alexa-tracking

Upaya menghapus perjokian dalam SBMPTN 2018

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af14a7d162ec2283b8b4568/upaya-menghapus-perjokian-dalam-sbmptn-2018
Upaya menghapus perjokian dalam SBMPTN 2018
Upaya menghapus perjokian dalam SBMPTN 2018
Peserta disabilitas penyandang low vision mengerjakan soal ujian dibantu panitia saat mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018)
Ujian SBMPTN 2018 yang diikuti 860.001 peserta akan dimulai pada Selasa, 8 Mei 2018. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, tidak akan mentoleransi kecurangan, termasuk kasus perjokian yang marak setiap tahun.

Persaingan ratusan ribu peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun ini cukup ketat. Setiap peserta bersaing dengan setidaknya 7 peserta lain untuk mendapatkan 1 kursi yang tersedia. Pasalnya, dari 85 PTN yang menyelenggarakan tes hanya menyediakan kuota sebanyak 135.013 kursi.

Dibanding pada 2017--dengan jumlah pendaftar sebanyak 797.738 orang--SBMPTN tahun ini mengalami peningkatan peserta sebanyak 62.262 orang. Kenaikan ini, menurut Ketua Panitia SNMPTN/SBMPTN 2018, Ravik Karsidi, karena tiga alasan.

Pertama, jumlah lulusan SMA dan sederajat tahun ini lebih besar dibanding tahun 2017. Alasan kedua, jumlah kampus negeri yang menggunakan nilai SBMPTN sebagai pertimbangan seleksi jalur mandiri semakin banyak. Jumlah pendaftar juga meningkat, lanjutnya, karena lulusan 2016 dan 2017 yang ikut SBMPTN tahun ini cukup banyak.

Dari seluruh peserta tahun ini, yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) sebanyak 833.820, sedangkan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebanyak 26.181 orang. Baik melalui sistem UTBC maupun UTBK, ujiannya dilaksanakan serentak pada Selasa, 8 Mei 2018.

Bagi peserta yang memilih program studi tertentu, akan mengikuti Ujian Keterampilan yang dilaksanakan pada 9 dan/atau 11 Mei 2018. Adapun hasil ujian SBMPTN 2018 akan diumumkan pada 3 Juli 2018.

Peserta SBMPTN kali ini juga terdiri dari lulusan paket C sebanyak 1.078 orang, dan peserta penyandang disabilitas sebanyak 365 orang. Sebanyak 122 di antaranya tuna rungu, 107 peserta tuna netra, 43 peserta tuna wicara, dan 93 peserta tuna daksa.

Menteri Nasir optimistis pelaksanaan SBMPTN tahun ini lebih baik dari periode sebelumnya. Khususnya terkait kecurangan dengan modus perjokian. 'Sempat ada perjokian di dua tempat, Solo dan Makassar. Tahun ini (seharusnya) sudah tidak ada lagi,' tuturnya dalam Jabar Ekspress (8/5/2018).

Ia mengancam pihak-pihak yang berbuat curang--termasuk mahasiswa atau pihak perguruan tinggi--akan diserahkan ke polisi untuk dipidanakan.

"Kita tidak akan mentoleransi kecurangan di perguruan tinggi. Kalau ada kecurangan akan kami pidanakan. Panitia juga akan dipidanakan. Karena ini sama saja membongkar rahasia negara," jelasnya seperti dilansir Medcom (8/5).

Dalam kasus joki yang terjadi pada SBMPTN 2016 di Universitas Hasanuddin, Makassar, pihak panitia diduga ikut terlibat. Pihak Kemristekdikti yang bekerja sama dengan aparat kepolisian, saat itu menyatakan ada sekitar tujuh hingga delapan orang yang terlibat, salah satunya adalah panitia.

Lalu pada 2017, seseorang berinisial SAH yang masih berstatus mahasiswa semester delapan Fakultas MIPA, Universitas Negeri Semarang, juga ditangkap lantaran menjadi joki tes seleksi masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Islam Sultan Agung (Unisula).

Dilaporkan Viva, Sang Joki mengaku ditawari imbalan uang Rp20 juta jika bisa meloloskan peserta ujian yang menyewanya. Aksinya terbongkar lantaran pelaku menunjukkan kartu identitas yang tidak sesuai dengan identitas peserta yang sah atas nama S.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan tahun ini. Misalnya yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dengan memberi hadiah hingga Rp100 juta bagi siapapun yang bisa membongkar praktik perjokian saat SBMPTN. Upaya yang sudah dilakukan sejak dua tahun lalu.

Di Universitas Negeri Makassar (UNM), telah dikeluarkan surat edaran rektor bahwa per tanggal 7-8 Mei 2018 seluruh kegiatan akademik diliburkan. Para pengawas ujian bahkan diminta membuat surat pernyataan untuk bekerja secara profesional dan tidak membantu peserta yang tengah ujian.

Selain mengingatkan untuk mewaspadai setiap potensi kecurangan, Menristekdikti juga menyoroti layanan terhadap peserta penyandang disabilitas dan ihwal perbedaan sistem penilaian pada SBMPTN 2018. Tahun ini, diberlakukan tiga tahap penilaian, mulai dari sistem skor dan pembobotan yang baru.

Sistem skor baru yang digunakan, apabila jawabannya benar mendapat nilai 1, dan bila salah atau tidak diisi, mendapat nilai 0. Sebelumnya, peserta yang menjawab dengan benar mendapat skor 4, jawaban salah mendapatkan skor negatif (-1), dan bila tidak menjawab akan mendapatkan skor nol (0).

Sedangkan sistem pembobotan baru bernama "item respond theory" memberi pembobotan khusus terhadap soal-soal yang relatif sulit. Bila ada peserta yang dapat menjawab sejumlah soal yang sama dengan benar, bisa jadi memperoleh nilai yang berbeda tergantung pada soal mana saja yang mereka jawab dengan benar.
Upaya menghapus perjokian dalam SBMPTN 2018


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...am-sbmptn-2018

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Upaya menghapus perjokian dalam SBMPTN 2018 Peserta Pilkada dilarang iklan ucapan selamat puasa

- Upaya menghapus perjokian dalam SBMPTN 2018 Aturan uang elektronik perketat penggunaan dana nasabah

- Upaya menghapus perjokian dalam SBMPTN 2018 Kala para pengungsi menolak diisolasi

×