alexa-tracking

Asisten Wasit Dipukul di Liga 3, Komite Wasit PSSI Akan Ambil Tindakan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af15ecaded770a54b8b4574/asisten-wasit-dipukul-di-liga-3-komite-wasit-pssi-akan-ambil-tindakan
Asisten Wasit Dipukul di Liga 3, Komite Wasit PSSI Akan Ambil Tindakan
Asisten Wasit Dipukul di Liga 3, Komite Wasit PSSI Akan Ambil Tindakan

Lapangan hijau berubah dari tempat menyepak bola menjadi arena gladiator. Yang disepak bukan lagi bola. Lawan berubah jadi musuh yang harus diperangi, bukan rival untuk bertanding.

Perihal laga sepak bola berubah menjadi arena gladiator itu memang bukan barang baru di sepak bola Indonesia. Kejadian teranyar berlangsung pada hari Minggu (6/5/2018) lalu, ketika Persitema Temanggung bertanding melawan PSIP Pemalang di Stadion Bumi Phala. Kala itu, Persitema dan PSIP tengah berlaga di babak delapan besar Liga 3 Zona Jawa Tengah.

Kali ini memang bukan bentrokan antartim yang terjadi, tetapi tetap saja ada korban yang jatuh: asisten wasit. Sang asisten pengadil terkena bogem mentah di kepala sehingga ia langsung terkapar di pinggir lapangan.

Kejadian bermula saat laga memasuki pengujung babak kedua, tepatnya pada menit ke-88. Dari sebuah sepak pojok, kiper Persitema keliru dalam mengantisipasi bola meski kemudian mampu dikuasai kembali. 

Pemain PSIP protes. Mereka mengklaim bola telah melewati garis gawang. Wasit pun menyatakan gol itu sah —yang berarti, menurutnya, bola telah melewati garis gawang. Kubu Persitema pun tidak terima. Mereka langsung melancarkan protes keras kepada sang pengadil.

Protes keras tak hanya dilancarkan kepada wasit, tetapi juga kepada asisten wasit. Sejumlah pemain berlari dan mengerubungi asisten wasit yang telah mengangkat bendera. 

Emosi kadung menjalar. Penonton ikut-ikutan kesal. Suporter Persitema, yang ikut tidak terima dengan keputusan itu, melampiaskannya dengan melemparkan barang-barang ke dalam lapangan.

Tidak ada lagi protes baik-baik. Bogem mentah pun diterima oleh sang asisten wasit. Seketika itu juga asisten wasit terkapar. 

Meski begitu, belum diketahui siapa yang melakukan pemukulan tersebut. Sang pelaku, yang mengenakan baju abu-abu dan bertopi hitam, bukanlah orang yang terlibat dalam pertandingan.





Menyikapi kejadian ini, salah satu anggota Komite Wasit Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, (Komite Wasit PSSI), Purwanto, buka suara. Menurutnya, ada dua skenario yang berimbas tersulutnya keributan.

"Kita harus sama-sama lihat, apakah putusan terhadap situasi sepak pojok itu sudah fair atau tidak. Dari kaca mata wasit bagaimana dan dari asisten wasit bagaimana, tentu harus jeli," ujar Purwanto kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (8/5/2018).

"Pemain pun demikian, kalau putusan wasit keliru, ‘kan ada kapten yang bertugas berbicara baik-baik dengan wasit. Lha, kalau langsung main hajar main pukul, kan nggak baik, itu sudah menghilangkan esensi sepak bola," imbuhnya.

Situasi bertambah parah. Suporter tidak hanya melempar botol, tetapi juga merangsek masuk ke lapangan. Ujung-ujungnya ada tendangan diarahkan kepada wasit dan asisten wasit lainnya. 

"Ini perlu ditindaklanjuti, setelah laporan masuk dari pengawas pertandingan ke Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Tengah, maka wasit tersebut akan dimintai keterangan. Detailnya begini: apa putusan yang diambil, maka (itu) yang harus dipertanggungjawabkan."

"Jika nyatanya keliru tentu akan disanksi —diistirahatkan, misalnya. Karena mudah saja menilai apakah wasit itu bekerja dengan baik atau nggak, kan ada video, ada tayangan ulangnya yang bisa dijadikan bukti," kata Purwanto.





Sumber : https://kumparan.com/@kumparanbola/a...ambil-tindakan

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Asisten Wasit Dipukul di Liga 3, Komite Wasit PSSI Akan Ambil Tindakan Kesaksian Amir, Wasit Liga 3 yang Dianiaya Pemain Bhayangkara Muda

- Asisten Wasit Dipukul di Liga 3, Komite Wasit PSSI Akan Ambil Tindakan Asisten Wasit Dipukul di Liga 3, Komite Wasit PSSI Akan Ambil Tindakan

- Asisten Wasit Dipukul di Liga 3, Komite Wasit PSSI Akan Ambil Tindakan Mengapa Main Hakim Sendiri di Sepak Bola Indonesia Tak Pernah Lenyap?