakah kita memiliki 100% Meikarta? Tidak,” ujarnya di Jakarta, Selasa (8/5).


BACA JUGA


Dari awal, menurut James, proyek Meikarta dikembangkan Lippo melalui skema kemitraan dengan berbagai investor. “Satu, nggak benar dari awal kita 100%, memang dari awal kemitraan. Kedua, tidak benar dilakukan penjualan sekarang ini karena ada masalah apa. Ketiga, kepemilikan (Lippo) 50%, dan nggak ada penjualan,” tegasnya lagi.

Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya sedang membangun 92 tower apartemen di atas lahan seluas 84 hektare dari total 500 hektare yang merupakan pengembangan tahap pertama dari kota baru Meikarta. Dari 92 tower tersebut, ia optimistis sebanyak 18 tower akan diserahterimakan kepada pembeli pada Desember 2018 atau Februari 2019.


“Barangnya itu serah terima, bukan topping off ya, tetapi serah terima, itu lagi diupayakan,” ujarnya meyakinkan.


James menjelaskan, Meikarta adalah kota baru ke-9 yang dikembangkan Lippo. James yakin, pembangunan Meikarta sebagai sebuah kawasan kota baru akan terwujud seperti halnya delapan kota baru lainnya yang sudah dibangun. 


Memang diakuinya, pembangunanya membutuhkan waktu yang lama yaitu 10 hingga 15 tahun karena harus membangun berbagai infrastruktur pendukung.

“Meikarta itu sudah pasti terwujud, seperti delapan kota lainnya,” katanya yakin.

https://investasi.kontan.co.id/news/...ualan-meikarta


Apa Alasan Lippo Melepas Sebagian Kepemilikan Meikarta?
MARKET - Anthony Kevin, CNBC Indonesia 23 February 2018 15:48


James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)

Jakarta, CNBC Indonesia - Megaproyek Meikarta merupakan proyek andalan dua perusahaan properti milik grup Lippo, yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Proyek tersebut dimiliki oleh PT Mahkota Sentosa Utama yang sepenuhnya merupakan anak usaha dari LPCK. LPKR sendiri menguasai saham LPCK hingga 54%.

Tak tanggung-tanggung, nilai investasi yang diperlukan untuk mengembangkan kawasan hunian di Cikarang, Jawa Barat ini mencapai Rp 278 triliun. Lippo pun bergerak cepat dalam memasarkan proyek barunya tersebut. 

Pada 2017 misalnya, tidak kurang dari Rp 1,5 triliun digelontorkan hanya untuk belanja iklan. Tak heran jika iklan Meikarta sering kali kita lihat pada media-media.
James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
Sampai dengan akhir kuartal III-2017, proyek yang baru diluncurkan pada Mei 2017 lalu telah mengantongi pendapatan prapenjualan (marketing sales) senilai Rp 4,9 triliun.

Namun, pada akhir Januari lalu perusahaan mengungkapkan PT Mahkota Sentosa Utama LPCK telah menerima pembayaran senilai Rp 2,5 triliun dari investor eksternal sebagai uang muka untuk pembelian saham. 

Total uang yang akan dibayarkan oleh investor eksternal tersebut mencapai Rp 4 triliun. Setelah penjualan saham selesai dilakukan, kepemilikan Lippo dalam proyek Meikarta akan turun menjadi sekitar 27%, dari yang sebelumnya 54%.

Aksi korporasi tersebut lantas memaksa Fitch Ratings untuk menurunkan peringkat jangka Panjang perusahaan. Minggu lalu, Fitch menurunkan peringkat jangka panjang perusahaan menjadi B+, dari yang sebelumnya BB-.

Sudah Direncanakan

Seperti sudah disebutkan di atas, kebutuhan pembiayaan untuk Meikarta mencapai Rp 278 triliun, Masalahnya, LPKR dan LPCK sebagai pemilik proyek tidak memiliki dana sebanyak itu. Per akhir kuartal 3 tahun lalu, total aset LPKR adalah sebesar Rp 52,4 triliun, sementara untuk LPCK hanya sebesar Rp 9,5 triliun. Jika ingin menarik utang pun, tidak mungkin nilainya mencapai ratusan triliun melebihi nilai aset.

