alexa-tracking

Dana outflow dari domestik pindah ke China?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af23330d44f9f7f0c8b4567/dana-outflow-dari-domestik-pindah-ke-china
Dana outflow dari domestik pindah ke China?
Dana outflow dari domestik pindah ke China?

Selasa, 08 Mei 2018 / 19:26 WIB

Dana outflow dari domestik pindah ke China?
ILUSTRASI. Papan Elektronik Perdagangan Saham di Gedung BEI

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (8/5) merosot 1,88% ke level 5.774,72. Investor asing masih keluar dengan nilai penjualan alias net sell sebesar Rp 180,89 miliar pada hari ini. Sementara, sejak awal tahun hingga saat ini, dana asing telah keluar sebanyak Rp 36,41 triliun.


Wijen Ponthus, analis Royal Investium Sekuritas Indonesia, menyatakan, pelemahan indeks bukan hanya dipengaruhi oleh depresiasi nilai tukar rupiah. Pasalnya, rupiah menembus level Rp 14.000 sudah diprediksi dan bukan sesuatu yang mengejutkan.


BACA JUGA



Yang mengejutkan justru beredar rumor bahwa dana yang keluar alias outflowtersebut pindah ke China, setelah negara tersebut masuk dalam MSCI Index. “Saya belum konfirmasi kepastiannya. Jadi ada info semakin banyak outflow dari Indonesia ke China. Ini yang membuat IHSG turun cukup dalam,” kata Wijen di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/5).


Dia menyatakan, meski ada potensi bahwa China menjadi tujuan, namun ia melihat pertumbuhan ekonomi China bukan hal yang luar biasa. Pasalnya, ekonomi China sudah bertumbuh beberapa tahun sebelumnya, jadi bukan sesuatu yang luar biasa. “Mereka pindah karena keharusan mereka masuk ke sana dan masuk dalam portfolio mereka,” tutur Wijen.


Meski demikian, kini China menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asa. Hal ini bisa menjadi alasan bahwa banyak fund asing yang akhirnya melirik negeri tirai bambu tersebut, sebagai tujuan investasi. “Ada portofolio baru dari index MSCI, sehingga bobot mereka ada yang dikurangi,” imbuhnya.


Wijen menambahkan, saat ini banyak orang melihat tren bearish tren pada indeks. Padahal, apabila dilihat secara historis, pada tahun politik, biasanya indeks cenderung mendaki. Menurutnya, rata-rata selama empat periode pemilihan umum, indeks terus naik. “Harusnya 2018 ini akan naik lagi, dan kenaikan ini masih in line,” katanya.


Dia memperkirakan, secara teknikal, IHSG pada tahun depan bisa mencapai level 6.800-7.000. Sedangkan, indeks pada pekan depan, diprediksi bisa berada pada range support 5.650-5.675 dengan downside yang sangat terbatas.


Wijen melihat, koreksi minor yang terjadi pada indeks sudah cukup dalam. “Ini adalah koreksi yang dalam dan ini sudah dekat dengan bottom. Sepertinya ini adalah momen terakhir untuk bisa dapat saham murah terutama blue chips,” imbuhnya
https://investasi.kontan.co.id/news/dana-outflow-dari-domestik-pindah-ke-china



Dana Asing Kabur, Rupiah Melemah Terparah di Asia
MARKET - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia 08 May 2018 17:24

 
Dana outflow dari domestik pindah ke China?Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan hari ini. Bahkan depresiasi rupiah menjadi yang terparah di kawasan. 

Pada Selasa (8/5/2018) pukul 16:00 WIB, US$1 di pasar spot dihargai Rp 14.045. Rupiah melemah 0,36 % dibandingkan penutupan hari sebelumnya. 

Rupiah dibuka stagnan pada perdagangan hari ini. Namun seiring perjalanan pasar, rupiah terus melemah dan menembus level Rp 14.000/US$. Rupiah mencapai posisi terlemahnya sejak akhir 2015. 

