alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Badai Moneter yang Runtuhkan Orde Baru
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af152c2dac13edf1d8b4569/badai-moneter-yang-runtuhkan-orde-baru

Badai Moneter yang Runtuhkan Orde Baru

Dilansir dari laman era.id, Periode 1997-1998 merupakan masa kelam bagi Indonesia. Anjloknya perekonomian nasional disusul dengan berakhirnya rezim Orde Baru. Presiden Soeharto mundur pada 21 Mei 1998 karena besarnya gelombang demonstrasi di banyak daerah.

Krisis ekonomi 20 tahun lalu bermula dari jatuhnya nilai tukar rupiah. Dampaknya menyebar ke seluruh sendi perekonomian negara, hingga memunculkan gejolak sosial-politik dan tuntutan reformasi.

Kala itu, badai krismon tak hanya menerpa Indonesia, tapi juga negara Asia lainnya. Berawal dari kebijakan bath Thailand yang gagal, menyusul ringgit Malaysia, peso Filipina, hingga won Korea Selatan.

Krisis moneter menumbangkan satu demi satu kekuatan ekonomi Asia. Para spekulan di pasar keuangan menjadi salah satu penyebab utama bergugurannya nilai tukar mata uang.

Dari dalam negeri, kebijakan pemerintah Orde Baru dalam Paket Oktober (Pakto) 1988 juga menjadi pemicu runtuhnya kekuatan ekonomi nasional.

Langkah pemerintah melepas nilai tukar sesuai harga pasar membuat rupiah semakin lemah. Nilai tukar rupiah yang tadinya tenang di kisaran Rp2.300 per dolar AS melonjak ke angka Rp4.650 per dolar AS pada akhir 1997.

Kondisi ekonomi yang kacau membuat Indonesia kehilangan kepercayaan dan investor pergi meninggalkan Indonesia. Imbasnya, kredit macet di mana-mana membuat belasan bank merugi.


Pada 1 November 1997 pemerintah melikuidasi 16 bank. Pemerintah yang mulai kehabisan akal mengatasi krisis memutuskan meminta bantuan International Monetary Fund (IMF).

Pada 15 Januari 1998, dimulailah keterlibatan IMF dalam penyelamatan perbankan nasional. IMF datang membawa pinjaman 40 miliar dolar  AS.

Langkah pemerintah melikuidasi 16 bank justru mendapat sentimen negatif dari masyakat. Kepanikan terjadi lantaran beredar rumor akan adanya penutupan bank yang lain.

Alhasil, terjadilah rush perbankan. Masyarakat ramai-ramai menarik simpanannya di bank, sehingga bank kehabisan likuiditas.

Kepercayaan masyarakat pada bank berada di titik nadir. Nilai tukar dolar yang tinggi ikut mendongkrak harga barang-barang di dalam negeri. Pergerakan nilai tukar satu dolar AS pada akhir 1997 sebesar Rp4.000.

Lalu meningkat drastis pada awal 1998 menjadi Rp6.000, April 1998 naik lagi ke Rp8.000, dan pada Juni 1998 melonjak menjadi Rp16.650.

Kekacauan bertambah karena terjadi PHK di mana-mana hingga memicu bengkaknya angka pengangguran dan kemiskinan. Pada media Agustus 1997-Agustus 1998, jumlah pengangguran akibat kehilangan pekerjaan (pemutusan hubungan kerja, usaha terhenti atau masalah lain yang berhubungan dengan krisis) didata Depnaker 1998 tercatat sebanyak 7,3 juta orang.


Imbasnya terjadi tragedi penjarahan dengan bumbu sentimen terhadap etnisk tertentu. Polda Metro Jaya mencatat 451 orang tewas akibat kerusuhan tersebut.

Krisis di berbagai sektor yang melanda Indonesia membangkitkan kemarahan publik. Penembakan di Universitas Trisakti  yang terjadi 12 mei 1998 semakin memicu terjadinya kerusuhan. 