Oleh karena itu, pada tahun lalu perusahaan sempat mengungkapkan bahwa hanya sebesar 35% pembiayaan yang akan berasal dari kas internal Lippo, sementara sisanya sebanyak 65% akan ditawarkan kepada investor dan mitra kerja Lippo. Walaupun tidak disebutkan secara gamblang, namun jelas bahwa ditawarkannya proyek tersebut kepada investor berarti Lippo akan melepas kepemilikan dalam proyek tersebut.

Mitigasi Risiko

Katakanlah Lippo memiliki uang yang menganggur senilai Rp 287 triliun untuk menggarap Meikarta seorang diri. Kemungkinan besar, langkah divestasi tetap akan diambil oleh perusahaan. Pasalnya, risiko yang terdapat dalam proyek ini sangatlah besar. Bukan dari sisi konstruksinya saja, dari sisi perizinan pun sampai saat ini belum ada kejelasan.

Sejak diluncurkan, tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan izin bagi Lippo untuk mengerjakan proyek tersebut. Bahkan, Republika.co.id menulis Lembaga pengawas penyelenggaraan pelayanan publik Ombudsman ikut mencecar perusahaan perihal hal perizinan. "Saat Lippo melakukan marketing sementara syarat belum diselesaikan seperti IMB, kenapa Lippo tidak bersabar menunggu itu?" tanya Komisioner Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih saat pertemuan di gedung Ombudsman, Jakarta, 8 September 2017 silam.

Dari keterangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang kepada Ombudsman, diketahui bahwa izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) Meikarta baru terdaftar sebesar 84,6 ha dari total 164 ha yang diajukan pihak pengembang. Tidak hanya IPPT, pengembang juga belum melengkapi izin lainnya seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis dampak lingkungan (Amdal).

Direktur Lippo Cikarang Ju Kian Salim pada saat itu nampak tak bisa menjawab secara pasti pertanyaan yang diajukan. Malahan, saat itu ia berdalih bahwa pembangunan Meikarta merupakan wujud dukungan kepada pemerintah guna menyelesaikan program sejuta rumah. 

Melansir Kompas.com pada 8 September 2017, Bahkan, Direktur Informasi Publik Meikarta Danang Kemayan Jati pada kesempatan itu mengakui bahwa studi Amdal memang belum diterbitkan. Otomatis, IMB juga belum diterbitkan (IMB baru bisa diterbitkan jika studi Amdal sudah terbit).

Jadi, resiko dari pengembangan megaproyek ini memang terbilang besar, mulai dari tingginya nilai investasi, sampai proses perizinan yang masih menggantung.

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180223154847-17-5279/apa-alasan-lippo-melepas-sebagian-kepemilikan-meikarta

---------------------------------------

Kayaknya grup Lippo salah prediksi tentang investasi besar-besaran bisnisnya di property kota mandiri Meikarta ini. Daya beli masyarakat dalam negeri yang anjlog, termasuk investor asing yang diharapkan akan memiliki properti disitu, rupanya tak sesuai harapan. 

Kalau tak bisa mengelola krisis ini dengan baik, bisa saja Meikarta itu akan menjadi liang kuburan bagi grup Lippo ini kelak. 

emoticon-Takut
Laba Lippo Cikarang turun 32,05% pada 2017
Senin, 23 April 2018 / 18:26 WIB

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
ILUSTRASI. Kawasan Meikarta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 32,05% pada tahun lalu. Berdasarkan keterbukaan informasi LPCK di situs BEI, Senin (23/4), laba perusahaan turun dari Rp 539,82 miliar pada 2016, menjadi Rp 366,77 miliar pada tahun lalu.

Penurunan ini juga terefleksi dari kinerja pendapatan. Pada akhir tahun lalu, laba perusahaan tercatat Rp 1,50 triliun, menyusut 2,83% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,54 triliun.

Penurunan kinerja tahun 2017 dikarenakan melemahnya pasar properti Indonesia. Meski demikian, manajemen mengklaim ke depan masih ada potensi bertumbuh.

“Namun demikian dengan proyek Meikarta sebagai kota modern, terlengkap fasilitasnya, Lippo Cikarang memiliki proyek yang berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan,” kata Ivan Budiono, Presiden Direktur LPCK, dalam keterbukaan informasi.

