alexa-tracking

Mimpi dan Semangat di SDN Torosubang Halmahera Selatan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af1567b9e74047f738b4570/mimpi-dan-semangat-di-sdn-torosubang-halmahera-selatan
Mimpi dan Semangat di SDN Torosubang Halmahera Selatan
Mimpi dan Semangat di SDN Torosubang Halmahera Selatan

Setelah mengantar kepergian Pak Aji, siangnya saya mengajak adik piara saya, siswa kelas V, untuk melihat seperti apa bentuk dan rupa sekolah tempat saya mengajar nanti. Hanya berselang satu rumah dari rumah saya, ada gang kecil menuju ke sekolah. Oh, ternyata dekat sekali dari rumah. Hanya sekitar 50 meter.

Jangan bayangkan bahwa SD di daerah terpencil selalu kondisinya seperti SD yang digambarkan di film Laskar Pelangi. Sebagian besar SD yang saya temui di Kabupaten Halsel, sebagian besar kondisi bangunannya masih baru dan sangat layak pakai. Program pemerintah dalam beberapa tahun belakangan memang merehabilitasi dan memperbanyak jumlah SD di daerah Indonesia timur. Tapi, sayangnya yang dibangun hanya fisiknya saja. Tanpa ada jiwa-jiwa pendidik di dalamnya.

SD Torosubang adalah salah satu contoh pembangunan pendidikan yang belum selesai itu. Baik dari fisik maupun nonfisik. Bangunan enam ruangan itu hanya berpagarkan rumput ilalang. Jadi jika siswa lupa menutup pintu kelas maka jangan heran jika keesokannya lantai ruangan kelas akan bertaburan kotoran kambing ataupun ayam. Lima ruangan menjadi ruang kelas 1-6 dan sisanya menjadi ruang guru merangkap ruang kepala sekolah, dapur, dan perpustakaan.

Walaupun terletak di pinggir hutan belakang desa, untungnya bangunan SD Torosubang tidak berdiri sendiri. Kami memiliki tetangga, yaitu SMA Negeri 3 Bacan. Desa Bajo, tempat SD ini berada merupakan ibu kota kecamatan Botang Lomang. Karenanya, sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA ada di sini. Sebagai tetangga kami pun memiliki banyak persamaan. Sama-sama berpagarkan ilalang dan kekurangan tenaga pengajar. 

Bedanya, SMA memiliki pekarangan yang lebih rindang, beda dengan SD Torosubang yang tidak memiliki pohon kayu satupun untuk tempat berlindung. Jadi kalau matahari sudah mulai naik, halaman sekolah pun sepi. Anak-anak lebih memilih bermain di serambi depan kelas atau di dalam kelas. Selain itu jika dilihat dari jumlah ruang kelas, ruangan kelas di SMA cukup untuk total 6 kelas yang ada.

Guru di SD Torosubang pun jumlahnya pas-pasan. Pas untuk memegang satu kelas satu guru, ditambah dengan satu guru agama. Dengan hadirnya Indonesia Mengajar di sana maka jumlah guru SD Torosubang sekarang ada 7 orang, ditambah kepala sekolah. Jumlah yang Alhamdulillah sekali untuk sebuah daerah terpencil. 

Setengah dari guru tersebut adalah pegawai tidak tetap dan berstatus honorer. Jangan tanyakan berapa orang yang sudah sertifikasi atau berapa orang guru yang telah S1. Sebagian besar guru di SD Torosubang adalah tamatan D-II Pendidikan Guru SD, atau yang biasa disingkat dengan PGSD. Hanya satu orang yang merupakan tamatan S-1 PGSD.

Jangan pula pernah membandingkan bagaimana kualitas guru di SD terpencil dengan SD di kota. Jangan tanya apakah mereka mengenal RPP, silabus atau program semester. Istilah-istilah itu tidak pernah dibahas di dalam ruang guru. Guru masuk ke dalam kelas-- yang sangat terlambat dari jam seharusnya-- mencatat materi di dinding lalu duduk manis sambil menunggu siswa selesai mencatat. Kehadiran guru pun masih per sif. Seminggu masuk, minggu depan absen. Lalu bagaimana kepala sekolah mengelola sekolah? Sangat jauh dari capaian dambaan yang disebut kepala sekolah ideal.

Tapi walaupun demikian adanya, Anda sungguh akan terkesima jika dari sekolah yang demikian adanya, terdapat anak-anak luar biasa. Mereka punya semangat untuk belajar dengan segala keterbatasan, kekurangan, dan apapun itu namanya yang sering terucap jika mendengar daerah terpencil. Mereka punya optimisme yang tinggi untuk bermimpi dan menggapai cita-cita. Mereka berani maju ke depan, menghadapi selentingan teman-teman SD tetangga yang bilang mereka berasal dari SD yang tidak berkualitas. 

Mereka berani unjuk gigi bahwa mereka bisa. Walaupun salah, mereka berani mencoba. Dengan semangat mereka pula, saya bersemangat setiap pagi datang ke sekolah paling awal. Membuka pintu kantor, melakukan apel pagi, bahkan saat upacara bendera saya menjadi satu-satunya guru yang berdiri di lapangan. Tidak apa-apa. Selama masih ada makhluk-makhluk kecil yang menanti saya di sekolah, menatap saya dengan mata yang haus ilmu pengetahuan, maka saya akan terus melangkah dengan semangat ke SD ini, SD Negeri Torosubang.

[Cerita oleh Anita - Pengajar Muda Indonesia Mengajar Angkatan III]



Sumber : https://kumparan.com/komunikasi-im-k...eri-torosubang

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Mimpi dan Semangat di SDN Torosubang Halmahera Selatan Mimpi dan Semangat di SDN Torosubang Halmahera Selatan

- Mimpi dan Semangat di SDN Torosubang Halmahera Selatan Seorang Peserta Ujian SBMPTN di Untag Dikeluarkan, Diduga Joki

- Mimpi dan Semangat di SDN Torosubang Halmahera Selatan Hal yang Perlu Diperhatikan saat Ajarkan Anak Toilet Training