Empat mahasiswa Trisakti tewas, yaitu Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.

Pada 14 Mei 1998, di Kairo, Mesir, Presiden Soeharto mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Lalu pada 15 Mei 1998, Soeharto tiba di Jakarta, situasi Ibu Kota cukup hening dan mencekam pascakerusuhan.


Sejak 18 mei 1998, masa aksi mulai menduduki Gedung MPR-DPR dan jumlahnya diperkirakan mencapai 7.000 orang. 

Gejolak ini kemudian memaksa Soeharto meletakkan jabatannya, setelah 32 tahun berkuasa. Tepat pada 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan mundur sebagai Presiden RI yang disambut dengan sorak sorai demonstran.

SUMUR : https://www.era.id/play/PJUOxB-badai...hkan-orde-baru
Diubah oleh: AyonkTI24
Urutan Terlama
HHmm ksesalahan negara ini eaktu orba salah satunya cadangan devisa masuk kantong Cendana..emoticon-Big Grin
Rezim Cendana bikin perjanjian dagang yang merugikan negara ini..emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


ketidak stabilan politik, orang2 berduit rame2 borong dollar trus disimpen diluar. jadi kalo meletus kudeta/perang sodara tinggal capcus.

devisa menipis, dollar langsung meroket

emoticon-Ultah

anehnya dimari suka pada nyinyir ama TKI, padahal mereka pahlawan devisa
Quote:

Aneh sejak April BI nggak gerak..emoticon-Stick Out Tongue
Quote:
Tragis ya nasib mereka di LN...emoticon-Big Grin
Contoh Malon yang katanya serumpun aparatnya nyiksa orang Indo.emoticon-Stick Out Tongue
Karena faktor-faktor external itu bree, mulai dari goncangan thailand, krisis LTCM, rusia gagal bayar, dst.

Bukan karena pak harto semata
2018 gak separah 98 lah kondisinya.
Kecuali menteri ekonominya sekelas puan.
Bisa2 malah kayak venezuela.

Ntar solusinya malah aneh2.
Misal redenominasi biar 1dolar : 1.400rupiah (potong satu nol, biar seolah2 bukan 14.000 wkk)
Quote:


Faktor paling besarnya, faktor dalam negeri.
Rupiah dipatok ke USD, ngabisin devisa buat pertahanin nilai tukar.
Subsidi di mana2, PNS rekrut terus, ngabisin duit negara.
Quote:


Sikon politik di jaman itu baru bener2 goncang ya pas bank2 pada mulai dilikuidasi massal, tapi yang mentrigger exodus massal orang2 berduit, gak lain gak bukan ya kerusuhan Mei waktu itu emoticon-Big Grin

Tambah aja pemerintahan orba karena selama perekonomian stabil terlalu memanjakan rakyat pake subsidi yg tidak tepat sasaran, ujung2nya pas subsidi dipotong sana-sini gara2 krismon jadi pada ngamuk. Apalagi di jaman itu kagak ada sistem macemnya KIS, KIP, BPJS yg bisa dimanfaatkan jadi semacam life support disaat keadaan ekonomi lagi sulit.

TKI? Pahlawan devisa?? Berapa banyak sih lembaran USD dari tangan para TKI saat itu yg masuk ke kas negara dibanding yg jumlah lembaran USD yg keluar dari kas negara demi program BLBI dkk yg ujung2nya bikin USD yg dimiliki negara pada jatuh ke tangan para koruptor?? emoticon-Big Grin
Quote:


External saat itu yg paling berdampak ke RI cuma pas gara2 Thailand kena krismon karena saat Thailand kena krismon seketika financial bubble di negara2 Asia Tenggara pada ikut meledak. Dan suka atau tidak, selain Thailand, saat itu yg financial bubblenya juga besar dan ikut meletus ya Indonesia emoticon-Big Grin


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di