Pendapatan dari hunian dan apartemen menyumbang Rp 1,13 triliun atau 75% terhadap total pendapatan 2017. Pendapatan dari komersial dan ruko sebesar Rp 54,19 miliar atau 4% terhadap total pendapatan, sementara penjualan tanah industri sebesar Rp 33,01 miliar atau menyumbang 2% dari total pendapatan.

Pendapatan recurring LPCK naik sebesar 7% menjadi Rp 285,24 miliar dari Rp 267,07 miliar pada 2016. Jumlah tersebut memberikan kontribusi sebesar 19% pada total pendapatan perseroan pada tahun lalu.

LPCK adalah pengembang kawasan perkotaan dengan lahan seluas lebih dari 3.400 hektare, dengan kawasan industri sebagai basis ekonomi. LPCK telah membangun lebih dari 14.000 hunian, dengan penghuni 51.250 orang dan 500.500 orang yang bekerja setiap hari disekitar 1.200 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang.
http://investasi.kontan.co.id/news/l...3205-pada-2017
Dalam Setahun Harga Saham Grup Lippo Anjlok Dalam
MARKET - Anthony Kevin & Monica Waraze, CNBC Indonesia 22 February 2018 12:05

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham perusahaan-perusahaan yang berada dalam naungan Grup Lippo terkoreksi dalam. Dalam 1 tahun terakhir sampai dengan penutupan transaksi kemarin (21/2/2018), mayoritas saham-saham tersebut memberikan imbal hasil negatif.

Kondisi terparah dialami saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang anjlok hingga 63,35%.

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
Foto: CNBC Indonesia

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
Foto: CNBC Indonesia

Sentimen sektoral kurang menggembirakan

Memang, sektor-sektor yang merupakan bisnis utama perusahaan milik Grup Lippo seperti properti dan ritel menunjukkan performa yang kurang baik pada tahun lalu.

Penjualan properti misalnya, walaupun dinilai sudah membaik, belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka panjang. “Penjualan properti belum menunjukkan pemulihan jangka panjang, walaupun sudah lebih baik dari sebelumnya”, jelas Fahressi Fahalmesta, analis dari Ciptadana Sekuritas Asia kepada CNBC Indonesia, Rabu (21/2/2018).

Hal yang sama juga terjadi pada sektor ritel. Sepanjang tahun lalu, daya beli masyarakat Indonesia tercatat melemah signifikan, terdampak dari kenaikan harga barang-barang yang diatur oleh pemerintah seperti tarif listrik serta biaya administrasi STNK & BPKB.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2017, penjualan ritel hanya tipis sebesar 2,9%, jauh melambat dibandingkan capaian tahun 2016 yang mampu tumbuh hingga 11%.

Bahkan, survei penjualan eceran periode Desember 2017 yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penjualan dalam 3 bulan ke depan (sampai dengan Maret) akan menurun. Hal ini tercermin dari indeks ekspektasi penjualan periode 3 bulan yang turun menjadi 118,7, dari 134,6 pada bulan November. Sementara untuk indeks penjualan periode 6 bulan (sampai dengan Juni), nilainya turun menjadi 149, dari yang sebelumnya 151.

Melemahnya ekspektasi penjualan salah satunya disebabkan oleh tekanan harga yang tinggi. Pada Desember 2017, indeks ekspektasi harga umum periode 3 bulan naik menjadi 158,2, dari yang sebelumnya 152,8.

Penurunan peringkat surat utang ikut mempengaruhi

Sentimen negatif lainnya bagi harga saham Grup Lippo juga datang dari diturunkannya peringkat surat utang LPKR oleh lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Minggu lalu, Fitch menurunkan peringkat jangka panjang perusahaan menjadi B+, dari yang sebelumnya BB-.

