alexa-tracking

Inkonsistensi PSSI Menghukum Pemain yang Menganiaya Wasit

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af1c12f902cfe333a8b4568/inkonsistensi-pssi-menghukum-pemain-yang-menganiaya-wasit
Inkonsistensi PSSI Menghukum Pemain yang Menganiaya Wasit
Inkonsistensi PSSI Menghukum Pemain yang Menganiaya Wasit

Tentulah Persitema Temanggung dan Bhayangkara Muda akan mendapatkan sanksi serius dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat tindak kekerasan terhadap wasit pada Minggu (6/5/2018) silam. Pertanyaannya, akankah PSSI konsisten terhadap hukuman yang nantinya diberikan?

Pasalnya, dalam beberapa kasus, PSSI bisa menegakkan hukuman kepada mereka yang menganiaya wasit dengan tegas. Namun, dalam beberapa kasus pula, PSSI justru bisa 'memuliakan' mereka yang menganiaya wasit dengan berbagai alasan.

Pada 2008, Stanley Mamuaya mendapatkan hukuman seumur hidup oleh Komdis PSSI akibat menjadi dalang dari aksi pengeroyokan wasit saat PSIR Rembang – timnya kala itu -- menghadapi Persibom Boolang Mongodow.

Tak mengherankan, karena akibat perlakuan Stanley dan kolega, sang wasit pun harus dilarikan ke rumah sakit akibat dipukul dan diinjak-injak oleh para pemain PSIR. Adapun, hukuman ini masih berlaku bagi Stanley sampai sekarang.

Namun, nasib berbeda justru diterima Pieter Rumaropen.

Mulanya, Pieter sendiri mendapatkan hukuman serupa akibat menghajar sang wasit di partai Persiwa Wamena melawan Pelita Bandung Raya, Stadion Siliwangi, April 2013. Namun, Pieter bisa membela Martapura FC yang saat itu berada di Divisi Utama (sekarang Liga 2) setahun setelahnya.

Rupanya, Komisi Banding PSSI memangkas sanksi untuk pemain asal Papua tersebut dengan dalih bahwa sepak bola hanyalah satu-satunya cara bagi Pieter untuk menafkahi keluarganya.

Perbedaan hukuman juga dirasakan oleh Kurnia Meiga dan Deni Nurdiansyah.

Mulanya, Kurnia mendapatkan hukuman larangan bermain selama satu tahun lamanya plus denda sebesar Rp 50 juta. Sebabnya, karena Kurnia turut menjadi aktor penganiayaan wasit di laga Arema melawan PKT Bontang pada September 2008.

Dalam perjalanannya, hukuman tersebut direvisi menjadi larangan bermain selama lima bulan dan denda sebesar Rp 30 juta saja. Usia Kurnia yang saat itu baru 18 tahun menjadi alibinya.

Namun, apa yang dirasakan Kurnia tidak bisa bisa dirasakan oleh Deni. Akibat menanduk wasit ketik Persitema melawan PSIS Semarang, Deni pun dihukum larangan bermain selama enam bulan. Selain itu, ia pun mendapatkan denda sebesar 15 juta. Sampai hukumannya tuntas, tidak ada namanya pengurangan hukuman selayaknya Kurnia.

Jadi, kembali pada pertanyaan awal, akankah PSSI konsisten dengan hukuman yang kadung diberikan? Satu hal yang pasti, kedewasaan PSSI sangat diuji di sini.





Sumber : https://kumparan.com/@kumparanbola/i...nganiaya-wasit

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Inkonsistensi PSSI Menghukum Pemain yang Menganiaya Wasit Inkonsistensi PSSI Menghukum Pemain yang Menganiaya Wasit

- Inkonsistensi PSSI Menghukum Pemain yang Menganiaya Wasit Semen Padang FC Kehilangan 5 Pemain Lawan Persika

- Inkonsistensi PSSI Menghukum Pemain yang Menganiaya Wasit 9 Mei 2018, Komdis PSSI Tentukan Hukuman Kasus Pemukulan Wasit