alexa-tracking

Ini alasan subsidi energi hanya diberikan Rp. 323 triliun lebih rendah 66%

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af17780dac13ee3158b4567/ini-alasan-subsidi-energi-hanya-diberikan-rp-323-triliun-lebih-rendah-66
Ini alasan subsidi energi hanya diberikan Rp. 323 triliun lebih rendah 66%
Ini alasan subsidi energi hanya diberikan Rp. 323 triliun lebih rendah 66%

JAKARTA (INDOPETRO)- Dalam 3 tahun terakhir (2015-2017) total subsidi energi sebesar Rp. 323 triliun atau lebih rendah 66% dari 3 tahun sebelumnya yang sebesar Rp. 958 triliun (2012-2014).

Sebaliknya anggaran untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan meningkat sangat signifikan. Sejak tahun 2015 angkanya selalu diatas Rp. 700 triliun, bahkan tahun 2018 ini dialokasikan sebesar Rp. 965 triliun. Tahun-tahun sebelumnya anggaran tersebut dibawah Rp. 600 triliun.

“APBN harus dijaga, subsidi energi dibuat makin tepat sasaran, sehingga belanja yang lebih produktif seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan bisa punya porsi yang jauh lebih besar,” kata Agung Pribadi, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (8/5/2018) di Jakarta.

Subsidi energi terdiri dari subsidi BBM, LPG dan listrik. Sejak tahun 2015, jenis BBM yang disubsidi hanya Solar dan Minyak Tanah, sementara Premium tidak lagi disubsidi APBN.

Meski demikian, harga BBM jenis Premium (Jenis BBM Khusus Penugasan) dan Solar tidak pernah mengalami kenaikan sejak April 2015. Saat itu harga Premium tersebut sebesar Rp. 7.300 dan Solar Rp. 6.900 per liter.

BBM Premium per 5 Januari 2016 bahkan harganya turun dari Rp. 7.300 menjadi Rp. 6.950 per liternya. Lalu pada 1 April 2016 turun lagi menjadi Rp. 6.450 per liter yang berlaku hingga dan hingga 2019 juga dipastikan tidak naik.

Demikian halnya dengan BBM jenis Solar per 10 Oktober 2015 harganya justru turun dari Rp. 6.900 menjadi 6.700 per liternya. Lalu per 5 Januari 2016 juga turun menjadi Rp. 5.650 per liter dan 1 April 2016 turun lagi menjadi Rp. 5.150 per liter dan tetap sampai hari ini. Hingga 2019 Solar juga tidak ada kenaikan. Sedangkan untuk minyak tanah tidak pernah ada ke kenaikan sejak 2008.

JAKARTA (INDOPETRO)- Dalam 3 tahun terakhir (2015-2017) total subsidi energi sebesar Rp. 323 triliun atau lebih rendah 66% dari 3 tahun sebelumnya yang sebesar Rp. 958 triliun (2012-2014).

Sebaliknya anggaran untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan meningkat sangat signifikan. Sejak tahun 2015 angkanya selalu diatas Rp. 700 triliun, bahkan tahun 2018 ini dialokasikan sebesar Rp. 965 triliun. Tahun-tahun sebelumnya anggaran tersebut dibawah Rp. 600 triliun.

mangstap!!!
Pendidikan Ga perlu disubsidi klo amanat UU alokasi 20% apbn dilaksanaken emoticon-Big Grin

Sudah dilaksanaken pun pas jaman beye malah banyak dipake maen2 Bukannya benerin kualitas pendidikan & bangunan sekolah emoticon-Big Grin apalagi sekarang
jaman Beye harga minyak berapa?

seingetku sampe sempet tembus diatas $100/barel bahkan sampe $120

nah jaman kowi agak hoki krn minyak anjlok

makanya dengan subsidi besar pun,harga bbm jaman Beye gak jauh beda bahkan pernah lebih mahal dari sekarang(jaman Beye premium pernah tembus 8500/liter)

tapi masalah nya skrg harga minyak dunia mulai merangkak naik lagi,dikombinasikan dengan harga dollar yang meroket kita lihat setahan apa Kowi dengan kebijakan nya


kedepan nya ya antara naikin harga drastis ato tambah subsidi kek jaman Beye

jaman Beye harga minyak berapa?

seingetku sampe sempet tembus diatas $100/barel bahkan sampe $120

nah jaman kowi agak hoki krn minyak anjlok

makanya dengan subsidi besar pun,harga bbm jaman Beye gak jauh beda bahkan pernah lebih mahal dari sekarang(jaman Beye premium pernah tembus 8500/liter)

tapi masalah nya skrg harga minyak dunia mulai merangkak naik lagi,dikombinasikan dengan harga dollar yang meroket kita lihat setahan apa Kowi dengan kebijakan nya


kedepan nya ya antara naikin harga drastis ato tambah subsidi kek jaman Beye