Melansir rilis resmi dari Fitch Ratings, hal tersebut didasari oleh keputusan LPKR untuk melakukan divestasi saham yang besar dari proyek unggulan Meikarta, yang dimiliki perusahaan melalui 54% kepemilikan terhadap anak perusahaannya, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Keputusan ini dinilai akan menurunkan arus kas (cash flow) secara signifikan yang didapat dari penjualan properti.
https://www.cnbcindonesia.com/market...o-anjlok-dalam
KASKUS Ads
image-url-apps
Ngeri tuh kartaemoticon-Betty
Harga saham emiten Grup Lippo berguguran
Kamis, 22 Februari 2018 / 09:30 WIB

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
ILUSTRASI. Kawasan Meikarta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham emiten Grup Lippo tersungkur. Dalam setahun terakhir, saham emiten ritel Grup Lippo, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) merosot 63,35%. Saham PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) terpangkas 26,94%.

Tak cuma ritel, saham properti Grup Lippo pun menyusut. Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) terkoreksi 34,42% dan saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) merosot 31,68%.

Analis Mirae Asset Sekuritas Taye Shim menilai, penurunan ini sebagian besar disebabkan faktor sektoral yang juga terkoreksi tajam. "Perlambatan konsumsi dan aliran uang ke perbankan secara kolektif menjadikan sektor properti dan ritel berada di fase underperform," kata Taye kepada KONTAN, Senin (19/2).

Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji tak menampik ada beberapa hal yang menekan prospek Grup Lippo.Misalnya, penurunan peringkat utang LPKR.

Pada Rabu (14/2) lalu, Fitch Ratings menurunkan peringkat surat utang LPKR menjadi B+ dari sebelumnya BB-. Ini mencerminkan penurunan arus kas yang signifikan dari penjualan properti, seiring keputusan Grup Lippo mendivestasikan porsi saham di proyek Meikarta melalui Lippo Cikarang (LPCK).

Fitch menyebut, pada 31 Januari lalu, PT Mahkota Sentosa Utama, anak usaha LPCK yang membawahi Meikarta, telah menerima uang muka penjualan saham senilai Rp 2,5 triliun dari investor eksternal.

Ini merupakan bagian dari total penjualan proyek Rp 4 triliun. "Jika penjualan sudah selesai, porsi saham Lippo di proyek ini akan turun jadi 27% dari 54%." tulis Hasira De Silva dan Robin Sutanto, analis Fitch Ratings, dalam keterangannya, pekan lalu.

Manajemen LPKR belum bisa dimintai konfirmasinya. "Untuk menjawab ini, besok saya koordinasi dengan board dulu," kata Head of Corporate Communication LPKR, Danang Kemayan Jati kepada KONTAN, Minggu (18/2).

Direktur Avere Mitra Investama Teguh Hidayat menilai, peringkat surat utang Fitch tak terlalu mempengaruhi fundamental LPKR. Apalagi, investor asal Singapura cukup mempercayai obligasi emiten Grup Lippo karena tak pernah gagal bayar. "Namun dalam jangka pendek, hal ini mempengaruhi pergerakan saham Grup Lippo," kata Teguh.
https://investasi.kontan.co.id/news/...ppo-berguguran



image-url-apps
good bisnis
image-url-apps
Wah ngeri jg ini

Padahal udh ekspansi besar2an smp ke penghujung Indonesia

Ternyata emang ga mencapai target krn emang sektor properti krg bergairah setaon belakangan

Jgn smp kayak ane deh, br thn kmrn kena tilep sama Sipoa group
Nilai Kapitalisasi Anjlok Rp19,8 Triliun, Kejayaan Saham Grup Lippo Meredup?
Nilai kapitalisasi dua induk usaha Grup Lippo kini hanya tersisa Rp13,5 triliun dari sebelumnya Rp33,3 triliun di 2015
Kamis, 08 Februari 2018 09:50:00 WIB

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
Chairman Lippo Group Mochtar Riady (di monitor), menyampaikan sambutan pada Halal bi Halal Karyawan Lippo Group di Karawaci, Tangerang, Banten. Anjloknya harga saham menekan nilai kapitalisasi pasar (market cap) dua induk usaha sejumlah perusahaan Grup Lippo ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Bareksa.com – Kejayaan Grup Lippo di bursa saham tampaknya mulai pudar. Hal ini terlihat dari penurunan signifikan sejumlah harga saham yang tergabung dalam konglomerasi ini dalam tiga tahun terakhir. Penurunan kinerja keuangan dan dihapuskannya dari indeks saham bergengsi menjadi sejumlah faktor yang membuat saham-saham ini merosot.