Dana outflow dari domestik pindah ke China?
Reuters

Mata uang Asia bergerak variatif hari ini. Pelemahan maupun penguatan hanya terjadi dalam rentang tipis. 
Namun di antara mata uang Asia, rupiah bisa dibilang melemah paling dalam dengan depresiasi 0,36%. Menyusul di posisi kedua adalah baht Thailand dan ringgit Malaysia di posisi ketiga.  

Dana outflow dari domestik pindah ke China?

Pelemahan rupiah ini kemudian mempengaruhi lelang obligasi. Penawaran dalam lelang hari ini sangat tipis, hanya sekitar Rp 7 triliun. Ini menjadi yang terendah dalam tahun ini. 


Dana outflow dari domestik pindah ke China?
DJPPR Kemenkeu

Selain faktor eksternal yaitu potensi kenaikan suku bunga acuan di AS yang lebih agresif tahun ini, pelemahan rupiah juga disebabkan oleh tekanan domestik. Misalnya pertumbuhan ekonomi yang jauh dari harapan pasar. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06%. Agak jauh di bawah konsensus pasar yang mencapai 5,18%. 

Perkembangan ini menjadi sentimen negatif karena bisa memunculkan anggapan perekonomian Indonesia belum berlari sesuai potensinya. Pasar kemudian 'menghukum' dengan melepas aset-aset berbasis rupiah, karena nilainya turun.

Tidak hanya obligasi, pasar saham pun menjadi korban. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,88%. Investor asing pun membukukan jual bersih Rp 180,89 miliar. Kaburnya dana asing ini semakin membebani rupiah sehingga menjadi mata uang dengan performa terburuk di kawasan. 

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180508171702-17-14162/dana-asing-kabur-rupiah-melemah-terparah-di-asia

Rupiah Melemah, Dana Asing yang Keluar Indonesia Meningkat

Kamis, 26 April 2018 06:13 WIB



Dana outflow dari domestik pindah ke China?

Utang Luar Negeri dalam Valas perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah akan menghadapi risiko nilai tukar.



TEMPO.CO, Jakarta - Arus modal asing terus keluar dari pasar modal disebabkan oleh tekanan pelemahanrupiah yang terus berlanjut. Sejak Januari lalu, dana asing yang telah keluar mencapai Rp 29,25 triliun. Dana asing tersebut mulai ‘pulang kampung’, menyusul semakin kencangnya rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (Fed Fund Rate) lebih dari tiga kali tahun ini.


AS yang beberapa tahun terakhir menerapkan suku bunga rendah, sejak akhir tahun lalu menaikkan Fed Fund Rate untuk menarik kembali para investor, yang sebelumnya berpaling ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Di satu sisi, Bank Indonesia (BI) pun terus berupaya melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah agar tidak terperosok lebih dalam lagi.



Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan berdasarkan pantauan di pasar uang beberapa hari terakhir, BI secara intensif terus menabur dolar AS untuk mengendalikan nilai tukar. Intervensi pasar yang dilakukan tersebut berakibat pada tergerusnya cadangan devisa Indonesia. “Hingga saat ini sudah tergerus US$ 6 miliar (year to date),” katanya kepada Tempo, Rabu 25 April 2018.

Menurut Faisal hal tersebut lazim dilakukan oleh bank sentral untuk menambah ketersediaan suplai dolar AS di pasar. “Pengalaman di Malaysia sampai habiskan US$ 30 miliar untuk stabilisasi ringgit, kalau sampai sebesar ini sudah terlalu besar, berarti sudah sampai tahap kepanikan,” ucapnya. Dia melanjutkan, psikologis pasar harus tetap dijaga oleh BI agar kepercayaan investor tak menurun.



Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo membenarkan jika lembaganya telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun Surat Berharga Negara (SBN) dalam jumlah yang cukup besar. “Terbukti depresiasi tidak menjadi lebih dalam, perlahan kami menjaga stabilitas rupiah agar berbalik menguat,” katanya. Kemarin, rupiah ditutup berada di posisi 13.888 per dolar AS, setelah sehari sebelumya sempat menyentuh level 13.900 per dolar AS.



Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)  Bhima Yudhistira berujar di satu sisi langkah BI menggelontorkan devisa untuk menahan pelemahan rupiah tak bisa terus dibiarkan. Sebab, akan berpengaruh pada kredibilitas moneter dalam negeri. Cadangan devisa terus menurun sejak Februari lalu, hingga terakhir berada di posisi US$ 126 miliar.



“Dalam kondisi mendesak BI bisa menerbitkan aturan mengenai capital control untuk tahan devisa hasil ekspor di bank dalam negeri sehingga pembelian rupiah meningkat,” ujarnya.



Bhima mencontohkan di Thailand, langkah tersebut telah berhasil mengendalikan mata uang Bath tetap stabil. “Tapi mereka sudah punya instrument capital control devisa hasil ekspor di mana wajib disimpan di bank dalam negeri minimal 6 bulan, nah aturan ini kita belum punya,” ucapnya. Hal serupa diungkapkan oleh Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada.



Menurut dia, pelaku pasar menilai upaya BI mengguyur dolar AS menggunakan cadangan devisa tidak cukup efektif. “BI mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan pengaruh global, tapi dari BI langkah strategisnya apa itu yang belum ditangkap pelaku pasar,” katanya.


https://bisnis.tempo.co/read/1083195/rupiah-melemah-dana-asing-yang-keluar-indonesia-meningkat




Investor Asing Tarik Dana Besar-Besaran, ke mana Larinya?


Kamis, 26 Apr 2018 20:47 WIB



Dana outflow dari domestik pindah ke China?

Foto: Danang Sugianto/detikFinance



Jakarta - Investor asing belakangan ini ramai menarik dana dari pasar modal. Hal itu menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistyo mencatat investor asing periode tahunan hingga 26 April 2018 telah melakukan aksi jual sebesar US$ 7 miliar atau setara Rp 94,5 triliun (kurs Rp 13.500).

Namun dia yakin investor asing tidak membawa pergi dana tersebut ke luar negeri. Sebab dalam periode yang sama ada capital inflow atau masuknya dana asing ke pasar surat utang.

"Jadi masuk ke obligasi US$ 8,5 miliar (Rp 114,75 triliun) periode April ke April. Pertanyaannya kan uangnya ke mana? masih di sini," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Hal itu menjadi salah satu fakta yang membuat Tito yakin pelemahan IHSG hanya bersifat sementara. Dia menyebutnya sebagai salah satu serpihan good news.

Selain itu serpihan good news lainnya emiten di pasar modal masih dalam kinerja yang positif. Data BEI menunjukkan pada 2017 total laba bersih dari seluruh emiten naik 26,3% dari Rp 70 triliun menjadi Rp 88,41 triliun.

"Serpihan good news lain jumlah investor masih tumbuh sekitar 40 ribu investor, frekuensi perdagangan mencapai 386 ribu kali," imbuhnya.

Selain itu BEI mencatat jumlah saham aktif mencapai 85% dari jumlah saham yang ada. Jumlah dividen yang dibagikan emiten tahun ini juga tumbuh 3%.

"Jadi saya yakin ini pasti akan naik lagi, lihat saat Trump terpilih kita turun 3,9% menariknya dalam seminggu naik 5,35%. Hal yang sama terjadi pada 1998 bagaimana kita turun besar dan naiknya akhirnya cepat," tambahnya.

https://finance.detik.com/bursa-dan-...684.1524223026


-------------------------------------

Dana outflow dari domestik pindah ke China?


Tak usah cemas ... don't worry ... masih ada "A New Hope" di periode kedua nanti (2019-2014)

emoticon-Angkat Beer
makanya jangan anti asing
kalau dana asing kabur kan dolar naik emoticon-Wakaka

bagus kan antek asing duitnya kabur semua.

duit indonesia nanti dari jualan agama,travel ibadah sama tebar kotak dan jaring di jalan saja
gara2 ulah nasbung

investor pada kabur emoticon-Wkwkwk