alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Menggaungkan Asian Games 2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af18b2d12e257ab378b4578/menggaungkan-asian-games-2018

Menggaungkan Asian Games 2018

Menggaungkan Asian Games 2018
Asian Games yang harus beradu dengan isu pemilu
Tinggal sekitar 100 hari lagi, Indonesia resmi menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Namun sejauh ini, gaung pesta olahraga bangsa se-Asia itu dinilai nyaris tak terdengar.

Promosi soal itu memang bisa dilihat di berbagai lokasi. Sayangnya baliho dan gambar maskot di berbagai tempat--terutama di Jakarta--seolah mati karena hanya ditempatkan di bandara, Bundaran HI, atau kantor-kantor pemerintah.

Tidak heran Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengeluh. Jokowi menilai gaung menjelang Asian Games 2018 kalah promosi dari para politikus demi pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 atau pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Masyarakat, katakanlah di media sosial seperti Twitter, lebih ramai membahas isu pemilihan presiden (pilpres). Ironisnya, pilpres masih jauh panggang dari api. Ia baru terjadi pada pertengahan tahun depan.

Gaung Asian Games yang rendah juga terlihat dari pemberitaan media yang dipantau Lokadata Beritagar.id. Dalam sebulan terakhir, pemberitaan soal pilpres secara umum masih lebih banyak dibanding isu Asian Games 2018.

Satu-satunya momen terbaik Asian Games 2018 dalam pemberitaan sebulan terakhir adalah pada 3 Mei 2018. Itu dipicu oleh aksi Jokowi dengan jaket bermotif Asian Games saat menerima kunjungan ratusan siswa SMA berprestasi dari seluruh Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat.

Jokowi sebagai kepala negara akhirnya harus turun tangan dua kali--lewat sentilan dan jaket. Bila bawahan tak bekerja dengan optimal, ya kepalanya harus mengambil inisiatif--kira-kira begitu.

Kalangan pemerintah pun bersiap mengikuti langkah Jokowi untuk menggunakan jaket sejenis. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan terang menyatakan bakal memesan jaket serupa milik Jokowi. Begitu pula Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Sandiaga juga berencana menggelar makan malam dengan warga di Lapangan Banteng untuk mempromosikan Asian Games. Sandiaga menjelaskan ini adalah cara out of the box sesuai pesan Jokowi.

Ini upaya yang bagus. Semoga tidak berhenti dalam tataran "asal bos senang" atau cuma sekadar seremonial seperti halnya aneka ornamen mati yang dipasang.

Para pemegang kebijakan seharusnya juga mendatangi titik kumpul masyarakat. Dan di Jakarta, masyarakat lebih banyak berkumpul di mal atau pusat perbelanjaan.

Sejauh ini, pemerintah atau panitia lokal Asian Games (INASGOC) nyaris tak pernah membuat aktivasi promosi Asian Games 2018 yang membumi selain seremonial khas pemerintah. Sosialisasi ke berbagai sekolah pun minim.

Pemprov DKI Jakarta juga seolah "adem ayem". Dinas Pariwisata DKI Jakarta, misalnya, justru lebih aktif menjalankan promosi "Enjoy Jakarta". Belum lama ini, 29 April 2018, mereka menggelar festival musik jazz di Balai Kota yang juga menampilkan Sandiaga.

"Enjoy Jakarta" memang untuk mengundang wisatawan luar negeri. Namun, ini semestinya bisa dijadikan sasaran antara dengan menempatkan Asian Games 2018 sebagai promosi utama.

Karena promosi yang kurang tepat sasaran dan frekuensinya relatif rendah itu, Asian Games 2018 pun tidak memenuhi kepala masyarakat Jakarta. Ini berbeda dengan masyarakat Palembang.

Pemantauan Beritagar.id menunjukkan bagaimana masyarakat ibukota Sumatera Selatan (Sumsel) itu cukup antusias menyambut Asian Games 2018 di kotanya. Padahal, Palembang hanya menjadi tuan rumah porsi kecil pertandingan.

Bahkan Gubernur Sumsel Alex Noordin disebut cukup aktif menemui masyarakat demi kesuksesan Asian Games di Palembang. Alex juga diketahui sedikitnya dua kali sehari meninjau berbagai fasilitas yang akan digunakan Asian Games, tidak ketinggalan fasilitas Light Rail Transit (LRT) yang segera diuji coba.

Menjadi tuan rumah Asian Games adalah soal kebanggaan dan citra sebuah negara. Tuan rumah mengincar sukses penyelenggaraan dan prestasi. Itu yang dilakukan Palembang.

Sementara di Jakarta, kota utama Asian Games 2018, hal itu tak terlihat jelas. Asian Games tidak memenuhi benak masyarakat ibu kota Indonesia, bukan top of mind.

Ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 1962, Presiden Soekarno juga dikritik habis-habisan. Terutama saat membangun berbagai proyek "mercu suar" seperti Stadion Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta.

Namun, Soekarno ketika itu bisa menjawab bahwa Asian Games bisa mengangkat derajat atau citra negara. Dan itu berhasil. Masyarakat pun antusias.

Jadi, sudah saatnya pemerintah sekarang lebih aktif dan proaktif memeriahkan pra-Asian Games. Mumpung waktu masih ada.

Lagi pula, ajang tidak berhenti pada Asian Games. Setelah itu ada Para Asian Games, ajang bagi atlet penyandang keterbatasan fisik.

Artinya pekerjaan rumah sosialisasi bukan cuma berhenti pada acara inti Asian Games yang akan dibuka mulai 18 Agustus, tapi juga Para Games.
Menggaungkan Asian Games 2018


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...ian-games-2018

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Menggaungkan Asian Games 2018 Meneropong orbit 123 derajat bujur timur

- Menggaungkan Asian Games 2018 Kampanye prematur Pilpres 2019

- Menggaungkan Asian Games 2018 Menyorot tenaga kerja asing

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di