Meski pasar modal Indonesia terus bertumbuh dengan Indeks Harga Saham Gabungan naik 21,25 persen dalam tiga tahun, kapitalisasi saham dalam konglomerasi yang dimiliki oleh taipan Mochtar Riady ini menyusut hingga kurang dari separuh nilainya jika dibandingkan tiga tahun lalu.

Sejumlah perusahaan Grup Lippo melantai di Bursa Efek Indonesia dengan dua entitas utama yang bertindak sebagai holding dari sejumlah perusahaan lain. Holding yang pertama adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang menjadi induk usaha bagi bisnis properti dan terkait jasa kesehatan (healthcare), yakni PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

Lalu, entitas holding kedua adalah PT Multipolar Tbk (MLPL) menaungi perusahaan dengan bisnis berbasis ritel, teknologi dan informasi. Mereka adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Link Tbk (LINK).

Dalam tiga tahun terakhir, dua induk usaha ini mengalami penurunan harga saham. Harga saham LPKR anjlok hingga 54,71 persen ke level Rp505 per saham pada 6 Februari 2018 dari sebelumnya Rp1.110 per saham pada 6 Februari 2015.

Tidak berbeda dalam periode yang sama, harga saham MLPL juga longsor hingga 79,75 persen menjadi Rp184 dari sebelumnya Rp810 per saham.

Kinerja Saham LPKR dan MLPL (2015-2018)
James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
Sumber: Bareksa.com

Nilai Kapitalisasi Pasar Saham

Anjloknya harga saham jelas menekan nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham dua induk usaha dari sejumlah perusahaan Grup Lippo ini.

Per 6 Februari 2018, nilai kapitalisasi pasar saham LPKR hanya tersisa Rp11,89 triliun dari sebelumnya Rp26,12 triliun di 6 Februari 2015.

Setali tiga uang, nilai kapitalisasi pasar saham MLPL tersisa Rp1,6 triliun dari sebelumnya Rp7,3 triliun.
Market Cap Saham-Saham Grup Lippo

James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
Sumber: Data diolah Bareksa

Jika digabungkan, kapitalisasi kedua induk usaha ini hanya tersisa Rp13,5 triliun per 6 Februari 2018 dari Rp33,38 triliun pada tiga tahun sebelumnya. Berarti, dalam tiga tahun terakhir nilai kapitalisasi saham LPKR dan MLPL telah menyusut 59,46 persen atau Rp19,8 triliun.

Kapitalisasi Dua Induk Usaha Grup Lippo
James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
Sumber: Data diolah

Kinerja Keuangan Grup Lippo

Dari sisi kinerja keuangan, pelemahan pasar properti pada tahun lalu menyebabkan kinerja Lippo Karawaci cenderung stagnan sepanjang sembilan bulan di 2017. Meski begitu, pendapatan dari divisi healthcare dan pendapatan berulang (recurring income) LPKR berhasil naik hingga double digit.

Selama periode Januari-September 2017, LPKR mencatat pendapatan Rp7,5 triliun. Jumlah ini hanya naik tipis 3,45 persen year-on-year (yoy) dari periode yang sama di 2016 sebesar Rp7,25 triliun. Dalam periode tersebut, laba bersih perseroan menyusut 6 persen menjadi Rp625 miliar dari sebelumnya Rp665 miliar.

Salah satu kontributor bisnis utama LPKR adalah LPCK, yang memegang langsung proyek kota baru Meikarta dengan klaim investasi hingga Rp278 triliun.

Laba bersih LPCK turun 10 persen menjadi Rp418 miliar untuk periode sembilan bulan di 2017, dibandingkan Rp464 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal, dari sisi pendapatan, perseroan mencatatkan peningkatan tipis 2 persen menjadi Rp1,23 triliun dari sebelumnya Rp1,2 triliun.

