alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Investasi dan bansos pendorong utama ekonomi kuartal I 2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af1885dd9d770be618b457d/investasi-dan-bansos-pendorong-utama-ekonomi-kuartal-i-2018

Investasi dan bansos pendorong utama ekonomi kuartal I 2018

Investasi dan bansos pendorong utama ekonomi kuartal I 2018
Penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Pangan Beras Sejahtera (Bansos Rastra) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum'at (13/4/2018). Bansos menjadi pendorong konsumsi rumah tangga sehingga pertumbuhan ekonomi masih bisa tumbuh di atas 5 persen.
Investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I tahun ini. Selain itu, konsumsi rumah tangga yang ditopang oleh bantuan sosial, juga menjadi pendorong utama ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen pada kuartal I tahun ini disumbang oleh pertumbuhan investasi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan sumbangan ekonomi dari investasi meningkat tajam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kuartal I tahun lalu, sumbangan investasi mencapai 1,53 persen. Namun tahun ini mencapai 2,54 persen.

Sepanjang Januari-Maret, pertumbuhan investasi mencapai 7,95 persen. Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan Januari-Maret 2017 sebesar 4,77 persen. Investasi dari domestik dan asing mencapai Rp185,3 triliun pada kuartal I 2018. Realisasi itu tumbuh 11,8 persen dari kuartal I 2017.

Suhariyanto menerangkan, pertumbuhan investasi ini didorong oleh hampir semua jenis barang modal. Misalnya, pertumbuhan barang modal jenis mesin yang dipengaruhi oleh meningkatnya produksi domestik dan impor.

"Selain itu, pembangunan infrastruktur di daerah masih berlangsung, baik yang baru dan lanjutan," ucap Suhariyanto di Jakarta, Senin (7/5/2018) seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Berdasarkan komponen, suntikan investasi tertinggi mengalir ke komponen mesin dan perlengkapan. Hal ini terlihat dari tingginya pertumbuhan investasi ke komponen tersebut, yakni mencapai 23,72 persen pada kuartal I 2018.

Investasi ke komponen kendaraan tumbuh 14,37 persen, peralatan lainnya 17,81 persen, bangunan 6,16 persen, dan produk kekayaan intelektual 1,22 persen.

Catatan BPS ini selaras dengan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Menurut BKPM Realisasi investasi kuartal I tahun ini meningkat 11,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Tiga bulan pertama tahun ini, investasi mencapai Rp185,3 triliun. Naik dibanding periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp165,8 triliun. Capaian itu terdiri penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp76,4 triliun dan dan penanaman modal asing (PMA) Rp108,9 triliun.

Bantuan Sosial (Bansos) juga turut mengerek ekonomi Indonesia. Jumlah bansos tunai dari pemerintah tumbuh 87,61 persen atau lebih tinggi dari kuartal I 2017 sebesar 2,86 persen.

Bansos ini tercermin dalam konsumsi rumah tangga. Suhariyanto menjelaskan, secara umum pertumbuhan konsumsi rumah tangga periode ini mencapai 4,95 persen. Naik secuil dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 4,94 persen.

Walau hanya tumbuh 0,01 persen, tapi sumbangan konsumsi rumah tangga terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 58,80 persen. Dengan porsi yang dominan ini, maka pertumbuhan secuil saja akan sangat berpengaruh.

Adapun faktor pendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga lainnya adalah dari rata-rata Tingkat Penghunian Kamar Hotel (TPKH) sebesar 4,62 persen atau lebih tinggi dibanding kuartal I 2017 sebesar 2,31 persen.

"Nilai transaksi kartu debit dan kredit juga tumbuh 11,70 persen atau menguat dibanding periode sebelumnya sebesar 9,25 persen," kata Suhariyanto seperti dikutip dari Kompas.com.

Sayangnya, ekspor kuartal I belum memuaskan. Pertumbuhannya anjlok menjadi 6,17 persen. Padahal periode yang sama tahun lalu pertumbuhan ekspor mencapai 8,04 persen. Sedangkan pertumbuhan impor malah naik menjadi 12,75 persen. Melonjak tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya 5,01 persen.

Kinerja ekspor tahun ini memang tak selalu mengkilap. Neraca perdagangan baru surplus ketika masuk bulan Maret. Bulan ketiga itu, neraca perdagangan surplus US $1,09 miliar. Neraca perdagangan defisit sejak Desember tahun lalu hingga Januari dan Februari tahun ini.

Suhariyanto berharap pertumbuhan ekonomi bakal semakin tinggi di kuartal-kuartal berikutnya. Sebabnya, adanya beberapa momen besar yang diyakini bisa memacu ekonomi. “Kami berharap pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi ke depan karena ada momen Lebaran, Pilkada, Asian Games, dan lainnya,” kata dia seperti dikutip Katadata.co.id.
Investasi dan bansos pendorong utama ekonomi kuartal I 2018


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...kuartal-i-2018

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Investasi dan bansos pendorong utama ekonomi kuartal I 2018 Persiapan pembukaan Kedubes AS di Yerusalem

- Investasi dan bansos pendorong utama ekonomi kuartal I 2018 Isu kesehatan yang terpinggirkan dalam Pilkada

- Investasi dan bansos pendorong utama ekonomi kuartal I 2018 Kesepakatan tiga hal dari Facebook di Indonesia

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di