(Lihat Gara-Gara Meikarta, Beban Iklan LPCK Capai Rp1,4 Triliun Per September 2017)

Pendapatan dan Laba LPCK
James Riady membantah isu penjualan Meikarta (Tapi Lippo kok lepas sbg Sahamnya?)
Sumber: Laporan keuangan perusahaan

Kinerja MLPL

Sementara itu, MLPL sepanjang Januari-Juni 2017 masih merugi hingga Rp323 miliar. Kerugian ini membengkak lebih dari tujuh kali lipat jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang membukukan kerugian Rp47,6 miliar. Padahal, pendapatan perseroan hanya turun tipis menjadi Rp8,6 triliun dari sebelumnya Rp8,7 triliun.

Penurunan kinerja MLPL ini seiring adanya penurunan kinerja entitas anak usaha yakni MPPA yang juga membukukan kerugian Rp170 miliar pada semester I 2017. Pemilik gerai Hypermart tersebut mencatat angka kerugian per Juni 2017 melonjak lebih dari delapan kali lipat jika dibandingkan rugi Rp20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Buruknya kinerja tersebut sebagian besar disebabkan oleh tingkat penjualan lebih rendah, margin laba bruto yang lebih rendah dan allowance terhadap piutang yang dicatat pada kuartal pertama tahun ini.

Kemudian, sepanjang paruh pertama tahun 2017, Matahari Department Store juga mengalami perlambatan pertumbuhan. Peritel ini membukukan penjualan Rp 5,73 triliun, atau tumbuh 10,77 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 5,18 triliun.

Tingkat pertumbuhan tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan penjualan pada semester I 2016 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015. Pendapatan perseroan pada periode tersebut melonjak 32,12 persen dari Rp 3,92 triliun menjadi Rp 5,18 triliun.

Turun Kasta

Di samping buruknya kinerja keuangan belakangan ini, saham-saham Grup Lippo juga mendapat tekanan besar karena keluar dari indeks bergengsi yang sering menjadi acuan para manajer investasi besar.

Saham LPKR terkena rebalancing (perubahan komposisi) dari Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk periode November 2017 - Mei 2018. LPKR harus turun kasta ke MSCI Indonesia Small Cap Index dari sebelumnya MSCI Emerging Market Index.
Indeks MSCI seringkali menjadi patokan bagi investor dan manajer investasi bagi portofolio mereka sehingga perubahan ini kerap memengaruhi keputusan para investor di pasar saham Indonesia.

Sebelumnya, seperti yang diummkan oleh Bursa dua saham Grup Lippo juga terlempar dari indeks LQ45 untuk periode Februari - Juli 2017. Saham MPPA dan SILO sejak akhir Januari 2017 tidak lagi masuk ke dalam daftar jajaran saham paling likuid di Bursa Efek Indonesia
http://www.bareksa.com/id/text/2018/...dup/18332/news
image-url-apps
mending buat kasino aja pak.

lebih menjanjikan..
image-url-apps
Di berita lain, proyek meikarta memang bukan murni kepemilikan lippo tp join sama yg lain.
Quote:


strategi bisnis yaa harus begitu, kalau tak mau risiko menanggung kerugian total sendirian bila terjadi kegagalan (fail).

Masalahnya, dalam kondisi perekonomian nasional yang lagi seret seperti saat ini, dan kondisi peekonomian global yang sulit (apalagi dibayangi perang dagang AS vs China) ... investor warga Chinese mana dan investor asing mana di dunia saat ini yang mau mengambil risiko memborong saham Meikarta itu?

emoticon-Takut
image-url-apps
meroket emoticon-Selamat



















anjlok
image-url-apps
aku ngga jadi pindah ke meikarta emoticon-Leh Uga
Bakal menyusul saham gorengan B7? emoticon-Wkwkwk
apa waktunya serok?emoticon-Bingung
image-url-apps
Dari awal emang Lu bener percaya omongan lippo Sama mekikarrta? Ijin semrawut iklan bombastis g masuk akal, sales g dikasi jatahnya, itu kan emang cara mainya dari dulu....

Kok dibelokin data beli?
TS orangnya lippo?
image-url-apps
Cina menguasai dunia emoticon-Ultah
milenial lebih banyak yg milih pindah ke wakanda emoticon-Big Grin
image-url-apps
Kumpulin duit masyarakat dulu sebelum mangkrak emoticon-Ngakak
image-url-apps
Bosnya owi mah bebas mau ngapain aja emoticon-Leh Uga
meroket bos....
×